
kahfi memperhatikan perempuan cantik yang kini satu selimut bersama nya, mengingat kejadian semalam membuat nya sedikit tak percaya.
kahfi menghampiri perempuan yang tengah meringkuk sambil memainkan ponselnya.
"Abang udah selesai solat nya?"
ucap Yasmin duduk menghadap Kahfi.
jantung nya berdetak kencang saat Kahfi mengelus rambut panjang nya beralih pada pipi.
Yasmin menggigit bibirnya sendiri,merinding dengan sentuhan pria itu.
sekuat hati Yasmin mencoba menepis bayang menyakitkan itu.
memejamkan matanya saat bibir Kahfi meraih bibir nya..
"Yasmin..... lihat Abang,tatap mata Abang! lupakan bayangan pahit itu,dan coba untuk rileks... kalau kamu merasa gak mampu kamu boleh minta untuk berhenti!"
ucap kahfi menggenggam tangan Yasmin kemudian mencium nya.
kahfi ingin memberikan istri nya itu kenyamanan dan ketenangan, santai dan tidak tergesa-gesa.
Yasmin terdiam saat Kahfi berdoa sebelum menyentuh nya,hal yang memang seharusnya di lakukan.
kahfi kembali mencium bibir Yasmin dan memberikan sentuhan cinta nya hingga membuat Yasmin tampak rileks dan nyaman.
kahfi mengamati wajah Yasmin yang memucat saat Kahfi memulai nya, hati hati namun Kahfi yang tidak tahu jika Yasmin masih perawan tak begitu memperhatikan hal itu hingga Yasmin mencengkeram nya Erat seperti kesakitan.
Yasmin merasa kan perih Saat Kahfi mulai mendesak nya,air mata pun tak mampu ia tahan.
apa harus ia berteriak kesakitan..tapi itu memalukan.
kahfi pasti tak akan menyangka jika darah keperawanan Yasmin merembes ke sprei yang berwarna putih itu.
kahfi menghentikan lajunya tak percaya dengan apa yang di lihat nya, pantas Yasmin langsung terisak.
"astaga sayang... kenapa kamu gak bilang!"
ucap kahfi mendekatkan wajahnya pada wajah Yasmin yang sedikit basah.
"maaf demi tuhan Abang gak tahu!"
ucap kahfi menghapus air mata Yasmin namun tetap pada penyatuan nya.
Yasmin menarik nafas panjang kemudian tersenyum, membuat Kahfi sedikit tenang.
"lanjut atau berhenti?"
ucap kahfi membuat Yasmin membisu,
kahfi merasa bahagia tak menyangka jika perempuan yang di nikahi nya berstatus janda namun masih perawan.
membuat nya takjub.. bahagia bukan main melebihi rasa seseorang memenangkan hadiah jackpot.
"Yasmin....sayang!"
ucap kahfi dan di angguki oleh Yasmin.
malam itu menjadi malam pertama, malam terindah.. malam yang menakjubkan untuk keduanya, menyemai cinta.berharap keridhoan nya memberikan anugerah terindah.
Yasmin terdiam melihat Kahfi yang tengah menatap nya, dingin sudah tak lagi ia rasakan dua malam ini.
__ADS_1
Yasmin menyembunyikan wajahnya pada selimut mengingat kejadian semalam yang membuat nya lelah namun begitu membahagiakan.
seperti itu malam pertama yang sesungguhnya..
malam yang tak ia dapatkan dari Hafiz.
kahfi juga mampu membuat nya menepis kenangan pahit yang membuat nya takut akan hal itu.
Yasmin terkekeh sendiri di Bawah selimut.
"astaga....!"
ucap kahfi menarik selimut yang Yasmin pegangi.
"Yasmin...!"
ucap kahfi, perempuan itu begitu menggemaskan.
"sayang.....!"ucap kahfi meraih dagu Yasmin meskipun perempuan itu memejamkan matanya tak berani menatap wajah kahfi.
"buka mata nya!"
ucap kahfi namun Yasmin menggeleng kan kepalanya sambil tersenyum.
kahfi tahu perempuan itu tengah di landa rasa malu.
"bang....!" ucap Yasmin malah memeluk Kahfi.
awalnya Yasmin menolak untuk memakai lingerie seksi pemberian Sinta,namun karena Yasmin tak ingin Kahfi kecewa ia pun menuruti keinginan Kahfi... meski dengan perasaan yang tak menentu,malu bercampur dengan rasa gugup yang begitu membuat nya bingung entah harus bagaimana, namun Kahfi dengan lembut meraih tangan Yasmin dan mendudukkan Yasmin di pangkuan nya.
