
pagi itu cuaca masih sama seperti hari kemarin, salju masih saja betah turun menghiasi langit biru.
keduanya kembali naik ke ranjang Setelah menunaikan ibadah solat subuh, awalnya kahfi tak ingin kembali tertidur namun melihat Yasmin yang kembali meringkuk, ia pun mendekati perempuan yang betah dengan selimut tebal nya.
"katanya gak mau tidur lagi?"
ucap Yasmin terkekeh.
"ya Abang ngapain dong sendirian..kamu malah betah banget di ranjang!"
"biarin Abis nya dingin bang....!"
"ya udah kita gak usah keluar ya! kalau kamu lebih suka kita di ranjang..!" ucap kahfi tersenyum memeluk istrinya dari belakang.
"apa sih bang.....?
udah janji mau ajak Yasmin ke
sparrow hills.." tutur Yasmin menoleh ke belakang, melihat Kahfi yang tengah tersenyum.
sparrow hills merupakan sebuah bukit yang berada di tepi sungai Moskwa dan menjadi titik tertinggi di Moskow.bukit ini mempunyai ketinggian 80m di atas permukaan air sungai.
lewat sparrow pengunjung bisa menikmati keindahan kota Moskow dari atas.
"ya, maka nya bangun! jangan tidur lagi sayang"
ucap kahfi mencium rambut Yasmin yang masih basah.
"sebentar aja bang, ngantuk banget! semalam tuh Yasmin kurang tidur..!"
ucap Yasmin senyum dan bersembunyi di balik selimut.
"oh gitu.....ya udah?!"
ucap kahfi malahan ikut masuk ke dalam selimut menarik tubuh Yasmin dan memeluk nya.
Yasmin terbangun dan tak mendapati Kahfi di sisi nya, Yasmin beranjak dari ranjang dan melihat kahfi sedang asik sendiri di depan kompor sambil mengaduk sesuatu di dalam wajan.
Yasmin tersenyum kemudian mendekati Kahfi.
"astaga....!"
ucap kahfi kaget saat Yasmin memeluk nya dari belakang, Yasmin terkekeh melihat ekspresi wajah suaminya saat kaget.
"hampir aja spatula nya jatuh... kamu apa sih yang?"
ucap kahfi mencubit hidung Yasmin gemas.
kemudian mencium kening Yasmin sekilas.
"bikin apa bang... khusu banget"
ucap Yasmin mencoba melihat Namun di halangi oleh Kahfi.
"ya kayak semalam ya khusu...!"
ucap kahfi terkekeh membuat Yasmin membeku seketika.
"mulai deh Abang...!"
ucap Yasmin duduk di pantry menilik Kahfi yang menuangkan makanan pada dua mangkuk bundar.
"sini makan Sayang...!"
ucap kahfi meraih tangan Yasmin mengajak nya berpindah tempat.
"Abang bikin bubur?"
__ADS_1
ucap Yasmin tertegun mengingat kejadian di masa lalu saat ia menginap di rumah kahfi.
malam paling kelam dalam hidup nya karena luka yang Hafiz ciptakan tak mampu ia tolerir lagi.
"apa Abang juga yang bikinin Yasmin bubur, waktu Yasmin menginap dirumah Abang!"
ucap Yasmin bertanya pada kahfi yang kini berada di samping nya.
"ya.... kamu ingat?"
ucap kahfi menyelipkan rambut Yasmin ke belakang Telinga nya.
"Abang khawatir lihat kamu..
sebenarnya apa yang terjadi de?
apa kamu berantem sama Lutfhi, atau..?"
ucap kahfi bertanya karena kejadian itu masih menjadi tanda tanya untuk nya.
banyak sekali yang Kahfi tidak tahu tentang kejadian di masa lalu yang membuat istri nya itu seperti orang yang frustasi.
"maaf kalau Abang mengungkit masa lalu kamu?"
ucap kahfi melihat wajah Yasmin memucat seketika.
Yasmin termenung kemudian menceritakan semuanya pada kahfi, meski air mata sedikit hadir namun Yasmin Lega karena sudah melewati masa menyeramkan itu.
semua memang sudah terlewati, namun ingatan nya masih utuh..rasa sakit menyeruak jika mengingat kejadian itu,tapi Yasmin juga bersyukur dan tak menyangka orang yang memayunginya nya dari hujan dan menolong nya saat ia tak sadarkan diri adalah orang yang saat ini berada di hadapan nya.
"Yasmin.. maaf seharusnya Abang tidak membahas masalah itu...!"ucap kahfi mendekap tubuh Yasmin.
