Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
berdarah.


__ADS_3

Rina dan Ibrahim mengernyitkan dahi nya saat melihat Ina sang pembantu rumah tengah berteriak memanggil suaminya tukang kebun sambil menangis.


bergegas Ibrahim dan Rina turun dari mobil,


"bi Ina. Ada apa?"


ucap Ibrahim menghampiri Rina.


"Alhamdulillah tuan datang, den Hafiz dan non Yasmin bertengkar bibi dengar suara kaca pecah dari dalam kamar!"


ucap Ina sambil terisak...


bergegas Ibrahim lari ke dalam rumah di ikuti oleh Rina istri nya.


"yang... jangan sayang!"


ucap Hafiz melihat Yasmin dengan nafas tersengal menggores tangan nya sendiri.


"hati Yasmin seperti ini,perih... sakit!"


ucap Yasmin Terisak terlihat darah keluar menetes pada permadani di kamar itu.


"Yasmin... benci sama Abang.. Yasmin bukan perempuan bodoh yang dengan mudahnya memberikan apa yang menjadi milik Abang! gak seperti Abang....dan kanza!"


ucap Yasmin tak kuat lagi, terserah! tapi itulah Yasmin yang terang terangan melampiaskan kekecewaannya.


"maaf.... Abang Khilaf tapi kenapa Kamu berbohong yas ? kenapa kamu sengaja pancing kemarahan Abang"


ucap Hafiz menatap wajah Yasmin yang lebam karena murka nya, sungguh ia menyesal.


"Yasmin cuma mau tahu gimana reaksi Abang karena Apa Yang Abang rasakan juga Yasmin rasakan.... bagaimana pedih nya saat mengetahui orang yang kita cintai ........"


ucap Yasmin Terisak tak sanggup mengatakan hal itu.


jika ada kata yang melukiskan lebih dari kata sakit, itulah yang Yasmin rasakan saat mendengar Hafiz dan kanza bercinta kala itu.


mencintai mu seperti berjalan di atas bara,


perlahan tapi pasti menghanguskan rasa cinta itu sendiri.


"Abang pegang serpihan kaca ini dan bunuh Yasmin... seperti hal nya Abang yang udah membunuh cinta Yasmin!"


"maaf Yas demi tuhan Abang cemburu....!


jangan berkata seperti itu, Abang seperti itu karena Abang sayang kamu, rasa nya tidak rela melihat kamu di sentuh Lutfhi, sementara selama ini Abang"


ucap hafiz terhenti karena menyadari semua terjadi karena memang salah nya.


"bukan salah Yasmin kalau soal itu, dari awal juga Abang udah gak berselera kan sama Yasmin..


sekarang Yasmin mau pisah, demi tuhan Yasmin gak kuat lagi... Yasmin udah gak cinta sama Abang!"


Hafiz sakit mendengar penuturan Yasmin yang langsung mencabik hati nya.


"baiklah Abang akan ceraikan kamu... dan mulai sekarang Kamu Abang talak!"


ucap Hafiz membuang nafas. mungkin memang ini yang terbaik untuk mereka.


percuma mempertahankan sesuatu yang terus menerus berusaha untuk pergi.


Hafiz sendiri Sadar ia sudah banyak menyakiti Yasmin dan hal itu juga berimbas pada kanza.


Yasmin terisak kemudian meremas kaca, sakit nya sudah tak tertahankan lagi, hingga darah mengucur ke bawah.


bukan kah ini yang di harapkan tapi kenapa rasanya semakin sakit tak terperih...?


why love...?


brak..


pintu terbuka, Rina dam Ibrahim ternganga melihat Yasmin dan Kondisi kamar yang berantakan.


Ibrahim bergetar saat melihat kondisi Yasmin, pakaian nya robek dan wajah nya...lebam, tangan nya mengucur darah.


"Hafiz apa yang terjadi?"


ucap Ibrahim bergetar.


Yasmin terpaku melihat Rina, Rina tahu masalah nya...

__ADS_1


Yasmin pernah melihat Rina dan kanza sedang memilih pakaian bayi, hati nya kecewa karena ternyata Rina mendukung mereka.


"Yasmin sayang....buang kaca nya.. jangan sakiti diri kamu sendiri! kita bisa bicarakan ini semua baik baik!"


"kenapa mami mendukung bang Hafiz menikah lagi?"


ucap Yasmin tergugu.


Rina terperangah mendengar pertanyaan Yasmin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ibrahim.


"apa maksudnya semua ini mi....?"


ucap Ibrahim menahan amarahnya.


Rina dan Hafiz diam...


tak lama wulan dan Kahfi masuk ke dalam ruangan tersebut.


"yas.....!"


ucap wulan menghampiri Yasmin namun Yasmin memundurkan tubuhnya.


"jangan sakiti diri kamu Yas .....!"


ucap wulan berlinang air mata tak sanggup melihat kondisi sahabat nya itu.


"ya sayang.....lepas na!"


ucap Rina tapi Yasmin malah menggeleng kan kepalanya.


kahfi melangkah mendekati Yasmin.


"lepas Yas ..........!"


Kahfi merasa sakit melihat wajah Yasmin yang lebam dan sudut bibirnya berdarah.


tunik kesayangan nya robek, mengekspos bahu putih dan tali bra nya yang berwarna Salem.


rambut nya pendek menampakan leher nya yang di penuhi banyak kismark dari Hafiz.


cemburu.... kahfi merasa cemburu! namun tetap tenang.


