Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
dipingit.


__ADS_3

"ibu hamil Yas .....!"


ucap Marisa dengan senyum yang mengembang, sebenarnya malu mengatakan hal itu di usia nya yang sudah mencapai Empat puluh satu Tahun, namun bukan hanya Yasmin yang mendambakan saudara kandung tapi Rama juga mengharapkan seorang putra bungsu yang kelak bisa membantu Yasmin mengurus perusahaan nya.


Yasmin berjingkrak senang seperti orang yang menang lotre undian, tanpa sadar Yasmin mengalungkan tangannya pada leher kahfi.


keduanya tertegun saling menatap,terpancar kebahagiaan dari raut wajah Yasmin.


"maaf bang!"


ucap Yasmin memundurkan tubuhnya kemudian memeluk Marisa.


"terima kasih Bu, Yasmin senang banget denger nya..!"


"ternyata ayah masih hebat ya..!"


ucap kahfi terkekeh kecil menatap wajah Yasmin dan Marisa yang memerah.


"ya dong fi..!"


ucap Rama yang menepuk pundak kahfi yang entah sejak kapan tiba tiba berada di belakang kahfi.


"aduh ayah bersyukur banget!"


ucap Rama memeluk kedua wanita yang tengah berdiri berpelukan.


ia pun tak menyangka tuhan memberikan nya kembali anugerah terindah, setelah beberapa waktu mencobanya dengan Helen hingga menempuh berbagai macam cara, namun tak ada yang berhasil, tapi dengan Marisa dengan mudah nya tuhan memberikan rezeki yang tak ternilai harganya.


"bukan cuma anak tapi ayah juga berharap sebentar lagi punya cucu!" ucap Rama membuat Yasmin dan Kahfi mematung.


"oh ya.....ini kan udah mau masuk seminggu lagi, jadi kamu sama Yasmin di pingit dulu ya!"


ucap Rama tersenyum mengerti dengan apa yang dirasakan keduanya.


"emang harus ya yah!


pakai acara kaya gitu?!"


ucap kahfi menatap wajah Yasmin yang memucat bahwa san nya rasa takut kerap kali menghantuinya.


takut sesuatu terjadi seperti dulu, saat ia dan Hafiz berjarak justru membuat keduanya mengalami masalah.


"kamu habis kan waktu selama sepekan ini untuk menimba Ilmu agama tentang kehidupan rumah tangga yang baik seperti apa? cuma jangan tanya soal poligami, kelak jadilah sepasang suami istri yang saling menjaga kesetiaan, poligami tidak salah,tapi hal itu teruntuk orang orang yang benar benar paham ilmu nya.jangan contoh Ayah!


kalau kamu takut dengan Tuhan,ayah yakin tidak akan ada yang namanya perselingkuhan"


ucap Rama memeluk pundak Yasmin.


"anak ayah ini kuat... fokus dengan Kahfi,ayah berbicara seperti ini agar kalian bisa mengambil pelajaran dari kejadian di masa lalu.


kamu paham Yasmin, Kahfi!"


"ya yah.....!" ucap keduanya berbarengan.


"good... kompak!"


ucap Rama membuat mereka terkekeh.


"tapi boleh komunikasi kan yah?"


ucap kahfi karena jujur saja ia tak bisa jika harus benar-benar jauh tanpa komunikasi.


"sebenarnya gak boleh komunikasi, biar rindu nya membuncah, pokok nya kamu bakal berterima kasih sama ayah!

__ADS_1


tapi sesekali boleh lah!"


ucap Rama memberikan keringanan pada calon pengantin itu.


"ya udah...kita makan malam dulu! setelah itu temenin saya main PS setelah itu baru boleh pulang!"


ucap Rama membuat Kahfi menepuk keningnya.


jangan di tanya soal game Rama lumayan jago, bukan hobi hanya sesekali untuk melepaskan penat saja.


Yasmin lelah beberapa kali menguap menuggu kedua pria yang sedang asik bermain game bola, sesekali tertawa karena beberapa kali Rama mencetak gol mengalahkan team Kahfi.


"bang Yasmin duluan ke kamar ya.. ngantuk!"


ucap Yasmin membuat Kahfi tertegun.


kalau sudah menikah pasti jawabannya


'nanti Abang nyusul ke kamar.... hehehe.


"ya udah tidur aja, bentar lagi Abang pulang!"


ucap kahfi senyum..


