
siang itu sepasang pengantin baru tengah bersanding di pelaminan, beberapa tamu undangan sudah memenuhi ballroom hotel tersebut.
Berbagai hidangan makanan dan minuman sudah tersedia dan tersusun rapi.
Rama memperhatikan kedua pengantin baru itu, seperti nya Kahfi menunda malam pertama mereka.
Rama pun terkekeh sendiri.
"ayah... kenapa?"
ucap Marisa mengahampiri.
"gak ....!"
ucap Rama menahan senyum nya..
"jangan suka usil ya ....!"
"gak Bu...!"
ucap Rama memeluk istrinya itu dari belakang.
kahfi terdiam saat melihat kedatangan Lutfhi beserta anak dan bundanya.
Rama dan Marisa mendekati pelaminan saat melihat tamu undangan semakin banyak.
"Yasmin.....!"
ucap yesa lebih dulu mengahampiri dan langsung mencium pipi kanan kiri Yasmin.
"bunda.....!"
"selamat ya Yasmin.....!"
ucap yesa terbesit sebuah penyesalan dalam hati nya, namun ia pun menyadari mungkin mereka memang tidak berjodoh.
"pak kahfi... Yasmin selamat ya.. semoga kalian bahagia!"
ucap lutfhi menjaga jarak karena ia pun tak ingin melihat kahfi cemburu jika ia mendekati Yasmin.
"terima kasih kak...!"
ucap Yasmin kemudian menoleh pada kahfi yang tertegun.
"ya sudah kita pamit.....!"
"Tante Wulan....!"
ucap ratu putri Luthfi yang langsung meminta di gendong saat melihat Wulan dan sela naik ke pelaminan.
Yasmin dan sela memperhatikan Wulan yang tampak salah tingkah.
keduanya dekat semenjak Yesa menjadi pasien papah nya Wulan, sejak itu keduanya sering ngobrol.
"cie.......!"
ucap sela dan Yasmin saat Lutfhi dan Yesa sudah pulang, cukup lama Wulan menemani ratu.
"kayanya ada yang lagi pdkt nih!"
ucap Sela tertawa.
"gak apaan sih, orang cuma Deket biasa, bunda itu pasien ayah.... jadi kak Lutfhi sering ke rumah sama bunda...!"
ucap Wulan menunduk karena tak enak hati dengan Yasmin.
"gue sih berharap nya datang melamar!" ucap sela terkekeh bersama Yasmin.
__ADS_1
"Lan kak Lutfhi tuh baik, biarpun duda! aku gak masalah kalau kamu sama kak Luthfi.. Jangan pikiran sesuatu yang sudah lewat.."
ucap Yasmin membuat Wulan termenung sendiri.
kahfi sendiri sedang menghampiri beberapa kolega bisnis nya bersama Rama.
meski sesekali curi pandang pada Yasmin yang sedang tertawa bersama sela dan wulan.
beberapa dosen dan mahasiswa di kampus pun berdatangan memberikan selamat, meski kini Kahfi tak lagi mengajar karena kesibukan nya di perusahaan membuat nya tak punya banyak waktu.
tak lama Ibrahim datang seorang diri tanpa Rina Atau pun Hafiz.
Hafiz terlalu pengecut untuk menemui mereka, melihat nya dari jauh saja membuat Hafiz lara apa lagi jika harus melihat mereka bermesraan di pelaminan.
"semoga kamu bahagia Yas...aku disini menyesal.."
ucap Hafiz yang menilik Yasmin dari jauh.
berbeda dengan seorang perempuan cantik yang kini tengah merendam kan tubuhnya di kolam renang, meremas ponselnya kesal melihat potret kemesraan Yasmin dan kahfi dipelamin.
"apa bedanya gue sama tuh cewek, sama sama janda dan sisa Hafiz ,gue bener bener gak terima dengan penuturan kahfi waktu itu,gue mau lihat seberapa kuat Kahfi bertahan dengan setia nya....gue gak rela lihat perempuan itu bahagia bersama Kahfi!"
ucap Alexa kemudian perempuan itu naik ke atas dan masuk ke dalam rumah.
