
siang itu Yasmin sudah bersiap untuk pulang, setelah dokter mengatakan bahwa kondisi Yasmin sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Marisa dan Rama datang menjemput Yasmin,
kahfi sudah membereskan barang barang mereka, Marisa meminta Yasmin untuk pulang ke rumah nya untuk sementara waktu, bukan tak mempercayai Sinta. hanya saja mungkin jika bersama Marisa Yasmin lebih menurut.
"bang kenapa harus ke rumah ayah?"
ucap Yasmin memberangut.
"emang kenapa? kamu gak mau?"
ucap kahfi memasukkan baju baju Yasmin ke dalam tas.
"Yasmin janji gak bakal Bandel lagi bang, nurut sama Abang dan mami....!"
ucap Yasmin tanpa menoleh pada kahfi.
"ya udah kita kerumah kalau kamu mau nya pulang kerumah Abang ...!"
"gak... kerumah ibu dulu Yasmin...!"
ucap Marisa yang entah sejak kapan berada di dekat pintu.
Yasmin membisu melihat sosok wanita yang telah melahirkan serta membesarkan nya itu duduk di tepi ranjang.
"ibu mau ngerawat anak ibu sampai benar-benar sembuh!"
"tapi Yasmin udah sembuh, gak mau ngerepotin ibu!"
"gak apa-apa...ibu malah senang nanti bisa ngerujak bareng!"
"ya udah Bu!"
ucap Yasmin kali ini mengikuti keinginan ibu nya.
sore itu Yasmin sampai di rumah,dan Ina langsung menyambut kedatangan Yasmin dan kahfi.
"non.... gimana keadaan nya?"
ucap Ina..ia pun mengingat kejadian dulu, Yasmin sempat kejang karena asam lambung nya tinggi.
Yasmin tertegun khawatir jika Ina menceritakan hal itu pada mereka yang tak mengetahui tentang kejadian itu.
"bi...sini Yasmin minta dibikinin sesuatu!"
"ya non ....!"
"Alhamdulillah kalau non Yasmin baik baik saja"
ucap Ina berjalan bersama Yasmin.
kahfi memperhatikan interaksi keduanya,
namun tak curiga apapun.
"Bi, nanti tolong ya jangan cerita soal kejadian masa lalu yang waktu itu Yasmin sempat kejang karena lambung Yasmin bengkak!"
Ina tertegun mendengar penuturan Yasmin.
"kenapa non...?"
"gak apa-apa, Yasmin gak mau ada yang tahu soal itu..!"
"tapi maaf non bibi Udah cerita sama ibu?"
ucap Ina membuat Yasmin terdiam.
apa karena hal itu Marisa meminta nya untuk tinggal dengan mereka untuk sementara waktu.
**
saat Marisa dan Rama sedang makan malam, Ina menanyakan tentang keadaan Yasmin, Ina mendengar kabar tentang Yasmin yang masuk ke rumah sakit akibat asam lambung nya tinggi.
__ADS_1
"gimana keadaan non Yasmin nyonya?"
ucap Ina sambil membereskan bekas makanan.
"sudah mendingan, anak itu emang bandel!
udah tahu punya riwayat penyakit lambung tapi nekat makan pedes..ya jadi nya begitu!"
"dulu juga begitu nyonya, malahan non Yasmin sempat kejang karena saking panasnya tinggi,itu juga akibat dari lambung!"
"kapan bi?"
"dulu waktu sama den Hafiz, waktu pertama kali ibu tahu kalau deh Hafiz nikah lagi, malam nya non Yasmin sakit...."
Marisa terdiam mendengar penuturan Ina, ia tak mengetahui hal itu karena Yasmin tak menceritakan hal itu padanya..
Marisa juga menanyakan perihal Yasmin Terakhir dirumah..
entah apa yang terjadi Ina pun menceritakan semua nya pada Marisa dan Rama.
Marisa menutup mulutnya,mata nya berkaca kaca tak menyangka banyak sekali yang Yasmin sembunyikan dari nya.
karena hal itu Marisa meminta Yasmin untuk tinggal sementara waktu bersama nya.
***
Yasmin masuk ke dalam kamar dan melihat Kahfi baru keluar dari kamar mandi..
"Kenapa sayang?"
ucap kahfi melihat Yasmin terdiam.
"gak bang Yasmin gak apa-apa!"
ucap Yasmin kemudian meringkuk di ranjang.
"kamu sakit lagi?"
