
Tak terasa tiga Minggu sudah terlewati, siang ini kahfi tengah menggandeng tangan seorang perempuan memasuki toko perhiasan hendak membeli cincin untuk pernikahan mereka satu Minggu yang akan datang.
"bang....!"
ucap Yasmin mengehentikan langkah Kahfi berjalan.
"apa?HM..?"
"Yasmin mau makan dulu laper?"
ucap Yasmin menunjuk salah satu restoran yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.
"loh emang belum makan, tadi katanya di telpon mau berangkat makan siang sama ayah!"
setiap hari Kahfi selalu telpon untuk menanyakan perihal makan ataupun solat pada calon istri nya itu.
"ya tadi ada kerjaan mendadak jadi gak keburu makan siang...!"
ucap Yasmin berjalan mengikuti langkah Kahfi memasuki sebuah restoran mewah milik keluarga Lutfhi.
"Mona.............. tunggu!"
terdengar suara seseorang tengah memanggil seseorang yang kini menatap Yasmin dan Kahfi dengan sinis.
mona'
namun Mona tak menghiraukan panggilan tersebut, ia pergi begitu saja dengan teman teman nya.
Yasmin terperangah melihat bunda yesa, orang yang sudah lama tidak ia jumpai tengah duduk di bawah sambil meringis.
"astagfirullah bunda!" ucap Yasmin membangunkan Yesa untuk berdiri.
beberapa orang pegawai juga ikut membantu Yesa namun yesa cukup berat jadi Kahfi ikut mengangkat tubuh wanita paruh baya itu.
"bunda gak apa-apa?"
ucap Yasmin kemudian seorang anak kecil berusia dua tahun menghampiri.
"Oma....!"
Yasmin menoleh pada anak perempuan kecil yang langsung memeluk Yesa.
"ratu kamu di tinggal Mama?"
ucap yesa menangis memeluk anak perempuan itu.
"terima kasih Yasmin... sudah membantu saya!"
ucap yesa memperhatikan Yasmin dan Kahfi.
"Bun.....!"
Dari belakang seseorang datang, membuat Yasmin dan Kahfi menoleh seketika.
pria tampan memakai kemeja berwarna merah maroon menghampiri mereka,
'lutfhi...
"Yasmin.........! pak kahfi..!"
ucap lutfhi terbata tak menyangka bisa bertemu dengan perempuan yang dulu hampir membuat nya gila.
kahfi tahu soal mereka, Lutfhi terdiam saat melihat Kahfi menggenggam tangan Yasmin.
"ayah....!"
ucap anak perempuan kecil itu minta di gendong.
Yasmin terpaku karena Kahfi begitu erat menggenggam tangan nya, seakan takut terjadi sesuatu.
__ADS_1
"Yasmin bantu bunda fi...bunda jatuh karena kejar Mona yang pergi dengan teman teman nya...!"
"bunda gak apa apa?"
ucap lutfhi menghampiri yesa sambil menggendong anak itu.
"terima kasih Yasmin...pak Kahfi, saya dengar kalian mau menikah?"
ucap lutfhi, hati nya pilu namun lega karena Yasmin berada di tangan yang tepat.
rumah tangga nya tak berjalan mulus, Lutfhi berusaha untuk melupakan Yasmin dan menerima Mona, namun dari awal pernikahannya Mona sudah menampakkan sisi buruknya yang selalu pergi dengan teman teman nya, shopping dan lainnya..
Lutfhi pikir Mona akan berubah setelah mereka memiliki anak,tapi tidak justru ia jarang memperhatikan ratu. anak mereka jika bukan Yesa.
Yesa sendiri tak menyangka Mona jauh dari keinginan nya, menyesal karena dulu ia menentang Yasmin dan Lutfhi.
tanpa segan Yasmin membantu nya, padahal beberapa kali Yesa merendahkan diri nya namun hal itu tak membuat Yasmin benci.
Yesa terdiam mendengar penuturan putranya itu,iba karena dirinya lah Lutfhi pun menderita, sekarang keduanya sedang mengurus perceraian.
"ya kak.. Minggu depan insa Allah. nanti Yasmin undang ya bunda sama kak Lutfhi..!"
ucap Yasmin senyum dan di angguki oleh Kahfi.
walau bagaimanapun Lutfhi dulu pernah melindungi perempuan yang saat ini ia genggam, jadi Kahfi tidak mempermasalahkan soal itu.
"ya aku pasti datang.. karena sudah lama aku menanti hari dimana melihat mu bahagia Yas!"
