Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
kelu


__ADS_3

mobil berhenti di depan rumah Rama yang besar dan mewah..


hening......


tak ada yang bicara, kahfi membuang nafas berusaha mencari kekuatan agar ia bisa mengungkapkan perasaan nya pada Yasmin,tapi itulah Kahfi yang tak mempunyai kemampuan untuk berbicara tentang cinta apa lagi bersikap romantis.


hal itu juga yang membuat Alexa memilih orang lain karena lelah dengan sikap Kahfi yang pasif.


"Yasmin..........?"


ucap kahfi menahan tangan Yasmin yang hendak membuka pintu, untuk Apa berlama lama di dalam mobil.


"apa?"


ucap Yasmin menoleh pada kahfi.


kahfi benar benar gugup, lalu menggeleng kan kepalanya,


"ya Tuhan... kenapa susah sekali!"


ucap kahfi sendiri dalam hati.


"selamat malam.....!" ucap kahfi menyerah tak sanggup, kahfi harus mengumpulkan kekuatan nya untuk menyatakan perasaannya.


Yasmin tidak menjawab hanya mengangguk kemudian beranjak keluar.


ya itulah Kahfi, dalam urusan seperti itu ia tidak punya nyali.


lebih baik mengahadapi kolega bisnis yang susah di ajak kerjasama, dari pada harus mengatakan tentang apa yang dirasakan nya.


karena kahfi pikir ucapan tidak lah penting,yang terpenting ia akan menunjukkan hal itu dengan sikap dan perilaku nya.


namun tetap saja perempuan itu butuh pengakuan tentang perasaan nya.


kahfi memijat keningnya dan menelungkup kan wajah nya di stir mobil, hal yang selalu dilakukan Yasmin jika ia tak sanggup lagi melaju.


kahfi membuang nafas, apa sekarang ia harus masuk kedalam dan mengatakan pada Yasmin kalau ia mencintai perempuan itu.


"Yasmin.....aku........"


"ah........"


ucap kahfi kesal dan mengacak rambut nya sendiri.


"astaga.... Kahfi!


kenapa hal itu tak semudah berbicara dengan partner bisnis.... padahal aku akan menjadikan Yasmin partner hidup ku!"


ucap kahfi kembali menelungkup kan wajah di stir.


lidahnya terlalu kelu, membisu di hadapan Yasmin.


Yasmin masuk ke dalam rumah dengan berbagai macam pikiran yang memenuhi benaknya termasuk tentang kahfi, kenapa mobil nya masih belum pergi...? terlihat sang ayah sedang berbicara dengan seseorang.


"ibu........" ucap Yasmin tersenyum langsung memeluk sang ibu.


"ibu kok ada disini, kapan datang?"


ucap Yasmin menatap wajah sang ibu.


"anak ibu kok baru pulang?


ayah kamu yang jemput ibu!"


ucap Marisa memangku wajah sang putri.


"oh.....hmm.. ayah sama ibu baikan?"


ucap Yasmin masih berharap.


"kita emang baikan,tapi .... hanya menjadi teman!"


ucap marisa tanpa menoleh pada Rama yang tertegun.

__ADS_1


"besok kan kamu mau pergi, jadi ayah jemput ibu kamu supaya kalian bisa kangen kangenan dulu!"


ucap Rama tersenyum getir sebenarnya ia ingin sekali membawa Marisa untuk pergi.


"Yasmin nanti pasti kangen sama ibu, kenapa sih ibu gak ikut sama kita?" ucap Yasmin memeluk Marisa.


"maaf ya sayang...kita kan sudah bicarakan soal itu!"


ucap Marisa mengelus pipi Yasmin yang menempel pada pundak nya.


"kamu udah yakin mau pergi?"


ucap Marisa melirik Yasmin,


tampak air mata mengenang di pelupuk mata.


"Yasmin......?!"


ucap marisa kemudian memeluk putri nya itu.


"maafkan ibu ya sayang...!


belajar lah dengan giat, jangan pikirkan apapun yang menghambat masa depan mu..!


jadikan semua itu alasan untuk kamu memperbaiki diri, gapai cita cita kamu disana!


ibu akan selalu mendoakan kamu sayang...!"


ucap Yasmin mencium kening Yasmin lama,


mungkin memang lebih baik pergi tak ingin lagi berharap pada siapa pun, karena ternyata berharap selain kepada NYa itu menyakitkan.


"Bu .....kanza bayi nya meninggal!"


ucap Yasmin sambil mengusap air mata di wajah nya.


