
Yasmin berjalan memasuki rumah memperhatikan mereka yang sedang sibuk di dapur, terdengar sesekali suara gelak tawa dari mereka yang sedang memasak sambil bercanda.
"kelihatannya masak nya banyak Bu?"
ucap Yasmin melihat Beberapa macam masakan yang sudah tersedia.
"ya sayang soalnya nanti juga kan ada temen ayah yang sengaja datang untuk makan malam bersama disini...kamu dari mana?"
ucap marisa menghampiri Yasmin yang duduk di pantry.
"abis nganterin wulan Sama sela, tadi main dulu di rumah sela sebentar!"
"ya udah kamu istirahat ya ...ibu udah siapin pakaian buat nanti malam..!"
ucap Marisa tersenyum kemudian kembali bergabung dengan ibu ibu itu.
Yasmin masuk ke dalam kamar kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang.
mengingat percakapan nya bersama Hafiz,
semua yang terjadi seakan memberikan bukti bahwa Tuhan tidak tidur.
pernah menjadi bodoh karena cinta,tapi sekarang Yasmin sudah melupakan semua nya.
pintu hati nya sudah tertutup rapat, meski ia iba pada Hafiz tapi semua terlanjur terjadi dan tidak akan bisa di perbaiki lagi.
waktu menunjukkan pukul empat sore, 'kenapa ya kok cepat banget' Yasmin Bagun dan mengambil pakaian yang tersimpan rapi di lemari.
dress muslim brokat berwarna moccha senada dengan warna pasmina diamond yang terselip pada pakaian tersebut.
Yasmin menarik nafas panjang kemudian membuang nya, tinggal menunggu waktu beberapa jam lagi.
Yasmin memilah pakaian yang dulu ia kenakan saat acara bersama Hafiz..
pantas saja berwarna ungu..
benar gak seh,kata orang ungu itu janda...
Yasmin menggeleng kan kepalanya kemudian mengambil dress muslim ungu tersebut kemudian menyimpannya di lemari paling bawah, ia juga membereskan semua barang barang yang berkaitan dengan Hafiz.
waktu berjalan begitu cepat, Wulan dan sela juga sudah datang dan sedang menemani Yasmin berdandan.
"Yas ..kok natural banget! sini aku dandanin.."
ucap sela , dia cukup pandai berdandan.
tak disangka sela juga saat ini tengah menjalin kedekatan dengan Hasan saudara sekaligus sahabat Lutfhi.
kalau wulan ia cukup sulit karena ia terlalu pemilih, menilik kejadian Yasmin wulan tak ingin hal itu juga menimpa nya.
"gak mau sela, nanti malah kayak ibu ibu yang mau kondangan!"
ucap Yasmin mengambil peralatan makeup nya dari tangan sela.
Yasmin membuang nafas, entah kenapa rasanya ingin sekali dia kabur dari acara tersebut.
"Yas kamu takut ya...!" ucap wulan mengerti dengan apa yang dirasakan oleh Yasmin.
"ya , gimana kalau teman ayah tuh udah tua seumuran ayah gitu!"
ucap Yasmin menelungkupkan tubuh nya di ranjang tak perduli dengan kerudung nya yang sedikit kusut.
"gak mungkin lah Yas, masa ayah mu setega itu"
ucap Wulan di angguki oleh sela.
tok tok....
Yasmin beranjak merapikan kerudung dan pakaian nya.pintu terbuka kemudian Marisa menyembul masuk.
Yasmin tertegun karena melihat Marisa yang sudah cantik memakai dress muslim brokat berwarna biru muda.
"sayang...kok kamu belum siap seh....make up nya juga! sini...ibu yang dandanin.."
"gak mau bu...!" ucap Yasmin menahan tubuh nya sendiri.
__ADS_1
"kenapa?" ucap Marisa terheran dengan sikap Yasmin.
"Bu Yasmin gak mau di jodohkan sama teman ayah!"
ucap Yasmin dengan mata yang berkaca-kaca.
"sayang, kamu lihat dulu orang nya!. setelah itu kamu boleh putuskan!"
ucap Marisa tersenyum.
"Bu...ayo ajak Yasmin, tamunya udah datang!"
ucap Rama di balik pintu.
"tuh udah datang! ayo!"
ucap marisa menarik tangan Yasmin namun Yasmin menahan tangan nya, entah kenapa ia teringat Kahfi.
