Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
cemburu.


__ADS_3

Yasmin terdiam menatap pria yang sedang asik berenang bersama kedua keponakan nya yang baru saja datang.


kondisi Hafiz sudah lebih baik,ia juga sudah kembali ke rumah.


kahfi sudah mendatangkan dokter terbaik spesialis tulang untuk hafiz, kahfi juga yang akan membiayai semua pengobatan Hafiz sampai sembuh.


rasa sayang Hafiz memang tidak di ragukan, namun karena kesalahan satu malam yang membuat mimpi indah nya hancur, hingga tak ada satupun kebahagiaan yang tersisa.


tak ada rasa sesal mengenal sosok Hafiz yang pada akhirnya ia mampu membuktikan rasa yang tidak pernah Yasmin percaya, meski di awal semua begitu getir terasa.


tapi ia tak bisa kembali pada masa itu, karena bagaimanapun semua tak akan pernah utuh seperti dulu,kenyataan kini pria yang berada di hadapan nya yang menaungi hatinya.


kahfi tersenyum menatap Yasmin yang duduk di kursi bersama Hani sang kakak.


"mau renang juga kak?"


ucap Yasmin melihat Hani yang sudah siap dengan baju renang muslimah lengkap dengan kerudung nya.


"ya... kakak tuh sama Kahfi, ya sama seperti Mayang dan Riko.kita tuh punya Hobi yang sama....!"


ucap Hani menilik Yasmin yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


setelah itu Hani menceburkan diri nya ke dalam kolam, mendekati kedua anak nya.


kahfi sendiri naik ke atas dan mendekati Yasmin yang duduk sendiri.


"mau yang?"


ucap kahfi berjongkok di hadapan Yasmin yang sedang memegang gelas berisi jus buah naga.


"kamu kenapa yang?


ada yang sakit?"


ucap kahfi berdiri kemudian memeluk istrinya itu dari belakang.


"Abang...basah!"


ucap Yasmin mencoba melepaskan pelukan kahfi,bukan hanya basah selain itu ada kak Hani dan dua keponakan nya.


kahfi terkekeh kemudian mencium pipi Yasmin gemas.


entah kenapa sejak peristiwa itu Yasmin jadi lebih diam, membuat Kahfi Bingung dan cemburu tidak jelas jika Yasmin menanyakan perihal kondisi Hafiz, seperti kemarin sepulang Kahfi yang melihat Hafiz melakukan terapi untuk kesembuhan kaki nya.


"bang... udah pulang?"


ucap Yasmin yang baru keluar dari kamar mandi.


"ya sayang......!"


kahfi senyum.


"gimana kondisi nya bang Hafiz?


apa ada perkembangan?"


tanya Yasmin membuat Kahfi tertegun.


"bang ......!"


panggil Yasmin yang melihat kahfi diam tak menjawab pertanyaan nya.


"Yasmin cuma mau tahu aja, Abang jangan berpikir apa-apa karena walau bagaimanapun..!"


Yasmin menghentikan ucapan nya karena kahfi yang langsung memeluk nya, seakan tak rela jika istri nya mencemaskan kondisi pria lain.


walau bagaimanapun mereka pernah dekat,

__ADS_1


pernah seperti ini...


mencium istrinya..... memeluk Yasmin.


dan kahfi takut jika Yasmin Terus memikirkan Hafiz.


"Abang....!"


ucap Yasmin terengah karena kahfi yang menjelajahi bibir nya cukup lama.


"Abang gak suka kalau kamu terlalu Memikirkan pria lain....!"


"gak terlalu... Yasmin cuma tanya, nanyain juga barusan sebelum nya gak pernah kan, tapi Kenapa Abang malah cemburu kayak gitu!"


ucap Yasmin berbalik membelakangi Kahfi sambil memanyunkan bibirnya.


kahfi merengkuh tubuh Yasmin dan mendekap nya Erat dari belakang.


"gak rela aja kalau kamu nanyain Hafiz!"


Yasmin membuang nafas dan membiarkan suaminya itu mencumbu nya sesuka hati.


***


"Afi Lo tuh ada anak kakak" ucap Hani yang melihat kahfi memeluk dan mencium istri nya itu.


kahfi terkekeh kecil mendengar penuturan Hani.


"tahu nih om kalau mau pacaran ya di dalam"


ucap Riko berceloteh berbeda dengan Mayang yang tampak acuh.


