
setelah puas bermain Arum jeram, menjelang magrib mereka memutuskan untuk kembali ke hotel.
Yasmin meminta satu mobil dengan kedua sahabat nya itu.sela duduk di depan bersama Hasan yang menyetir.
Yasmin dan Kahfi ditengah,berserta Wulan yang duduk di belakang bersama Lutfhi.
sela dan wulan menceritakan keseruan mereka tadi saat bermain Arum jeram, berkali kali Kahfi menahan kepala Yasmin untuk tidak menoleh ke belakang, menyebalkan bukan.
"apa?"
ucap kahfi melihat Yasmin manyun saat teman teman nya selesai menceritakan semuanya.
"mau juga bang, punya pengalaman kayak gitu!"
"ya nanti kita kesana lagi!
sama Abang ya!"
ucap kahfi merangkul pundak Yasmin untuk bersandar pada nya.
Lutfhi tersenyum melihat sikap kahfi yang begitu manis pada Yasmin,tak menyangka pria yang selalu bersikap dingin dan jutek terhadap Yasmin, justru kini menjadi orang yang selalu sukses membuat perempuan itu bahagia.
teringat saat Lutfhi mendatangi ruangan Kahfi di kampus.
"Lutfhi....!"
ucap kahfi menoleh sekilas sambil membereskan buku-bukunya.
"saya kesini mau bayar biaya perbaikan mobil bapak yang lecet oleh teman saya Yasmin!"
"oh itu...ya kamu transfer saja!
walau bagaimanapun kalian harus bertanggung jawab!
dia itu pacar kamu?"
Lutfhi terdiam mendengar pertanyaan Kahfi saat itu.
"seperti nya dia itu ceroboh, Jangan biar kan dia sendiri kalau kamu jadi pacar nya!"
ucap kahfi kemudian memberikan nomor rekening nya.
Lutfhi membuang nafas mengingat semua itu, sekarang Kahfi lah yang tak pernah membiarkan perempuan itu sendiri, perempuan yang sudah dia anggap seperti adiknya.
Lutfhi bersyukur karena Yasmin sudah menemukan seseorang yang benar benar mencintai dan menyayangi nya.
Lutfhi tersenyum mengamati wajah istrinya yang kini tengah terlelap.
hanya sela yang tidak tidur, ia lebih memilih ngobrol dan sesekali bercanda dengan Hasan.
kemudian Lutfhi mendekap tubuh Wulan dan mencium kening nya, masih seperti mimpi.
Lutfhi mendekap tubuh perempuan yang dulu begitu mendukung hubungan nya dengan Yasmin, meski Lutfhi tahu terkadang Wulan sering kali mencuri pandang ke arah nya.
jalan Tuhan memang tak dapat kita sangka dan tak terduga.
"terima kasih Tuhan... karena menjaga Wulan untuk ku!"
ucap Lutfhi.
kedekatan yang begitu singkat mampu membawa keduanya langsung ke pelaminan.
tak beberapa lama mereka sampai di hotel, bertepatan dengan adzan Maghrib berkumandang.
kahfi menuntun langkah istri nya menuju kamar hotel.
"bang...laper!"
ucap Yasmin saat mereka sampai di kamar.
"Magrib dulu ya sayang...!"
ucap kahfi mengambil handuk mengajak Yasmin untuk membersihkan diri.
__ADS_1
setelah selesai solat magrib Kahfi mengajak Yasmin ke restoran.
terlihat beberapa orang sudah berkumpul.
termasuk Rama dan Sinta yang masih berada di hotel.
"Ayah katanya mau pulang?"
"capek ayah nak!
besok saja, Ayah sudah bilang sama ibu!
ada bibi dan paman yang menemani ibumu!"
"oh gitu....!"
Yasmin tersenyum melihat banyak makanan yang tersedia di meja panjang tersebut.
kahfi mengajak mereka untuk makan malam bersama.
"mi.. gimana capek gak?"
ucap Marisa duduk di samping mertua nya.
"gak...dulu tiap liburan mami main Arum jeram!"
ucap Sinta tersenyum.
"wah,mami hebat!"
ucap Yasmin terkekeh.
setelah itu yasmi memilih beberapa makanan yang sudah tersedia di meja, Yasmin senang karena kahfi mengajak teman teman nya untuk makan bersama.
"bang....!"
