Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
cinta.


__ADS_3

Marisa dan rama langsung pergi ke rumah sakit saat mendengar perihal Yasmin Dari Sinta..


begitu juga dengan Rayan dan resa, kahfi menunda meeting penting nya karena Yasmin Yang harus dilarikan ke rumah sakit.


"jangan bandel, harus nurut kalau di bilangin!


dari dulu keras kepala!"


ucap Marisa menggeleng kan kepalanya, melihat kondisi Yasmin seperti itu.


"ya Bu....!"


"dia itu kalau belum kena dampak nya ya seperti itu!"


ucap marisa lagi sambil memeluk putri nya itu.


"ya Bu... Yasmin gak lagi!"


"ya itu karena Udah ngerasain sakit baru bilang gak lagi!"


ucap Marisa masih mengoceh.


dulu juga seperti itu, berulang kali Marisa mengatakan untuk berpisah dengan Hafiz,tapi Yasmin tidak menggubris nya, setelah benar benar merasakan sakit barulah dia nurut.


"ya Yasmin tahu salah...!


Abang.....!"


ucap Yasmin meminta perlindungan pada kahfi dan melepaskan pelukan Marisa.


kahfi terkekeh kecil melihat tingkah Yasmin, ternyata hanya Marisa yang berani memarahi nya sampai seperti itu.


kahfi mendekat kemudian merengkuh tubuh istrinya itu.


"bersyukur Kahfi tuh baik, sabar dan setia!


semoga seterusnya seperti itu!"


ucap Marisa sambil mendelik pada Rama yang diam mematung.


"tuh kan kalau udah kayak gini ayah ikutan kena!"


ucap Rama membuat mereka terkekeh.


"sekarang istirahat...!"


ucap Marisa pindah ke sofa dekat Sinta.


karena mengantuk tak lama Yasmin pun terlelap.


"kahfi, mba Sinta!


maaf ya Yasmin sudah merepotkan kalian,dia memang seperti itu!


dulu juga begitu waktu sama Hafiz!


berulang kali saya mengingatkan untuk berpisah dari Hafiz karena telah hadir orang ketiga yang sudah merusak kebahagiaan mereka, tapi Yasmin tak menggubris nya..


percuma bertahan karena pada akhirnya ia juga menyerah sendiri setelah benar benar merasa terpuruk..


Kamu ingat, Waktu kamu mengantar Yasmin bersama Riko dan Mayang!"


ucap Marisa mengingat kan Kahfi tentang kejadian itu.


"dia itu pulang kerumah karena ingin menyerah dan berpisah dengan Hafiz,, setelah apa yang dirasakan nya membuat nya sakit sendiri barulah dia menyerah...!"


"oh gitu...pantas Yasmin seperti orang frustasi!"


ucap Sinta kemudian menceritakan kejadian masa lalu pada Marisa, tentang Yasmin yang jatuh pingsan.


"ya soal itu dia gak cerita, mungkin dia takut!"


ucap Marisa yang tak mengetahui perihal Yasmin yang menginap di rumah Kahfi saat itu.


"makanya suka greget banget,tapi ibu salut sama kamu fi ... kamu sabar Sama Yasmin.


dulu ibu khawatir jika tak ada pria yang mau menerima Yasmin karena memang dia itu keras kepala dan susah diatur!


bertahan sendiri seolah dia yang paling menderita, padahal mudah tinggal gugat cerai saja seperti apa yang saya lakukan!"


ucap marisa menoleh pada Rama.


"astaga.... udah dong sayang!"


ucap Rama membuat Marisa terkekeh kecil.


walau bagaimanapun hal itu tak mampu terlupakan begitu saja, memori ingatan nya masih bagus!


tapi bukan berarti Marisa menaruh dendam,


seperti apa yang ia contoh kan pada Yasmin,

__ADS_1


untuk tabah dan ikhlas karena Tuhan tidak akan diam saja..


tak lama Rayan dan resa masuk ke dalam ruangan perawatan, terlihat Yasmin masih tidur.


"masuk Ray, res...!"


ucap Sinta saat Rayan dan resa berdiri di dekat pintu.


"masuk !"


ucap kahfi menimpali.


"gimana keadaan nya mba Yasmin?"


ucap resa mendekat.


"udah baikan,,asam lambung nya tinggi..."


"oh gitu... tapi kandungan nya gak apa-apa?"


"Alhamdulillah... baik baik saja!"


ucap kahfi yang duduk di tepi ranjang, Yasmin tertidur membelakangi mereka.


"syukurlah, aku udah cancel meeting kita!


nih aku bawakan laptop nya fi...!"


"makasih Ray... nanti aku kerjakan sambil nunggu Yasmin!"


"suami idaman...!"


ucap resa tersenyum manis sambil memeluk pinggang Rayan.


"ya sama abang juga!"


"ayah juga.....!"


ucap Rama membuat mereka kembali tertawa.


karena pengaruh obat Yasmin tak sedikitpun terusik meskipun berisik,ia tetap terlelap.


setelah puas ngobrol, Rama dan Marisa pamit pulang. di ikuti oleh Rayan dan Resa.


