Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
butuh.


__ADS_3

Yasmin membuka mata saat ponsel nya berdering, Yasmin mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas dan melihat Marisa melakukan panggilan.


"halo Bu, assalamualaikum.....!"


"walaikumsalam... sayang,kamu sakit?"


ucap Marisa, khawatir saat tadi pagi kahfi menelpon nya dan mengatakan jika Yasmin tidak enak badan.


"Yasmin gak apa-apa Bu, cuma kurang tidur aja..!"


"main nya jangan malam malam dong.. biar kamu bisa istirahat...!"


Yasmin menautkan kedua alisnya mendengar penuturan sang ibu di sebrang sana.


"main apa?"


tanya Yasmin pada sang ibu, tak mengerti dengan maksud Marisa.


namun Yasmin paham ketika Marisa menjawab pertanyaan dengan kekehan kecil.


"ibu ........!"


"gak ibu tuh serius...!"


"ibu .........!"


"gak sayang, ibu bercanda!


tapi kamu baik baik saja kan?"


"ya Bu Yasmin gak apa-apa!


Yasmin baik baik saja Bu!"


"ya sudah, sekarang ibu Sudah berada di rumah bersama adik mu!


kapan kamu kesini?"


"ya, nanti Yasmin tunggu bang Kahfi pulang Bu!"


ucap Yasmin tersenyum mengingat kejadian tadi pagi, niat mau berangkat ke kantor Malah betah dirumah.


"sekarang Kahfi Udah berangkat ke kantor?"


"udah Bu....!"


"ya sudah kamu istirahat ya... kalau ada apa-apa jangan sungkan bicara dengan Mami Sinta!"


"ya Bu .. tentu saja!"


ucap Yasmin kemudian sambungan telepon pun terputus.


namun tak lama ponsel kembali berdering kali ini panggilan dari Kahfi.


"sayang.....!"


ucap kahfi melakukan video call.


"HM...... bang?"


"masih lemas....? harusnya udah seger dong, tadi pagi kan udah di charger Sama Abang!"


ucap kahfi terkekeh.


"apa sih? Abang tuh nyebelin banget!"


ucap Yasmin manyun, ingin sekali rasanya melempar bantal empuk ini pada sang suami, tapi itu hanya halusinasi.


beberapa waktu ini mereka memang jarang bercinta karena Kahfi juga merasa kasihan melihat perut Yasmin yang semakin membesar, seperti keinginan nya.perutnya nampak besar, meski hal itu tak menjadi pembatas tapi akhir akhir ini Kahfi memang sibuk, di tambah Yasmin yang sering bolak-balik ke kamar mandi,dan mengeluh nyeri pinggang membuat Kahfi menunda kegiatan menakjubkan itu.


namun tadi pagi, awalnya cuma minta cium tapi berakhir dengan cumbuan mesra dari Kahfi yang kemudian membuat ny berangkat kesiangan.


"jangan kayak gitu dong de!"

__ADS_1


"kayak gitu gimana?"


ucap Yasmin terlihat wajah nya memerah, ia pun tak mengerti Entah Kenapa hal itu membuat nya lebih berenergi.


ah menyebalkan sekali..


kahfi.................'


mungkin kah ia memang merindukan sang suami yang memang akhir akhir ini sibuk.


"itu manyun....!"


'astaga ini orang.....'


gumam Yasmin dalam hati mendelik tersenyum pada sosok tampan yang berada di layar ponsel nya.


"udah ya Yasmin matiin!"


"kenapa?"


"Abang tuh nyebelin....!"


"tapi ngangenin kan....!"


"ih geer banget!"


ucap Yasmin membuat keduanya sama sama terkekeh.


"sayang hari ini Abang ada keperluan ke Bandung, kamu Mau ikut gak?"


ucap kahfi menatap perempuan yang masih betah dengan selimut nya.


"ngapain?Abang kan mau kerja?!


kenapa Yasmin mesti ikut?"


"kangen aja kalau Abang pulang malam gak cepat ketemu kamu!"


"jam berapa Abang berangkat nya?"


besok kan weekend..nanti kita nginep aja disana.. udah lama kan Abang gak ajak kamu berlibur?!"


"ya udah bang .. Yasmin ikut!"


"ya udah kalau gitu kamu siap siap ya!"


"HM......!"


ucap Yasmin kemudian menutup telponnya.


Yasmin tersenyum kemudian beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi,


menunaikan shalat Dzuhur dan bersiap pergi setelah tadi ia memberi tahu Sinta soal keberangkatan nya bersama kahfi.