Yasmin menatap mata Kahfi yang terlihat tenang,


cepat Kahfi membuka jaket tebal nya dan memakai nya pada Yasmin.


membuat Yasmin terisak dan cepat wulan Mendekat dan memeluk sahabatnya itu.


"siapa perempuan yang kamu nikahi Hafiz?!"


"Kanza....!"


ucap Rina menangis karena ia yang memberikan izin pada Hafiz untuk menikahi kanza, Rina sendiri bingung karena Kanza hamil anak Hafiz.


tak lama kanza datang dan masuk ke dalam rumah.


Ibrahim dengan gemeretak gigi nya menatap tajam kanza, melihat perut buncit perempuan cantik itu.


"kamu....dan kamu sudah mengecewakan saya!"


ucap Ibrahim menunjuk Hafiz dan Rina,dengan nafas memburu merasakan rasa sakit yang tiba tiba menjalar ke jantung nya.


"pih....!"


ucap Rina meraih tubuh Ibrahim yang jatuh sambil memegangi dadanya.


"jangan! kamu jangan sentuh saya!"


ucap Ibrahim pada Hafiz..


"tolong.... fi, Kahfi bawa om kerumah sakit!"


ucap RIna berteriak panik,


gegas Kahfi meraih tubuh Ibrahim dan membawa nya ke dalam mobil.


"yas ..kamu ikut,biar sekaligus kita obati Luka kamu!"


ucap Rina Tanpa menghiraukan Hafiz dan kanza yang mematung.

__ADS_1


"wulan kamu sama Yasmin bawa mobil Aku!"


ucap kahfi kemudian masuk ke dalam mobil Ibrahim dan cepat membawanya pergi.


Wulan sudah menceritakan semuanya pada Kahfi tentang masalah rumah tangga Yasmin dan Hafiz. dari awal dan tentang hubungan Yasmin dengan Lutfhi yang di tentang oleh bunda Yesa.


kahfi merasa iba dan simpati pada Yasmin hingga membuat nya merasa ingin melindungi perempuan itu.


Hafiz terdiam saat mengingat Kahfi yang meminta Yasmin untuk membuang serpihan kaca yang di genggam nya, dengan mudah Yasmin menurut.seperti Telah terjadi sesuatu pada mereka..


"kita kerumah sakit gak fiz?"


ucap kanza membuyarkan lamunannya, Hafiz merasa begitu bodoh karena telah di kuasai nafsu amarah yang berujung menyakiti Yasmin dan yang lainnya.


"astagfirullah .....!"


ucap Hafiz Terisak, kanza iba karena ulah nya semua terjadi. semoga Ibrahim baik baik saja.


"minum yas ...!"


ucap Wulan memberikan sebuah botol minum air putih yang berada di dalam mobil kahfi, entah punya siapa? tak apa lah bekas Kahfi juga.


"kamu gak sampai di apa apain kan yas?"


ucap Wulan menoleh sekilas karena ia juga harus fokus menyetir.


Yasmin menggeleng kan kepalanya, memeluk jaket tebal milik Kahfi kemudian menangis, hati nya perih melebihi rasa perih yang dirasakan tangan nya.


tak menyangka Hafiz begitu menakutkan saat marah,tak segan Hafiz menampar nya.


tak lama mereka sampai di rumah sakit, Yasmin menutup kepala dengan penutup kepala milik jaket tebal Kahfi.


Ibrahim langsung di tangani dokter, sudah di pastikan Ibrahim terkena serangan jantung.


Ibrahim begitu menyayangi Yasmin, seperti ia menyayangi anak nya sendiri. terlebih ia tidak memiliki anak perempuan, yang membuat Ibrahim sok adalah ternyata istri nya telah lama mengetahui masalah ini dan membiarkan nya berlarut.


salah jika yesa mengatakan bahwa Rina tidak tahu masalah rumah tangga putranya, tapi rina simpan semua sendiri seakan tak terjadi apa-apa!


***


"bunda akan membawa kasus ini ke polisi kalau kamu gak nurut sama bunda!"


ucap yesa meradang melihat putra nya pulang dalam keadaan babak belur.


"dan perempuan itu penyebab nya!"


ucap yesa menengadah kan kepalanya.


"jangan Bun... Lutfhi Mohon!"


"oke turuti kemauan bunda! malam ini juga kamu pergi ke Amrik, bunda akan urus keperluan pernikahan kamu dengan Mona di Amrik!"


ucap yesa dengan tegas.


"tidak ada penolakan lagi atau bunda bawa kasus ini ke polisi!"


ucap yesa kembali mengancam, Lutfhi tak berdaya ia pun melangkah menuju kamar nya dan membereskan barang barang nya.


kahfi menatap Yasmin yang baru saja datang bersama Wulan.


"gimana papih ...?"


ucap Yasmin menunduk.


"lagi di Tangani dokter, Tante Rina ikut mendampingi...!"


ucap kahfi tersenyum kecil kemudian meraih tangan Yasmin, namun Yasmin memundurkan tubuhnya,ia benar benar malu pada kahfi yang melihat keadaan nya sekarang.


"suster.......!"


ucap kahfi memanggil salah satu suster kemudian menarik tangan Yasmin.


"tolong obati Luka nya...!"


"ya ampun kenapa?"


ucap suster tersebut melihat luka Yasmin.


bersambung....

__ADS_1


hai...... makasih ya udah mampir and komentar nya...like nya juga...


semangat lah author.


__ADS_2