
seminggu ini Yasmin fokus belajar mengejar ketertinggalannya, meski ia akan pindah tapi setidaknya ia bisa membawa nilai yang lebih baik untuk nya nanti di kampus yang baru.
weekend ini Yasmin memutuskan untuk pulang kerumah ibu menggunakan kendaraan roda empat nya. setelah Rama bercerita tentang penolakan Marisa terhadap dirinya.
"ada apa?"
ucap Marisa saat Rama sampai di rumah nya.
"Risa ......!" ucap Rama terhenti saat melihat reaksi Marisa yang tak suka Rama memanggil nya dengan sebutan itu.
karena dulu hal itu menjadi panggilan sayang Rama pada Marisa sebelum Rama menorehkan luka yang sampai saat ini masih membekas di hati.
"tak adakah maaf untuk ku..? aku sadar aku banyak salah tapi satu hal yang harus kamu tahu! aku menyesal!"
"sesal mu tak berarti apa-apa!"
ucap Marisa dingin tanpa menoleh.
"aku janji akan berubah,aku janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi.
beri aku kesempatan Risa, untuk Yasmin"
ucap Rama memohon.
"jangan bawa bawa Yasmin...apa kamu gak sadar kalau semua yang terjadi itu karena kamu!"
ucap Marisa dengan dada yang bergemuruh, cukup lama ia menahan kesakitan nya.
ingin rasanya mencaci dan memakai seperti yang di lakukan oleh Yasmin pada Hafiz, namun Marisa lebih memilih diam dan mengalah, yakin bahwa Tuhan tidak tidur.
sekarang tuhan menunjukkan nya pada Marisa, bagaimana cara Tuhan menyadarkan Rama.
meski berimbas pada Yasmin.
berbeda dengan Hafiz, Rama lebih rapi menyimpan Helen meski hal itu tetap membuat rumah tangga nya berantakan.
"maafkan aku Risa, aku ingin memperbaiki semuanya! aku mohon maaf kan aku!"
ucap Rama kembali memohon, meski Marisa terus menggeleng kan kepalanya.
weekend ini juga Rina membuat acara syukuran untuk kandungan kanza yang berusia tujuh bulan.. Ibrahim sempat Melarang namun Rina tetap membuat acara tersebut.
karena Rina pikir Hafiz dan Yasmin sudah resmi bercerai, berulang kali Hafiz berusaha menemui Yasmin untuk mediasi namun berulang kali juga Yasmin menolak.
"mediasi untuk apa?"
ucap Yasmin terakhir kali mereka bertemu.
Hafiz meminta Yasmin untuk berbicara sebentar untuk membicarakan perceraian mereka.
"Kamu udah bulat mau pisah sama Abang Yas?"
ucap Hafiz bertanya berharap Yasmin mau kembali.
keduanya duduk di bangku taman yang memanjang, untuk kali ini Yasmin tak lari dari Hafiz.
Yasmin harus menyelesaikan masalah ini.
"Kenapa Abang masih nanya soal itu? Yasmin udah yakin! Dan gak akan berubah pikiran lagi, sudah cukup rasa sakit yang Abang kasih buat Yasmin,sabar Yasmin sudah gak bersisa lagi! harus nya Abang sadar mungkin Yasmin masih bisa bertahan kalau aja Abang gak menerima begitu saja kehadiran kanza dirumah yang Abang bilang hadiah pernikahan kita, Abang tega membuat sejarah pahit dirumah itu!"
ucap Yasmin menahan air matanya,
'jangan menangis Yasmin'
ucap Yasmin menguatkan hati nya.
"Abang minta maaf, kenapa kamu hak menolak saat Abang meminta izin Yas!"
ucap Hafiz masih tak sadar.
__ADS_1
"Abang punya hati gak sih?Abang gak tahu betapa sakit nya Yasmin dengan mudah nya Abang menorehkan kenangan pahit dirumah itu.. Indah Buat kalian berdua tapi buat aku berbanding terbalik... kalau sekarang Abang menyesal karena belum menyentuh Yasmin, siapa yang salah?
saking nikmatnya bersama kanza Abang tak membutuhkan semua itu dari Yasmin....!"
ucap Yasmin dengan gemeretak gigi nya.
seperti ini mediasi yang di harapkan?
"sekarang apa yang Abang Mau? memperbaiki semuanya begitu?
memperbaiki... apa yang harus di perbaiki? karena dari awal Abang sudah menghancurkan semua nya sebelum ikrar itu terucap.. Yasmin benci!"
semoga untuk yang terakhir kali aku menangis mengingat semua luka.