"gak apa-apa Yasmin.... ngantuk Bang!"
antara Bingung harus menceritakan perihal itu pada kahfi atau tidak..
kemarin saja Kahfi cemburu tak jelas karena membahas masalah dulu dengan Hafiz.
sekarang ada lagi, padahal Yasmin ingin menyimpan nya sendiri.namun ternyata ada Ina yang menjadi saksi kepahitan nya.
apa Mungkin sebaiknya Kahfi tahu soal itu dari nya bukan dari orang lain...
tapi malas sekali membahas masalah itu lagi.
"sayang...ada yang ganggu pikiran kamu?"
ucap kahfi memeluk istrinya itu dari belakang
"bang ....!"
ucap Yasmin membalikkan tubuhnya menghadap Kahfi, menyentuh Dada bidang milik suaminya itu.
"apa pun yang terjadi di masalalu jangan sampai membuat Abang meragukan Yasmin, saat ini cuma ada Abang di hati Yasmin...
kalau dulu Yasmin pernah cinta sama orang lain, biarlah itu hanya masa lalu...
Yasmin dulu pernah sakit, jatuh... terpuruk bahkan seperti orang gila... tapi biarkan itu hanya ada di masa lalu Yasmin bang!
kalau gak ada yang tahu soal itu Yasmin ingin mengubur cerita pahit itu tanpa harus mengingat nya lagi tapi ada ibu dan bi Ina yang jadi saksi....
Yasmin menyesal karena bandel gak nurut sama ibu"
"apa alasan nya seperti itu?"
"gak tahu...... Yasmin!"
ucap Yasmin mendongak menatap wajah kahfi, khawatir kahfi marah padanya.
__ADS_1
tak mungkin jika ia mengatakan bahwa Dulu ia memang mencintai Hafiz, tapi itu dulu!
"ya Abang ngerti, Abang paham Yasmin..
sejak Abang mengucapkan ikrar itu,
bukan hanya baik nya kamu yang Abang terima, tapi semuanya!
cengeng nya, Bandel nya, manja nya.. masalalu nya!"
ucap kahfi mencubit hidung Yasmin gemas.
"Abang minta maaf kalau kemarin Abang membahas masalah itu,gak seharusnya Abang terpaku pada masa lalu karena saat ini kamu udah jadi istri Abang, tanggung jawab Abang dunia dan akhirat!"
ucap kahfi memeluk istrinya itu,
memang banyak yang tidak ia ketahui..
kahfi pun ingin bertanya soal apa yang menyebabkan nya dulu menangis dalam hujan, Apa Yang sebenarnya terjadi?
tapi Kahfi urungkan biarlah itu menjadi kisah lampau yang tak perlu ia bahas lagi.
yang terpenting saat ini adalah Yasmin telah menjadi istri nya, Miliknya, kebahagiaan nya menjadi tanggung jawab Kahfi sebagai suaminya.
***
pagi itu Kahfi sudah bersiap untuk pergi ke kantor, ia harus melanjutkan meeting penting yang kemarin sempat tertunda.
"bang....ini jas sama tas nya?" ucap Yasmin menyiapkan keperluan kahfi, semalam supir yang mengantar kan tas kahfi ke rumah Rama.
"gak apa-apa kan Abang tinggal kerja?"
"ya gak apa-apa lah, Yasmin juga udah sehat..!"
"gak boleh makan sembarangan, harus tanya ibu dulu kalau mau apa apa? kalau perlu sesuatu telpon Abang ya!"
"ya bang?"
ucap Yasmin mendekap erat tubuh kahfi.
kahfi Tersenyum dan mencium pucuk kepala Yasmin.
"ya Allah jadikanlah istri ku , istri yang Solehah!
bimbingan kami agar tetap dalam Rido Mu"
ucap kahfi berdoa dalam hati sambil mempererat pelukannya.
setelah itu mereka berdua pergi ke luar menghampiri Marisa dan Rama di ruang makan.
"Bu, Kahfi berangkat kerja dulu, titip Yasmin ya Bu!"
ucap kahfi setelah mereka selesai sarapan.
"ya fi, kamu jangan khawatir..!
Aman kalau Sama ibu, kalau Bandel nanti ibu marahi!"
ucap Marisa terkekeh kecil.
Yasmin menatap punggung Mobil kahfi yang pergi menjauh, hari ini ia pasti merindukan suaminya itu.
"kamu beruntung punya kahfi, yas.."
"ya Yasmin juga merasa begitu...bang kahfi tuh sabar banget sama Yasmin!"
"nah yang seperti itu yang harus kamu pertahankan!
kamu paham maksud ibu!?"
Yasmin menjawab dengan anggukan kecil.
bersambung.
__ADS_1