Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
berenang.


__ADS_3

Yasmin mengehentikan langkah nya saat memasuki kamar Kahfi yang cukup besar, cat nya berwarna biru muda.


ada Poto seorang perempuan cantik yang terpajang di atas nakas tak jauh dari ranjang


dengan pemandangan gunung yang hijau.


kahfi tersenyum meraih tangan istrinya nya itu, mendudukkan nya di pangkuan.


"bang sejak kapan Poto perempuan itu menghiasi kamar ini ?"


ucap Yasmin melihat kesekeliling.


"Kenapa kamu cemburu sama perempuan itu?"


ucap kahfi menyentil hidung Yasmin sekilas.


Yasmin menatap kahfi dengan jantung berdebar, tak menyangka akan hal itu.


ada seorang pria yang telah lama menjadikan potret nya sebagai hiasan nakas nya.


"perempuan itu jatuh... kamu tahu jantung Abang langsung berdebar kencang saat ia langsung memeluk Abang saat Abang menarik tangan nya, dan Yang lebih membuat Abang tidak menentu adalah perempuan itu tidur di punggung Abang ..... nafas nya begitu hangat menyapu pundak Abang.........!"


ucap kahfi membuat Yasmin tertegun mengingat kejadian itu, tak di sangka jika hal itu begitu berpengaruh untuk seorang Kahfi yang selalu bersikap cuek pada nya.


"Yasmin Abang jatuh cinta......tak percaya tapi itu yang terjadi .... Abang mencoba untuk menepis perasaan itu tapi perasaan itu malah semakin nyata dan membuat Abang ingin meraih kamu......"


ucap kahfi membuat Yasmin menelan Saliva nya.


kahfi memangku wajah Yasmin, menciumi seluruh wajah perempuan itu.


Yasmin membeku sambil menggigit bibir sendiri, kahfi terang terangan mengungkapkan sesuatu yang dulu selalu ia simpan sendiri.


"Abang selalu menatap potret perempuan itu kalau Abang merindukan nya, apa lagi Waktu perempuan itu pergi ke Rusia, dan sekarang Perempuan itu ada di hadapan Abang!"


ucap kahfi senyum Kemudian mencium bibir Yasmin.


Yasmin tak bisa berkata apa-apa, tak percaya pria yang kini tengah mencumbu nya sekian lama mempertahankan perasaan nya.


bahagia sudah tak terangkai oleh kata kata.


***


"fi..mana Yasmin?"


ucap Sinta yang melihat Kahfi sendirian menuju ruangan makan.


"tidur mi...!"


Yasmin langsung tertidur saat Kahfi merebahkan tubuh perempuan itu di ranjang, mendekapnya erat menyalurkan kehangatan.


tak lama Yasmin langsung tertidur pulas dalam pelukan kahfi.


"Abang janji akan bahagiakan kamu yas....!"


kahfi mengambil air dingin di kulkas dan menenggaknya.


"fi kamu dapat jackpot ya....!"


ucap Sinta tiba tiba membuat Kahfi langsung tersendak.


uhuk...

__ADS_1


"fi kamu pelan pelan dong minum nya..." ucap Sinta mengusap punggung putra bungsu nya itu.


"mami tahu lah....!"


ucap Sinta duduk menjawab pertanyaan nya belum sempat Kahfi lontarkan!


"mami tahu dari siapa?"


ucap kahfi duduk di hadapan Sinta yang sedang menulis kan beberapa barang belanjaan yang hendak ia beli untuk acara syukuran pernikahan kahfi dan Yasmin.


"Marisa yang cerita banyak tentang Yasmin,


mami bersyukur akan hal itu..!"


ucap Sinta menyunggingkan senyum.


"kok mami gak cerita sih sama Afi mi?"


"ya gak seru dong,surprise kan Anggap saja itu hadiah untuk kesabaran kamu selama ini menunggu Yasmin"


ucap Sinta beranjak dari duduknya menemui pembantu rumah dibelakang.


meninggalkan kahfi yang tersenyum sendiri.


Sinta memang pernah mendapatkan omongan miring tentang kahfi yang menikah dengan seorang janda, namun tak ada yang tahu jika janda yang Kahfi nikahi itu masih suci.


justru banyak di luar sana yang masih gadis tapi sudah kehilangan kesucian nya.


