
Dua Minggu berlalu dari kejadian itu, sudah satu Minggu ini Yasmin kembali aktif masuk kelas.namun selama itu pula Yasmin tidak bertemu dengan Kahfi.
entah kemana pria itu?
hari ini Yasmin ke kampus di antar oleh Rama, dari jauh Yasmin melihat mobil Hafiz yang berhenti di depan gerbang kampus.
Yasmin terpaku melihat kanza keluar dari mobil itu, Rama mengerti apa yang dirasakan oleh Putrinya itu.
"sayang... biarkan mereka, justru putri ayah harus membuat Hafiz menyesal karena sudah menyia-nyiakan kamu!
jangan lemah karena hal itu, merugi kalau kamu menangisi nya!"
ucap Rama tanpa menoleh pada Yasmin,Rama memperhatikan mobil Hafiz.
pihak kampus pun sedang menyelidiki permasalahan yang sebenarnya terjadi di antara mereka.
"gak .. Yasmin gak nangis, buat apa? udah mati rasa sama bang Hafiz!"
ucap Yasmin menarik nafas kemudian membuangnya.
"nah gitu, putri ayah harus kuat sekuat ibu mu!"
ucap rama tersenyum.
"Ayah beranggapan seperti itu, yakin ibu sekuat itu?"
ucap Yasmin. Marisa sendiri sudah kembali ke rumah nya setelah merasa kondisi Yasmin lebih baik.
"Kenapa ayah menyimpulkan seperti itu?"
tanya Yasmin lagi karena Rama diam.
"seperti hal nya Hafiz, ayah menganggap enteng perasaan perempuan!"
ucap Yasmin, ia juga kesal dengan kelakuan ayah nya. tak sadar tangan Tuhan sedang menyadarkan nya lewat penderita yang menimpa Yasmin, putri nya.
"bukan begitu sayang.....!"
ucap Rama meraih tangan Yasmin.
"sudah lah .... !"
ucap Yasmin ia tak ingin lagi membahas perkara itu.
"Yasmin kamu dengarkan ayah...!"
ucap Rama mencoba menahan Yasmin.
"Yasmin ada kelas.. nanti ketinggalan!"
ucap Yasmin langsung keluar meninggalkan Rama yang termenung sendiri.
Yasmin berjalan sendirian menuju gedung kampus, pikiran nya berkelana kemana mana jika sedang sendiri seperti itu.
mungkin jika mereka tidak tinggal satu rumah, kejadian nya tidak akan seperti ini!
tapi seperti pemikiran Yasmin..
kaum pria selalu menganggap enteng perasaan perempuan.
Yasmin melihat Kahfi berjalan di koridor kampus dengan terburu-buru, setelah beberapa hari Yasmin baru melihat Kahfi lagi di kampus.
Kahfi tersenyum pada Yasmin yang juga sedang melihat nya, sayang pagi itu ia harus mengisi kelas.
bergegas Kahfi berbelok meninggalkan Yasmin yang tertegun sendirian,
jantung Yasmin berdetak kencang saat melihat Kahfi tersenyum pada nya,pria yang dulu selalu dingin dan cuek kini berubah menjadi seseorang yang membuat jantung Yasmin tak karuan.
**
__ADS_1
"silahkan kalau bisa...." ucap Hafiz saat itu, karena ia juga ingin tahu seperti apa usaha Kahfi mengambil hati Yasmin.
"karena aku gak akan melepaskan Yasmin"
ucap Hafiz membuat Kahfi sedikit terperangah.
"untuk apa? kamu belum puas menyakiti Yasmin, kenapa kamu seperti itu fiz...apa kamu tidak kasihan dengan kedua perempuan itu?"
"kamu tidak ngerti gimana jadi aku fi..aku tidak rela Yasmin Sama orang lain!"
"apa lagi aku belum menjamah gadis itu?!"
ucap Hafiz dalam hati.
"kamu benar benar gila, aku tidak akan membiarkan hal itu, aku gak akan diam seperti dulu!
untuk kali ini aku akan memperjuangkan Yasmin!
salah kamu sendiri kenapa dari awal kamu tidak memberi tahu ku, kalau Yasmin istri kamu!
kamu tahu kan bagaimana Lutfhi pada Yasmin, dan hal yang sama pun aku rasakan seperti itu!
aku tidak akan membiarkan mu menyakiti Yasmin lagi!"
ucap kahfi kemudian pergi meninggalkan Hafiz sendiri.
tak menyangka Sahabat nya itu sudah hilang akal sehat, kahfi bertekad untuk meraih Yasmin.
***
"Yasmin... kamu banyak absen, Jangan seenaknya kamu! Kamu pikir kampus ini milik orang tua kamu, nilai kamu juga jelek!" ucap kanza menatap Yasmin tajam.
namun Yasmin kembali menatap perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangga nya, ingin tahu sampai kapan tuhan membiarkan mereka bahagia..
sungguh hati kanza sakit karena sampai saat ini Ibrahim belum menerima keberadaan nya,ia memang berhasil membuat Yasmin dan Hafiz berpisah tapi ia tak bisa mengambil hati Ibrahim yang begitu menyayangi Yasmin.
berkali kali Ibrahim menghubungi Yasmin, namun Rama tak mengizinkan Yasmin untuk bertemu dengan Ibrahim.
ucap Rama saat itu.
