
Beberapa hari kemudian..
malam itu Kahfi pulang selepas isya, bergegas ia masuk ke dalam rumah karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan istri nya itu.
kahfi menghentikan langkahnya saat hendak membuka pintu kamar, terdengar suara istri nya itu tengah mengaji kitab suci Al-Qur'an.
"kalau ada waktu luang, perbanyak sujud sama ngaji ya de, jangan main handphone terus!"
ucap kahfi kala itu.
kahfi tersenyum, karena Yasmin menuruti nasihat nya, tanpa perlu di ingatkan atau di paksa perempuan itu menurut dengan sendirinya.
"assalamualaikum.....!"
ucap kahfi masuk ke dalam kamar melihat Yasmin yang sedang membereskan peralatan solat dan mengajinya.
"walaikumsalam bang!"
ucap Yasmin tersenyum mengahampiri kahfi meraih tangan kahfi kemudian mencium nya.
kahfi menahan tubuh Yasmin, mencium kening nya kemudian mendekapnya.
"Abang kangen banget sama kamu de!"
"HM.....!"
ucap Yasmin mendongak menatap wajah suaminya itu.
"baru juga sehari bang!"
ucap Yasmin tersenyum.
"ya, sehari udah kayak sebulan,perasaan tuh lama banget,udah pengen cepat cepat pulang aja!"
ucap kahfi mencium pipi Yasmin gemas, membuat Yasmin terkekeh.
"assalamualaikum, utun sayang!"
ucap kahfi berjongkok sambil mengelus perut istri nya itu.
kahfi tersenyum saat mendapati jawaban dari calon bayi mereka dengan bergerak gerak membuat Yasmin merasa geli.
"pinter ya dia!"
ucap kahfi kemudian mencium perut Yasmin.
"besok kita beli perlengkapan bayi ya!"
ucap kahfi berdiri kemudian mengajak istrinya itu untuk duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang.
"ya bang, nanti ajak mami juga!"
"ajak mami?"
"ya,mami kan udah pengalaman,jadi tahu apa aja yang harus di beli!"
"oh gitu..ya udah!"
ucap kahfi Kemudian beranjak untuk membuka jas berserta baju nya.
"sini Yasmin bantu!" ucap Yasmin berdiri di depan kahfi.
kahfi malah mencondongkan tubuhnya meraih bibir istri nya itu sekilas.
"Abang, udah solat belum?"
"belum sayang... Abang mandi dulu, nanti Langsung solat!"
ucap kahfi mengusap rambut Yasmin kemudian beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Yasmin terdiam memperhatikan Kahfi yang sedang menunaikan shalat isya sendiri,,
kahfi merupakan pria idaman, suami dunia akhirat nya kelak.
setelah solat kahfi menoleh ke belakang dan melihat Yasmin yang sedang menatap nya.
"sayang.....!"
ucap kahfi meraih tangan Yasmin dan mendekap nya.
"udah sampai mana ngaji nya?"
"siapa?"
__ADS_1
"ya, kamu?"
"oh udah sampai surat ar-Rahman...!"
ucap Yasmin tersenyum menatap wajah kekasihnya itu.
"udah jauh ya, Bentar lagi selesai Ya!"
"masih jauh bang!"
"gak kok kalau rajin bacanya besok juga selesai?!"
"ya sih, tapi Yasmin bacanya kalau udah selesai solat doang!"
ucap Yasmin terkekeh.
"gak apa-apa.... yang terpenting udah mau ngaji juga Abang udah seneng banget denger nya!"
ucap kahfi sambil mengelus perut istri nya itu.
"kita makan yuk!"
ucap kahfi dan di angguki oleh Yasmin.
Yasmin dan kahfi keluar dari kamar,dan melihat Sinta dan pembantu sedang menata makanan.
"ayo makan malam!"
ucap Sinta tersenyum melihat Yasmin dan Kahfi berjalan beriringan.
"masak apa mi?"
"banyak, ada ayam, salmon kesukaan kamu?"
ucap Sinta tersenyum melihat kedua nya.
Yasmin beranjak dan mengambil kan makanan untuk Kahfi, hal yang selalu Yasmin lakukan jika mereka hendak makan.
bagaimana Kahfi tidak semakin mencintai perempuan itu, Yasmin melakukan tugas nya sebagai seorang istri yang baik, menyiapkan semua keperluan dan kebutuhan kahfi.
terkadang Yasmin juga ikut membantu Sinta dan pembantu di dapur, meski Sinta selalu melarang namun Yasmin tetap membantu meski sekedar membantu yang ringan ringan saja.
"kenapa bang?"
ucap Yasmin duduk di samping suami nya itu.
ucap kahfi tersenyum melihat Yasmin yang justru terkekeh.
