
kahfi tersenyum menatap perempuan yang tak segan bersandar pada nya meski di depan teman-temannya, sebenarnya Yasmin melakukan hal itu ingin meyakinkan Wulan bahwa ia dan Lutfhi hanya sebatas masa lalu,
Yasmin tahu keraguan yang di rasakan oleh wulan.
beberapa hari yang lalu mereka berdua tak sengaja bertemu, saat itu Yasmin Tengah mengikuti Rama untuk bertemu dengan salah satu klien yang mengajak miting di luar kantor.
karena merasa kangen jam istirahat itu Yasmin habis kan bersama wulan.
"gimana hubungan kamu sama kak lutfhi lan?"
Yasmin membuka obrolan.
"gak tahu Yas,aku sebenarnya gak enak sama kamu!"
"gak enak kenapa?"
"yas..aku mau jujur boleh?"
"Jujur aja lan, kenapa mesti sungkan seperti itu!
kamu itu sahabat aku Wulan, bahkan aku anggap Kamu dan sela seperti saudara aku sendiri!"
"ya Yas.. aku tahu itu...!"
"lalu?"
Yasmin menilik Wajah Wulan yang tampak ragu.
"Yasmin maafin aku ya!
sebenarnya aku udah lama suka sama kak lutfhi...!"
Yasmin terdiam mendengarkan ucapan Wulan yang sedikit terbata,
"tapi aku undur diri saat aku tahu kalau kak Lutfhi itu suka bahkan cinta sama kamu!"
"itu dulu Lan, kenapa harus membahas masalah itu?
bahkan sekarang aku udah nikah sama bang Afi"
"ya aku tahu, tapi aku ragu pada kak Lutfhi Yas, karena aku tahu bagaimana kak Lutfhi sama kamu!"
"astaga Wulan...jangan berpikir seperti itu, kak Lutfhi dan aku hanya masalalu, lagi pula itu bukan cinta..itu hanya sebuah obsesi"
tutur Yasmin meyakinkan Wulan jika keadaan saat ini sudah berbeda, dan Yasmin yakin jika apa yang saat ini Lutfhi rasakan bersama Wulan itu cinta yang sebenarnya.
"lan..aku gak bisa pungkiri keadaan dulu, tapi dari awal kamu tahu kan aku cuma anggap Lutfhi seperti kakak ku sendiri..."
Wulan termenung mengingat kejadian semalam saat Lutfhi melamar nya.
"lan kak lutfhi itu Pria baik, aku yakin dia bisa bahagiakan kamu meski sudah ada ratu!
yakin kan perasaan kamu lan, karena penyesalan itu bukan di depan tapi di belakang"
****
"gimana nih ada kabar baik gak buat aku?"
Tanya Yasmin sambil menilik Wulan dan Luthfi.
"ya Yas,kita mau tunangan akhir pekan yang akan datang!"
kata Wulan tersipu , beberapa hari ini wulan meyakinkan dirinya tentang Lutfhi.
"berita bagus...aku ikut senang!"
ucap Yasmin menggenggam tangan kahfi.
"oh ya .. Yasmin lupa,hal ini selalu terlewat kan!
Yasmin selalu lupa bertanya tentang jumlah uang yang Waktu itu kak Lutfhi bayar untuk perbaikan mobil bang Afi yang lecet karena motor Yasmin!
__ADS_1
Yasmin mau ganti!"
ucap Yasmin menoleh pada kahfi.
"dua juta...!"
ucap kahfi masih mengingat hari dimana pertama kali ia bertemu dengan Yasmin.
"nanti Yasmin transfer ya ke calon istri!"
Yasmin tersenyum.
"gak usah Yas,aku ikhlas..aku udah anggap kamu seperti adik ku sendiri!"
ucap Lutfhi menggenggam tangan wulan,
Lutfhi ingin meyakinkan Wulan bahwa ia dan Yasmin hanya masalalu.
"oh gitu!"
"ya gak apa-apa kan pak kahfi saya anggap Yasmin seperti adik saya!"
"ya gak apa-apa... dari pada anggap mantan!"
ucap kahfi santai karena ia juga menerima bagian part kedekatan Yasmin dengan Luthfi yang hanya sesaat itu.
begitu juga dengan sela mereka berdua juga sudah memiliki perencanaan ke jenjang selanjutnya.
Yasmin tersenyum senang melihat kedua sahabatnya telah memiliki kebahagiaan seperti dirinya saat ini.
***
"bang!" ucap Yasmin naik ke ranjang..
rambut nya tergerai indah,
kedua sahabatnya sudah pulang setelah puas ngobrol dan makan, bahkan Lutfhi dan Hasan bermain PS bersama kahfi dan rama yang ikut nimbrung kebersamaan mereka.
ucap kahfi memeluk istrinya itu..