Yasmin membuka matanya dan melihat jam menunjukkan pukul empat sore, Yasmin melihat kesekeliling hanya ia seorang diri di kamar itu.


Yasmin beranjak dari ranjang dan berdiri di dekat jendela, melihat ke arah kolam renang dan memperhatikan seorang pria yang sedang asik berenang.


dulu juga pernah ia mengalami kejadian ini tapi keadaan saat ini berbeda kahfi sudah menjadi suaminya.


"sini......"


ucap kahfi melambaikan tangan nya dan tersenyum melihat seorang wanita yang sedang memperhatikan nya dari jendela.


membuat keduanya Dejavu.


Yasmin turun ke bawah dan melihat Sinta yang sedang ngobrol dengan kedua pembantu rumah itu, Sinta tersenyum melihat Yasmin dengan kerudung instan nya yang berwarna hitam.


"Yasmin.....!"


"mi.... lagi apa? kelihatannya serius!" ucap Yasmin duduk di kursi.


"ya besok mami mau bikin acara syukuran pernikahan kalian... jadi sekarang mami mau belanja ke supermarket sama bibi "


"oh gitu...ya udah Yasmin ikut bantu mi !"


"jangan Yas ...biar mami aja sama bibi, mami juga udah membicarakan soal ini kemarin sama ibu kamu,biar mami yang urus semua nya!


kasihan ibu mu masih mabok!"


ucap sinta terkekeh.


"oh ya udah, Yasmin mau bikin mie instan ada gak mi?"


ucap Yasmin kemudian, sebenarnya ia terharu dengan perlakuan Sinta yang begitu baik dari pertama kali mereka bertemu dirumah ini.


semua rasa kecewa atas sikap Rina,terganti dengan kebaikan Sinta.

__ADS_1


dulu mana ada acara syukuran segala, ia bercerai dengan Hafiz baru lah Rina membuat perayaan..


sakit.... tapi itu dulu.. kini ia memiliki Sinta yang baik dan menerima apa adanya seorang Yasmin yang banyak kekurangan namun sempurna di mata kahfi.


"mau dibikinin dulu sama bibi"


ucap bibi menghampiri Yasmin yang membuka pintu lemari es.


"gak usah bi Yasmin bisa sendiri, mau berangkat juga sama mami kan!"


ucap Yasmin tersenyum.


"ya udah mami berangkat dulu ya!"


ucap Sinta kemudian beranjak pergi.


Yasmin menghampiri pria yang tengah menatap ponselnya di tepi kolam renang,


"Abang.....!"


ucap Yasmin membuat Kahfi menoleh.


Yasmin membawa satu mangkuk mie instan dan segelas jus jeruk dan duduk di kursi.


Yasmin menyantap mie instan nya tanpa menghiraukan Kahfi yang asyik dengan ponselnya.


kahfi tersenyum kemudian naik ke atas duduk di hadapan Yasmin yang sedang asyik menikmati makanan nya.


"kok makan mie sih?? di dalam kan banyak makanan Yang?"


"mau nya mie , Yasmin udah lama gak makan mie!"


terlihat sayuran,dan yang lainnya ikut menambah cita rasa makanan tersebut.


kahfi tersenyum kemudian mendekatkan tubuhnya meraih bibir Yasmin yang sedikit belepotan, membuat Yasmin membeku seketika.


"enak banget ya mie nya..!"


ucap kahfi tertawa membuat wajah Yasmin langsung memerah.


"renang yu temenin Abang Yas!"


ucap kahfi memandangi wajah Yasmin, Yasmin terdiam teringat saat ia tercebur ke kolam akibat ulah jail Riko.


kahfi meraih pinggang Yasmin saat kakinya tiba tiba keram.


hal yang tak pernah ia lupakan, beberapa kali Kejadian yang membuat mereka tak berjarak.


"kaki Yasmin suka keram..?"


ucap Yasmin menatap wajah kahfi yang basah, tampan.


nano nano..............


"Kenapa sih suka keram?"


"gak tahu mungkin karena pernah cedera.."


"Ada Abang ...kamu akan baik baik saja!"


ucap kahfi meraih tubuh Yasmin dan membawanya tercebur ke kolam renang.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2