
beberapa hari kemudian..
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.
Yasmin membereskan semua berkas pekerjaan nya, kemudian melangkah menuju ruangan kebesaran Rama.
"sayang..."
ucap Rama melihat Yasmin menghampiri nya.
"ayah...Yasmin mau pulang!
sebentar lagi bang Afi jemput!"
ucap Yasmin tersenyum kemudian memberikan sebuah maf yang berisi tentang perencanaan pembangunan ruko yang akan di bangun beberapa pekan ini.
"oke...ya sudah kamu hati hati,main kerumah sama Kahfi ya..!"
"ya yah...nanti Yasmin main yah..!"
ucap Yasmin kemudian pergi setelah mencium tangan Rama.
*
"sayang...Abang udah di jalan!
kamu tunggu di depan kantor ya!"
ucap kahfi di telpon, hampir setiap dua jam sekali kahfi menelpon nya.
berangkat dan pulang bersama,tak ada sedikit pun waktu yang terlewat kan membuat keduanya semakin mesra.
"ya,bang! Yasmin juga udah mau keluar!"
ucap Yasmin di telpon, tersenyum membayangkan wajah suaminya itu.
Hafiz mencoba menghubungi nomor Yasmin berkali kali namun selalu sibuk, hari ini rencananya pembeli rumah tersebut ingin melakukan transaksi jual beli.
karena rumah itu atas nama Yasmin, jadi Hafiz butuh tanda tangannya.
Hafiz melajukan mobilnya menuju kantor Rama, karena sukar menelpon Yasmin akhirnya Hafiz berpikir untuk langsung menemui Yasmin saja di kantor Rama.
Yasmin berjalan dengan santai menuju pintu depan gedung tersebut, beberapa karyawan menyapa nya dengan ramah.
Yasmin berdiri di depan gedung tersebut untuk menunggu sang suami datang.
Yasmin terpaku saat melihat Hafiz tersenyum tengah melangkah menghampiri nya.
"Yasmin....!"
ucap Hafiz membuat Yasmin Langsung memundurkan tubuhnya sedikit menjauhi Hafiz.
"ada apa bang Hafiz kesini?"
ucap Yasmin lirih namun terdengar oleh Hafiz. setelah hari dimana mereka berbicara tentang rumah di rumah Makan Padang kala itu,tak ada lagi pertemuan berikutnya.
Bahkan Hafiz juga tidak datang ke acara pernikahan Yasmin dan Kahfi.
"Abang telpon kamu, tapi kamu tidak menjawab nya!
Beberapa kali bahkan kamu sibuk!"
ucap hafiz menatap wajah Yasmin yang justru semakin cantik.
Yasmin memang mengabaikan panggilan telepon dari Hafiz, karena Yasmin pikir untuk apa mantan suaminya itu menelpon.
Yasmin pun sempat berpikir untuk mengganti nomor telepon nya nanti, rasanya enggan berhubungan lagi dengan masa lalu.
"ada apa bang?"
ucap Yasmin tanpa menatap wajah Hafiz.
__ADS_1
"sudah ada pembeli yang tertarik dengan rumah kita, maksud Abang rumah kamu Yas!"
ucap Hafiz sedikit terbata karena tak ada lagi kata kita di antara keduanya.
"itu bukan rumah Yasmin bang!
Rumah itu kan Abang yang beli...!"
ucap Yasmin masih mengalihkan pandangan nya.
"ya,tapi rumah itu atas nama kamu, rumah yang sengaja Abang beli buat kamu!"
ucap Hafiz terdiam, rasa sesak kembali menyeruak merajam dada nya.
menyadari kenyataan bahwa kini perempuan yang berada di hadapan nya adalah istri orang lain yang menjadi teman nya sendiri.
"sudah lah bang, Yasmin kan sudah bilang waktu itu, rumah itu untuk Abang dan biaya pengobatan mami!"
ucap Yasmin sambil mencari keberadaan mobil Kahfi yang tak kunjung datang.
"ya, tapi Rumah itu atas nama kamu Yasmin, jadi kami butuh tanda tangan kamu!"
ucap Hafiz tak lepas dari Yasmin.
"ya udah... Yasmin nanti nyusul Abang!"
ucap Yasmin masih menengok ke arah gerbang gedung dimana ia berpijak.
"bareng aja Yas...di dalam mobil ada Nabila dan baby sitter nya, jadi kamu gak perlu takut!
Abang gak akan macam macam!"
"gak Yasmin tunggu bang Afi..!"
ucap Yasmin membuat Hafiz tertegun.
apa kata Kahfi nanti jika ia menerima tawaran Hafiz untuk pergi ke rumah itu bersama nya.
"ngapain Hafiz nemuin Yasmin!"
ucap kahfi sambil berjalan menghampiri Yasmin.
Yasmin tersenyum saat kahfi mendekati, mendekap tubuh kahfi sambil menatap Hafiz yang terpaku melihat sikap Yasmin seakan mencari perlindungan.
kahfi tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Yasmin yang berbalut kerudung segi tiga berwarna Salem.
