
malam itu Sinta memperhatikan kahfi yang termenung di pinggir kolam renang, tergambar keresahan pada raut wajahnya.
berkali kali Kahfi menghela nafas panjang dan memukul air.
entah apa yang membuat putra nya itu gelisah sejak pulang tadi Kahfi tampak memikirkan Sesuatu.
kahfi merasa pening karena sejak tadi tak bisa berhenti memikirkan Yasmin.
'bagaimana keadaan perempuan itu?
benak nya di penuhi bayangan Yasmin meremas kaca hingga membuat nya berdarah,
pintarnya kamu bersandiwara,padahal kamu menanggung luka mendalam.
kahfi belum siap menceritakan semuanya pada Sinta,ia harus memastikan dulu perasaan nya. cinta atau hanya sebatas rasa kasihan.
Bergegas Kahfi naik ke atas dan masuk ke dalam, membersihkan diri lekas memakai baju dan pergi.
***
Marisa tergugu melihat Yasmin yang tengah terlelap, melihat sudut bibirnya membiru.
hati ibu mana yang rela melihat anak satu-satunya menderita.
"kenapa seh kamu gak laporkan Hafiz ke polisi, ini sudah termasuk kdrt bahkan penganiayaan"
ucap Marisa menghapus air matanya.
"Yasmin yang melarang ku untuk membawa masalah ini ke polisi?"
ucap Rama menatap wajah cantik Marisa,
terbesit sebuah rasa sesal karena ia pun sama dengan Hafiz yang kehilangan perempuan yang di cintai nya hanya karena sebuah Ambisi.
"karena Yasmin melarang lantas kamu membiarkan nya begitu saja! peran kamu sebagai seorang ayah itu melindungi anak nya, tapi apa? percuma kamu pulang!"
ucap Marisa terisak menumpahkan kekesalan nya.
Yasmin mendengar suara seseorang yang sedang berseteru, perlahan ia membuka mata melihat marisa sedang berbicara sambil menangis.
"Bu.....!"
ucap Yasmin beranjak membuat Marisa langsung menoleh.
"sayang .....!"
ucap marisa langsung memeluk Yasmin.
"ibu kapan datang?"
ucap Yasmin menghapus air mata yang mengalir di pipi perempuan yang terdapat surga di telapak kakinya.
Rama menjemput Marisa di kediaman nya saat keadaan Yasmin mereda,Rama menitipkan Yasmin pada wulan yang saat itu juga ikut pulang menemani Yasmin.
"Ada apa?"
ucap Marisa dingin saat Rama tiba di rumah nya.
"ikut lah dengan ku! Yasmin membutuhkan mu!"
ucap Rama tanpa basa basi, karena malam beranjak larut.
"apa yang terjadi dengan Yasmin?"
ucap marisa dengan wajah yang berubah pucat, rasa cemas memenuhi benaknya.
"kamu akan tahu nanti!
maka sekarang ikut lah dengan ku!"
__ADS_1
ucap Rama mencoba meraih tangan marisa namun Marisa menghindari nya.
***
"sayang, maaf ibu mengganggu istirahat mu"
ucap marisa mengelus rambut Yasmin dan menilik beberapa tanda merah di leher jenjang Yasmin.
Marisa mendengus melihat hal itu,
"kenapa kamu tidak mau membawa masalah ini ke jalur hukum?"
ucap Marisa bertanya.
tampak mata Yasmin berkaca-kaca mendengar pertanyaan Marisa yang geram dengan kelakuan Hafiz.
"udah Bu... Yasmin malu! Yasmin gak mau memperpanjang masalah ini lagi!"
ucap Yasmin menundukkan kepalanya menahan air matanya.
Marisa tertegun sendiri karena Yasmin kembali menangis,
"sayang maafkan ibu gak bermaksud seperti itu!"
ucap marisa mengelus pundak Yasmin.
"nanti apa kata orang kalau sampai kasus ini panjang dan menyebar? Yasmin dan bang Hafiz akan jadi bahan guncingan orang..!
apa lagi bang Hafiz..."
"kamu gak mau orang membicarakan tentang Kelakuan Hafiz yang jauh dari pemahaman nya begitu?"
"Yasmin lebih khawatir dengan kondisi papih Ibrahim, beliau kena serangan jantung karena masalah ini!"
"ya itu kan karena kelakuan Anak nya sendiri:"
"percuma dong dia.....!"
