Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
saudara kandung.


__ADS_3

Yasmin dan Kahfi kembali kerumah sakit, keduanya berjalan di koridor dan berpapasan dengan Hafiz yang juga baru Keluar dari ruangan pengobatan nya.


langkah keduanya terhenti saat melihat Hafiz dan Alisa.


"Hafiz......?


sudah mau pulang?"


ucap kahfi yang bertanya lebih dulu sambil menggenggam tangan istrinya.


"ya ......!"


ucap Hafiz singkat..


"ayo Alisa ...kami duluan!"


ucap Hafiz tersenyum kecil kemudian membuang nafas nya.


"ya hati hati....!


ayo sayang!"


ucap kahfi menarik tangan Yasmin.


Hafiz termenung sendiri memikirkan ucapan Kahfi saat itu,


"berhenti lah untuk menengok kebelakang fiz, jika apa yang ada di depan mu tak mampu membuat mu memilih, coba lah untuk menengok ke samping...."


ucap kahfi menepuk pundak Hafiz memberikan Hafiz kesadaran,bahwa ia tak pernah sedikitpun melirik pada perempuan yang selalu berada di samping nya.


Hafiz menoleh pada Alisa yang sedang duduk di samping nya sambil memainkan ponselnya.


Hafiz membuang nafas, apa perempuan seperti dia mau menerima nya, ia bahkan tahu bagaimana buruknya seorang Hafiz.


***


"Jangan mikirin Hafiz!"


ucap kahfi saat keduanya duduk di sofa,


Marisa sendiri sudah masuk ke dalam ruang operasi bersama Rama.


Yasmin menautkan kedua alisnya mendengar tuduhan Kahfi yang membuat nya tak nyaman.


"siapa yang mikirin bang Hafiz sih bang!"


ucap Yasmin sambil mendelik tajam pada kahfi.


"dengar sayang...!"


ucap kahfi yang memeluk nya dari belakang.


"dia sakit....karena menolong kamu!


tapi kita juga sudah bertanggung jawab dengan mengurusi semua keperluan untuk kesembuhan nya...nah dia gimana sama kamu?


dia gak bertanggung jawab kan, dia membuat kamu sakit bukan hanya fisik tapi mental, dengan apa yang sudah di lakukan nya, kamu berusaha untuk sembuh sendiri dari rasa sakit yang ia torehkan sama kamu, jadi kamu Jangan merasa berhutang sama Hafiz.


di hanya terluka raga, tapi kamu hati....!"


ucap kahfi panjang membuat Yasmin membeku.


"ya Yasmin tahu, tapi Yasmin emang gak mikirin bang Hafiz...!"


ucap Yasmin menoleh ke belakang.


"ya Abang kan gak tahu... karena dalam nya lautan bisa di Selami ,tapi pikiran dan hati manusia tak ada yang bisa tahu ..!"


"astaga .. Abang tuh nyebelin banget sih!


Yasmin tuh mesti gimana sih....?!"


ucap Yasmin memijat keningnya nya sendiri..


"ya Abang percaya!"


ucap kahfi masih mendekap tubuh istrinya itu.


"tahu ah .......!"


ucap Yasmin sambil memberangut.

__ADS_1


kahfi terkekeh kecil kemudian mencium pipi Yasmin berulang kali.


Yang di katakan kahfi memang benar adanya, semua takkan terganti.. tapi Yasmin sendiri sudah mengikhlaskan semua nya, karena Apa Yang ia dapatkan saat ini mampu membuat nya melupakan bagaimana kepiluan nya dulu.


Yasmin dan kahfi berjalan menuju ruang operasi, Yasmin ingin menunggu Ayah dan ibunya keluar dari ruangan itu.


ingin mendengar suara adik nya nanti jika sudah keluar.


keduanya duduk di kursi tunggu ruangan itu, Yasmin bersandar pada tubuh suaminya itu, biasanya Jam segitu ia tidur.


beberapa kali Yasmin menguap, menutup mulutnya dengan tangan.


"ngantuk bang!


makan baso pedas enak kayaknya bang!"


"gak boleh!


ini gak ada kapok kapok nya ya?!"


ucap kahfi mencubit pipi Yasmin gemas.


Yasmin terkekeh kecil mendapatkan perlakuan itu dari Kahfi.


"bercanda bang!"


ucap Yasmin mendekap tubuh kahfi.


setelah kejadian pagi itu, Yasmin berusaha move on dari pedas, meski rasa nya hambar tapi Yasmin mencoba untuk menuruti nasihat dari sang suami dan dokter.


Yasmin terkesiap saat mendengar suara bayi menangis,


"bang .... Alhamdulillah,bayi nya udah keluar!"


ucap Yasmin tersenyum.


beberapa menit kemudian Rama keluar dengan membawa bayinya.


"ayah....!"


ucap Yasmin beranjak dari duduknya.


