
kahfi menuntun Yasmin untuk duduk di sofa,
"kamu tidak apa-apa Yasmin?"
ucap Marisa mendekati Yasmin yang masih tampak sok atas insiden tersebut.
"Tidak apa-apa Bu....!"
"Abang kok tiba tiba ada di belakang Yasmin?"
ucap Yasmin bersandar pada dada bidang kahfi tanpa merasa malu pada Marisa.
Marisa senyum sambil menggelengkan kepalanya melihat kemesraan mereka berdua.
"kamu tuh kebiasaan..gak hati hati! kalau jatuh gimana?"
"kan ada Abang........!"
ucap Yasmin nyengir Tanpa menyadari jika mereka berdua sedang di perhatikan oleh Rama dan juga Marisa.
kahfi terbangun saat Yasmin keluar dari kamar, Kahfi pun beranjak dari ranjang dan mengikuti langkah Yasmin dan saat melihat Yasmin hendak jatuh, Kahfi berlari dan cepat meraih tubuh Yasmin yang hampir terjengkang.
"HM....." ucap Rama membuat keduanya menoleh.
"eh lupa....!"
ucap Yasmin terkekeh kecil saat melihat Rama dan Marisa yang sedang memperhatikan mereka.
"ya ... begitu, dulu aja gak mau yah...!
sekarang aja...nempel terus......!"
ucap Rama membuat keduanya tertawa.
"Bu... gimana hasilnya? udah USG?"
ucap Yasmin memegang tangan Marisa dengan wajah penasaran.
"bagus... gak ada masalah!
cuma karena belum empat bulan jadi belum bisa lihat jenis kelamin nya....!"ucap Marisa menjelaskan.
"oh gitu... syukur deh kalau begitu....!"
ucap Yasmin memeluk sang ibu.
"kapan kalian ke pergi honeymoon..?"
ucap Rama bertanya karena ia ingin pernikahan kali ini Yasmin merasakan masa honeymoon, karena yang Rama tahu saat bersama Hafiz, Yasmin tidak pergi kemanapun.memang bukan hal yang wajib namun tak ada salahnya pergi berlibur.
"besok pagi kita berangkat, ini kita kesini mau kasih tau soal itu sama ayah!"
ucap Yasmin menyandar pada kahfi.
"oh gitu... kemana?"
"ke Rusia yah, jadi Afi ada sedikit kerajaan disana, Rayan Sama Resa juga ikut!"
ucap kahfi menjelaskan.
"oh gitu .. ya udah gak apa-apa!
Nanti mau di hotel atau kerumah kita disana yas?"
ucap Rama karena rumah mereka disana kosong namun ada tetangga yang menjadi kepercayaan Rama untuk membersihkan rumah tersebut.
"dirumah aja yah... kunci nya ada di om Wiliam kan!"
"ya nanti ayah hubungi Wiliam!"
ucap Rama tersenyum,
__ADS_1
rumah tersebut sengaja Rama Beli karena mereka memang berniat untuk tinggal lama sampai kuliah Yasmin selesai.
Yasmin sendiri yang memilih rumah itu, rumah dengan gaya minimalis sederhana berwarna merah maroon dengan halaman luas dengan berbagai macam tumbuhan yang hidup di sekitar rumah itu membuat suasana rumah itu tampak teduh dan asri.
****
pagi itu Yasmin sudah bersiap untuk pergi ke bandara bersama kahfi, menunggu mobil Rayan dan resa datang.
Yasmin tampil cantik dengan dress muslim berwarna Navy senada dengan kemeja kahfi yang juga berwarna Nany,
Yasmin memperhatikan Kahfi yang sedang bercermin sambil menggulung tangan kemeja nya hingga siku, teringat pertama kali mereka bertemu.kahfi tampak begitu tampan namun Yasmin langsung membeku begitu mendengar penuturan yang terkesan dingin namun sekarang berbanding terbalik dengan keadaan itu, justru pria itu Kini begitu hangat.
"ya Abang tahu dari awal juga kamu terpukau kan lihat Abang"
ucap kahfi berbalik melihat Yasmin yang terkekeh mendengar penuturan nya yang begitu percaya diri.
"terpukau sih awalnya doang...kesan keduanya bikin geremet..."
ucap Yasmin kemudian tertawa.
"geremet kenapa?"
ucap kahfi mengungkung Yasmin..
"Abang nanti berantakan lagi...." ucap Yasmin memalingkan wajahnya mengigit bibirnya karena merasa ini posisi tidak aman,bisa bisa batal berangkat.
"ya kenapa bilang dulu!"
"ya Abang nyebelin banget jutek banget sama Yasmin!"
ucap Yasmin berusaha untuk bangun namun tertahan oleh Kahfi yang langsung mencium bibir nya.
tok tok...
"Yasmin, Kahfi... Rayan sama resa udah datang tuh....!"
ucap Sinta di balik pintu.
