Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
siraman.


__ADS_3

cuaca begitu sejuk,rintik hujan membasahi jendela kamar Yasmin..


semua persiapan sudah selesai, dari Wedding organizer, catering dan yang lainnya Sinta yang mengatur karena Marisa tengah hamil muda,


jadi Sinta bersedia mengatur semuanya untuk putra bungsu nya itu.


"assalamualaikum...yas"


ucap kahfi di telpon, terlihat Yasmin masih betah dengan selimut tebal nya.


"walaikumsalam bang.."


ucap Yasmin bersembunyi di balik selimut.karena setelah subuh tadi ia kembali ke ranjang, karena udara Begitu dingin.


kerudung instan nya tampak kusut.


"baru bangun?gak solat subuh yas?"


ucap kahfi senyum melihat Yasmin yang bersembunyi di balik selimut.


"udah bang ..cuma balik ranjang, tarik selimut.dingin...!"


ucap Yasmin malu karena ia belum mandi.


"sabar ya .....!"


"apaan ......seh Abang!"


ucap Yasmin terkekeh..


"ya kan tadi bilang nya dingin.....!"


ucap kahfi senyum..


acara hari ini siraman di lanjut dengan pengajian setelah selesai jumatan.ritual tersebut di adakan terpisah seperti permintaan Rama mereka bertemu besok setelah ijab Kabul berlangsung.


sanak saudara juga sudah mulai berdatangan,


pernikahan kali ini berbeda dengan pernikahan nya saat bersama Hafiz, lebih meriah dan semua keluarga besar Antusias untuk datang, mungkin karena pengaruh Marisa juga.


Yasmin beranjak dari duduknya dan Kahfi tersenyum melihat Yasmin memakai jaket tebal milik nya.


yang dulu Kahfi pakai kan saat Hafiz membuat rambut dan bahu Yasmin terekspos.


"masih di simpan? Abang kira udah di buang!"


ucap kahfi..meremang mengingat kejadian itu.


cukup salut padahal Lutfhi yang memukul Hafiz Tanpa segan. ternyata Bukan hanya kahfi yang ingin melindungi perempuan itu..


namun ia bersyukur karena sebentar lagi mimpi nya itu menjadi nyata.


'semoga semua lancar Sampai acara akad karena itulah inti dari acara tersebut'


"ya gak lah, Yasmin suka pakai kalau tidur!


Yasmin juga bawa jaket ini waktu ke Rusia!"


ucap Yasmin terkekeh kemudian kembali meringkuk dan bersembunyi dibalik selimut.


"bikin Abang gemes ya kamu de!"


ucap kahfi membuang nafas ingin sekali merengkuh perempuan itu.


"Yasmin....... udah jam berapa? kan mau acara siraman!"


ucap sang bibi masuk ke dalam kamar dan terdengar oleh Kahfi.


"ya Bi.. sebentar!"


ucap Yasmin tersenyum pada Kahfi.


"bang udah dulu ya... Yasmin mau mandi!"


ucap Yasmin menutup sebagian wajahnya.

__ADS_1


"gak usah mandi! Kan mau di mandiin"


"ya masa kaya gitu bang!


udah dulu ya.....!"


"de.......!"


"apa bang....!"


"nunggu besok, udah gak sabar!" ucap kahfi terkekeh.


"sabar dong bang!"


ucap Yasmin terkekeh melihat ekspresi wajah kahfi yang terlihat tidak sabaran itu.


"udah ya bang!"


"Yasmin......ini di pingit tapi video call Mulu,ayo cepat ini kan hari Jumat, waktu nya sebentar!"


ucap Marisa mengahampiri Karena sejak tadi Yasmin tidak keluar keluar kamar.


"ya Bu....!"


"udah ya bang!"


"ya de........!"


ucap keduanya menyudahi percakapan nya.


Yasmin keluar dari kamar nya menghampiri seseorang yang sudah siap mendandani nya.


"telponan Mulu....!"


ucap Rama gemas mencubit pipi Yasmin.


"sakit ayah...!"


ucap Yasmin manyun.


"ayah Senang melihat kamu bahagia, ayah juga sudah tidak sabar untuk menjadi wali mu besok.!"


ucap Rama sendiri tersenyum berjalan menghampiri Marisa.


tak lama Yasmin keluar setelah selesai di dandani,wangi harum bunga melati menyeruak saat Yasmin berjalan menghampiri kedua orang tua nya.


langkah nya terhenti saat melihat Rama dan Marisa duduk bersama, terharu karena dulu ia tak menjalani proses seperti ini.


"sini sayang!"


ucap Marisa mendekat dan meraih pundak perempuan cantik yang memakai kerudung segi empat berwarna hijau.


Yasmin senyum kemudian duduk di kursi kemudian proses siraman pun di mulai,


Marisa tampak mual saat akan mengambil gayung untuk memandikan putri nya itu.


