
Yasmin melangkahkan kaki nya dengan malas memasuki gerbang kampus, terlihat Wulan dan sela melambaikan tangannya.
"kemana aja sih?"
ucap wulan memeluk sahabatnya itu.
"ada ......!"
"kemarin kemana Yas?"
ucap sela berjalan beriringan menuju kelas.
"Yas....kok diam?"
ucap wulan saat mereka sampai di Kelas.
"intinya bolos...males banget ketemu sama Kanza?"
"kalian berantem lagi?"
ucap wulan Dengan wajah penasaran.
"sedikit...?!"
Yasmin termenung mengingat kejadian semalam, Hafiz langsung membawa kanza ke rumah sakit karena memang ia merasakan keram pada perutnya,sampai pagi Hafiz belum kembali mungkin mereka bermalam di rumah sakit.
pelajaran dimulai dan Yasmin terperangah melihat dosen baru yang tadi sempat dibicarakan oleh keduanya sahabat nya itu.
"cool banget Yas...!"
ucap wulan di samping Yasmin yang mengagumi sosok kahfi.
kedua pandangan mata mereka bertemu, namun kahfi langsung memalingkan wajahnya dan memulai materi pembelajaran.
"kamu.... Yasmin jangan keluar dulu..."
ucap kahfi saat pelajaran telah usai,
"Yas...aku tunggu di depan ya...!"
ucap sela di susul Wulan yang keluar.
Kahfi menyilang kan tangan di depan dada menatap Yasmin dingin hingga membuat Yasmin membeku.
jarak keduanya hanya terhalang tiga buah kursi.
"pacar kamu sudah membayar ganti rugi biaya perbaikan mobil saya yang lecet...baik juga pacar kamu itu ya...!"
"dia itu bukan pacar saya pak...kita cuma teman!"
"terserah saya tidak mau tahu!"
"lalu...?"
"karena kamu mobil saya juga kotor dan sekarang tanggung jawab kamu harus mencuci mobil saya sampai bersih..."
Yasmin menelan Saliva mendengar penuturan kahfi,apa apaan kenapa serumit ini.
"ya udah saya bawa ke showroom mobilnya buat di cuci...!"
"enak aja...cuci sendiri pake tangan kamu!"
yasmin terhentak mendengar apa yang kahfi lontarkan.
"kenapa mesti begitu?"
"terserah saya....kamu cuci mobil saya dirumah..!"
"tapi....!"
"tapi apa?" ucap Kahfi menoleh ke belakang dan langsung bertatap muka dengan Yasmin yang sedikit memundurkan tubuhnya.
"saya boleh ajak teman saya kan pak..?"
"terserah.....!"
ucap Kahfi kemudian pergi.
__ADS_1
"ih... jadi cowok gak ada manis manis nya,pantes aja jadi bujang lapuk!"
ucap Yasmin langsung menutup mulutnya karena Kahfi kembali menoleh.
"kenapa yas?" ucap wulan di ikuti sela dibelakang.
"cepat ikutin mobil pak Kahfi pakai mobil kamu lan?"
"emang kenapa Yas ...!" tanya wulan lagi merasa aneh.
"Udah nanti aku cerita di jalan!"
mereka pun bergegas ke parkiran dan mengikuti mobil kahfi.
Luthfi memperhatikan Yasmin yang berjalan cepat bersama Wulan,ingin mengejar namun tak sempat karena Yasmin dan teman teman nya sudah pergi.
"kok bisa?"
ucap wulan setelah mendengar cerita Yasmin,sambil fokus mengendarai mobil nya.
"berapa tuh kak Lutfhi bayarin?"
ucap sela menimpali.
"gak tahu ..... nanti aku tanya dia!" ucap Yasmin.
Wulan sendiri merasa Senang karena ia bisa tahu rumah pria yang tengah di kagumi nya itu.
tak lama mereka sampai di depan rumah Kahfi yang terlihat besar dan mewah, mobil Wulan berhenti di luar karena Kahfi langsung menutup pintu gerbang nya.
Yasmin dan kedua sahabatnya itu turun dari mobil saat Kahfi memberikan isyarat lewat tangan nya.
"mobil nya parkir diluar aja, soalnya di dalem penuh...kamu berdua boleh ikut masuk tapi tidak dengan membantu Yasmin..!"
ucap Kahfi berlalu membuat Yasmin sedikit gemas.
"ya pak......!"
ucap Wulan sok cantik.
terlihat beberapa mobil terparkir di halaman rumah besar itu, Yasmin memperhatikan sebuah mobil yang sama persis seperti milik Hafiz.