"Abang gak berpikir macam-macam kan soal penuturan kak Lutfhi tadi."
"gak ... Abang paham,ya Abang tahu Lutfhi itu mahasiswa yang baik dan berprestasi di kampus,ia juga anggota senat..
namun image nya langsung turun setelah insiden perkelahian itu, mungkin benar yang dikatakan Lutfhi ia sayang sama kamu hanya sebatas menganggap adik, ya itu dia lakukan juga untuk meraih kebahagiaan nya bersama Wulan,Abang rasa mereka memang cocok!
seperti kita!"
bisik Kahfi di telinga Yasmin.
Yasmin tersenyum membiarkan pria itu memberikan sentuhan cinta seperti malam malam sebelumnya.
***
pagi menjelang Kahfi menarik tangan Yasmin untuk tidak kembali tarik selimut, cuaca Minggu itu cukup cerah tak seperti hari hari kemarin yang di basahi oleh air hujan.
"mau kemana sih bang?"
tanya Yasmin melihat kahfi mengeluarkan dua sepeda dari bagasi.
"olahraga pagi ! kita ke Monas yuk!"
Yasmin mengangguk kemudian kembali masuk untuk berganti pakaian,
kahfi tersenyum menatap Yasmin yang sudah Rapi dengan celana training berwarna hitam sedikit longgar, dengan kaos tangan panjang berwarna merah maroon sewarna dengan kaos yang Kahfi pakai.
kahfi meraih tangan Yasmin untuk mendekati sepeda, kemudian memakaikan topi di kepala Yasmin yang berbalut kerudung segi empat yang menutupi dadanya.
kahfi senang tanpa di suruh Yasmin mengerti sendiri dengan hartanya yang harus ia jaga.
perempuan itu tulang rusuk, pepatah mengatakan jika kamu memaksa nya untuk lurus maka ia akan patah, namun jika kamu meluruskan nya dengan lembut maka ia akan menurut.
__ADS_1
"tulang rusuk ku!" bisik kahfi kemudian mencium bibir Yasmin sekilas,
"Abang...!"
Yasmin tersipu menempel kan kepalanya pada dada bidang suami nya itu.
keduanya terdiam mengingat cerita indah semalam.
didalam rumah dua pasangan yang memperhatikan mereka tampak geleng kepala.
hehehe
ngintip..
kahfi mengayuh sepeda berjajar dengan Yasmin, karena cuaca Masih pagi jalanan tampak lengang.
tak lama mereka sampai di jalanan yang mengarah ke gerbang pintu Monas.
pepohonan hijau membuat udara pagi itu tampak sejuk.
terlihat beberapa orang berolahraga pagi, menyusuri jalanan sambil berlari kecil.
setelah puas berkeliling Yasmin memilih sarapan untuk mereka berdua.
"bubur aja bang!"
kata Yasmin kemudian menunjuk ke arah pedagang grobak yang menjual bubur ayam.
"ya udah ayo!"
ucap kahfi menarik sepedanya berjalan beriringan bersama perempuan tercantik nya itu.
"kahfi....!"
ucap seorang perempuan mengehentikan langkah mereka,
terlihat perempuan cantik memakai celana hotpants berwarna hitam dengan kaos strit berwarna putih menampakkan Perut nya yang rata.
sudah pasti paha nya yang putih dan dadanya tercetak jelas.
"Alexa..!"
ucap kahfi tak sedikit pun memperhatikan penampilan janda beranak satu itu.
"kalian abis olahraga juga!"
"ya,kita mau beli sarapan!"
Yasmin menilik penampilan Alexa yang begitu ****.
"ya udah duluan ya alexa!"
ucap kahfi kemudian menarik tangan Yasmin pelan untuk kembali melangkah.
"jangan berpikir Abang akan tergiur dengan penampilan Alexa yang murahan itu, karena bagi Abang justru yang tertutup lebih mahal dan membuat siapapun yang melihatnya terpukau! tapi keindahan itu hanya untuk Abang seorang"
bisik kahfi di telinga Yasmin saat keduanya duduk di kursi tempat penjual bubur ayam tersebut, tanpa sadar di belakang ada seorang pria yang tak sengaja mendengar penuturan kahfi.
seseorang yang belum sempat merasakan keindahan itu...
bersambung...
good night para reader...
Terima kasih yang udah kasih like and bersedia komentar, terima kasih sekali...
😍😍😍
jangan lupa jaga kesehatan ya, tidur yang cukup dan sempatkan berolahraga dengan orang terkasih.
🤭🤭🤭😍
__ADS_1