
sore itu mereka sampai di Bandung, Kahfi langsung mengajak Yasmin ke hotel bintang lima yang berada dipusat kota.
Yasmin tersenyum saat masuk ke dalam kamar, terlihat pemandangan kota Bandung yang indah dari Balik kaca jendela yang langsung mengarah pada pemandangan kota.
"bagus banget bang?"
ucap Yasmin memeluk sang suami, namun entah kenapa Kahfi berubah menjadi dingin.
seperti Udara di kota ini, dingin..
"kenapa bang?"
ucap Yasmin mendongak namun kahfi hanya menggeleng kan kepalanya saja.
"Abang mau renang!
mau ikut?"
ucap kahfi dingin membuat Yasmin membeku.
Yasmin duduk di kursi memperhatikan suami nya yang sedang asik berenang sendirian,sambil sesekali memainkan ponselnya.
tersenyum sendiri, entah sedang berkomunikasi dengan siapa Yasmin juga tak tahu.
Yasmin terdiam sendiri, hal yang selalu ia lakukan jika dirumah.
menuggu suami nya sampai puas berenang.
"hobi kamu apa de selain mendaki?"
tanya Kahfi kala itu.
"nonton bang...!"
ucap Yasmin singkat, tidak ada kegiatan yang menyenangkan yang berarti...
karena bagi Yasmin semua sama saja,ada kalanya ia bosan dengan semua itu.
seperti halnya sekarang, ia bosan menunggu Kahfi selesai berenang..
kenapa dia sibuk sendiri dengan ponselnya,tak biasa kahfi membawa ponsel nya menjauh, biasa nya ia Simpan di meja bersama Yasmin.
"bang ... Yasmin masuk duluan ya!"
ucap Yasmin, kemudian masuk ke dalam kamar dengan perasaan tak menentu.
kenapa rasanya sedih sekali Kahfi memperlakukan nya seperti itu..
tak ada percakapan di antara keduanya, selesai melaksanakan shalat Maghrib keduanya Hendak makan, kahfi masih tetap diam.
"bang sebenarnya Abang kenapa sih?marah sama Yasmin?"
ucap Yasmin, ia berpikir apa mungkin Kahfi marah karena tadi saat hendak berangkat Yasmin menolak Kahfi yang hendak mencium nya.
bagaimana tidak, di tempat itu ada Sinta, dan juga Rayan..
"gak de...ayo kita makan!
pesanan udah datang!"
"Tapi kenapa Abang bersikap seperti itu sama Yasmin?"
"seperti itu bagaimana?
Mau nya seperti apa?"
ucap kahfi kemudian beranjak dari ranjang dan mengambil makanan untuk mereka makan.
"kita makan dulu!
setelah isya nanti Abang ada pertemuan dengan kolega bisnis.
pasti sampai malam, gak usah tunggu Abang!
langsung tidur aja!"
ucap kahfi membuat Yasmin langsung berhenti mengunyah.
Yasmin mengambil air minum Kemudian beranjak dari duduknya berjalan memasuki kamar mandi.
kahfi terkekeh kecil melihat tingkah Yasmin,, ternyata perempuan itu masih rapuh seperti dulu.
__ADS_1
tak ada percakapan apa apa, Yasmin pun diam tak mau ambil pusing dengan sikap kahfi yang berubah drastis entah karena apa ia juga tidak tahu.
Yasmin menghapus air matanya dan naik keranjang, terlihat Kahfi sudah siap dan rapi dengan kemeja batik berwarna corak.
Yasmin pikir, Kahfi akan mengajak nya bertemu dengan kolega bisnis Kahfi.
tahu begini, ia lebih baik dirumah saja tadi.
"Abang berangkat ya sayang...!"
ucap kahfi mencium kening Yasmin singkat.
Yasmin diam tak menjawab penuturan kahfi,
satu bulir air mata menetes dari mata nya.
Yasmin langsung tertidur pulas setelah kahfi pergi, karena ia juga lelah dan tak ingin menghiraukan suami nya itu.
"terserah kamu lah bang ..aku sudah terbiasa dengan keadaan ini!"
gumam Yasmin sebelum menutup mata nya.
Yasmin membuka mata saat merasa kerongkongan nya kering, tak ada segelas susu hangat seperti malam malam sebelumnya dirumah, Yasmin melihat jam menunjukkan pukul jam dua belas malam kurang lima belas menit.
Yasmin terdiam menyadari kahfi belum kembali, satu bulir air mata kembali meluncur.
Kahfi tak pernah meninggalkan nya sampai selarut ini.
bayangan kepedihan dulu memutar dibenaknya, tak mungkin itu kembali terulang.
kahfi bukan Lelaki seperti itu.
