
Yasmin sudah bersiap menunggu Kahfi untuk pergi kontrol ke dokter kandungan.
perempuan itu selalu tampil cantik meski dengan make up tipis seperti permintaan sang suami yang semakin protektif itu.
"sayang.......!"
ucap kahfi masuk ke dalam kamar, terlihat Yasmin sedang membereskan peralatan makeup nya.
"Yasmin pikir Abang masih di jalan!"
"emang kenapa?"
ucap kahfi meraih pinggang perempuan itu.
menilik wajah perempuan cantik yang selalu membuat nya rindu.
"bang....!"
"HM.....!"
ucap kahfi kemudian meraih bibir istri nya itu sekilas.
"ayo berangkat sekarang?!"
ucap Yasmin menahan bibir Kahfi dengan telunjuk nya.
kahfi terkekeh kemudian menarik tangan Yasmin pelan keluar dari kamar.
tak lama mereka sampai di rumah sakit dan langsung menuju tempat pemeriksaan tersebut, terlihat beberapa ibu hamil sudah menuggu.
Yasmin duduk di samping kahfi sambil bersandar, rasanya ngantuk dan ingin terlelap.
"kenapa?" bisik kahfi di telinga Yasmin.
"ngantuk...tapi setelah kontrol ini, kita ke mall ya bang ....!"
"mau nonton?"
"gak Yasmin mau jalan jalan aja bang, makan juga boleh!"
"ya udah! nanti pulang nya!"
ucap kahfi mengelus punggung istri nya itu.
setelah beberapa lama menunggu akhirnya giliran mereka yang masuk.
kahfi berdiri di samping Yasmin dan melihat dokter memeriksa, mengecek detak jantung bayi..
kahfi tersenyum mendengar detak jantung bayi mereka.
"Alhamdulillah.. normal,bagus!"
ucap dokter Tersenyum Kemudian melakukan pemeriksaan USG.
terlihat janin sudah sebesar bola golf dengan panjang badan dari kepala sampai kaki bisa lebih dari tiga sentimeter,kini bayi sudah resmi bergelar janin dan bukan lagi embrio.sebab pada usia ini ekor berudrunya sudah menghilangkan serta, mata ,telinga, hidung dan semua organ dalam si kecil sudah terbentuk secara perlahan.
"Alhamdulillah.. tidak ada masalah, perkembangan nya juga baik..ibu dan calon bayi nya juga sehat!"
ucap dokter Tersenyum kemudian merapikan pakaian Yasmin.
"untuk Minggu kedepannya bisa ya kalau ingin tahu jenis kelamin nya...!"
Yasmin dan kahfi saling menoleh.
"gimana yang?"
"ya udah.... yang terpenting sekarang bayi nya sehat!"
setelah itu dokter meresepkan Obat dan vitamin, meski pun mual dan muntah sudah berkurang tapi Kahfi tetap meminta resep obat nya.khawatir Yasmin kembali mengalami hal itu.
kahfi melajukan mobilnya menuju mall seperti permintaan sang istri, keduanya berjalan-jalan di sekitar mall tersebut melihat lihat pakaian bayi, namun sesuai instruksi dari sang mami,Sinta melarang Yasmin untuk mempersiapkan hal seperti itu dari sekarang.
"nanti saja kalau sudah hamil besar baru beli perlengkapan bayi nya,, masih lama juga fi!"
ucap Sinta saat mereka sedang berbelanja kebutuhan rumah kala itu.
__ADS_1
"oh gitu ya mi...!"
"ya nanti saja...!"
ucap Sinta tak menjelaskan secara detail.
"beli baju buat ibu nya aja Dulu!"
ucap kahfi, Yasmin menoleh seketika kemudian kembali melangkah kan kaki nya menuju tempat tidur bayi.
"baju Yasmin masih banyak bang , masih pada muat tahu kan kalau perutnya belum buncit!"
"ya tapi itu gak jadi masalah sayang, kata dokter yang terpenting hasil pemeriksaan nya bagus, perkembangan bayi kita normal tidak ada masalah!"
"ya bang, ya udah bang kita pulang aja Yasmin capek!"
"ya udah ..!"
ucap kahfi menggenggam erat tangan istrinya itu.
saat hendak keluar,, menuju basman tiba tiba seseorang mengahampiri kahfi.
"kahfi......!"
ucap Pria separuh baya itu.
"pak Anwar...!"
ucap kahfi tersenyum kemudian mereka berpelukan.
Anwar merupakan kolega bisnis nya yang berada di luar kota,dulu mereka pernah bekerja sama.
"ini istri saya.. Yasmin!"
ucap kahfi memperkenalkan Yasmin pada Anwar.
