Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
arus.


__ADS_3

hari ini Yasmin kembali bolos, termenung sendiri menatap lautan yang luas.


Sendiri....ya sekarang kamu sendiri, bagaimana rasanya?


sepi ...........


teringat ucapan Marisa kemarin sore saat Yasmin sampai dirumah.


"kamu sama siapa Yas?"


ucap Marisa melihat mobil yang mengantar Yasmin kerumahnya.


"pak kahfi.....?!"


ucap Yasmin, kemudian Kahfi keluar dari mobil dan menghampiri Marisa.


"assalamualaikum..!"


ucap kahfi mencium tangan Marisa.


"walaikumsalam......!"


Marisa masih ingat Kahfi sebelumnya pernah mengantar Yasmin ke rumah nya dulu.


"mampir....!"


ucap Marisa tersenyum.


"langsung pulang aja Bu...soalnya udah sore juga!"


ucap kahfi, sebenarnya ia merasa tidak enak karena keadaan belum mereda.


kahfi paham arti Raut wajah Marisa.


"terima kasih pak kahfi!"


ucap Yasmin senyum, kemudian dibalas anggukan oleh Kahfi.


"Yas.... kamu kok bisa sama dia seh?"


ucap Marisa membuang nafas tak paham dengan pemikiran Yasmin.


"kenapa bu?"


tanya Yasmin menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Yas.... Kamu itu baru saja cerai dengan Hafiz.. sekarang kamu udah sama pria lain!"


"Bu Yasmin itu sama pak kahfi gak ada hubungan apa-apa...dia cuma!"


Yasmin terdiam melihat raut wajah Marisa yang tidak suka.


"cuma apa? orang akan beranggapan lain, meski kamu gak memiliki hubungan apa apa dengan Kahfi, tapi mereka akan berpendapat dari apa yang mereka lihat!"


ucap Marisa membuat Yasmin tertegun.


"cobalah berpikir dewasa Yas, jangan seperti itu! melakukan sesuatu tanpa kamu pikirkan akibat nya, kamu baru saja mengalami kegagalan dan belajar lah dari pengalaman!


jangan mudah tergiur dengan rayuan lelaki, kebanyakan dari mereka itu buaya!


ibu gak mau kamu mengalami hal yang sama, jadi sebelum kamu memutuskan untuk membuka hati, kamu cari tahu dulu bagaimana orang nya... carilah yang bisa menerima kita apa adanya!"


Yasmin diam mendengar penuturan Yasmin yang begitu menohok hati nya, namun benar adanya.


dia begitu ceroboh..

__ADS_1


"menangis lah sepuasnya kalau kamu memang ingin menangis, untuk apa kamu berpura-pura kuat kalau sebenarnya kamu itu rapuh yas!"


ucap Marisa melihat mata Yasmin yang berkaca-kaca.


"ibu bicara seperti ini karena ibu sayang sama kamu Yas ..ibu gak mau kamu mengalami hal yang sama!


ibu gak suka kalau kamu mengatakan biarlah berjalan seperti adanya, justru kamu akan terbawa arus yang mungkin akan menenggelamkan kamu sendiri Yas.. kenapa sih anak ibu seperti ini?"


ucap Marisa menyentuh pipi Yasmin yang basah oleh air mata.


kemudian memeluk nya erat.


Yasmin mencermati ucapan Marisa,


'kenapa hidup nya berantakan seperti ini'


Yasmin menunduk merasakan kepalanya yang terasa pusing.


'sampai kapan Kamu seperti ini? kenapa kamu gak belajar dari kesalahan?'


ucapan Marisa memutar mutar di benak nya.


"Yasmin......!" ucap Marisa menghampiri Yasmin yang sedang duduk sendiri.


"ayo pulang hari mulai panas!"


ucap Marisa lagi menyentuh bahu Yasmin.


"bu... kenapa seh Yasmin gak punya kakak atau adik gitu?"


Marisa diam mendengar pertanyaan Yasmin.


"setidaknya kalau Yasmin punya kakak atau adik hidup Yasmin gak sepi seperti ini...ada teman bercanda, kalau Yasmin punya kakak Yasmin bisa minta bantuan dia kalau Yasmin butuh....!"


ucap Yasmin dengan kepedihan nya, ironis hidup nya begitu menyedihkan.


