
Hafiz menghampiri Kanza saat mengetahui jika kanza memposting Poto Poto acara tersebut ke sosmed..
"kanza ikut aku sebentar!"
ucap Hafiz menarik tangan kanza yang sedang berbicara dengan Rina, dengan mudah kanza mengambil hati Rina berbeda dengan Ibrahim yang belum bisa menerima kenyataan jika saat ini kanza lah yang menjadi menantu nya, bukan lagi Yasmin.
"kenapa yang?"
ucap kanza manja..
"maksudnya apa kamu posting posting acara ini di sosmed? biar Yasmin tahu?"
tanya Hafiz membuat kanza mendengus.
"kenapa kalau Yasmin tahu?kamu gak suka? atau kamu takut dia nangis lagi karena Tahu kalau mami mau menerima aku dengan tangan terbuka ...?"
ucap kanza dengan nafas memburu, cemburu karena sampai saat ini Hafiz masih saja memikirkan Yasmin.
"kalian itu sama sama perempuan harus nya kamu bisa menjaga perasaan nya..! apa pendapat Yasmin nanti aku dan dia baru saja berpisah dan sekarang membuat Acara seperti ini"
"menjaga? untuk apa?dia kan yang mau pisah sama kamu? Kenapa jadi aku yang salah...?"
"salah kamu, Apa kamu gak sadar? Jangan kamu berpikir kalau aku gak tahu siapa yang mengirimkan Poto Poto Yasmin bersama lutfhi?"
kanza terperangah mendengar penuturan Hafiz.
"jangan kamu berpikir kalau aku gak tahu soal itu, kamu pikir aku diam saja? kamu penyebab semua nya hancur!"
ucap Hafiz kemudian pergi meninggalkan Kanza yang tersengal menahan air matanya.
Hafiz pergi mengendarai motor sport nya, entah mau kemana. saat ini ia hanya ingin menenangkan hati dan pikiran nya.
Hafiz berhenti di sebuah jalanan ramai penjual makanan, Hati nya pedih mengingat masa dimana ia dan Yasmin pernah berada di tempat ini menikmati berbagai macam makanan..
"nanti kalau udah nikah mau honeymoon kemana?"
ucap Hafiz saat mereka makan nasi kucing duduk di tikar..
"kemana ya....?"
ucap Yasmin tampak berpikir.
"gimana kalau ke London? kebetulan pas banget musim salju Yas.....?!"
ucap Hafiz memperkirakan waktu pernikahan nya dengan musim yang berada di negara tersebut.
"gak mau..! Yasmin gak kuat dingin bang?"
ucap Yasmin sambil mengunyah makanan nya.
"jangan takut Yas ....kan ada Abang!
jadi kamu gak akan kedinginan!" ucap Hafiz membuat wajah Yasmin langsung memerah mendengar penuturan Hafiz.
Hafiz terengah menahan air matanya, sakit saat sadar betapa bodohnya dia karena melepaskan separuh nafas nya.
#
saat kau hadir dalam hidup ku terasa indah
hangat bayangmu menyentuh jiwa temani sepi,
kini semua cinta mu telah pergi meninggalkan diriku dalam kehampaan.
sendiri..
waktu terus berjalan dan memberi perih di hati
hanya rindu yang aku dapatkan bukan cinta mu
__ADS_1
kini baru aku menyadari kau begitu berarti di dalam hidup ku ini..
saat saat yang indah....
saat masih bersama mu waktu kita berdua dan mewarnai dunia.....
semua yang telah berlalu...
kini teringat lagi..
kini terkenang lagi...
ku ingin kembali..
hanya rindu yang aku dapatkan bukan cinta mu
meski kini kau tak mencintai diri ku lagi
kini baru aku menyadari kau begitu berarti di dalam hidup ku ini
(Rama - saat saat terindah..)
Hafiz menghapus air matanya yang mengalir begitu saja di pipinya, nafas Nya tertatih tersesat hampa yang merajam dada.
perencanaan yang sudah ia susun rapi berantakan semua.
ia malah menghadirkan Yasmin mimpi buruk.
kini yang tersisa hanya penyesalan.
Angin berhembus kencang,rintik hujan turun mengguyur wilayah tersebut.
Hafiz terpaku air hujan membasahi tubuhnya.
namun tak membuat nya enggan untuk pergi, Mungkin saja air hujan bisa membasuh wajah nya karena air mata.
ucap Hafiz merunduk.
***
Yasmin termenung menatap kaca jendela yang basah oleh air hujan, Yasmin memeluk dirinya sendiri.
ia tak suka dingin......!"