"Abang....!"
"ah mami ganggu aja!"
ucap kahfi kemudian keduanya terkekeh bersama.
***
"hati hati ya kalian...." ucap Sinta saat mereka hendak berangkat, sebelum nya Yasmin dan Kahfi juga sudah berpamitan pada Sinta.
Yasmin dan Kahfi duduk di belakang, karena Rayan yang membawa mobil mereka menuju bandara.
"ampun dah pengantin baru, nempel terus.."
ucap Rayan terkekeh kecil melihat kemesraan mereka.
"iri dia...itu gue ajak resa biar Lo gak jadi nyamuk"
"ya kayak Lo Waktu itu ya!
kasian banget jadi nyamuk!"
hehehe...!"ucap Rayan mengingat kejadian dulu saat mereka pergi bertiga ke Rusia.
"kapan Abang ke Rusia?"
ucap Yasmin menengadah ke wajah kahfi.
"waktu kamu pulang dari Rusia de...ayah mu malah kasih Abang kerjaan ke Rusia!"
"oh gitu ...!"
ucap Yasmin senyum, pantas waktu itu Yasmin Tak menemukan keberadaan pria tersebut saat ia kembali dari Rusia.
__ADS_1
tak lama mereka sampai di bandara, Kahfi membangun kan Yasmin yang tertidur, sementara Rayan dan resa sudah lebih dulu masuk.
kahfi tersenyum menatap wajah Yasmin yang tampak pucat karena lipstik nya yang habis karena ulah nya tadi pagi, mungkin Yasmin tak menyadari hal itu.
"sayang.. udah sampai bandara!
mau berangkat gak sih?"
ucap kahfi kembali mengecup bibir Yasmin.
"Abang.....ih!"
ucap Yasmin membuka matanya menyadari mereka tidak hanya berdua di mobil tersebut.
"Rayan Sama Resa mana?" ucap Yasmin duduk.
"udah duluan..ayo setengah jam lagi loh kita berangkat!"
ucap kahfi membuka pintu mobil.
"kebiasaan.....!"
ucap kahfi mencubit pipi Yasmin pelan saat Yasmin tengah bercermin pada kaca mobil.
"apa sih bang ... mobil sendiri kan gak apa-apa!"
ucap Yasmin tersenyum mengingat kejadian lalu yang membuat nya malu sendiri.
kahfi menuntun Yasmin berjalan memasuki bandara berbarengan dengan seseorang yang sejak tadi memperhatikan kemesraan mereka berdua.
pandangan mata mereka bertemu, Kahfi mengeratkan genggaman tangannya pada Yasmin saat melihat Hafiz tengah memperhatikan mereka.
Hafiz berniat membawa Rina berobat ke Singapura, Hafiz juga mengikutsertakan Nabila dan baby sitter nya.
sejak di parkiran tadi Hafiz sudah memperhatikan mereka, Yasmin yang tampak pucat namun tetap terlihat cantik.
entah sedang apa mereka berdua di dalam mobil, hingga Yasmin Keluar dengan penampilan yang sedikit kusut.
kahfi tersenyum menatap Hafiz yang menilik wajah Yasmin.
Yasmin sendiri terpaku melihat keberadaan Hafiz yang tak jauh dari mereka namun cepat kahfi meraih pinggang Yasmin dan membawanya pergi.
hal yang sama pernah Hafiz lakukan pada kanza saat berada di dalam rumah nya, terlihat jelas oleh Yasmin..
Hafiz membuang nafas, dadanya sesak tak terkira hingga ia berkali-kali menarik nafas mencoba mencari kekuatan.
hati nya terluka melihat kemesraan mereka berdua, Hafiz tahu mereka hendak pergi berbulan madu.
rencana yang tak pernah terwujud di pernikahan nya dulu saat bersama Yasmin.
bahagia yang ia janjikan hanya sekedar angan angan semu.
sekarang bersama Kahfi , Yasmin mampu mewujudkan mimpinya yang hilang.
saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat, Kahfi memperhatikan Yasmin yang tampak santai namun Kahfi tahu Yasmin sedang memikirkan sesuatu.
"apa yang kamu pikirkan ?"
ucap kahfi dengan posisi wajah yang begitu dekat dengan wajah Yasmin.
"biarkan dia merasakan apa yang dulu kamu rasakan, Abang tahu apa yang kamu pikirkan"
ucap kahfi mencium kening Yasmin.
"bukan, Yasmin cuma kasihan lihat Mami Rina bang? soal bang Hafiz, Yasmin gak peduli."
ucap Yasmin tersenyum menatap wajah kahfi yang begitu dekat dengan nya.
bersambung.
terima kasih para reader yang setia menunggu author...
__ADS_1
kembali tinggal kan jejak ya author tunggu komentar dan like nya juga ...
happy weekend...😍😍😍