***


Hari ini Yasmin tidak ke kampus dan hal itu membuat Kahfi khawatir. teringat saat mereka sampai di depan rumah Marisa, Yasmin masih terlelap.


hembusan nafas nya teratur menampakkan ketenangan, namun dibalik semua itu kahfi tahu hatinya sedang tak baik baik saja, Kenapa anak itu sok kuat dan sok berani padahal ia tak punya banyak nyali untuk menghadapi semua itu sendiri.


"Yasmin...kita sudah sampai?"


ucap kahfi mencoba membangun kan Yasmin karena cukup lama keduanya di dalam, khawatir orang berpikir macam-macam.termasuk Marisa yang sejak tadi mengamati mereka berdua di dalam mobil.


"kamu kenapa fi?"


ucap mami Sinta membuyarkan lamunan Kahfi.


"gak Bu kahfi cuma kepikiran Yasmin.. greget sama anak itu!"


ucap kahfi tanpa merasa malu mencurahkan isi hatinya.


"greget kenapa?"


ucap Sinta tak paham dengan raut wajah cemas, Sinta khawatir Kahfi sudah berbuat jauh dengan Yasmin.


"kamu gak aneh aneh kan fi..


ingat Lo Yasmin itu seorang janda,dan kamu Tahu status itu Kebanyakan di pandang sebelah mata sama orang, jangan membuat keadaan bertambah buruk!"


"gak lah mi, Kahfi juga paham dan tahu batasan.. maksud nya Kahfi tuh greget karena Yasmin tuh selalu bersikap semaunya... Yasmin tuh......"


kahfi menceritakan semuanya pada Sinta.

__ADS_1


" ya mami kan bilang, dia itu labil..dia itu butuh sosok pendamping yang bisa membimbing nya, mami melihat Yasmin seperti seseorang yang kesepian!"


"ya mami benar, Yasmin anak satu-satunya! orang tuanya bercerai, Dia tinggal bersama ayahnya yang selalu sibuk bekerja dan naas nya pas nikah malah....!"


ucap kahfi menghela nafasnya.


"ya pantas dia seperti itu,mami paham! kasihan Yasmin...!"


ucap sinta teringat pertama kali bertemu dengan Yasmin.


"lalu gimana langkah kamu selanjutnya fi ...?"


tanya Sinta ingin tahu rencana putranya itu.


"belum tahu mi... semua butuh proses! Yasmin juga kan baru berpisah dengan Hafiz jadi biarkan lah dulu! biar Yasmin pikirkan kuliahnya dulu!"


ucap kahfi tak ingin terburu-buru mengambil keputusan.


***


"Absen mulu....." ucap sela merangkul bahu Yasmin.


"ya nih...di telponin gak aktif" ucap Wulan.


"emang kenapa..?"ucap Yasmin Santai, dua hari kemarin ia tidak masuk Kelas. sudah di pastikan ia mengulang tahun depan.


"Yas...ayah rencana mau ke Rusia karena harus mengurus proyek ayah disana,kamu mau ikut atau gimana?


ada baiknya kamu pindah kuliah dan memulai lembaran baru!"


ucap Rama tadi saat mereka sarapan.


"kapan yah....?"


ucap Yasmin bertanya ia harus memikirkan nya betul betul.


"kemungkinan bulan depan Yas....! berkas perkara kamu juga sedang di proses, ayah menolak mediasi. gak apa-apa kan?"


ucap Rama bertanya karena walau bagaimanapun Yasmin harus tahu soal itu.


"ya yah... gak usah ada mediasi.!"


ucap Yasmin membuang nafas.


tak terbesit sedikit pun keinginan untuk kembali pada Hafiz.


"kamu pikirkan soal tadi yas!" ucap Rama kemudian pergi ke kantor.


Yasmin pun diam sendiri memikirkan hal itu,


'haruskah aku pergi ? tapi bagaimana dengan ibu..aku tak ingin jauh dari nya,tapi jika aku tidak ikut dengan ayah, aku akan sendiri dirumah ini...'


"Yasmin.......!"


ucap kahfi melempar bolpoin dan mengenai tangan nya.


dan langsung membuyarkan lamunan Yasmin.


"ikut !" ucap Yasmin langsung menutup mulutnya dan mendapatkan tatapan dingin dari Kahfi.


"kalau kamu gak niat ikut materi saya sebaiknya keluar...!"


ucap kahfi mencoba untuk bersikap profesional saat di kelas.


sejak tadi Kahfi memperhatikan Yasmin yang melamun, berkali-kali Kahfi memanggil namun Yasmin tetap diam.entah apa yang sedang di pikirkan oleh Yasmin.

__ADS_1


jawaban macam apa itu..'ikut...'


bersambung...


__ADS_2