
kanza termenung sendiri di kursi taman rumah sakit, menatap map hasil pemeriksaan medis nya.
air mata jatuh tak tertahankan karena entah Sampai kapan ia bertahan dengan virus yang kini ada dalam tubuh nya, hatinya pilu mengingat semua kejadian di masa lalu.
semua dosa dan salah nya yang mengantar kan nya pada masa ini,Masa hukuman Tuhan atas semua kesakitan yang pernah ia lakukan pada Yasmin dan juga Hafiz.
'nabila.....'
saat ini hanya Nabila menjadi harapan nya, tapi Hafiz tak memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Nabila.
bergegas kanza pergi untuk menemui Nabila.
****
Siang itu Yasmin mengajak Kahfi nonton, ia juga mengikutsertakan Resa dan Rayan.
Yasmin berjalan beriringan bersama Kahfi menuju gedung bioskop mall tersebut, namun langkah nya terhenti saat melihat kanza yang sedang mengejar Hafiz yang sedang membawa Nabila, anak mereka berdua.
"fiz ..aku mohon aku mau ketemu Nabila sebentar"
ucap kanza terus mengejar Hafiz.
kanza datang kerumah Hafiz namun saat hendak turun kanza melihat mobil Hafiz keluar dari gerbang rumah dan terlihat Nabila duduk di depan bersama Hafiz.
bergegas kanza mengejar mobil Hafiz.
saat tiba di mall kanza langsung menghampiri Hafiz yang baru saja datang bersama Nabila.
"Nabila...." ucap kanza menghampiri Hafiz.
"fiz aku mau ketemu Nabila,aku mohon fiz"
"ketemu?baru sadar kalau kamu punya anak!"
ucap Hafiz yang langsung membawa Nabila pergi.
Yasmin memperhatikan mereka di sebrang, begitu juga dengan Kahfi yang justru malah mengamati wajah istrinya itu.
"sayang....!"
ucap kahfi meraih wajah Yasmin untuk tidak memperdulikan mereka.
"Abang..... maaf Yasmin cuma...!"
ucapan Yasmin terhenti saat Kahfi langsung menarik tangan nya pelan menjauh dari tempat itu.
"sebenarnya apa yang terjadi dengan kanza kenapa dia terlihat pucat seperti orang sakit?"
ucap Yasmin dalam hati tak berani mengatakan hal itu pada Kahfi.
weekend ini mereka berencana akan pergi ke Rusia, bersama resa dan juga Rayan.
kalau bukan karena menyangkut masalah pekerjaan keduanya menolak untuk ikut bersama kahfi dan Yasmin, namun justru Yasmin senang jika mereka ada teman pergi.
"sayang Apa Yang kamu pikirkan?"
ucap kahfi kini mereka berempat sudah berada di dalam gedung bioskop, Kahfi memilih film horor seperti keinginan Yasmin dan resa mau tidak mau mengikuti mereka, meskipun resa lebih senang jika menonton film drama Korea romantis.
"gak Yasmin gak mikirin Apa apa!"
ucap Yasmin tersenyum pada pria yang kini terus menatap.
"jangan pikirkan apapun tentang mereka, biarkan saja karena apa yang mereka dapatkan itu balasan dari perbuatan mereka sendiri!
__ADS_1
kamu mengerti Khumaira!?"
ucap kahfi kemudian memeluk perempuan itu.
apa yang Kahfi katakan memang benar, apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai.
Yasmin cukup lega dengan hidup nya kini karena ada Kahfi yang mencintai dan menyayangi nya.
"serem banget hantu nya kak, suaranya tuh kayak hantu beneran! bikin merinding gitu.
kak Yasmin kok biasa saja sih resa lihat..!"
ucap resa saat mereka selesai nonton.
kahfi terkekeh mendengar penuturan resa,dan Membuat Yasmin menautkan alisnya.
"dia udah biasa lihat hantu di hutan, malahan katanya pernah nyasar juga?"
ucap kahfi tersenyum menatap wajah Yasmin yang mendelik namun tersenyum.
kemudian mereka masuk ke dalam restoran yang tak jauh dari tempat itu.
"sayang kayaknya seru kalau kita camping?"
ucap kahfi menaikkan alisnya.
"ngapain bang? mau nostalgia sama Yasmin?"
ucap Yasmin senyum, namun cepat ia tersadar karena mereka tidak hanya berdua.
ada resa dan Rayan yang sedang memperhatikan mereka berdua.