"ayo Yasmin.... jangan bikin ibu sama ayah malu!
ayo sela, Wulan!"
ucap Marisa menarik tangan Yasmin untuk keluar dari kamar.
marisa tersenyum sambil menarik Yasmin yang terus menunduk, Tanpa berani melihat ke arah Rama yang sedang ngobrol dengan seseorang.
pria itu tersenyum melihat Yasmin yang Terus menunduk tanpa berani melihat nya.
"Yasmin......" ucap Rama mendekat kemudian menengadah kan kepala Yasmin lalu mengarahkan nya pada seorang pria yang sedang menatap nya.
mata Yasmin membulat, Mulutnya menganga namun cepat Yasmin menutup nya dengan tangan nya.
kahfi......... tampil memakai kemeja Senada dengan warna dress muslim Milik nya...
jantung nya berdetak kencang saat Kahfi berjalan menghampiri nya, sela dan wulan juga tidak menyangka jika yang akan melamar Yasmin adalah Kahfi.
"tunggu.....!"
ucap Yasmin menahan langkah kaki kahfi.
ucap Yasmin kemudian membalikkan badannya dan berjalan.
kahfi membisu karena Yasmin justru marah serasa di permainkan, cepat Rama mengejar nya.
"tenang fi kamu tunggu!"
ucap Rama menepuk pundak kahfi.
"sayang....?"
ucap Rama menarik tangan Yasmin.
"apa seh maksud ayah... Yasmin gak ngerti" ucap Yasmin duduk di kursi makan.
"kamu jangan marah sama Kahfi, ini semua rencana ayah... jangan merajuk seperti itu!
tapi apa yang ayah katakan itu benar, dia udah tunggu kamu selama tiga tahun ini......"
ucap Rama kemudian menceritakan kejadian tiga tahun lalu di bandara.
"kenapa ayah gak cerita sama Yasmin!?"
ucap Yasmin masih tak percaya karena Rama juga yang melarang Kahfi untuk menunjukkan identitas nya selama ini...
soal pemilik Instagram misterius itu.
"ya ayah mau kamu fokus sama kuliah kamu, sekarang ayah tanya kamu suka gak sama kahfi!"
"gak......!"
"jadi mau di tolak nih lamaran nya?"
Yasmin membisu tak menjawab.
Rama tersenyum kemudian memanggil Kahfi,
__ADS_1
"coba bicara berdua..!"
ucap Rama menepuk pundak kahfi.
"Yasmin........!"
ucap kahfi duduk di samping Yasmin.
namun Yasmin sedikit menjauh membelakangi Kahfi.
"kamu marah.. maafin Abang ya"
ucap kahfi membuat bulu kuduk Yasmin meremang karena mendengar kata Abang.
"kata kamu Abang boleh datang kalau emang serius... sekarang Abang datang malah merajuk!"
Yasmin membalikkan badannya menatap wajah kahfi.
"apa alasan...m.. Abang ngelamar Yasmin!"ucap Yasmin sungkan juga memanggil nya dengan sebutan yang berbeda.
kahfi menatap wajah Yasmin yang natural Tanpa make up namu tetap cantik dan menggemaskan.
"Mau tahu alasan nya?"
ucap kahfi senyum kecil.
Hening.......
"Abang tuh sayang sama kamu Yasmin"
ucap kahfi menarik nafas panjang kemudian mengusap pucuk kepala Yasmin yang berbalut pasmina.
jantung Yasmin berdetak kencang mendapat perlakuan seperti itu.
"Abang cinta sama kamu......!"
"yes......" ucap kahfi dalam hati, tak sia sia latihan nya seharian ini dengan Rayan.
"duh kenapa jadi nembak nya di dapur gini sih....!"
ucap kahfi kemudian keduanya terkekeh.
"mau ya jadi istri Abang.....!"
Yasmin terpaku jantung nya berdetak tak karuan,tak tahu harus menjawab apa!
"tapi apa mami Sinta gak keberatan dengan status Yasmin bang....!"
"ya gak lah.....!" ucap Sinta senyum mengahampiri.
"ini kenapa jadi di dapur seh diskusi nya!"
ucap Marisa terkekeh kecil bersama sinta.
kahfi tersenyum menggandeng tangan Yasmin keluar.
Rasanya nano nano....
bahagia
sedih
terharu
tak percaya
dll..
bersambung..
tinggal nunggu sah nya ya...😍😍😍
komentar nya jangan lupa like.
😍😍😍
__ADS_1