"Yasmin, lihat adik kamu!"


Yasmin tersenyum menatap wajah bayi itu, tampan mirip sekali dengan sang ayah.


"Alhamdulillah....!"


ucap Yasmin mencium pipi bayi tersebut, kahfi pun tersenyum melihat senyum kebahagiaan dari istri nya itu.


"mau gendong?"


ucap Rama menyodorkan bayi tersebut pada Yasmin.


"Yasmin gak bisa yah ...!"


"belajar..... nanti juga kan kalian punya bayi!"


"sini ,Afi aja yah!"


ucap kahfi meraih bayi itu dari tangan Rama.


Yasmin terkekeh kecil, matanya berkaca-kaca melihat kahfi menggendong bayi itu tanpa merasa takut.


"sini sayang!"


ucap kahfi sambil memeluk pinggang istri nya itu.


hal ini juga yang sedang mereka nantikan.


"Abang kok udah bisa sih?"


"bisa lah .....!"


ucap kahfi mencium adik ipar nya itu.


"apa sih yang Abang gak bisa...!"


ucap kahfi membuat Yasmin terkekeh.


tak lama suster datang untuk mengambil bayi tersebut, kahfi pun memberikan bayi itu Pada suster untuk dibawa ke ruang bayi.

__ADS_1


"ibu gimana yah...?"


"baik , masih dalam masa pemulihan!


ayah juga menanti kelahiran cucu pertama ayah...!"


ucap Rama tersenyum memeluk putri nya itu.


'alhamdulilah ya Allah...engkau memberikan semua yang dulu aku tak miliki, keutuhan keluarga, saudara kandung bahkan engkau juga berikan aku suami yang baik Serta anugerah terindah....'


ucap Yasmin mengelus perut nya.


"Kenapa sayang?"


ucap kahfi Berbalik badan, keduanya baru saja melaksanakan shalat ashar berjamaah di masjid dekat rumah sakit itu.


melihat Yasmin meneteskan air matanya.


"Yasmin bahagia bang, gak tahu harus bagaimana mengucapkan syukur pada Tuhan!


karena Tuhan memberikan semua yang dulu tak Yasmin miliki...


saat Yasmin jatuh, yang pertama kali Yasmin tanya kan adalah kenapa Yasmin tidak memiliki kakak atau adik..dan sekarang Yasmin punya itu semua..


seperti hal nya seseorang pernah berkata,


kalau Yasmin bisa menjadikan suami sekaligus kakak, tempat berlindung.. berkeluh-kesah..


dan Semua itu Yasmin dapat kan dari Abang, bukan hanya kasih sayang.. tapi juga cinta!"


ucap Yasmin menunduk sambil menitikkan air mata nya.


kahfi Tersenyum kemudian merengkuh tubuh istrinya itu.


"Abang sayang sama kamu Yasmin, sayang sekali!"


ucap kahfi mendekap erat perempuan yang masih memakai mukena itu.


"Yasmin juga...!"


ucap Yasmin tersenyum.


"terima kasih ya Allah......!"


Yasmin kembali ke ruang perawatan, terlihat paman dan bibi sudah datang, Marisa juga sudah kembali ke ruangan.


"Bu......!"


ucap Yasmin menghampiri namun Marisa tertegun melihat wajah Yasmin yang sembab.


"sayang kamu kenapa?"


ucap Marisa memangku wajah putrinya itu.


Rama pun tertegun melihat hal itu, namun kahfi tampak baik baik saja..


tadi mereka pamit untuk solat ashar.


Yasmin memeluk sang ibu yang sudah banyak berkorban untuk nya, banyak jasa nya yang tak mungkin terbalaskan.


"Yasmin.....!"


"ucap Marisa mengelus punggung Yasmin.


"terima kasih Bu.. karena ibu sudah banyak berkorban untuk Yasmin,ibu sudah memberikan apa yang dulu selalu Yasmin keluhkan, Yasmin gak akan pernah bisa membalas semua kebaikan dan kasih sayang ibu!"


Marisa tersenyum sambil menitikkan air matanya.


"ya sayang...ibu sayang sekali sama kamu!


kebahagiaan kamu menjadi kebahagiaan ibu,dan kesedihan Kamu menjadi kesedihan ibu juga....!"


ucap Marisa memeluk putri nya itu.


pilu jika mengingat kisah lama tentang Yasmin yang mengeluhkan hidup nya tanpa saudara kandung.


dan kini ia memiliki saudara kandung yang selalu menjadi impian nya.


bersambung.


punya banyak saudara itu menyenangkan, punya kakak tempat berlindung, ada adik yang bisa menjadi teman bersenda gurau... saudara itu tempat Berbagi suka dan duka.

__ADS_1


semoga selalu rukun ya kakak,adik bersaudara.


🥰🥰🥰😍


__ADS_2