Yasmin terpaku melihat mata kahfi yang berkabut,mendambakan seorang Yasmin yang kini sudah sah menjadi istri nya.
"sayang kenapa gak cerita dari awal?
kalau tahu begitu kan abang.....!"
ucap kahfi terhenti karena Yasmin memukul tangan nya.
"Abang beruntung, terima kasih Yasmin bidadari ku!"
ucap kahfi memangku wajah Yasmin.
mengapa Hafiz sebodoh itu hingga ia benar benar menyia-nyiakan istri nya sendiri dan lebih memilih untuk melampiaskan hasratnya pada perempuan lain, padahal jika ia tahu apa yang saat ini Kahfi dapatkan begitu tak terangkai oleh kata kata..
"Yasmin.. coba bicara!
jangan membisu seperti itu.. bagaimana kalau kita......!"
ucap kahfi kembali terhenti saat Yasmin menutup mulut Kahfi Dengan jari nya.
Yasmin menggigit bibirnya paham dengan maksud Kahfi namun waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi, kalau mereka melanjutkan aktivitas itu lagi kemungkinan mereka akan melewatkan waktu ibadah solat subuh.
"Yasmin mau mandi trus solat subuh!"
ucap Yasmin menunduk tak punya nyali untuk menatap suaminya itu.
"oh gitu ...ya udah!"
ucap kahfi meraih tubuh Yasmin membuat Yasmin membeku, kemudian Kahfi membawa nya ke kamar mandi.
tak ada ritual apapun selain menyatukan bibir mereka dibawah guyuran air shower.
__ADS_1
indah bukan......
lekas kedua nya mandi dan melaksanakan shalat subuh berjamaah.
seperti mimpi nya, Yasmin begitu berangan berjamaah subuh bersama kekasih halalnya.
apa yang tidak ia dapatkan dari pernikahan nya dulu, justru ia dapatkan lebih lebih dari apa yang ia impikan bersama kahfi.
kahfi yang begitu lembut memperlakukan nya sebagai seorang perempuan yang kini menjadi nyonya Kahfi.
"Yasmin apa boleh Abang bertanya?"
ucap kahfi penasaran, apakah dia yang memang menolak untuk di sentuh oleh Hafiz atau memang keberadaan nya yang di sia sia kan.
namun urung karena Kahfi tak ingin membahas masalah itu lagi di kehidupan nya bersama Yasmin,apa pun itu yang terpenting saat ini adalah dia yang begitu beruntung bisa memiliki Yasmin seutuhnya.
"mau tanya apa bang?"
ucap Yasmin tampak serius karena khawatir Kahfi membahas Masalah itu lagi, karena bagi Yasmin yang terpenting saat ini adalah ia sudah memberikan apa yang menjadi hak Suami nya dengan ikhlas.
dulu ia pun berniat seperti itu pada Hafiz namun ia tak memiliki kekuatan untuk menerima kanza berada di tengah tengah nya.
kenangan pahit yang ingin ia lupakan.
"gimana semalam?"
ucap kahfi membuat Yasmin tercengang.
"Abang........!"
ucap Yasmin memukul tangan kahfi.
kahfi terkekeh kecil kemudian menarik tubuh Yasmin dan mendekap nya erat.
apa alasan nya tak menyukai dingin,itu karena ia selalu sendiri tanpa ada seseorang yang memberikan nya cinta dan kasih sayang yang menghangatkan hati juga raganya.
"apapun alasannya..Abang merasa beruntung bisa menjadi yang pertama dan memiliki kamu seutuhnya...Abang semakin gak bisa jauh dari kamu Yasmin!"
ucap kahfi membuka mukena yang masih melekat pada kepala Yasmin.
tok.. tok...
keduanya menoleh pada pintu, keduanya mengerutkan keningnya.
kahfi beranjak dari duduknya dan menghampiri, terdengar seseorang tidak sabaran terus mengetuk pintu.
"hai om....!" ucap Riko di balik pintu.
"Kamu ngapain....?"
ucap kahfi menautkan alisnya.
"fi ...kakak mau pulang ke Sidney!"
ucap Hani berpamitan pada adik satu-satunya itu.
bersambung...
hai para reader maaf ya jika ending nya kurang memuaskan 🤣🤣🤣😍😍😍😍
komentar nya ya author tunggu..😍😍👍
__ADS_1