"Bu......ibu baik baik saja?"


ucap Yasmin berdiri Meraih pundak Marisa di ikuti oleh Rama yang ikut mendekat.


sebagian keluarga ada yang tertawa kecil karena justru di saat seperti ini Marisa tak fokus mengikuti proses siraman karena kondisi nya yang sedang hamil muda.


"ya ibu baik baik saja yas...."ucap Marisa tersenyum kemudian menyuruh Yasmin untuk duduk mengucapkan basmalah lalu mulai menyiram tubuh Yasmin dengan air yang sudah bercampur dengan bunga bunga bergantian dengan Rama.


haru Marisa pun terisak mengingat semua kejadian yang Yasmin alami.


"ibu doakan kamu bahagia ya sayang..!"


ucap Marisa memeluk putri cantik nya itu.


Yasmin pun Terisak di pelukan sang ibu, perempuan yang selama ini selalu menguatkan nya.


begitu banyak yang sudah di lalui, ritual siraman kali ini merupakan yang pertama karena sebelumnya ia tidak melakukan ritual apapun bersama Hafiz.


sedih jika mengingat semua itu, bahkan Hafiz bersikap dingin memasuki hari hari bahagia mereka,tak seperti Kahfi yang tak henti menghubungi nya meski mereka dalam masa pingitan.

__ADS_1


"semoga ritual siraman ini menjadi yang pertama dan terakhir" ucap Marisa menciumi wajah putrinya itu.


"semoga seterusnya jika pun kamu menangis, itu adalah tangis kebahagiaan.....!"


ucap Rama yang memeluk kedua perempuan yang di sayangi nya itu.


Wulan dan sela memvideokan ritual tersebut hingga usai kemudian mengunggah nya ke Instagram..


Lutfhi tersenyum melihat Yasmin dengan kebahagiaan nya , berbeda dengan Hafiz justru menangis melihat hal itu.


sebentar lagi perempuan itu akan di miliki orang lain yang menjadi sahabat nya sendiri.


penyesalan sudah tak berarti, kini kepedihan melingkupi ruang hidup nya yang hampa dan sepi.


pernikahan kali ini tak seperti saat dengan nya, tidak ada ritual apapun Mungkin karena dulu Helen tak memikirkan hal itu.


selain itu yang membuat nya tergugu adalah dirinya yang tak pernah menyentuh Yasmin lebih dari memeluk perempuan cantik yang Kini berstatus janda namun masih suci.


beruntung nya Kahfi karena mendapat seorang janda yang masih perawan.


"dia pasti akan menertawakan kebodohan ku" ucap Hafiz mencoba menahan air matanya, andai dulu ia tak tergoda oleh kanza, mungkin keadaan nya akan lain.


seharusnya Hafiz menawan Yasmin dengan hal itu,tapi tidak justru Hafiz menyia-nyiakan kesempatan itu.


sekarang Tinggal penyesalan yang tak berkesudahan.


kanza pun berulang kali datang dan mengajak Hafiz untuk rujuk, namun Hafiz selalu Menolak.. mungkin lebih baik sendiri dari pada memaksa hati untuk menerima yang lain.


Helen pun terdiam melihat video yang di unggah oleh Rama, dengan hastag.


"Alhamdulillah... Allah juga berikan anugerah terindah yang tak kudapatkan dari wanita lain... semoga semua di lancarkan.


Yasmin bahagia..


utun sehat sampai waktu nya nanti..."


Helen mendengar jika Rama dan Marisa rujuk, dan lagi kini Marisa langsung mengandung.


pedih hati nya, entah kenapa saat bersama nya tuhan tak memberikan anugerah itu padanya.


****


"Kenapa bang?"


ucap Yasmin menerima kembali video call dari kahfi, semua proses Acara berjalan dengan lancar di iringi tangis haru bahagia..begitu juga dengan Kahfi yang kini bersiap untuk pergi solat jumatan.


"cantik banget calon istri Abang!"


ucap kahfi tersebut menatap Yasmin dengan make up yang masih melekat pada wajah nya.


Yasmin tersipu menatap wajah kahfi Yang tampan dengan kopiah hitam di kepala nya.


"ya kalau di dandanin semua perempuan pasti Cantik bang!"


ucap Yasmin senyum bahagia seperti mimpi tak percaya dengan semua kebahagiaan yang tuhan berikan pada nya.


"ya udah Abang jumatan dulu ya de... pengen cepat cepat besok!"


ucap kahfi menatap wajah kekasihnya nya itu di ponsel.


"Yasmin juga bang...!"


ucap Yasmin kagum melihat wajah tampan calon suami nya itu.


bersambung.


hai


reader mana yang udah gak sabar..


author juga udah gak sabar...


tapi tunggu ya.... sebentar saja..


boleh tinggal kan jejak, mana like and komentar nya... Terima kasih...😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2