Yasmin menatap perutnya yang besar, air mata pun turun membasahi perutnya.
tak lama pintu terbuka dan Kahfi menyembul masuk ke dalam kamar.
"bang.......!"
ucap Yasmin menghapus air matanya.
kahfi tidak menjawab,dan langsung duduk di tepi ranjang.
"sebenarnya Yasmin salah apa bang?
ucap Yasmin Terisak tak mampu menahan air matanya.
kahfi tersenyum saat melihat jam menunjukkan pukul pas jam dua belas.
kahfi mencondongkan tubuhnya kemudian meraih bibir perempuan yang kini sedang Terisak.
Yasmin diam, apa maksud suami nya itu?
"happy birthday kekasih!"
bisik kahfi di telinga Yasmin, membuat Yasmin langsung tertegun sambil menganga.
tak lama pintu kembali terbuka, terlihat beberapa orang masuk ke dalam.
"ayah......... kalian?"
ucap Yasmin melihat Rama, wulan, Lutfhi,sela dan Hasan di ikuti oleh sinta yang membawa kue ulang tahun..
"mami....!"
Sinta Tersenyum, Rayan dan resa pun ikut serta.
"selamat ulang tahun.....!"
ucap mereka menyanyikan lagu itu.
"jadi ceritanya Abang ngerjain Yasmin?"
ucap Yasmin mendelik tersenyum pada kahfi.
"ayah... juga kenapa ada disini?
kalian juga.....!"
"ya, maaf ya sayang.. semua ini rencana ibu dan Kahfi...!"
ucap Rama.
__ADS_1
"terus tadi yang ibu bilang bikin kue pesanan itu juga bohong!"
"ya maaf ya, Kahfi tuh! itu juga ngedadak!"
"Abang....!"
ucap Yasmin mencubit pinggang kahfi.
"selamat ulang tahun ya sayang.. maaf ya Abang udah bikin kamu nangis!"
ucap kahfi memangku wajah Yasmin dan menciumi nya tanpa sungkan.
"nah ini yang bikin gue males!"
ucap Rayan membuat mereka terkekeh termasuk Yasmin dah kahfi.
"kita sebenarnya udah dari tadi loh, malahan Sampai nya tuh bareng?!"
ucap sela terkekeh.
"kalian tuh ya..!"
ucap Yasmin tersenyum, kemudian mendekap tubuh kahfi.
menangis, haru karena sebelumnya ia tidak pernah merayakan ulang tahun nya seperti ini.
meski kahfi sempat membuat nya berpikir yang tidak tidak,tapi semua terbayar dengan Indah.
Rama melakukan video call dengan Marisa.
"sayang...... selamat ulang tahun,, maaf ya ibu gak Hadir!
kasihan Wildan kalau dibawa pergi..!"
ucap Marisa tersenyum, ternyata Kahfi berhasil mengerjai putrinya itu.
terlihat wajah putrinya itu sembab.
"terima kasih Bu ... ilove you Bu..!"
ucap Yasmin sambil menghapus air matanya.
dari jauh Marisa mengikuti acara tersebut, Dari doa sampai potong kue di lanjut makan bersama.
kahfi mengabadikan momen itu ke Instagram miliknya, dan Hafiz melihat nya.
dulu juga ia berniat merayakan ulang tahun Yasmin di Jogja, meski dengan kehadiran kanza.
namun mimpi indah itu justru berujung pada hal yang menyakitkan untuk Yasmin, di hari itu juga Yasmin menerima kado empedu dari nya.
"selamat ulang tahun Yas, maaf karena aku gak pernah memberikan kamu kebahagiaan...
jauh di lubuk hati ku masih terukir namamu"
ucap Hafiz menghapus air matanya.
"bang.... Terima kasih!"
ucap Yasmin mendongak menatap wajah kahfi.
ulang tahun sebelumnya ia selalu merayakan nya berdua saja bersama Rama,tapi kali ini ia merayakan nya bersama keluarga dan teman terdekat.
bukan Yasmin tak mengingat hari ulang tahun nya, Namun ia ingin tahu apa yang akan Kahfi lakukan di hari ulang tahun nya,
meski terkesan di awal ia seperti mengalami hal yang sama, empedu di hari ulang tahun nya bersama Hafiz.
tapi Kahfi memberikan nya madu manis yang membuat nya menangis.
"Abang tuh khawatir banget sama kamu!
berkali kali lihat Cctv karena mencemaskan perempuan yang sedang Terisak ini,
maaf ya sayang...!"
ucap kahfi memeluk istrinya itu.
"kirain Abang beneran seperti itu sama Yasmin bang?"
"gak mungkin sayang, Abang gak akan setega itu.. Abang sayang sama kamu!"
Yasmin tersenyum, Kahfi merupakan kado terindah yang Tuhan berikan untuk nya.
__ADS_1
bersambung....