"mi....." ucap Yasmin mengahampiri Sinta yang berada di dapur bersama bibi membuat kue.


"bikin Apa mi....?"


ucap Yasmin duduk di kursi.


"kue...ini mami ada pesenan dari teman mami, untuk suaminya..!


kamu udah siap?"


ucap Sinta menoleh sekilas.


sinta memang mempunyai keahlian membuat berbagai macam kue bolu dan yang lainnya, kata kahfi dulu mereka sempat membuka toko Kue sebelum keadaan keluarga nya mapan seperti sekarang, namun di saat bisnis sang papih berkembang pesat, beliau mengalami kecelakaan dan Kahfi lah yang melanjutkan bisnisnya hingga kini.


"oh .... udah mi, koper nya udah di depan di bawa sama supir!"


"kalian nginep!"


"ya kata bang Kahfi gitu...!"

__ADS_1


"ini untuk kalian.....!"


ucap Sinta memberikan sebuah paper bag berisi beberapa makanan untuk mereka di jalan.


tak lama Kahfi dan Rayan sampai di rumah.


Yasmin keluar menghampiri suaminya yang berjalan masuk ke dalam.


kahfi tersenyum menatap wajah cantik istri nya, perempuan yang selalu ia rindukan.


Yasmin tampil cantik dengan dress berwarna biru muda dan pasmina berwarna Navy.


perempuan ini selalu terlihat anggun memakai pakaian apapun, rasanya ingin sekali mendekap nya erat dan membawanya masuk ke dalam.


"kenapa sih bang?"


ucap Yasmin melihat kahfi yang menatap nya penuh arti.


"gak apa-apa!


istri Abang ini perasaan tambah cantik ya!"


ucap kahfi memeluk Yasmin dari belakang.


kahfi mengajak Yasmin untuk pergi setelah tadi pagi Marisa mengingat kan nya tentang ulang tahun Yasmin besok, padahal tanpa di ingatan kan pun Kahfi sudah berencana mengajak istri nya itu pergi.


entah kenapa waktu tersebut bertepatan dengan saat mereka pergi camping dulu.


waktu dimana perasaan itu mulai tumbuh, tapi apa tak ada perayaan apapun saat itu?


ah entahlah..


bukan tidak ada perayaan, Namun Yasmin memilih untuk tak merayakan nya.


hanya wulan dan sela juga Marisa yang mengucapkan selamat ulang tahun pada nya.


Yasmin memang jarang merayakan nya,selain makan bersama dengan kedua sahabat nya.


Yasmin seakan tak mensyukuri diri nya yang telah lahir dengan keadaan nya yang di bilang sebatang kara namun ia masih mempunyai orang tua, hanya mereka Sama sama sibuk.


Yasmin tak pernah menunjukkan dirinya kesepian jika bukan karena kedua sahabat yang selalu ada untuk nya.


dan saat ia memiliki suami, di hari ulang tahun nya hafiz bukan memberikan nya kebahagiaan justru kepedihan nya semakin parah.


saat bersama Marisa,Yasmin memberanikan diri mengeluh pada Marisa tentang dirinya yang begitu merasakan sepi tanpa keluarga yang utuh ataupun saudara kandung.


selama ini ia selalu diam dan tak berkomentar apapun tentang ayah dan ibunya yang sibuk sendiri, tapi saat Hafiz memberikan Kepahitan berulang kali.. barulah Yasmin mengadukan semua keinginan nya...


namun Kini ia bersyukur karena kehidupan nya sudah jauh lebih baik, tuhan mengabulkan Semua doa dan memberi semua kebutuhan nya.


"aku butuh keluarga yang utuh dan selalu ada untuk ku,


aku butuh saudara untuk melengkapi keluarga ku, dan aku butuh seseorang yang mencintai ku apa adanya.."


dan saat ini tuhan telah wujud kan,


doa yang tak pernah bosan Yasmin panjatkan di sepertiga malam nya.


bersambung.


pernah sakit, lalu dengan kasih sayang Nya.


tuhan membangun kan mu di sepertiga malam, Tuhan meraih tangan kita untuk memohon dan meminta kepada Nya.


Obat paling ampuh yang tak akan pernah melesat,,


pernah mencoba?


coba lah, hal yang akan membuat mu ketagihan.


apa sih author nih ...? hehehe.


terima kasih yang udah like and komentar..

__ADS_1


author tunggu kembali jejak nya 😍😍😍😍


__ADS_2