"cantik......!"
ucap Anwar terkekeh, Yasmin tersenyum kecil menanggapi.
"saya minta nomor kamu fi ,ada yang mau saya obrolkan nanti..!"
ucap kahfi merau ponsel di kantong celana.
"bang Yasmin duluan ya, nuggu di mobil"
ucap Yasmin kemudian berjalan sendirian meninggalkan kahfi bersama pria paruh baya itu.
Yasmin berjalan santai menuju mobil nya, menengok ke belakang terlihat Kahfi berlari kecil mengejar nya.
Yasmin menengok ke kanan dan kiri, namun siapa yang tahu jika di belokan mobil melaju kencang..
Hafiz yang baru keluar dari mobil melihat mobil melaju kencang dan melihat siapa yang berada di hadapan mobil itu,
cepat Hafiz memberikan Nabila pada Alisa, baby sitter Nabila.
"Yasmin.............!"
ucap Hafiz berlari cepat,
Yasmin terperangah melihat mobil melaju kencang di hadapan nya,
"ah...........!"
ucap Yasmin terkesiap saat seseorang mendorong nya hingga tersungkur.
"astagfirullah......bang Hafiz..."
Hafiz cepat menggapai tubuh Yasmin dan mendorong nya hingga membuat dirinya lah yang tertabrak mobil tersebut.
"ya Allah... hafiz!"
ucap kahfi berlari saat melihat tubuh Hafiz terpental, tertabrak mobil tersebut.
"bang ......!"
__ADS_1
ucap Yasmin bangun menghampiri Hafiz bersama kahfi..
sebelum nya Alisa lah yang lebih dulu berlari mengahampiri Hafiz yang tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengucur di pelipis nya.
"tolong..................!"
ucap Alisa berteriak sambil memegang Nabila.
"Hafiz.......!"
ucap kahfi bergegas mengangkat tubuh Hafiz dibantu beberapa orang yang datang membantu.
disini lah mereka sekarang menuggu dokter memeriksa keadaan Hafiz,
Yasmin terisak bersandar pada tubuh suaminya
kejadian itu berlangsung begitu cepat, ia tak menyangka jika Hafiz menolong nya dari kecelakaan itu, tak terbayangkan jika ia lah yang tertabrak mobil tersebut.
"sayang kamu gak apa-apa?" ucap Rama dan marisa langsung datang ke rumah sakit saat mendengar inseden kecelakaan itu dari Kahfi.
"ayah.....!"
ucap Yasmin menoleh.
"bagaimana ceritanya fi?"
ucap Rama duduk di dekat kahfi.
Marisa duduk di samping Yasmin dan memeluk putri nya itu.
kahfi menceritakan semuanya pada Rama kejadian yang tidak bisa dihindarkan itu.
"trus gimana supir sama Mobil nya sudah di tangkap?"
"udah yah! Rayan sedang mengurus semua nya!"
ucap kahfi menjelaskan, tak lama Ibrahim dan Rina menghampiri mereka.
"kahfi, Yasmin....
bagaimana keadaan hafiz?"
Ibrahim langsung datang kerumah sakit bersama Rina saat mendengar dari Kahfi tentang insiden kecelakaan itu.
"maaf Pih bang Hafiz terluka karena tolong Yasmin...!"
ucap Yasmin sambil menggenggam tangan kahfi.
kahfi kembali menceritakan insiden itu pada Ibrahim dan Rina.
"papih gak menyalahkan kamu Yasmin, ini musibah..!
jangan menangis lagi?"
ucap Ibrahim dan di angguki oleh Rina.
Rama merasa Lega karena mereka tidak marah, karena memang hal itu bukan karena kesengajaan.
terlihat Nabila tertidur pulas di pangkuan Alisa, perempuan yang pertama kali merengkuh tubuh Hafiz.
tampak keibuan, ia pun seperti begitu menyayangi Nabila. beberapa kali Yasmin melihat mereka bersama.
Kini mereka semua sedang menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan,
"lain kali jangan berjalan sendirian lagi!
Abang gak bisa membayangkan jika hal itu terjadi sama kamu!"
ucap kahfi merengkuh tubuh Yasmin yang lemas, lutut nya pun sedikit terluka karena Hafiz mendorong nya untuk menghindari mobil tersebut.
tak lama dokter keluar dan semua berdiri menatap wajah Dokter itu.
"bagaimana keadaan anak saya dokter?!"
tanya Ibrahim cemas.
__ADS_1
bersambung.
mari para reader tercinta tinggal kan jejak nya,like and komentar nya ya 😍😍😍😍