"innalilahi..... kenapa bisa seperti itu?"


ucap Marisa menghela nafas.


namun Yasmin tidak menceritakan pada Rama tentang Rina yang menuduh nya mencelakakan kanza.


Yasmin khawatir Rama marah,dan memperpanjang masalah itu...


tak bisa Yasmin pungkiri bahwa ia iba melihat kondisi Hafiz.


"y sudah...... kamu istirahat ya sayang, nanti ibu susul Kamu ke kamar!"


ucap marisa tak ingin berkomentar karena khawatir ada yang tersinggung.


Yasmin masuk ke dalam kamar dan melihat ke jendela.


mobil kahfi masih terparkir di depan gerbang rumah nya.


Yasmin membuang nafas tak mengerti dengan sikap lelaki dingin itu.


aneh......dan menyebalkan mengingat sikap Kahfi yang tiba tiba kaku.


"kenapa sayang...?"


ucap Marisa ikut melihat ke bawah.


"kahfi....?"


ucap Marisa bertanya pada Yasmin.


"kenapa Yas?"


Marisa tahu Yasmin sedang memikirkan sesuatu.


"percaya tentang jodoh?"


ucap marisa mengajak Yasmin duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"entah lah Bu....


saat ini Yasmin hanya ingin mencari ketenangan, biarkan saja tuhan yang merencanakan semuanya untuk Yasmin!"


ucap Yasmin kemudian merebahkan tubuhnya.


Marisa tersenyum kemudian ikut berbaring dan memeluk putri nya itu.


kahfi melaju kan mobil nya saat melihat lampu kamar Yasmin sudah mati, mungkin perempuan itu sudah tidur.


mungkin lain kali ia bisa menyatakan perasaannya pada Yasmin.


malam itu juga Hafiz mengebumikan bayi mereka yang berjenis kelamin laki-laki,


Tampan seperti dirinya.


cucu yang diharapkan oleh Rina, namun semua milik tuhan kita tak punya daya upaya untuk menahan kehendak nya.


"maafkan ayah !" ucap Hafiz mencium kening ALM putranya yang ia beri nama Idris.


"sabar fiz, jadikan semua pelajaran untuk kamu! bertobatlah...!"


ucap Ibrahim memeluk Hafiz.


walau bagaimanapun Ibrahim iba pada putranya itu.


kalau saja dulu Hafiz berbicara masalah itu pada nya,ia lebih baik membatalkan pernikahan Hafiz dan Yasmin dari pada berujung seperti ini.


"maafkan Hafiz pih....!"


ucap Hafiz terisak, sungguh ia tak pernah membayangkan akan kehilangan calon bayi mereka.


begitu banyak yang telah dilalui..


kanza terdiam menatap ke depan, pandangan nya kosong... hatinya sakit karena harus kehilangan calon bayi mereka.


mencoba untuk introspeksi diri tentang apa yang sudah ia lakukan pada Yasmin, orang yang mau menolong nya. padahal ia sudah banyak menyakiti Yasmin.. merusak kebahagiaan nya,dan merebut Hafiz dari nya.


padahal dari awal dokter sudah mengatakan jika kehamilan nya cukup rawan dan lebih baik di gugurkan karena percuma itu takkan membuat nya bertahan lama, namun hal itu ia rahasia kan pada Hafiz dan menjadikan kehamilannya untuk merebut Hafiz dari Yasmin.


"aku bukan kalah,tapi mengalah ... satu hal yang harus kamu tahu kanza.. tuhan tidak tidur!"


ucap Yasmin saat mereka bertemu di mall.. saat itu keduanya bertemu di toilet, kanza yang mentertawakan hidup nya.


sekarang justru keadaan berbalik, Mungkin saat ini Yasmin lah yang menertawakan dirinya.


"kenapa kamu menolong saya?"


"karena saya masih punya hati!"


ucapan itu pun sukses membuat kanza tergugu.


"kanza......!"


ucap Hafiz merengkuh perempuan yang sedang Terisak.


"maafkan aku fiz.... aku udah banyak salah sama kalian,aku mohon jangan tinggalkan aku fiz...!"


ucap Kanza takut jika Hafiz kembali pada Yasmin.


"aku tidak akan meninggalkan mu!"


ucap Hafiz memeluk kanza.


"berikan kanza kekuatan,dia butuh Abang!"


ucapan Yasmin begitu menohok hati nya.


Dari situ Hafiz tahu, Yasmin sudah mengunci pintu hati nya Rapat rapat.


bersambung...


ikhlas kan..... maka kamu akan tenang.

__ADS_1


😍😍😍😍


__ADS_2