"fi... mami juga pulang dulu ya,mami kan gak bawa baju ganti!"


"ya udah gak apa-apa mi,biar Afi aja sendiri yang nginep!"


"ya Yasmin juga udah baikan, besok juga pulang!"


setelah itu mereka pergi, tinggal Kahfi sendiri yang menunggu istri nya itu.


menatap wajah Yasmin yang terlelap, nafas nya teratur terdengar dengkuran halus dari perempuan itu.


kahfi terdiam mengingat ucapan Marisa, ternyata Marisa sudah mengetahui permasalahan Yasmin sejak lama saat bersama Hafiz,tapi kenapa Yasmin berusaha untuk bertahan padahal ia begitu tersiksa!


apa Yasmin begitu mencintai Hafiz??


"ah kenapa memikirkan hal itu?"


tapi memang selama ini Yasmin tak pernah mengatakan jika Yasmin mencintai nya,


"ya Tuhan kenapa rasanya jadi tak karuan seperti ini?


Kenapa aku meragukan istri ku..!"


kahfi membuang nafas kemudian beranjak dari duduknya dan berpindah pada laptop untuk mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda.


Yasmin perlahan membuka matanya dan melihat Kahfi sedang fokus pada laptop nya.


"bang.....?"


"HM..... apa?"


ucap kahfi mendekat.


Yasmin terdiam melihat perubahan sikap Kahfi.


"Abang kenapa?"


ucap Yasmin bertanya karena ia tak ingin ada yang tersembunyi,


apa Kahfi masih marah padanya.


"Abang masih marah sama Yasmin!"


ucap Yasmin menatap mata kahfi yang tak seperti biasanya.


"apa yang kamu rasakan sama Abang Yas?"


ucap kahfi duduk di tepi ranjang, jarak keduanya begitu dekat.

__ADS_1


"maksud abang?"


"Abang cinta sama kamu, lalu kamu?"


Yasmin terperangah mendengar penuturan Kahfi.


"kenapa Abang bertanya soal itu?"


"jawab saja,tatap mata Abang!"


ucap kahfi menyentuh kedua tangan Yasmin.


"bang...!"


"kenapa kamu bertahan saat kamu merasa rapuh dan gak mampu?"


"apa sih bang Yasmin gak ngerti!"


ucap Yasmin tak paham dengan penuturan Kahfi.


kahfi menceritakan semua yang diceritakan padanya,


"apa kamu begitu mencintai Hafiz sampai kamu seperti itu?"


ucap kahfi membuat Yasmin terperangah


jujur saja kahfi merasa cemburu mendengar cerita Marisa, kenapa Hafiz seakan begitu berarti untuk Yasmin.


"itu dulu bang, kenapa harus membahas masalalu?


Yasmin tahu Yasmin emang bandel, tapi gak dengan cara seperti ini Abang hukum Yasmin!"


ucap Yasmin menunduk kemudian menghapus air matanya.


"astagfirullah... sayang!


maafkan Abang!


jujur Abang cemburu, takut kalau kamu masih.."


"Masih apa bang?


masih cinta sama bang Hafiz?


atau Abang mau tahu apa masih ada cinta yang tersisa?"


ucap Yasmin lirih.


"gak.. Maafin Abang!


Abang percaya sama kamu!"


ucap kahfi merengkuh tubuh Yasmin.


Yasmin tahu mungkin Kahfi ragu karena ia tidak pernah mengatakan cinta pada nya.


"Yasmin cinta sama Abang!


apa itu yang ingin Abang dengar!"


ucap Yasmin masih dalam dekapan Kahfi.


"Yasmin punya masalalu bang,tapi soal perasaan saat ini cuma Abang yang ada di hati Yasmin.. karena cinta Yasmin sama bang Hafiz sudah lebur sejak lama.. sejak talak itu terucap! Yasmin sudah mati rasa sama bang Hafiz!"


ucap Yasmin kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah kahfi.


"maafkan Abang de, Abang takut kehilangan kamu..!"ucap kahfi menyesal karena meragukan istri nya itu.


seharusnya ia tak mendengar kan setan yang terus berbisik mengharapkan pertengkaran diantara mereka berdua.


"Kenapa harus takut, Yasmin gak akan pergi kalau Abang gak menyakiti! jangan ragu tentang Yasmin yang cinta sama Abang, meski tak pernah terucap tapi cobalah Abang rasakan"


ucap Yasmin tersenyum memeluk tubuh Kahfi yang menjadi candu untuk nya.


"Abang cinta sama kamu...!"ucap kahfi sambil menciumi wajah istrinya itu.


permasalahan pasti selalu ada dalam biduk rumah tangga, namun semua bisa terselesaikan dengan mudah,tergantung bagaimana kita menyikapinya..


bersambung...


apa disini ada yang suka bahas mantan? apa lagi seperti Hafiz ya mantan nya,,, hehehe..


pernah lah sesekali tapi gak harus menjadikan itu permasalahan yang berarti, jadikan hal itu seperti angin yang cuma lewat doang 🤭🤭🤭


terima kasih yang sudah berkomentar and like..


..


kembali tinggal kan jejak, vote nya juga boleh 🤭🤭✌️😊


😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2