
setelah beberapa jam perjalanan akhir nya mereka sampai di Rusia.seperti harapan nya dua bulan yang lalu Kahfi berharap bisa datang ke negara itu bersama Yasmin.
"kalian mau ikut ke rumah Yasmin atau...."
"kita ke hotel aja kak....!"
ucap resa langsung menghentikan ucapan kahfi yang belum selesai.
"oh gitu..... padahal aku belum selesai bicara loh...!"
ucap kahfi senyum melihat ekspresi wajah resa dan Rayan yang seperti tidak ingin mengganggu mereka.
Yasmin juga tersenyum melihat tingkah resa dan Rayan.
"beneran? dirumah ada tiga kamar loh?!"
"ya beneran kak... kita di hotel aja!"
ucap Resa tersenyum tak ingin mengganggu bulan madu mereka.
"oh ya udah kita pisah disini, untuk besok nanti aku chat kalian ya...!"
ucap kahfi dan di angguki oleh mereka berdua.
setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah Rama dan Yasmin.
Yasmin turun dari taksi dan tersenyum melihat rumah itu,
"ayo bang ...!"
ucap Yasmin menarik tangan kahfi.
rumah berdesain minimalis, perpaduan antara warna merah maroon dan putih.
tidak terlalu besar namun cukup untuk mereka berdua.
Yasmin bahagia tinggal di rumah itu,ia bisa melupakan semua kenangan pahit yang telah menerpa hidup nya.
"Yasmin....!"
ucap William menghampiri mereka berdua,
Rama cukup akrab karena istri wilian juga orang Indonesia, hanya mereka menetap di Rusia untuk seterusnya dan Rama menitipkan rumah itu pada Wiliam.
semalam Rama menghubungi William untuk memberitahu kan tentang kedatangan Yasmin dan Kahfi.
"om William.......!"
ucap Yasmin senyum.
"Yasmin bagaimana kabar mu?"
ucap William menyapa dengan sopan karena William cukup paham adab orang muslim.
"baik....ini Kahfi !
suami Yasmin om...!"
ucap Yasmin senyum Kemudian kahfi mengulurkan tangan dan disambut baik oleh William.
kahfi masuk ke dalam rumah tersebut,bersih terawat dan terlihat nyaman.di sisi kanan dinding terdapat beberapa foto Yasmin bersama Rama dan juga foto pernikahan Rama dan Marisa di kul Syarief.
"Kenapa bang ..ayo masuk kamar!"
ucap Yasmin membuat Kahfi langsung tersenyum.
"baru juga nyampe udah ngajak langsung ke kamar!"
ucap kahfi membuat Yasmin menyatukan alisnya.
William sendiri langsung pulang setelah memberikan kunci tersebut,
kahfi melangkah kan kaki nya Menuju kamar Yasmin dengan memeluk perempuan itu dari belakang.dan menjatuhkan diri nya di ranjang.
__ADS_1
"astaga Abang...!"
ucap Yasmin menatap wajah kahfi yang terkekeh kecil kemudian menarik tangan Yasmin hingga mendidih nya.
"bang kita baru sampai.
Yasmin mau mandi dulu!"
ucap Yasmin karena tahu apa yang ingin di lakukan oleh Kahfi.
"sebentar.....!"
"Abang .... sebentar lagi magrib!"
ucap Yasmin dengan wajah memerah nya.
kahfi tersenyum kemudian beranjak dan mengangkat tubuh Yasmin ke dalam kamar mandi.
"mau kemana?"
ucap kahfi menarik tangan Yasmin hingga duduk di pangkuan nya, keduanya baru saja selesai menunaikan ibadah solat magrib.
"mau masak dulu, emang gak laper?"
ucap Yasmin menatap mata Kahfi yang berkabut Hasrat.
"tapi Abang kangen sama kamu..!"
ucap kahfi membuat Yasmin terpaku, kemudian Kahfi mencium bibir Yasmin.sementara di luar tengah turun salju udara dingin kian menambah kedekatan keduanya.
Yasmin membuka matanya dan melihat jam menunjukkan pukul sebelas malam, keduanya langsung tertidur setelah mandi untuk yang kedua kalinya dan menunaikan shalat isya yang tertunda.
Yasmin merasakan perutnya yang keroncong,
ia pun beranjak hati hati agar tidak membangunkan Kahfi yang sedang terlelap.
Yasmin membuka lemari es dan terlihat beberapa banyak makanan yang siap di olah termasuk ikan kesukaan kahfi,Rama yang meminta istri William untuk berbelanja dan mengisi lemari es yang berada di rumah tersebut.
tak menyangka Kedatangan mereka disambut oleh salju.