"pak kahfi saya titipkan Yasmin pada Anda, tolong bahagiakan Yasmin!"
ucap Lutfhi tulus dalam hati nya.
menyadari bahwa cinta tak harus memiliki, ia hanya berharap orang yang di sayangi nya bahagia.
kahfi Tersenyum dan mengangguk menanggapi,ada sedikit rasa takut namun ia percaya Yasmin bukan perempuan yang mudah berpaling.
ucap yesa mendekati.
"maafkan bunda ya...maaf karena bunda pernah menyakiti kamu!"
ucap yesa dengan mata berkaca-kaca.
"ya Bun, Yasmin sudah lupakan! Yasmin sudah maafkan bunda!"
ucap Yasmin senyum.
jangan pernah merendahkan martabat seseorang, karena yang nampak baik belum tentu baik...
karena Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan kedepannya bagaimana dan seperti apa!
keduanya tetap makan di restoran milik bunda Yesa.lutfhi sendiri membawa Yesa untuk memeriksa kan keadaan kakinya yang sering merasa sakit dan keram.
**
kini kedua calon pengantin itu sedang duduk bersama memilih cincin untuk pernikahan mereka yang tinggal menunggu hari.
"Abang malu ih jangan kayak gitu lihatin nya!"
ucap Yasmin kini mereka berada di sebuah toko perhiasan.
kahfi Terus memandangi perempuan yang wajahnya memerah karena tersipu.
kahfi malah terkekeh, entah lah rasanya sudah tak sabar ingin merengkuh perempuan yang berada di hadapan nya itu.
"subhanallah... kamu tuh baik de!
Abang bersyukur karena penantian Panjang Abang gak sia sia!"
ucap kahfi dalam hati.
__ADS_1
"awas ya senyum senyum sendiri, bisa gila nanti, orang lagi milih milih cincin malah ngehalu"
ucap Yasmin kesal karena Kahfi malah diam Sambil senyum sendiri.
"ya maaf de..mau yang mana?"
ucap kahfi ikut memilih untuk cincin pernikahan mereka.
cincin putih berhias Berlian membentuk sebuah love jika cincin itu di satukan.
kahfi juga memiliki beberapa set perhiasan untuk Yasmin.
"kebanyakan bang!"
ucap Yasmin memisahkan beberapa set perhiasan yang sudah Kahfi pilih..
"gak apa-apa....! itu buat kamu,nanti kalau masalah mas kawin Beda lagi.."
ucap kahfi tetap memberikan nya pada pelayan toko mas tersebut.
"gak bang Yasmin gak terlalu suka pakai perhiasan, lagian itu kebanyakan..mubajir juga kalau gak terpakai"
"ya makanya pakai biar gak mubajir"
Yasmin membuang nafas karena Kahfi tetap pada keinginan nya.
**
"fi maaf kan bunda, karena bunda kamu seperti ini!" ucap yesa saat mereka berada di rumah sakit.
"gak apa-apa Bun, semua sudah terjadi Lutfhi ikhlas dan lega karena sekarang Yasmin fi tangan yang tepat, Lutfhi tahu gimana pak Kahfi..
Mungkin Lutfhi sama Yasmin memang tidak berjodoh. sekarang fokus sama kesehatan bunda aja"
ucap Lutfhi menghela nafas sambil menggenggam tangan bundanya.
proses perceraian nya dengan mona sedang di proses. semoga tuhan mengganti nya dengan yang lebih baik.
tak ada yang ia sesali karena dari awal pun hanya ingin melihat perempuan itu tersenyum bahagia.
jika waktu itupun Hafiz menjadi suami yang baik.
Lutfhi akan mundur dengan rela dan melupakan keinginan nya untuk memiliki Yasmin.
"satu keinginan ku Yas, hanya ingin melihat mu bahagia!"
ucap lutfhi sendiri tulus.
sore itu Yasmin sampai di rumah bersama Kahfi, Yasmin mendengar seseorang seperti sedang muntah.
"minum air hangat Nyonya"
ucap pembantu memberikan Marisa segelas air hangat.
"Bu kenapa? Sakit?"
ucap Yasmin duduk di kursi makan di ikuti oleh kahfi.
Marisa tersenyum menatap wajah cantik Putri nya itu.
bersambung...
terima kasih para reader yang udah mampir ke novel author.
terima kasih juga yang udah komentar dan like..
di tunggu juga like and komentar selanjutnya.
😍😍😍😍😍😍😍
__ADS_1