
beberapa hari berlalu Yasmin sudah tak memikirkan hal itu lagi,pagi ini ia merasa enggan beranjak dari ranjang memeluk bantal guling yang membuat Kahfi cemburu.
"aku dirumah bang,males ke kantor!"
ucapnya tersenyum pada pria yang sudah berpakaian rapi.
"sayang, kamu sakit?"
ucap kahfi menyentuh kening Yasmin.
"gak apa-apa bang!
perut Yasmin sedikit keram mungkin mau men!"
ucap Yasmin menutup mulutnya sendiri.
entahlah ia khawatir kahfi kecewa.
"emang tanggal berapa biasa nya?"
"harusnya kemarin,tapi...!"
ucap Yasmin terhenti menatap kahfi yang mencondongkan tubuhnya mencapai bibir Yasmin.
"Abang berharap kamu telat, tapi Abang juga gak menuntut.karena Kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, lepas dari semua itu hanya tuhan yang menentukan semuanya!"
ucap kahfi mengusap bibir Yasmin yang basah.
Yasmin membisu mendengar apa yang terlontar dari bibir suami nya itu,
menenangkan.....
"Abang kantor ya, tinggal beberapa hari menuju tahun baru!
mungkin tinggal hari ini Abang ke kantor, besok udah libur!
mau pergi kemana tahun baru nya?"
"kemana aja bang, Yasmin ikut!"
"di kamar aja deh de...!"
ucap kahfi terkekeh mencubit pipi Yasmin gemas.
Yasmin tak menjawab hanya mendelik sambil tersenyum.
"ya udah kamu istirahat aja, jangan pikirkan apapun yang membuat kamu stres.
Abang sayang sama kamu!"
ucap kahfi memeluk perempuan yang juga mendekap nya Erat.
*
seseorang tengah terdiam menatap perempuan yang kini tengah terbujur kaku, Hafiz menitikkan air mata nya mengingat semua perkataan Yasmin beberapa hari yang lalu.
Rina pun tertegun mendengar penuturan Yasmin yang memang benar adanya,lalu sore itu Rina mengajak Hafiz untuk menemui kanza di rumah sakit.
kanza terisak Saat melihat Nabila berlari kecil menghampiri nya, memeluk balita cantik itu.
"mama...."
ucap Nabila ternyata anak itu masih mengingat kanza.
"sayang, maafkan mama!"
ucap kanza terisak memeluk Nabila.
"maafkan kanza, mami.. Hafiz"
ucap kanza menunduk, ternyata Yasmin mampu membawa Hafiz menemui nya.
beberapa hari ini Hafiz membawa Nabila Bolak balik kerumah sakit menemani kanza, hingga hari dimana kanza tak mampu lagi bertahan.
"maaf kan aku fiz karena aku kamu seperti ini"
ucap kanza Terisak,bilapun ia harus pergi ia sudah lega karena sudah meminta maaf pada Yasmin dan Hafiz..
"maaf kan aku juga kanza, selama ini aku salah"
ucap Hafiz mencium kening kanza.
tak lama setelah itu kanza menghembuskan nafas terakhir nya.
__ADS_1
kahfi tertegun mendengar kabar tentang kepergian kanza dari Ibrahim, beliau yang memberi tahu kabar duka tersebut karena Hafiz membawa kanza ke kediaman nya, Hafiz yang mengurus semua keperluan pemakaman Kanza.
kahfi melangkah kan kaki nya memasuki kamar, terlihat Yasmin masih betah berada di bawah selimut tebal.
"sayang......."
ucap kahfi membangun kan istri nya yang tampak pucat itu.
"Abang kok udah pulang?"
ucap Yasmin melihat jam menunjukkan pukul sepuluh pagi.
kahfi tersenyum kemudian meraih tubuh Yasmin mendekapnya erat dan mencium pucuk kepala Yasmin.
"kenapa bang?"
ucap Yasmin menatap wajah kahfi yang tampak ingin mengatakan sesuatu.
"sayang... kanza sudah berpulang!"
tutur Kahfi membuat Yasmin membeku seketika.
ingatan masa lalu pun berputar di benak nya, semua terekam jelas dalam ingatan, tapi Yasmin memaafkan kanza.
Yasmin memasuki rumah duka bersama kahfi dan juga Sinta, awal nya Kahfi melarang Yasmin untuk ikut, namun Yasmin memaksa untuk ikut.
"Yasmin....!"
ucap seseorang mengahampiri mereka.
"ya saya Yasmin...!"
"saya Tante nya Kanza, mohon maafkan semua kesalahan Kanza sama kamu"
Yasmin tertegun sejenak mendengar permohonan maaf dari keluarga kanza,
Kanza sudah menceritakan semua kisah nya pada Tante dan om nya, orang yang selama ini merawat dan membesarkan nya.