"ada apa sayang?"
ucap kahfi pada Yasmin yang masih mendekap tubuh nya erat, Hafiz seketika langsung memalingkan wajahnya dari mereka berdua.
sakit..
why love?
"kita kerumah bang Hafiz, mau ada transaksi jual beli! rumah itu atas nama Yasmin jadi harus ada tanda tangan Yasmin bang!"
ucap Yasmin menatap wajah pria yang sejak siang tadi terus menelpon nya.
"oh gitu...ya udah!"
ucap kahfi singkat kemudian menatap Hafiz yang berani menatap nya.
"bang... Yasmin sama bang Afi, sekalian Yasmin mau jemput bi Ina sama pak Harto!
boleh kan bang?"
ucap Yasmin bertanya pada Kahfi.
"tentu saja...!"
ucap Kahfi langsung meraih pinggang Yasmin melangkah Menuju mobil.
__ADS_1
Hafiz berjalan dengan pikiran tak menentu, begitu cepat waktu berlalu, kenyataan begitu pahit bahwa Kini ia sendiri dan Yasmin berdua.
keadaan seakan berbalik, membuat nya sesak terperih..
tak lama mereka sampai di rumah itu, tempat dimana Hafiz mengukir sejarah pahit dalam hidup Yasmin, sebenarnya enggan untuk datang lagi kerumah itu, tapi apa boleh buat mungkin ini yang terakhir kalinya.
terlihat beberapa mobil terparkir di depan rumah itu, Yasmin masuk ke dalam rumah itu bersama Kahfi yang tak lepas menggenggam tangan nya.disusul Hafiz di belakang nya.
sudah ada notaris dan orang yang akan membeli rumah itu.
Yasmin tak banyak bicara hanya mengikuti proses nya saja, menandatangani apa yang perlu saja.
tak ingin tahu berapa nominal rumah itu laku terjual, sebenarnya Yasmin sangat menyukai rumah yang diberikan Hafiz untuk nya.namun ia juga tak nyali untuk kembali tinggal di rumah itu, tempat yang melukiskan sejarah pahit dalam rumah tangga nya bersama Hafiz.
tak pernah ada kebahagiaan sedikit pun, apa lagi saat Hafiz menikah lagi dengan kanza.
keadaan semakin bertambah buruk,tak ada ketentraman sama sekali.
"Abang udah transfer ke rekening kamu Yas!"
ucap Hafiz sambil memainkan ponselnya.
"Yasmin kan udah bilang, untuk mami aja bang!"
kahfi diam ingin tahu Jawaban dari mantan suami istri nya itu.
"anggap aja ini harta Gono gini.... hasil nya kita bagi dua, Alhamdulillah keadaan mami semakin membaik.. jadi uang itu terserah mau kamu apakan, yang terpenting Abang sudah memberikan hak kamu!"
ucap Hafiz kemudian langsung pergi begitu saja.
Yasmin mematung mengingat kata terserah yang dulu pernah Hafiz lontarkan untuk nya, sejak saat itu keadaan semakin memilukan,dan kini kata itu kembali terlontar kan.
ternyata pria itu tak pernah berubah.
"sayang....!"
ucap kahfi meraih pundak Yasmin kemudian memeluk nya memberikan Yasmin ketenangan, Kahfi tahu tak mudah menjalani semua itu,apa lagi dengan sikap Hafiz yang tak pernah berubah.
Hafiz membisu melihat kahfi memeluk mantan istri nya itu dengan erat.
"maaf untuk kesekian kalinya Yasmin....
entah dengan cara apa Abang bisa Melupakan kamu? jujur Abang hampir gila menerima kenyataan ini!"
ucap Hafiz sendiri kemudian melajukan mobilnya.
ternyata penyesalan lebih menakutkan dari apapun,tak akan pernah bisa memutar waktu yang sudah terlewati.
*
"Yasmin gak apa-apa bang!"
ucap Yasmin tersenyum, menggenggam tangan kahfi.
saat ini pria inilah yang menjadi prioritas utama nya..melupakan sepenggal kisah silam yang telah usang,tak ingin lagi mengingat masa lalu yang menyakitkan itu, biarkan semua berlalu dengan sendirinya.
"non... berangkat sekarang?"
ucap Ina menghampiri Yasmin dan kahfi di depan teras.
sebelumnya Ina pernah bertemu dengan Yasmin saat acara pernikahan Yasmin dan Kahfi, namun tak banyak yang dibicarakan karena saat itu tengah banyak tamu, hanya Yasmin mengatakan jika rumah itu terjual, Ina dan suaminya akan bekerja di rumah Rama.
"ya bi... masukin aja barang barang nya ke mobil bang Afi!"
ucap Yasmin kemudian berjalan bersama Kahfi menghampiri mobil.
Yasmin menatap rumah itu sesaat..
'selamat tinggal kemalangan'
bersambung..
__ADS_1
😍😍😍😍