
kahfi dan Sinta memperhatikan Yasmin yang sedang mengikuti senam hamil, istri nya tampak paling cantik di antara ibu hamil yang lain.
teringat tadi saat Yasmin begitu senang melihat nya yang tiba-tiba berada di belakang nya, di waktu yang tepat saat mereka ada.
membuat Hafiz membeku seketika.
"tumben Tante yang anter Hafiz, kemana Alisa?"
ucap kahfi Sambil merangkul pinggang istri nya itu.
"oh Alisa sedang pulang kampung?
kemungkinan nanti Alisa akan bertunangan dengan Hafiz!
ya kan fiz?"
ucap Rina tersenyum, ia pun tak ingin melihat Hafiz terus terpuruk melihat Yasmin dan Kahfi bahagia.
"oh .. baguslah kalau begitu, berarti kamu menerima saran ku fiz !
semoga pengalaman dulu bisa menjadi pelajaran hidup untuk kamu!"
ucap kahfi tersenyum menoleh pada Yasmin yang membisu.
"ya kan sayang!"
ucap kahfi berbisik di telinga Yasmin.
"ya ....!"
ucap Yasmin tersenyum tipis.
awalnya Alisa memang ingin menolak, tapi ia kasian melihat Nabila yang membutuhkan nya lebih dari sekedar baby sitter.
Alisa meyakinkan hatinya bahwa ia bisa membuat Hafiz melupakan Yasmin meskipun ia ragu tapi saat ini Hafiz berharap pada nya, lambat laun Hafiz pasti bisa mencintai nya.
**
kahfi tersenyum saat melihat Yasmin mengahampiri nya, kelas senam sudah berakhir.
"udah....?"
ucap kahfi merangkul pundak istri nya itu.
"udah bang, mi ayo pulang!"
"ayo.....!"
ucap Sinta beranjak dari duduknya. kahfi mengandeng dua tangan perempuan itu menuju parkiran rumah sakit.
"mau pulang atau kerumah ibu yas?"
"kerumah ibu kamu saja Yas, mami udah lama gak lihat adik mu, terakhir dirumah sakit!"
"ya udah bang, Kita ke rumah ibu saja!"
"ya udah....!"
ucap kahfi melajukan mobilnya.
tak lama mereka sampai di rumah Rama, terlihat rumah tampak ramai.. ternyata ibu ibu kompleks perumahan itu tengah melihat adiknya.
"assalamualaikum Bu...!"
ucap Yasmin mencium tangan Marisa.
"Yasmin sayang... kamu habis senam hamil!?"
"ya Bu, sama mami !bang Afi juga, tapi Abang langsung berangkat mi, ada meeting penting!"
"oh gitu...." ucap marisa, Sinta mengahampiri kemudian memeluk Marisa singkat.
__ADS_1
"mi Yasmin masuk dulu ya!"
ucap Yasmin meminta izin untuk keluar dari kerumunan ibu ibu itu.
"ya sayang....!"
ucap Sinta tersenyum.
Yasmin merebahkan tubuhnya di ranjang, rasanya lelah dan mengantuk, ia biasa istirahat di jam ini..
Yasmin pun memejamkan matanya kemudian tertidur.
***
Hafiz termenung sendiri mengingat kejadian tadi,betapa Kahfi memprioritaskan Yasmin sebagai istri nya.
bahkan Yasmin begitu senang saat melihat kahfi tiba tiba berada di belakang nya,
hal yang tak pernah ia lihat sebelumnya, Kahfi berhasil membuat perempuan itu bahagia.
ragu untuk melangkah, namun Hafiz menoleh ke samping dan melihat Nabila yang tak bisa jauh dari Alisa, apakah Alisa akan datang membawa kabar gembira untuk nya?
atau ia tidak akan pernah kembali.
"saya gak janji pak, jika keluarga saya menerima bapak,maka saya akan kembali!
tapi jika tidak saya tidak akan pernah kembali kerumah ini!"
ucap Alisa sebelum ia pergi.
Hafiz terdiam merenungi nasibnya, semua terjadi karena malam itu.
hingga sampai pada penyesalan yang tak pernah berujung karena kesalahannya sendiri.
melihat Yasmin yang begitu bahagia bersama kahfi, membuat hafiz teringat kejadian berdarah itu.
entah mungkin Tuhan memang mentakdirkan mereka untuk bersama, karena begitu mudah nya Yasmin menurut pada kahfi, Yasmin yang ia tahu begitu keras kepala dan susah di kendalikan , justru dengan mudahnya menuruti keinginan seseorang yang belum lama dikenal nya.
namun ternyata mereka dekat saat Yasmin mencoba untuk menjauh dari nya.