"saya tahu semua nya, maafkan kanza ya!
agar ia tenang di peristirahatan terakhir nya."
"ya Tante Yasmin sudah memaafkan kanza sejak lama!"
"terima kasih Yasmin!"
"Abang ngaji dulu ya sebentar, kamu sama mami ya sayang!"
"ya bang!"
Hafiz melihat kahfi mendekati nya,tak ada kata hanya tepukan tangan kahfi di pundak nya.
mengisyaratkan bahwa ia harus tabah dan ikhlas.
tak lama kahfi mengaji surat Al Mulk mendoakan ALM kanza teman nya itu, setelah itu kembali menghampiri Yasmin dan Sinta yang sedang berbincang dengan kerabat Hafiz.
"bang....!"
"kita mau pulang sekarang atau ikut ke pemakaman, mayitnya udah di bawa untuk di mandikan.."
Yasmin terdiam ia ingin sekali ikut ke pemakaman tapi ia merasa tidak enak badan,mual ingin muntah namun Yasmin tahan Tak ingin membuat Kahfi khawatir.
"bang Yasmin mau pulang aja!
gimana mi...?"
"ya udah mami sih ikut kalian aja"
"Ya udah kita pulang, pamit dulu sama mami Rina ...!"
ucap kahfi berjalan mengahampiri Rina sambil menggenggam tangan Yasmin.
"Tante.....kami mau pamit pulang!"
"ya terima kasih Kahfi, Yasmin dan kamu jeng!"
ucap Rina berpelukan dengan Sinta.
seperti Hafiz bilang, kondisi Rina semakin membaik.
Yasmin bersyukur akan hal itu.
"cepat dapat momongan ya...mami doakan ya Yasmin!"
__ADS_1
"terima kasih mi...!"
ucap Yasmin kemudian kahfi membawa nya keluar.
ingin berpamitan pada Hafiz namun kahfi tak melihat keberadaan nya.
Yasmin berjalan bersama kahfi menuju mobil nya yang terparkir di jalanan.
langkah nya terhenti saat Yasmin merasa tidak kuat lagi menahan rasa mual yang sejak tadi di tahan nya.
"bang......!"
ucap Yasmin menahan tangan Kahfi kemudian berjongkok sambil menutup mulutnya yang serasa ingin muntah.
"sayang kamu kenapa?"
ucap kahfi meraih tubuh Yasmin.
"Yasmin kamu gak apa-apa?"
ucap Sinta mengusap pundak Yasmin.
wajah nya pucat pasi.
tak jauh dari mereka Hafiz memperhatikan Yasmin yang seperti hendak muntah.
sebulan berlalu Mungkin Yasmin saat ini tengah hamil.
ia pun bergegas masuk ke dalam rumah untuk mempersiapkan keberangkatan menuju pemakaman.
setelah mengganti pakaian Yasminβ· merebahkan tubuhnya di ranjang, kenapa rasanya lemas dan begitu merindukan bantal dan selimut tebal ini.
"kamu masih mual?"
ucap kahfi tersenyum menatap Yasmin yang bersemu merah.
"Abang Curiga.....?"
ucap kahfi terkekeh memeluk tubuh Yasmin.
Yasmin terdiam di pelukan kahfi, mengingat semua yang sudah terlewati dari pertama bertemu Hafiz, pernikahan dingin yang ia jalani sampai kehadiran kanza yang menjadi madu nya.
Yasmin membuang nafas panjang kemudian mendongak menatap wajah kahfi.
bersyukur bisa melewati semua itu dengan tabah meski bersimbah air mata.
bahagia karena ia kini memiliki suami yang begitu menyayangi nya.
"kamu mau berobat gak de..?"
ucap kahfi membuyarkan lamunan nya.
menilik wajah Yasmin yang tersenyum padanya.
"udah terobati bang...!"
Yasmin kembali memeluk kahfi.
"benarkah demikian?" ucap Kahfi merebahkan tubuh istrinya itu, mencumbu nya dengan cinta.
*
dilain tempat seseorang tengah memperhatikan gundukan tanah merah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir kanza.
Hafiz Terisak, bahwasanya kini ia telah kehilangan keduanya.
sakit yang tercipta memang karena ke egoisan nya sendiri..
menyisakan rasa hampa dan duka...
masih pantaskah ia menyesali semua nya!?
why love?
'semoga kamu tenang disana za..
selamat jalan......'
bersambung....
disini mana yang menunggu part Yasmin hamil?
tinggal kan jejak dan komentar nya ya!
__ADS_1
terima kasih.
ππππ