Marisa sendiri sudah lebih dulu ke kamar.


"hati hati ya bang pulang nya!"


"ya Yas......!"


setelah itu Yasmin beranjak dari duduknya berjalan memasuki kamar.


***


pagi itu Kahfi hendak pergi keluar karena ada sedikit urusan dengan Rayan, Kahfi pun pergi setelah video call dengan Yasmin.


"hati hati bang... jalanan licin Jangan pakai motor"


ucap Yasmin khawatir dengan calon suami nya itu.


pernikahan dulu justru tidak ada istilah seperti sekarang harus di pingit segala, karena waktu itu Helen yang mengurus semua nya.


bukan Marisa tidak peduli Tapi ia enggan jika harus sering berkomunikasi dengan Rama, jadi Marisa memberikan wewenang pada Helen untuk mengurus semuanya.


malahan mendekati hari pernikahan nya dengan Hafiz, Yasmin tanpa segan pergi mengikuti acara camping di kampus.


"ya Abang hati hati.. Abang sama Rayan kok! gak sendiri, Terima kasih udah perhatian sama Abang de! Abang gak sabar nunggu hari itu!"


"hehe....!"


Yasmin malah tertawa kecil mendengar penuturan kahfi.


"ya udah Abang berangkat dulu!"


ucap kahfi mengucapkan salam kemudian menutup telponnya.


****


"Yas... Abang jatuh"


ucap Kahfi membuat Yasmin membulat kan matanya.


belum sampai lima belas menit, Yasmin mendapat telpon dari Kahfi kalau mereka mengalami kecelakaan, tidak terlalu parah tapi lumayan karena kedua nya mengalami lecet lecet pada siku dan kaki.

__ADS_1


"eh mau kemana?"


ucap Marisa saat melihat Yasmin hendak pergi keluar.


"lagi di pingit..gak boleh keluar"


ucap Marisa menahan langkah Yasmin.


"astaga Bu...bang kahfi jatuh dari motor, Yasmin mau lihat keadaan nya bu"


"ya tapi tetap aja gak boleh,nanti biar ayah yang lihat kondisi Kahfi" ucap Marisa kemudian menelpon Rama untuk melihat kondisi Kahfi.


jalanan cukup licin, karena sore itu cukup padat pengendara sepeda motor dan mobil.


Rayan mengajak Kahfi untuk naik motor agar mudah menyalip ke kanan dan kiri.


Yasmin mematung sendiri tidak berani melawan ibunya itu.


Yasmin mencoba untuk menghubungi Kahfi namun nomor nya tidak aktif,


"duh angkat dong bang" ucap Yasmin saat ia berhasil menghubungi kahfi.


"Yas....." ucap kahfi melakukan panggilan video.


"Abang Dimana? Yasmin gak bisa kesitu karena ibu bilang lagi di pingit...!"


kahfi terkekeh mendengar suara Yasmin yang tampak khawatir.


"Abang kok ketawa seh...?"


"ya gak apa-apa Yasmin, Abang gak apa-apa cuma lecet Doang!"


ucap kahfi senyum, sebenarnya ia tidak ingin memberi tahu kejadian itu namun kahfi ingin tahu bagaimana reaksi perempuan yang sebentar lagi akan di nikahi nya itu, mendengar kabar jika ia kecelakaan kecil.


Yasmin tersenyum saat Rama melambaikan tangan nya, Rama langsung mendatangi rumah kahfi Saat mendengar kahfi jatuh dari motor.


"ya udah ayah pulang fi...!" ucap Rama menepuk tangan kahfi yang sedikit terluka.


"astaga punya mertua tega bener!"


ucap kahfi menggelengkan kepalanya.


"hehe... sabar ya sebentar lagi kamu akan menemukan sesuatu yang menakjubkan yang tidak akan kamu percayai!"


ucap Rama tahu jika putri nya itu masih perawan.


Marisa menceritakan semuanya pada Rama.


"maksud ayah apa, Kahfi gak ngerti!"


tutur Kahfi yang memang tidak memahami arti menakjubkan yang Rama katakan.


"ya kalau dikasih tahu gak seru! udah ya ayah pulang!"


ucap Rama kemudian pamit pada sinta.


bersambung.


lanjut besok ya... acara yang di tunggu tunggu.


jangan lupa like dan komentar nya ya,


terima kasih 🥰🥰😊😍

__ADS_1


__ADS_2