"fiz ...!"
ucap Rina membuyarkan lamunannya.
"jangan terus mengingat masa lalu fiz, kasihan Nabila!"
ucap rina mengusap punggung putra nya itu, rina tahu bagaimana penderitaan putra nya selama ini, meski semua memang karena kesalahannya Juga yang mengizinkan hafiz menikah lagi,
Rina mengatakan pada Yasmin tentang rencana pertunangan nya dengan Alisa bertujuan untuk memberi tahu Yasmin kalau Hafiz juga bisa bangkit, setelah Apa Yang dilakukan hafiz untuk nya tak membuat Yasmin sedikit pun merasa simpati.
"ya,mi.... Hafiz akan coba!"
**
Yasmin membuka matanya perlahan dan melihat seseorang yang juga terlelap di samping nya.
seorang pria yang selalu menjadi kan nya prioritas utama.
"Abang...." ucap Yasmin menyentuh tangan Suaminya itu.
waktu menunjukkan pukul empat, adzan ashar sudah berkumandang.
"kenapa sayang..." ucap kahfi membuka matanya.
"kok Abang ada di sini?"
"emang kenapa?gak boleh?"
ucap kahfi menilik wajah istrinya itu.
"gak, bukan nya tadi bilang mau meeting!"
__ADS_1
"Udah selesai jam setengah tiga tadi, Abang langsung kesini....!"
"oh..kok gak bangunin Yasmin!"
"gak lah, kamu tidur nyenyak banget!"
ucap kahfi memeluk istrinya itu, kasihan semalam Yasmin tak bisa tidur karena bolak-balik kamar mandi, belum lagi calon bayi mereka yang terus bergerak mengajak Yasmin bermain.
"bang, Abang ngobrol apa sama bang Hafiz?"
ucap Yasmin yang penasaran dengan penuturan kahfi yang mengatakan jika Hafiz mengikuti saran nya.
"oh itu, Abang cuma nasehatin dia untuk melupakan kamu, mencari pengganti kamu!
karena tak ada kesempatan untuk bisa meraih kamu kembali selama Abang masih bernyawa"
ucap kahfi menatap mata perempuan itu.
"kenapa sih nanya nanya soal Hafiz, jangan bikin Abang cemburu ya!"
Yasmin terkekeh mendengar penuturan kahfi,
"gak apa-apa cuma tanya aja,dan gak ada satu alasan pun untuk Yasmin berpaling dari pria ini!"
ucap Yasmin membuat Kahfi tersenyum,,
"apa yang Abang berikan tak Yasmin dapatkan dari orang lain, ketulusan hati Abang yang membuat Yasmin luluh.... Yasmin sayang sama Abang!"
ucap Yasmin terkekeh karena wajah nya langsung memerah, menelisik ke dalam dada suami nya itu.
"Abang juga sayang sama kamu!"
ucap kahfi kemudian mencium bibir istrinya itu, Yasmin memejamkan matanya membiarkan Kahfi menyentuh nya dengan cinta.
salah jika Rina berpikir Yasmin akan cemburu, atau sakit mendengar hafiz akan bertunangan dengan Alisa, justru itu yang ia harapkan.
karena tak ada satupun alasan untuk nya berpindah ke tempat dulu, tempat yang dulu menorehkan nya luka.
bersyukur jika Hafiz bangkit dari keterpurukannya,, karena ia pun dulu berusaha sendiri untuk bangkit dari apa yang sudah Hafiz berikan.
saat ini ia sudah memiliki seseorang yang mencintai nya dengan tulus, menerima dirinya apa adanya tanpa pernah mengeluh sedikitpun dengan kekurangan yang Yasmin miliki, justru kehadiran Kahfi membuat nya banyak belajar tanpa harus kahfi menuntut nya tapi Yasmin menurut dengan sendirinya.
melupakan kata yang selalu ia lontarkan dulu,
"why love...?
tapi bersama Kahfi berganti.
"thanks love....!"
"bang ......!"
"apa sayang?"
ucap kahfi saat keduanya selesai melaksanakan shalat ashar.
Yasmin tersenyum menggelengkan kepalanya kemudian memeluk pria yang begitu ia syukuri keberadaan nya saat ini di dekat nya.
bersambung.
kira kira Alisa Balik lagi gak ya..
kalau gak balik kasihan mami Rina ya, belum apa apa udah sombong aja.
padahal masih kemungkinan tuh
🤭🤭🤭✌️👍
ayolah tinggal kan jejak and komentar nya.
thanks reader terlove..🤭🤭🤭
__ADS_1