"nih......!" ucap Kahfi memberikan selang dan peralatan untuk memandikan mobil Kahfi yang kotor..
"semangat yas....!"
ucap Wulan tersenyum duduk di dekat taman.
Yasmin membuang nafas kemudian memulai pekerjaan nya.
Yasmin memperhatikan selang yang sejak tadi tidak mengeluarkan air, Kahfi lupa memutar selang yang berada di dalam.
'astaga...'
Yasmin menganga saat tiba tiba air muncrat membasahi wajahnya.
sontak Kahfi tersenyum melihat tingkah Yasmin.
"mahasiswi tapi kelakuan seperti anak SD... Yasmin kamu ada ada saja"
ucap kahfi terkekeh membuat Yasmin kesal karena kerudung dan sebagaian baju nya basah.
Wulan dan sela juga malah ikut mentertawakan nya...
Yasmin tertegun saat melihat sepasang sejoli keluar dari rumah besar itu,
Hafiz dan kanza.
Hafiz menatap tajam penampilan Yasmin yang basah memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.
"hei.... kalian mau pulang?"
ucap kahfi mengahampiri mereka berdua yang sama sama menatap Yasmin yang basah.
tercetak buah dada Yasmin karena ia menggunakan pasmina, tentu saja hal itu tidak menghalangi dadanya.
"sorry ya gue lagi ngasih hukuman nih sama mahasiswa yang agak bandel!"
__ADS_1
ucap kahfi yang tidak tahu kalau Yasmin adalah istri pertama Hafiz karena saat pertama kali bertemu, Hafiz bersama kanza. Kahfi tidak mengetahui perihal rumah tangga nya.
Yasmin memalingkan wajahnya karena Hafiz diam tak memberi tahu siapa dia,hal itu membuat Yasmin terpaku menahan air matanya.
Wulan dan sela mengahampiri Yasmin dan menyentuh bahu Yasmin.
"ya udah aku balik!" ucap Hafiz dan kanza yang tersenyum dengan kemenangan.
bersyukur karena Hafiz tak mengakui Yasmin.
"ayo lanjutkan Yasmin Khumaira.... kalian kembali duduk!"
dengan raut wajah yang berbeda Yasmin melanjutkan pekerjaannya,
"astaga Kahfi.....!"
ucap seorang perempuan cantik menghampiri Yasmin yang sedang mencuci mobil.
"kok calon mantu disuruh cuci mobil!"
ucap Sinta memegangi pundak Yasmin.
"bukan bu......itu mahasiswa bandel!"
ucap Kahfi mendekati Yasmin yang membeku di tempatnya.
"masa cantik begini bandel, kirain calon mantu.
lihat tuh Hafiz udah nikah mau punya anak lagi!"
deg....
ucapan mama Kahfi begitu menohok hatinya, mereka tidak tahu siapa perempuan yang sedang bersama nya.
"kasihan banget bajunya basah..."
ucap Sinta memperhatikan Yasmin.
"ayo masuk yu....sini !"
ucap Sinta pada kedua sahabat Yasmin.
Sinta memberikan baju untuk Yasmin mengganti pakaiannya yang basah akibat ulah Kahfi yang usil.
"gak apa-apa Tante... ini juga mau pulang!"
ucap Yasmin senyum hambar karena pikirannya tak jauh dari kejadian tadi saat Hafiz tak menganggap nya.
"gak apa-apa..ini pakaian nya kakak Kahfi, Hani sudah pindah bersama suami nya ke London"
ucap Sinta memberikan baju tersebut.
Mau tidak mau Yasmin menerima nya karena memang pakaian nya basah.
"kamu cantik... udah punya pacar?"
ucap Sinta lembut karena langsung menyukai Yasmin.
Yasmin tersenyum getir tak menjawab pertanyaan Sinta..
pikirannya melayang tak tentu arah..
setelah itu Yasmin dan kedua sahabatnya pamit untuk pulang, Kahfi sendiri bersikap cuek dan pergi begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih kepada Yasmin yang sudah mencuci mobil nya.
Hafiz terdiam berdiri di balkon kamar merasakan hembusan angin yang kencang, seperti nya hujan akan turun, terlihat kilat dari kejauhan.
'kemana Yasmin jam segini belum pulang'
gumam Hafiz sendiri dalam hati.
sudah di pastikan Yasmin tidak berani pulang karena kejadian tadi, bukan tidak berani justru ia kecewa karena Hafiz tak menganggap nya.
bersambung.
udah dua puluh episode, jangan bosan ya like and komentar nya.
terima kasih...😍😍
__ADS_1