"mi.....?"
"kenapa Yas?"
"ini anak mami pintar banget merayu nya!"
ucap Yasmin membuat Kahfi terkekeh.
"ya , dulu aja di awal awal, merengek Mulu gak bisa ngomong!"
ucap Sinta senyum membuat Kahfi tertawa.
lucu jika mengingat kejadian itu, pernah berpikir ia tidak mungkin menyukai Yasmin, perempuan yang jauh d tipe nya, tapi justru Yasmin dengan mudah menawan hatinya.
"besok ikut belanja ya mi sama kita!"
ucap Yasmin sehabis selesai makan.
"kemana Yas?"
"belanja perlengkapan bayi, mami kan tahu nanti Apa aja yang harus di beli!"
"boleh, mami seneng malah kalau belanja perlengkapan bayi. jadi ingat waktu mami hamil kamu fi, papih kamu selalu ada untuk mami!"
ucap sinta tersenyum mengingat masa indah bersama ALM suami nya itu.
bukan air mata karena Sinta sudah mengikhlaskan kepergian suami tercinta nya itu.
"Mirip afi ya Mi!?"
ucap kahfi tersenyum merangkul bahu Yasmin.
"ya ...papih baik seperti kamu, perhatian sekali sama mami.. memuliakan mami sebagai seorang istri yang dicintai nya,maka nya mami gak mau nikah lagi!
berharap di akhirat kelak mami bisa ketemu sama Papih mu fi!"
__ADS_1
"Amin....!" ucap kahfi kemudian beranjak memeluk perempuan yang sudah membesar kan nya itu.
***
Sore itu ketiga nya tengah berjalan beriringan di mall menuju toko perlengkapan bayi terbesar di mall tersebut.
setelah pagi tadi Kahfi mengajak Yasmin jalan santai di komplek perumahan tersebut, kemudian mengikuti senam hamil yang dijadwalkan dokter seminggu dua kali.
kini Yasmin bersama suami dan mertua nya memasuki toko tersebut, Yasmin merasa pinggang nya sedikit sakit padahal ia menyempatkan untuk istirahat dirumah setelah senam hamil.
"kenapa yang?"
ucap kahfi melihat Yasmin yang tidak semangat memilih baju untuk bayi mereka, justru Sinta begitu antusias memilih beberapa pakaian, popok dan yang lainnya.
"pinggang Yasmin sedikit nyeri bang!"
ucap Yasmin kemudian duduk di kursi.
"kenapa Yas!?"
ucap Sinta mengahampiri.
"sakit pinggang katanya mi !"
ucap kahfi sambil mengusap pinggang Yasmin.
"oh... mendekati hari lahir memang seperti itu, belum lagi kan berat beban Perut yang semakin besar!
biar mami saja yang pilih ya!
kamu sama Kahfi tunggu disini aja!"
ucap sinta tersenyum kemudian kembali memilih pakaian dibantu pramuniaga toko Tersebut.
"bang pilih tempat tidur bayi nya!"
"warnanya?"
"biru saja! kita kan gak tahu si utun ini perempuan atau laki-laki.. warna biru kan bisa dipakai perempuan juga laki laki...!"
ucap Yasmin mengelus perut nya.
"astaga.....!"
ucap Yasmin terperanjat saat tiba tiba bayi nya bergerak seperti menendang.
"kenapa Yang?"
ucap kahfi menghampiri Yasmin.
"dia nendang, apa bayi kita laki laki ya!"
ucap Yasmin terkekeh.
setelah selesai berbelanja Kahfi mengajak Yasmin dan Sinta untuk makan, keduanya memasuki restoran mewah milik Luthfi.
Yasmin tertegun saat melihat Mona yang seperti membuat keributan.
"kenapa Bun?"
ucap Yasmin mengahampiri yesa yang sedang berseteru dengan Mona.
"apa Lo gak usah ikut campur!"
ucap mona kemudian pergi.
"Bun, bunda gak apa-apa?"
ucap Yasmin dengan Kahfi yang berada di samping nya menoleh ke belakang melihat Mona yang pergi begitu saja.
"gak apa-apa...dia itu maksa mau bawa ratu?"
ucap yesa menjelaskan.
"trus ratu nya kemana?"
"dibawa pergi sama Lutfhi dan wulan tadi!"
"oh .....!"
ucap Yasmin kemudian duduk di kursi seperti niat awalnya untuk makan ditempat itu.
tak jauh dari tempat ia duduk , Yasmin melihat Alisa bersama seorang pria,tapi bukan Hafiz?
__ADS_1
siapa pria itu?
bersambung..