"santai aja pengantin baru.. anggap saja kita gak ada..!"
ucap Rayan dan resa yang terkekeh kecil..
ucap Yasmin terkekeh.
kemudian mereka melanjutkan dengan makan bersama, setelah itu mereka berpisah.
kahfi dan Yasmin berjalan Menuju sebuah butik yang menjual berbagai macam pakaian muslimah lengkap dengan kerudung nya.
Yasmin memilih beberapa dress muslim dan pasmina yang menjadi favorit nya.
"bang ..gak apa-apa kan kalau Yasmin pakai kerudung seperti ini?"
ucap Yasmin menghampiri Kahfi yang sedang menatap ponselnya.
"boleh Sayang tapi yang lebih bagus itu yang menutupi dada kamu?"
Ucap kahfi di telinga Yasmin.
"karena Abang juga gak mau kalau milik Abang bisa dilihat oleh orang lain meskipun dari Luar..!"
ucap kahfi menatap wajah Yasmin,jika bukan di luar ia ingin sekali mencium perempuan itu.
Yasmin menyimpan beberapa yang sudah ia pilih kemudian mengambil beberapa kerudung segitiga berwarna.
kahfi tersenyum karena Yasmin menurut, ia tak ingin menuntut banyak, namun kahfi akan membuat perempuan itu mengerti sendiri Tanpa ia Minta.
setelah selesai mereka memutuskan untuk pulang, Yasmin juga membeli beberapa dress muslim untuk mami nya.
kahfi menuntun Yasmin berjalan menuju mobil nya di basman mall tersebut, berpapasan dengan kanza yang juga hendak memasuki mobilnya.
__ADS_1
kanza memperhatikan kemesraan Yasmin dan Kahfi membuat nya menelan pil pahit.
"Kamu gak penasaran dengan Milik Hafiz?"
ucap kanza sebelum peristiwa berdarah itu terjadi,kanza yang menyebabkan Yasmin tak mendapatkan nafkah batin dari Hafiz..ia yang selalu mencari alasan agar Hafiz selalu dengan nya,ia yang sudah menghancurkan semua nya.menyakiti Yasmin yang tak berpikir ulang menolong nya saat ia hampir mati.
dan sekarang apa yang terjadi mungkin balasan dari perbuatan nya di masa lalu.
"Yasmin.....!"
ucap kanza menghentikan Yasmin yang hendak masuk ke dalam mobil.
"kanza......!"
ucap kahfi berdiri di depan Yasmin, Kahfi khawatir kanza hendak menyakiti Yasmin.
"Abang...!"
ucap Yasmin menggenggam tangan kahfi.
"kamu jangan takut Yasmin...aku justru mau minta maaf sama kamu.. maaf untuk semua kesalahanku.. maaf karena aku sudah menghancurkan semua nya.. maaf kan aku Yasmin!"
ucap kanza pilu.
"ya Yasmin sudah memaafkan kamu Kanza!"
ucap kahfi karena Yasmin terus membisu.
menggenggam tangan kahfi semakin erat, teringat bagaimana Kanza dengan sengaja menyakiti nya. namun jauh di dalam lubuk hatinya ia sudah memaafkan kanza dan juga Hafiz.
"terima kasih Yasmin, Kahfi!"
ucap kanza kemudian pergi..
kahfi menoleh pada Yasmin kemudian memeluk perempuan itu, mengusap kepalanya.
Yasmin tersenyum menatap wajah kahfi yang menatap nya sayang....
"ayo kita pulang...!"
ucap kahfi membuka kan pintu mobil untuk Yasmin.
"apa yang kamu pikirkan sayang?"
ucap kahfi mengusap kepala Yasmin,
Yasmin membuang nafas kemudian tersenyum meraih tangan kahfi yang berada di atas kepalanya.
"terima kasih bang, saat ini Yasmin tak ingin memikirkan tentang masa lalu yang sudah lewat, Yasmin gak pernah mendoakan kehancuran untuk mereka berdua, hanya Yasmin ingat kata ibu.. kalau tuhan tidak tidur..!"
ucap Yasmin dengan ekspresi tak terbaca.
"entah harus senang, sedih atau bagaimana?
tapi saat ini yang Yasmin rasakan adalah Yasmin bersyukur punya Abang?!"
ucap Yasmin mencium tangan kahfi,air matanya tak tertahankan.
kahfi menghentikan laju mobilnya, menatap wajah Yasmin...jari nya menyapu air mata yang membasahi pipinya, memangku wajah kekasihnya nya itu kemudian mencium bibir nya singkat kemudian memeluk nya erat.
bersambung.
terima kasih yang udah mampir n kasih like,
__ADS_1
jangan lupa komentarnya ya..
😍😍😍😍😀..