
Pagi itu Udara tak terlalu dingin,terlihat sinar matahari masuk ke celah celah jendela, memberikan rasa hangat pada jiwa yang rindu kehangatan dikarenakan salju yang terus turun mengguyur kota tersebut, menyeruakan rasa dingin hingga menembus pori pori kulit.
kedua pasang suami istri itu enggan beranjak dari ranjang, namun seperti rencana mereka. hari ini keduanya memutuskan untuk pulang ke Indonesia.
Beberapa saat kemudian,Yasmin serta Kahfi sudah rapi dan bersiap siap untuk pulang, dengan barang barang yang akan mereka bawa sebagai oleh-oleh untuk orang rumah...setelah kemarin seharian mereka menghabiskan waktu di rumah,kini saatnya kembali ke kampung halaman.
"beneran mau pulang?"
ucap kahfi melihat Yasmin sudah rapi dengan jaket tebal yang berwarna senada dengan jaket tebal miliknya.
"mau nya di sini sampai tahun baru....!"
ucap Yasmin senyum duduk di pangkuan kahfi.
"ya udah gak usah pulang....!"
ucap kahfi menyentil hidung Yasmin.
"beneran bang?"
ucap Yasmin sumringah.
"ya..tapi Abang pulang ..."
ucap kahfi terkekeh melihat Yasmin mendelik sambil manyun.
"Abang masih ada kerjaan Sayang..kita tahun baru nya di rumah aja, biasanya kak Hani suka datang bawa itu dua bocah nakal!"
ucap kahfi terkekeh mengingat dua keponakan nya yang usil dan rese...
"oh gitu...ya udah gak apa-apa! seru kayaknya kalau ada mereka.!"
ucap Yasmin mengingat kejadian dulu saat mereka mengantar Yasmin pulang ke rumah ibu nya.
"seru apa nya,pada usil...."
"ya tapi mereka sekarang udah gede, pasti tidak seperti waktu dulu..."
ucap Yasmin mengingat celotehan Mayang dan Riko yang cukup menghibur hatinya.
"masih sama kok.... dirumah rame kalau ada mereka..."
"bagus lah bang, dari pada sepi...."
ucap Yasmin, semua yang terjadi mengantar Yasmin mengenal keluarga Kahfi.
"ya udah kalau gitu, ayo kita siap siap berangkat ya...!"
ucap kahfi dan di angguki oleh Yasmin.
setelah itu Yasmin dan Kahfi pamit pada William dan istrinya untuk menitipkan kunci rumah tersebut, bagi Rama dan Yasmin mereka sudah seperti keluarga sendiri.
***
Rina mengamati Hafiz yang sedang termenung sendiri di balkon,tak lama Hafiz menghampiri Rina di kursi tempat makan.
"Hafiz, apa kamu tidak berpikir untuk kembali pada kanza?"
kata Rina bertanya sambil memberikan roti yang berisi telur setengah matang kesukaan Hafiz.
Ibrahim sendiri sudah pergi berangkat ke luar kota sejak subuh tadi.
"Tidak mi.... Hafiz tidak mau rujuk Sama kanza, Hafiz Lebih memilih untuk sendiri..."
ucap Hafiz menolak saran dari sang mami.
"kenapa fiz? tak mungkin kan kamu mengharapkan Yasmin?kamu bahkan tahu seperti apa kebahagiaan Yasmin dan Kahfi!"
ucap rina mengetahui sang putra terluka melihat kebahagiaan Yasmin dan kahfi.
"tak mungkin lah Hafiz mengharapkan Yasmin,
Hafiz juga tahu gimana keadaan nya mi, saat ini Hafiz cuma mau sendiri, itu aja mi... jadi Hafiz minta sama mami untuk tidak memberikan harapan pada kanza!"
ucap hafiz kemudian pergi meninggalkan Rina sendiri.
saat ini Hafiz sudah menemukan pembeli yang tertarik dengan rumah itu, rumah yang dulu ia tempati bersama Yasmin,dan juga Kanza.
Hafiz akan menemui Yasmin untuk mengurus Jual beli rumah tersebut, karena rumah itu atas nama Yasmin.
memang tak ada kesempatan untuk nya kembali pada Yasmin,ia juga tak ingin berharap lagi karena Hafiz sadar ia tak akan mampu menggapai sesuatu yang telah hilang dari genggaman nya..
siang itu Hafiz mengantar pembeli itu untuk melihat lihat rumah mereka, Hafiz terpaku mengingat semua kejadian di rumah itu.
tak pernah ada hari bahagia dirumah itu, hanya pertengkaran yang tak pernah berujung.
hingga hari dimana talak itu keluar dari bibirnya, melepaskan perempuan yang sudah ia sia-siakan..
ribuan air mata yang jatuh membasahi pipi perempuan yang kini telah hilang dari genggaman, pergi jauh titip kan perih.
Hafiz melangkah menuju kamar,tak ada yang indah...yang ada hanya bayangan pecahan kaca, menjadi saksi pertengkaran hebat mereka berdua hingga peristiwa pemukulan terhadap Yasmin.
Hafiz memang salah besar karena tak bisa mengontrol emosinya,apa lagi saat mendengar penuturan Yasmin kalau ia sudah tidur dengan lelaki itu, Amarah nya seakan tak terbendung lagi.
sebenarnya memang aku yang salah dan bodoh karena termakan emosi saat mendengar kenyataan pahit itu, yang ternyata hanyalah kebohongan dari pemberontak Yasmin yang menginginkan perpisahan atas kekecewaan nya terhadap ku..
why love???