"selamat ya Yasmin...papih ikut bahagia!"
ucap Ibrahim terngiang di telinga Yasmin, kenapa hanya Ibrahim yang datang.. Hafiz dan mami Rina tidak datang.... Ibrahim tak lama setelah mengucapkan selamat dan ngobrol sebentar dengan Rama kemudian pamit pulang.
waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, sudah dua kali mereka berganti pakaian..tamu semakin banyak, dari kalangan pengusaha dan pebisnis dari luar kota juga luar negeri berdatangan.
"yas... kalau kamu mau duluan ke kamar hotel gak apa-apa. soalnya ada teman Abang yang baru datang..."
ucap kahfi membuat Yasmin tertegun, acara sudah selesai tapi masih saja ada tamu undangan yang menyusul.
"ya udah sama Mami Yas...ibu kamu udah duluan ke dalam tadi bilang nya sedikit pusing..!"
"ya udah mi anter Yasmin ke kamar!"
ucap Yasmin beranjak dari duduknya, Kahfi sendiri sudah lebih dulu pergi menemui temannya bersama Rama.
Wulan dan sela sudah pulang sejak sore tadi karena sejak pagi mereka menemani Yasmin.
"udah Mba tinggal gaun nya Saja!"
ucap assiten perias itu membantu Yasmin membukakan riasan di kepala.
"ya sudah...biar mami bantu kamu Yas!
harusnya Kahfi yang bantu kamu, tapi dia masih sibuk sama tamu undangan." ucap Sinta membuat Yasmin meremang.
"terima kasih mi...!"
ucap Yasmin berbalik menghadap Sinta.
"ya sudah kamu mandi aja dulu!
ini hadiah dari mami buat kamu!"
ucap Sinta sembari memberikan sebuah paper bag kecil berwarna Navy.
"ini apa mi...?"
ucap Yasmin menengok ke dalam paper bag tersebut.
"kamu buka nanti kalau sudah mandi ya!
Mami ke kamar mami ya!"
__ADS_1
ucap Sinta mengelus pipi Yasmin yang masih bermake-up.
Yasmin menuggu Kahfi namun tak kunjung datang, ia pun menunaikan shalat isya sendiri.
Yasmin naik ke ranjang namun langkah nya terhenti saat melihat paper bag tadi di atas nakas.
Yasmin tercengang Saat melihat isi dalam paper bag tersebut, sebuah lingerie cantik berwarna putih.
tidak terlalu mencolok namun pasti mengekspos bahu dan paha jika Yasmin memakainya.
Yasmin tersentak saat tiba tiba Kahfi menyembul masuk ke dalam ruangan.
"sayang....!"
ucap kahfi terhenti melihat Yasmin yang sedang memandangi sebuah lingerie berwarna putih.
cepat cepat Yasmin menyembunyikan ke belakang punggung nya.
"sayang...apa itu?"
ucap kahfi mendekat.
perempuan itu kini tampak segar.makeup nya pun tak lagi nampak pada wajahnya....
Yasmin menelan Saliva nya saat Kahfi duduk di samping nya dan melihat ke arah belakang punggung Yasmin..
"kok di sembunyiin seh Yas?"
ucap kahfi menatap wajah Yasmin yang tampak gugup.
"gak bukan bang ...ini tuh bukan Yasmin yang beli tapi mami Sinta yang kasih!"
ucap Yasmin memperlihatkan lingerie seksi itu pada Kahfi.
wajah nya terasa panas sudah di pastikan kini wajah nya memerah seperti tomat.
"oh gitu....!"
ucap kahfi mendekat dan menyamai posisi wajah Yasmin yang sedang menunduk.
Yasmin membeku saat Kahfi menempel bibir nya dan memberikan sentuhan manja yang membuat Yasmin terpaku.
"di balas dong yang Jangan diem aja!"
ucap kahfi membuat Yasmin membulat kan matanya.
benarkah harus seperti itu, kenapa rasanya kaku padahal hal itu bukan yang pertama namun semua terasa berbeda dan lebih nikmat.. karena Kahfi begitu lihai..
'ah menyebalkan sekali '
teriak Yasmin dalam hati namun tetap diam.
benar gak seh? ini aku perempuan pertama kahfi. tapi Kenapa Kahfi seperti seseorang yang sudah ahli dan sering melakukan hal itu.
"sayang kamu tunggu Abang sebentar ya Jangan tidur!"
ucap kahfi meninggalkan Yasmin yang masih mematung.
bersambung..
cekidot...kita lanjut..
mana komentar nya .....
like and vote nya ya Jangan lupa..
😍😍😍😍😍
__ADS_1