"HM....!"
ucap kahfi sambil mengunyah kemudian menyuapi Yasmin makan.
hari kelahiran yang membahagiakan.
anggap saja ia terlahir kembali dengan sosok Yasmin yang selalu ceria dan bergembira seperti saat ia masih kecil.
dengan Kahfi yang selalu menyayangi nya dan keluarga lengkap.
anggap lah kisah pilu itu tak pernah ada..
meski tak mungkin terlupakan..tapi Yasmin anggap itu kisah usang yang tak perlu ia ingat Lagi.
setelah selesai menikmati makanan serta ngobrol dan bercanda, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.
Rayan kasihan melihat resa yang tampak lesu karena sedang Hamil muda,tadi siang pun resa memilih untuk diam di kamar hotel dari pada mengikuti kegiatan mereka. hanya Rayan yang ia izinkan untuk pergi.
Yasmin membuka balkon, keduanya sudah selesai melaksanakan shalat isya.
angin berhembus pelan, Udara Bandung malam itu tampak dingin. rintik gerimis membasahi pagar balkon tersebut.
Yasmin tersenyum menengadah ke atas, kemudian menyentuh air hujan dengan tangan nya.
Yasmin terkesiap saat tiba tiba Kahfi memeluk nya dari belakang, menelisik ke dalam leher jenjang nya.
Hangat dan membuat nya meremang.
"mau minta apa?"
"maksud nya?"
ucap Yasmin menoleh ke belakang.
menyentuh tangan Kahfi yang mengusap perut nya.
"ya kan Abang belum kasih kado!"
__ADS_1
"Yasmin gak minta apa apa bang...
cukup cinta dan kesetiaan Abang!"
"itu tak perlu kamu minta, karena kamu gak minta pun akan Abang berikan dengan segenap hati Abang!"
ucap kahfi mencium pipi Yasmin yang dingin kemudian membalikkan tubuhnya.
kahfi tersenyum kemudian memakai kan kalung emas putih berinisial huruf YK menyatu.
"bang bagus...!"
ucap Yasmin menyentuh kalung itu.
"sebenarnya semalam Abang mau kasih,tapi ngantuk banget gak kuat!"
ucap kahfi menyatukan keningnya.
"terima kasih...! ucap Yasmin mengecup bibir suami nya itu.
"dingin... masuk yu ke dalam!"
ucap kahfi menuntun Yasmin untuk masuk ke dalam.
kahfi tak suka Yasmin bermain air hujan seperti Dulu,hak yang tak pernah Kahfi ketahui apa penyebab Yasmin seperti itu.
kahfi tak ingin menanyakan dan tak ingin Yasmin mengingat kejadian itu.
saat ini kahfi hanya ingin mengukir cerita indah untuk istri nya itu, agar Yasmin bisa Melupakan Masalalu bersama Hafiz.
"tidur sayang!"
ucap kahfi mendekap tubuh Yasmin, sesekali mengusap perut nya dan mengajak nya bicara.
**
Hafiz terdiam duduk di kursi roda nya, sudah banyak kemajuan.
ia juga bisa berdiri sendiri hanya belum bisa melangkah Terlalu banyak.
"pak ini susu nya" ucap Alisa menyimpan sebuah gelas berisi susu hangat.
"tunggu Alisa"
ucap Hafiz menahan langkah baby sitter Nabila.
"Kenapa pak?"
"duduk lah.. saya mau bicara!"
Alisa terdiam sejenak, jantung nya berdetak kencang saat Hafiz meminta nya untuk bicara empat mata.
dengan keraguan yang membuncah Hafiz berusaha untuk menyampaikan keinginannya.
"menurut kamu saya bagaimana?"
ucap Hafiz membuat Alisa tertegun.
"Alisa saya ini manusia penuh salah dan dosa, saya bukan lelaki yang bertanggung jawab...!"
"tidak! Alisa tidak merasa pak Kahfi tidak bertanggung jawab, contoh nya pak Hafiz merawat Nabila dengan baik, jika masalah dengan mba Yasmin, Alisa tahu!
tapi Alisa juga paham kalau pak Hafiz tak bermaksud begitu...
sudah lah pak, benar kata nyonya,pak Hafiz harus bangkit dan melupakan mba Yasmin!
maaf kalau saya lancang!"
"ya kamu benar, tapi saya selalu dihantui rasa salah!"
keduanya terdiam sejenak.
"Alisa apa kamu mau membantu saya melupakan Yasmin?"
__ADS_1
bersambung..