"terima kasih bang karena Abang tolongin Yasmin berulang kali... Yasmin!"
ucap Yasmin terhenti menatap wajah kahfi yang menatap nya sayang.
"Abang sayang sama kamu Yasmin, sejak kejadian itu, terbesit rasa ingin melindungi kamu, menjaga kamu!"
ucap kahfi menghapus air matanya.
"ya Yasmin tahu itu.... terima kasih bang!"
ucap Yasmin mencium tangan kahfi.
"ya udah makan ya ... suka sama bubur yang Abang buatkan ?"
"ya bang ..enak!"
ucap Yasmin terkekeh.
entah harus bagaimana ia mensyukuri kehadiran pria yang berada di hadapan nya itu.
"jangan pernah berubah bang?!"
ucap Yasmin lagi menatap Kahfi.
"tidak akan pernah... Abang akan tetap seperti ini sama kamu! Hanya kamu yang akan jadi istri Abang satu satunya..!"
ucap kahfi menggenggam tangan Yasmin.
siang itu mereka pergi ke sparrow hills, terlihat salju menggunduk di berbagai tempat.. Yasmin dan kahfi mengambil beberapa peralatan untuk nya bermain ski, bukan hal pertama karena Yasmin sering melakukan nya bersama Rama dulu.
kahfi tersenyum melihat Yasmin sedikit menggigil karena udara cukup dingin namun Yasmin mencoba menikmati nya..
setelah puas bermain Kahfi mengajak Yasmin berbelanja oleh-oleh.. karena lusa keduanya akan kembali ke Indonesia,
kahfi melajukan mobilnya menuju Izmailovesky
__ADS_1
Market, butuh waktu setengah jam untuk sampai di tempat itu.
Yasmin juga pernah datang bersama Rama untuk berburu oleh oleh..
kahfi mengabadikan momen tersebut dengan banyak berpoto bersama Yasmin.
Yasmin membeli beberapa kaos dan beberapa souvernir yang lain nya.
seperti matryoshka, selendang Khas Rusia yang memiliki motif bunga yang berwarna warni.
kahfi juga mengajak Yasmin ke vintage voyage, surga nya pencinta fashion.
"udah...?"
ucap kahfi melihat Yasmin membawa beberapa paper bag.
"udah, Yasmin Udah beliin semua nya,mami, ayah ibu...sela Wulan,sama pembantu rumah!"
ucap Yasmin tersenyum.
"ya udah kita pulang... besok dirumah aja ya!"
"ngapain...?"
"manjain Abang ..!"
ucap kahfi terkekeh mencubit pipi Yasmin yang memerah mendengar penuturan kahfi.
setelah itu kedua nya memutuskan untuk pulang.
sore ini Hafiz kembali dari Singapura bersama Rina, bersyukur karena keadaan Rina semakin membaik meskipun tak bisa seperti semula.
saat sampai kanza langsung menghampiri mereka.
"Nabila......?"
ucap kanza membuat Hafiz tertegun menatap Kanza yang semakin kurus dan pucat.
"tolong fiz..aku mau ketemu sama Nabila sebentar saja!"
ucap kanza memohon untuk kesekian kalinya.
"biar kan fiz...!"
ucap Rina iba dengan keadaan kanza saat ini yang sama seperti dirinya menderita penyakit.
"sebentar saja, jangan berani bawa bawa Nabila pergi karena aku tidak akan membiarkan Nabila tinggal bersama kamu..!"
ucap Hafiz kemudian membuang nafas dan pergi meninggalkan kan mereka.
"kanza... maafkan Hafiz!"
ucap Rina mendekati kanza yang sedang memeluk Nabila.
"ya gak apa-apa mi, kanza emang salah!
Dari awal juga kanza yang salah.. harusnya dulu kanza menggugurkan kandungan kanza saat dokter mengingat kan jika kandungan kanza bermasalah dan tak akan bertahan lama,tapi kanza malah menahan Hafiz dan menghancurkan mahligai rumah tangga yang baru saja akan dimulai.. kanza menyesal, meski Kanza tahu penyesalan kanza gak berarti apa apa.. Kanza juga minta maaf mi, karena kanza mami jadi kena dampak nya...!"
ucap kanza panjang membuat Rina tertegun,
sikap Ibrahim berubah dingin setelah perceraian Yasmin dan Hafiz.. bahkan pernah Ibrahim pun meminta berpisah jika bukan karena rido adik Hafiz, yang berusaha mempertahankan nya,kalau tidak mungkin saat ini ia sudah berpisah dengan Ibrahim.
bersambung..
terima kasih yang sudah mampir...yuk kasih komentar and like nya buat author
good night.. 😍😍😍
__ADS_1