Hafiz membisu mendengar penuturan Yasmin yang langsung mencambuk hatinya.
ia memang salah......
"maafkan Abang yas? Kalau kamu mau kembali sama Abang, Abang akan menceraikan kanza?"
ucap Hafiz dengan mudahnya membuat Yasmin semakin meradang.
"mudahnya Abang mengatakan perceraian? dimana perasaan Abang? Abang pikir kami kaum perempuan mau di perlakukan seperti itu?"
ucap Yasmin membuat Hafiz membisu.
"kasihan kanza bang? dia itu lagi hamil! kenapa sih Abang seegois ini..... Yasmin semakin yakin untuk berpisah dan jauh dari Abang!
cukup bang... jangan sakiti kami kaum lemah yang butuh kasih sayang bukan Abang perlakuan seperti ini, cukup Yasmin yang Abang sakiti..... jangan lagi Abang berbuat seperti itu!"
ucap Yasmin Terisak.
gelisah
yang kini aku rasakan
membuat aku tersiksa
kecewa
tlah kau dustai cintaku
membuat hatiku luka
dan kau campakan
aku sendiri..
mengapa cinta ku s'lalu terhempas
dalam badai kehidupan
yang menerpa diriku
mengapa bunga cinta yang ku tanam
layu jatuh berguguran
tiada lagi harapan
yang ku impikan semua tak hilang....
(Inka Kristi_belenggu cinta)
"maafkan Abang yas.....!"
Yasmin menangis terisak tak mengerti dengan pemikiran Hafiz.
"kalau Abang sayang sama Yasmin, biar kan Yasmin pergi!"
__ADS_1
ucap Yasmin kemudian keduanya terdiam
merenungi apa yang terjadi dalam kehidupan.
Yasmin terpaku saat melihat mobil kahfi melewati nya, melihat nya bersama Hafiz.
kahfi sendiri terdiam melihat Yasmin dan Hafiz duduk berdua di taman,ia tak punya hak untuk bertanya mereka sedang apa?
siapa dirinya.....?
beberapa hari tak bertemu dengan Yasmin, saat bertemu Kahfi justru melihat sesuatu yang membuat nya sesak...
dengan pikiran tak menentu akhirnya Yasmin sampai di rumah Marisa, saat ini ia hanya ingin keluarga nya utuh.
tak ingin lagi memikirkan yang lain.
"Yasmin....!"
ucap Marisa saat Yasmin sampai di depan rumah.
"assalamualaikum Bu....!" ucap Yasmin tersenyum memeluk perempuan yang masih saja cantik meski telah kepala empat.
"sayang.... gimana kabar kamu?"
ucap Marisa mengajak Yasmin masuk ke dalam.
"baik Bu ....!"
ucap Yasmin duduk bersama Marisa.
"Bu ... Yasmin mau ikut ayah ke Rusia?"
ucap Yasmin membuka obrolan karena tak ada gunanya Berbasa-basi.
Marisa diam menanggapi hal itu.
"Yasmin.... kamu yakin?"
"ya Yasmin mau ibu ikut?" ucap Yasmin menyentuh tangan Marisa namun Marisa langsung menarik nya..
"jangan bilang kalau kamu mau minta ibu untuk kembali sama ayah kamu yas?"
ucap Marisa menatap Yasmin tajam.
pasti Rama yang meminta Yasmin untuk membujuk nya.
"Yasmin mau keluarga yang utuh seperti teman teman Yasmin Bu... Yasmin gak mau ninggalin ibu disini, tapi di sini Yasmin gak bisa melangkah!"
ucap Yasmin Terisak.
"harus nya kamu paham apa yang ibu rasakan Yas.... semua tak semudah itu!
kita tidak bisa menyamakan cerita kita dengan cerita orang lain...!"
"tapi kenapa Bu...? ayah janji akan berubah!"
ucap Yasmin menunduk tak kuat lagi menahan air matanya.
"tak semudah itu Yas, bayangkan jika posisi ibu ada pada kamu? apa kamu mau kembali dengan Hafiz setelah dia menyakitimu...?"
ucap Marisa lirih, ia pun menangis...
"Yasmin akan bertahan untuk anak, karena Yasmin tahu rasanya terpecah belah..."
ucap Yasmin kemudian pergi.
"Yasmin..........!"
ucap Marisa namun Yasmin tak menggubris, pergi membawa mobil nya menjauh.
__ADS_1
bersambung....