Yasmin terkekeh kecil kemudian keduanya masuk ke dalam rumah.


hari berlalu, Minggu berganti kini usia kandungan nya mencapai tujuh Bulan.seperti keinginan kahfi untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi nya, biarlah itu menjadi surprise untuk mereka nanti.


kahfi Tersenyum sambil mengelus perut istri nya itu, Yasmin sedang bersandar pada ranjang sambil memainkan ponselnya,,


"bang katanya ibu besok mau operasi Caesar.."


ucap Yasmin yang memang sedang berkomunikasi dengan Marisa.


"ya udah besok kita ke rumah sakit temani mereka"


ucap kahfi yang merebahkan tubuhnya di ranjang.


semalam tidak bisa tidur karena Yasmin yang bolak balik ke kamar mandi,


ia tak tega jika membiarkan istrinya itu sendiri.


sering merasakan pinggang nya yang sakit.


"sini....."


ucap kahfi menarik tangan Yasmin untuk berbaring.


Yasmin Meringkuk menghadap Kahfi..


"bang Yasmin nanti mau lahiran nya normal"


ucap Yasmin menatap wajah kahfi.


"apa pun itu jalan nya yang terpenting keduanya sehat dan selamat!


harus nurut sama dokter!"


ucap kahfi kemudian menarik tubuh Yasmin agar membelakangi nya, memeluk istrinya.

__ADS_1


"tidur.. Abang ngantuk!"


ucap kahfi kemudian memejamkan matanya sambil memeluk istrinya itu.


weekend ini mereka menghabiskan waktu di rumah saja, menolak ajakan kedua Temannya untuk pergi nonton.


kedua pengantin baru itu masih dalam masa masa indah,dan belum mendapatkan hasil dari usaha mereka tiap malam itu.


hehe...


**


pagi hari kedua nya sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk menemani sang ibu yang akan melahirkan,tak sabar menunggu kehadiran adik laki-laki nya.


"Yasmin..ini mami bawakan makan siang untuk kalian,mami juga bawa untuk ayah kamu.


nanti mami kesana kalau bayi nya sudah keluar"


ucap Sinta sambil memberikan paper bag berwarna biru.


"ya mi, Terima kasih"


ucap Yasmin tersenyum..


setelah itu kedua nya pamit untuk pergi.


kahfi menuntun tangan Yasmin,kini keduanya tengah berjalan di koridor rumah sakit.


"kahfi......"


ucap dokter Samy yang kini bertugas di rumah sakit itu, dokter spesialis tulang yang sengaja kahfi datang kan dari Jerman untuk mengobati mantan suami istri nya itu.


"hai dokter Samy, hari ini ada jadwal terapi untuk Hafiz...?"


ucap kahfi bertanya menoleh sekilas ke arah Yasmin.


Yasmin tersenyum kecil melihat Samy,


bukan pertama kalinya Yasmin bertemu dengan Samy, karena beberapa kali juga Samy pernah datang bersama istrinya kerumah Kahfi untuk bersilaturahmi.namun untuk melihat terapi Hafiz langsung Yasmin tidak pernah, karena kahfi yang terkadang cemburu tak jelas membuat Yasmin enggan membuat perkara ..


lebih baik diam dirumah bersama Sinta dari pada meminta ikut serta melihat proses terapi Hafiz,


banyak bertanya saja salah, apa lagi minta melihat nya langsung.


Yasmin duduk di kursi tunggu, menuggu Kahfi yang sedang berbicara dengan dokter Samy, seperti keinginan kahfi. Yasmin tak boleh lagi berjalan sendirian lagi tanpa nya Jika di luar rumah, khawatir jika mengingat kejadian silam saat kecelakaan itu terjadi.


dari jauh Yasmin melihat Hafiz yang seperti nya baru datang bersama Alisa tanpa Nabila yang mendorong kursi roda.


Hafiz Tampak lebih baik jika menilik wajah nya.


"ya Tuhan semoga mereka Berjodoh.. berikan Hafiz seorang perempuan yang baik untuk menjadi ibu Nabila....!"


ucap Yasmin dalam hati.


"sayang....ayo?"


ucap kahfi meraih tangan Yasmin pelan.


dokter Samy pun sudah berlalu.


"ada yang ingin ditanyakan....?"


ucap kahfi sambil berjalan menuntun tangan Yasmin.


"mau sih tapi aku urungkan bang, karena malas menghadapi kamu yang pasti cemburu kalau aku tanya soal bang Hafiz?"


ucap Yasmin dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2