"kalau kamu tidak bisa memperbaiki nilai kamu ,saya pastikan kamu akan mengulang semua nya dari awal..! Yasmin, itu artinya kamu akan Terus bertemu dengan saya dan melihat saya dengan Hafiz"
ucap kanza seakan tak puas melihat kesakitan Yasmin.
"jangan sangkut pautkan masalah nilai dengan urusan pribadi, ibu kanza...anda berharap saya cemburu melihat anda bersama mantan suami saya!?
Bu kanza anda salah besar,
justru Anda sudah membuka mata saya. melihat bagaimana Hafiz yang sebenarnya..
saya merasa bersyukur bisa lepas dari pria yang tak punya hati seperti Hafiz.... kalian emang serasi!"
ucap Yasmin kemudian pergi meninggalkan kanza.
"satu lagi...!"
ucap Yasmin berbalik menatap Kanza yang mematung sendiri.
"bersikaplah propesinal sebagai dosen yang berpendidikan.." ucap Yasmin dengan nafas memburu Kemudian pergi.
Yasmin berjalan menyusuri koridor menuju kantin, Dimana Wulan dan sela menunggu..
dan saat itu juga ia bertemu dengan Hafiz, setelah sekian lama nya mereka baru bertatap muka lagi.
Yasmin memundurkan langkahnya saat Hafiz mendekat.
"Yas.. tunggu sebentar!"
ucap Hafiz mempercepat langkahnya mengejar Yasmin.
__ADS_1
Yasmin berlari menghindari Hafiz, Yasmin belum siap untuk berbicara dengan Hafiz, justru ia merasa takut jika mengingat semua kejadian itu.
Yasmin terhenyak saat tiba tiba seseorang menarik tangan nya dan menutup pintu.
jantung Yasmin berdetak kencang saat melihat kahfi berada di hadapan nya.
keduanya saling menatap, namun cepat Kahfi memalingkan wajahnya karena khawatir tak bisa menahan diri.
"kamu baik baik saja Yasmin!"
ucap kahfi duduk di kursi, menatap Yasmin yang mematung sendiri karena Kahfi langsung menjauhi nya.
"kemarilah Yasmin...!"
ucap kahfi mengulurkan tangannya.
"kamu kenapa Yas?" ucap kahfi dingin karena melihat Yasmin terdiam.
namun sadar perempuan itu tak suka dengan sikap nya.
"maaf ya aku.........!" ucap kahfi terhenti saat Yasmin mendekat mengikis jarak di antara keduanya.
Yasmin ingin tahu bagaimana reaksi Kahfi jika ia mendekati ny.
jantung Kahfi berdetak kencang rasa itu membuncah tak tertahankan, membuat kedua nya Dejavu.ingin memeluk perempuan yang berada di hadapan nya itu.namun sekuat tenaga Kahfi menahan nya, Sadar akan posisi mereka berdua.
Yasmin terkekeh kecil melihat wajah kahfi.
"kamu ngerjain saya!?"
ucap kahfi melihat Yasmin terkekeh.
"dasar dingin....!"
ucap Yasmin lirih namun terdengar oleh Kahfi.
"apa?"
ucap kahfi menarik tangan Yasmin.
"gak... Yasmin salah ngomong, makasih pak udah tolongin Yasmin lagi, udah aman kayaknya... Yasmin keluar ya!"
ucap Yasmin membuka pintu.
"ngapain Lo...?"
ucap Laras yang melihat Yasmin keluar dari ruangan Kahfi.
"gue....Lo mau tahu?"
ucap Yasmin kesal karena Laras teman Mona yang ikut ikutan mencibir Yasmin hingga berujung masalah besar.
"Lo gak tahu diri ya Yasmin.. kemarin Lo godain kak Lutfhi, sekarang dosen. mentang mentang yang jadi madu Lo itu seorang dosen, sekarang Lo juga beralih ke dosen juga... setelah Lo jadi j-A-n-d-a.. emang dasar munafik!"
ucap Laras dengan senyum mengejek.
membuat dada Yasmin bergemuruh mendengar penuturan Laras.
saat Yasmin hendak membalas ucapan Laras, namun satu tangan menarik tangan nya.
"jaga bicara kamu Laras, kalau kamu seorang mahasiswa yang berpendidikan.. pantas kamu mencibir Yasmin seperti itu,kamu itu perempuan!"
ucap kahfi menarik tangan Yasmin menjauh membuat Laras dan yang lainnya memantung.
Yasmin tersenyum menatap tangan yang menggenggam nya..
bersambung...
boleh gak ya... jatuh cinta lagi..?
__ADS_1
komentar nya ya....
like nya juga......😍😍😍