"astaga....!"
udah Yasmin menepuk tangan yang tiba tiba melingkar di pinggang nya.
"Abang...bikin Yasmin jantungan!"
ucap Yasmin menoleh pada pria yang kini menempel kan dagu nya pada pundak Yasmin, menciumi nya hingga membuat Yasmin meremang.
"bang Yasmin asli laper!"
ucap Yasmin menghentikan ulah kahfi.
"ya Abang juga laper!
kamu duduk di sini!"
ucap kahfi menarik tangan Yasmin dan mendudukkan dirinya di kursi.
"mau bikin spaghetti kan!
kamu tunggu biar Abang yang bikin!"
ucap kahfi Kemudian meraih spatula.
"emang bisa?"
ucap Yasmin menopang dagunya.
"bisa lah...!"
setelah itu keduanya makan bersama,di saat orang orang terlelap justru keduanya asik ngobrol dan bercanda.
Yasmin membuka mata nya dan melihat jam menunjukkan pukul lima, Yasmin tersenyum menatap tangan yang melingkar di pinggang nya.
__ADS_1
dulu ia selalu merasakan kedinginan dengan penghangat yang menyala di kamar nya, penghangat ruangan tersebut seakan tak berfungsi saat salju turun dan menciptakan udara dingin, jaket berlapis pun tak membuat udara dingin berkurang.
tapi kini Yasmin justru merasa kegerahan dengan Kahfi yang terus menempel pada nya.
Yasmin menatap wajah kahfi yang terlelap..
pria Tampan ini begitu baik dan tulus padanya, sepuluh hari bersama, kahfi menciptakan cerita indah untuk nya, seperti ini pengantin baru yang sebenarnya.
bukan dia yang tidur seorang diri di malam hari yang sunyi dan dingin.
bukan dia yang melihat suaminya datang dan pergi sesuka hati nya,
bukan dia yang mencium wangi parfum perempuan saat suami nya pulang,
meski kisah itu telah usang, namun ingatan kenangan pahit itu masih tergambar jelas dalam memori nya.
Yasmin terkesiap saat tiba tiba kahfi bangun dan mengecup bibir nya singkat.
"udah puas belum lihatin nya"
ucap kahfi terkekeh melihat wajah Yasmin yang memerah.
"Abang...." ucap Yasmin terkekeh.
"dingin banget de...." ucap kahfi memeluk istrinya itu, mendekap nya erat menyalurkan kehangatan yang tak mampu diberikan oleh penghangat ruangan.
tiga tahun ini Yasmin melewati semua nya sendiri, seakan hal itu menjadi hal biasa yang justru ia nikmati dengan tenang,tapi kini dirumah ini ia bersama kahfi menyemai ikatan cinta.
***
setelah selesai solat subuh Yasmin pergi keluar kamar untuk membuat sarapan.
nasi hangat,ayam goreng..
itu yang terlintas di benak nya,ia juga membuat kan teh hangat untuk Kahfi.
Kahfi sendiri sedang mengaji di dalam.
Yasmin melihat ikan di lemari es yang sudah bersih dan siap di goreng, seperti nya Kahfi akan senang jika ia menggoreng kan ikan untuk nya.
bergegas Yasmin menuangkan minyak pada wajan. dan mengambil ikan, Yasmin yang ceroboh langsung memasukkan ikan tersebut pada wajan yang sudah terisi minyak panas.
"ah astagfirullah...."
ucap Yasmin menjauh karena minyak langsung menyiprat mengenai tangan nya.
"Yasmin..." ucap kahfi melihat Yasmin yang menjauh dari wajan.
"astaga....."
ucap kahfi bergegas mendekati kompor tanpa rasa takut minyak mengenai nya.
"sayang...kamu gak apa-apa?"
ucap kahfi yang melihat wajah Yasmin langsung pucat.
"Kenapa gak ditutup,minyak nya pasti nyiprat.."
"tadi mau di tutup cuma gak buru bang?"
kahfi mendekati Yasmin kemudian memeluk nya.
kahfi mengambil p3k yang ditunjukkan oleh Yasmin, bergegas kahfi mengolesi luka Yasmin dengan salep antibiotik yang langsung menciptakan dingin pada luka tersebut.
"jangan melakukan sesuatu yang bisa melukai diri kamu sendiri hanya untuk menyenangkan orang lain, kamu juga harus Memikirkan diri kamu sendiri..
mengerti Yasmin?"
ucap kahfi membawa Yasmin ke dalam pelukan nya.
bersambung...
😍😍😍
__ADS_1