Yasmin tersenyum mengingat kejadian tadi Sore.
menjelang isya Yasmin dan Kahfi sampai di rumah Marisa.
Yasmin diam saat sampai di depan rumah ibunya.
kahfi keluar lebih dulu, karena sejak tadi Yasmin tak beranjak dari tempat nya.
dari jendela marisa memperhatikan mobil yang memasuki halaman rumah nya.
"ayo..... keluar!"
ucap kahfi menarik tangan Yasmin pelan untuk keluar dari mobil.
"Yasmin Khumaira....." ucap kahfi senyum kecil kemudian menarik tangan yang sejak tadi diam berdiri di tempat menuntun nya untuk melangkah.
Yasmin tersenyum menatap tangan kahfi yang menuntut nya
'ya Tuhan jangan biarkan aku terbuai.... jika ini hanya sesaat... tapi biarkan aku berharap jika ini nyata!'
"Yasmin......!"
ucap Marisa membuka pintu, Yasmin cepat menghampiri Yasmin dan memeluk nya.
"maafkan Yasmin Bu...!"
__ADS_1
ucap Yasmin merunduk hendak mencium kaki Marisa namun marrisa menahan nya.
"jangan sayang, ibu yang minta maaf sama kamu!"
ucap marisa Terisak memeluk Yasmin erat menciumi wajah Yasmin yang basah karena air mata.
"maaf kan ibu karena gak bisa memberikan kamu kebahagiaan sayang!"
ucap Marisa.
"gak.... Yasmin yang egois Bu... padahal Yasmin tahu bagaimana rasanya jadi ibu ,tapi Yasmin malah meminta hal yang Yasmin sendiri pasti akan Menolak nya...!" ucap Yasmin menangis menunduk kan wajah nya.
"terima kasih sudah mengerti sayang, maaf kan ibu!" ucap Marisa memeluk tubuh putri nya yang semakin kurus.
Marisa tahu Yasmin menderita, banyak kesakitan yang mendera nya membuat nya keras kepala dan ceroboh.
saat Yasmin berharap seseorang bisa memberikan apa yang selama ini ia butuhkan justru Hafiz malah menyakiti nya.
"Kamu anak ibu harus kuat... kamu sabar dan yakin suatu saat kamu bisa bahagia dan menemukan seseorang yang bisa menyayangi dan menerima kamu apa adanya!"
ucap Marisa mencium kening Yasmin.
kahfi terharu melihat kedua perempuan yang sama sama merasakan bagaimana sakit nya di khianati, di duakan bahkan di Campakkan.
"kahfi terimakasih sudah membawa Yasmin saya pulang.... kamu bisa membujuk Yasmin dalam keadaan seperti itu....ibu khawatir sekali sama Yasmin karena dia selalu melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang....!"
ucap Marisa pada kahfi, membuat keduanya saling menatap.
"ya bu... emang anak ibu ini sedikit bandel dan aneh...!" ucap kahfi membuat Yasmin memberangut.
"ya udah Kahfi pulang ya Bu ... Yasmin! "
ucap kahfi senyum dan di angguki oleh Yasmin.
"terima kasih...pak Kahfi!"
ucap Yasmin senyum...
"ya... sama sama, jangan nangis lagi!"
"kenapa?"
"aku gak suka lihat kamu nangis...!
aku pulang ya.....!"
ucapan kahfi membuat jantung Yasmin berdetak kencang membuatnya merasa Dejavu.
Yasmin melihat Angin berhembus kencang, mungkin karena kediaman nya tak jauh dari pantai, Angin laut berhembus kencang mencipratkan air hujan pada kaca jendela nya.
dulu juga ada yang mengatakan hal Yang Sama, tak ingin melihat nya menangis,tapi itu semua hanya sebatas ucapan karena kenyataannya justru dia yang menciptakan air mata.
Yasmin tahu Hafiz tak sengaja dan tak berniat seperti itu, Hafiz pria yang baik.. hanya yang membuat nya kecewa adalah Hafiz yang menerima semua buaian dari Kanza dan mengabaikan nya...
sakit jika mengingat semua itu, ingin rasanya membalas perbuatan mereka tapi Yasmin terlalu pengecut untuk memulai permainan yang memuakkan itu..
ia lebih memilih kalah dari pada nanti berakhir parah mungkin lebih baik pergi.
bersambung...
sabar saja.... ikuti alur nya .. karena untuk bahagia membutuhkan waktu juga pengorbanan.....
jangan lupa bersyukur....
boleh ya komentar nya author tunggu...
terima kasih yang udah like and vote....
😍😍😍😍😍😍
__ADS_1