__ADS_1
**%
ku coba ungkap Tabir ini...
kisah antara kau dan aku
terpisah kan ruang dan waktu..
menyudutkan mu meninggalkan ku.
ku merasa telah kehilangan
cintamu yang telah lama hilang
kau pergi jauh karena salah ku
yang tak pernah menganggap kamu ada
asmara mengisahkan kita
mengingat ku pada dirimu
gelora mengingat ku
bahwa cinta mu telah merasuk jantung ku.
sejujurnya ku tak bisa
hidup tanpa ada kamu aku gila
seandainya kamu bisa
mengulang kembali cinta kita
takkan ku sia siakan kamu lagi
kehilangan.........(firman)
Hafiz membuang nafas, menghapus air matanya... penyesalan itu rasanya semakin menyiksa.
****
Malam hari Yasmin dan Kahfi sampai di rumah,
Sinta tersenyum menyambut kedatangan mereka berdua.
"gimana honeymoon nya? resa pulang duluan?"
ucap Sinta saat keduanya duduk di sofa.
"ya, mi padahal Yasmin seneng ada temennya!
ucap Yasmin bersandar pada kahfi, sungguh perjalanan yang melelahkan namun menyenangkan.
"ya udah kalian ke kamar langsung istirahat saja!"
ucap Sinta beranjak melihat pembantu membawa barang bawaan Yasmin.
"Ya Mi, oh ya, di koper warna biru itu, oleh oleh buat pembantu rumah sama satpam, buat supir juga ada,kalau punya Mami ada di paper bag warna putih..!"
ucap Yasmin menjelaskan semuanya, ingin membagikan oleh oleh saat itu juga.
"terima kasih non....!"
ucap pembantu tersenyum.
"ya Bi, Yasmin udah kasih nama satu persatu.. jadi tidak akan tertukar bi!"
ucap Yasmin menjelaskan,kemudian berjalan bersama kahfi memasuki kamar.
"Yasmin ke kamar ya mi...!"
"ya.. kalian istirahat !"
ucap Sinta tersenyum, tak menyangka Yasmin membelikan oleh-oleh untuk pembantu rumah termasuk kedua satpam yang berjaga di rumah mereka, Yasmin memang anak yang baik,tak salah Kahfi memilih nya.
**
"Abang.....!"
tutur Yasmin saat Kahfi menghempaskan tubuhnya di ranjang.
"kangen banget sama ranjang ini....!"
ucap kahfi membuat Yasmin menautkan kedua alisnya.
"apa sih gak jelas banget bang!"
ucap Yasmin beranjak bangun.
"mau kemana?
Abang tuh kangen sama kamu de, ngerti nggak sih?"
ucap kahfi menahan langkah Yasmin.
"mau mandi bang, masa langsung tidur!
__ADS_1
gimana kalau baju ini ada virusnya? Yasmin gerah mau mandi"
"oh gitu, ya udah sekalian ya ..!" ucap kahfi menaikkan alisnya.
"hah....apa sih Bang?"
kahfi terkekeh kemudian membawa istrinya itu kedalam kamar mandi.
**
pagi menjelang, Yasmin sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk kahfi berangkat ke kantor. tak terasa waktu berlalu kini keduanya harus kembali menjemput rezeki.
"ini bang... udah Yasmin siapin baju sama yang lain nya!"
ucap Yasmin saat kahfi keluar dari kamar mandi.
Setelah menunaikan shalat subuh,
kahfi pergi keluar untuk berolahraga, sementara Yasmin ikut nimbrung di dapur bersama Sinta.
"Alhamdulillah... nikmat mana lagi yang Engkau dusta kan...!"
ucap Kahfi mencium pipi Yasmin singkat.
"terima kasih.......!" ucap kahfi kemudian
beralih mengecup bibir Yasmin singkat.
Yasmin terkesiap seketika.
"Abang..............!
handuk nya melorot..!"
ucap Yasmin berteriak lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan.
kahfi terkekeh geli melihat tingkah Yasmin yang menutup wajahnya dengan tangan, lalu memeluk istrinya itu dari belakang.
"Abang... jangan aneh aneh ya!"
ucap Yasmin geli kemudian meninggalkan kahfi yang terkekeh sendiri.
"kenapa non...?"
ucap pembantu rumah melihat bergidik sambil tersenyum.
"kenapa Yasmin....!"
ucap Sinta saat Yasmin tiba di kursi makan.
"itu biasa,bang Afi jail mi...!"
ucap Yasmin sambil mengambil beberapa piring.
"udah gak usah Yasmin...!
Kamu kan udah rapi, biar Sama bibi aja!"
"sayang.......!"
ucap kahfi dari atas memanggil Yasmin.
"apa bang? udah siap belum? ayo sarapan bang!"
ucap Yasmin,namun kahfi kembali masuk ke dalam kamar.
"coba samperin Yas.... mungkin Kahfi butuh sesuatu..!"
ucap Sinta dan di angguki oleh Yasmin.
"kenapa bang?"
ucap Yasmin masuk ke dalam kamar, terlihat kahfi sudah siap dengan kemeja dan jas nya.
"Abang butuh sisir... kamu simpan dimana sayang?"
ucap kahfi membuat Yasmin mengernyitkan alisnya nya.
"ini ada bang.....!" ucap Yasmin mengambil sisir di dalam laci meja.
"emang nyari sisir kemana sih?"
ucap Yasmin kemudian menyisir rambut Kahfi yang berantakan.
"terima kasih...... cinta!"
ucap kahfi membuat Yasmin tersenyum.
bersambung...
😍😍😍😍
disini ada yang suka seperti Yasmin dan kahfi..?
sesuatu yang biasa namun terkesan Indah...
😍😍
__ADS_1
Author tunggu ya komentar nya ..and like nya..