"udah bu, sehebat apapun seseorang dia tetap manusia biasa yang terus berada dalam godaan setan, gak luput dari dosa dan salah,
Yasmin gak mau menghakimi bang Hafiz karena Yasmin juga salah....coba ada gak di dunia ini yang gak pernah berbuat salah! termasuk Yasmin"
ucap Yasmin dengan mata berkaca-kaca menjelaskan semuanya kepada Marisa.
karena walau bagaimanapun ia yang memancing kemarahan Hafiz.
"kenapa kamu terus membela dia Yasmin! ibu gak ngerti!!"
"Yasmin gak membela itu kenyataan nya, yang terpenting sekarang Yasmin dan bang Hafiz udah pisah,Yasmin minta sama ibu jangan memperpanjang masalah ini lagi?" ucap Yasmin lirih tenaga nya sudah mulai habis karena terus saja membahas masalah itu lagi.
Marisa terdiam mendengar penuturan Yasmin yang membuat nya heran, Sesayang itu kah Yasmin pada Hafiz.pria yang sudah menorehkan luka dalam sejarah pernikahan mereka.
Yasmin menatap sinar yang memancar dari jendela, marisa dan Rama sudah kembali ke kamar masing-masing.
Yasmin menatap jaket tebal yang menyampai di sofa..
Yasmin menghapus air matanya... teringat Kahfi.
rasanya tak ingin lagi setelah semua yang terjadi, seakan membuat nya jera untuk percaya dengan cinta..
sakit bukan main mengingat kembali semua kejadian yang sudah terlewati..
membuat nya teringat percakapan masa lalu dengan Hafiz..
"kamu gak suka dengan udara dingin tapi kenapa kamu suka camping..!"
ucap Hafiz kala itu, saat mereka baru bertunangan.
"gak tau, emang aneh....!" ucap Yasmin terkekeh kecil.
__ADS_1
'aku emang aneh.... kamu itu seperti udara dingin yang ingin aku jauhi tapi saat aku merasakan nya aku justru menikmati nya....'
ucap Yasmin terisak, semua tak semudah itu.
kenyataan Yasmin tak sanggup sendiri...
"seperti nya aku mulai gila" ucap Yasmin sendiri tersenyum getir, kemudian beranjak mengambil jaket tebal milik Kahfi, berdiri di dekat kaca dan melihat seseorang yang sedang berdiri di depan rumah nya.
kedua pandangan mata nya bertemu,
'kahfi....
kahfi mencoba menetralkan pikirannya dengan berkeliling jalanan dengan menggunakan motor nya,tapi benaknya tak bisa di ajak kompromi malah membawa nya kerumah itu.
ia benar benar khawatir dan ingin tahu keadaan perempuan itu..
kahfi tersenyum kecil saat melihat Yasmin berdiri di jendela kamar nya,
Yasmin bersembunyi dibalik gorden, alisnya terpaut tak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"apa yang dipikirkan pria dingin itu?"
ucap Yasmin sendiri kemudian mengintip dari balik hordeng.namun Kahfi sudah pergi.
Yasmin kembali menautkan alisnya, tidak ada siapapun..
apa tadi hanya ilusi nya saja,tapi kenapa Kahfi?
kahfi tersenyum sendiri, hanya Yasmin yang membuat nya seresah ini.
yang saat ini ia pikirkan adalah memperjuangkan cinta nya atau pergi sebagai pecundang...
ia pun melaju kan kendaraan roda dua nya untuk pulang karena malam telah larut.
"kahfi...!"
ucap Sinta saat Kahfi tiba di rumah.
"ya mi.....mami belum tidur?"
ucap kahfi mendekat.
"gimana mami mau tidur kalau kamu membuat mami khawatir...!"
ucap Sinta kedua nya duduk di kursi meja makan.
"apa yang terjadi fi!?"
ucap Sinta, ia tahu Kahfi menyimpan sesuatu.
"mi...mami percaya gak kalau Yasmin itu istri nya Hafiz?"
ucap kahfi membuka obrolan dan ingin memberi tahu Sinta tentang apa yang membuat nya resah.
"kamu bercanda?"
ucap Sinta tak percaya..
mereka lama Tinggal di Turki dan saat kembali ke Indonesia yang Hafiz perkenalkan sebagai istrinya adalah kanza dan bukan Yasmin..
Sinta juga tidak menjalin hubungan dekat dengan Rina, karena Sinta lebih suka dirumah ketibang berkumpul dengan ibu ibu sosialita.
bersambung.........
terima kasih ya reader atas dukungan dan like nya.... terima kasih juga yang udah komentar...... author suka 😍😍😀😀..
😍😘😘.
kemungkinan sore ya author lanjut...😍😍
__ADS_1