Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
menuduh.


__ADS_3

Yasmin Bingung karena tidak membawa mobil, wulan dan sela ikut membantu kanza berjalan.


"astaga...." ucap kahfi yang baru datang melihat kanza yang merangkul bahu Wulan dan Yasmin.


"tolong pak......" ucap sela yang berjalan di depan.


bergegas Kahfi mendekat dan langsung membopong tubuh kanza.


banyak yang melihat kejadian itu, beberapa dosen pun ikut membantu karena tubuh kanza cukup berat.


"kamu ikut Yas ...." ucap kahfi menarik tangan Yasmin, namun cepat Yasmin menarik kembali tangannya.


kahfi tahu perempuan yang satu ini sedang marah,


"Yasmin duduk di belakang ...." ucap Yasmin masuk menemani kanza.


sementara Wulan dan sela menyusul menggunakan Motor.


"Yas.... coba kamu telpon Hafiz"


ucap kahfi meminta Yasmin untuk memberi tahu soal kejadian ini.


bukan waktu nya untuk cemburu.


terlihat kanza meringis menahan sakit,wajah nya memucat darah terus mengalir mengenai jok mobil.


"halo bang" ucap Yasmin. Benar saja Hafiz langsung mengangkat telpon Nya.


sejak tadi kanza mencoba menghubungi Hafiz, namun hafiz tidak mengangkat nya.


kanza menangis, hatinya sakit karena Hafiz mengabaikan nya,dan saat Yasmin yang menelepon Hafiz langsung mengangkat nya.


"ada apa Yas?


apa sekarang kamu sudah berubah pikiran?"


ucap Hafiz di telpon.


"bang kanza pendarahan dan sekarang bersama Yasmin menuju rumah sakit!"


Hafiz terperangah mendengar ucapan Yasmin.


Yasmin sendiri langsung menutup telponnya.


"kenapa kamu mau menolong saya?"


ucap kanza kemudian sambil memegangi perutnya.


"karena saya punya hati?!"


ucap Yasmin kemudian memalingkan wajahnya.


terserah orang mau berkomentar apa yang pasti Yasmin tak tega melihat Kanza seperti itu, meski kanza tega menyakiti nya.


tak lama mereka sampai di rumah sakit, Kanza langsung di bawa ke IGD.


Yasmin dan kahfi sama sama diam,


banyak yang ingin ditanyakan tapi Yasmin cukup sadar siapa dirinya, begitu juga dengan Kahfi ingin menjelaskan namun Kahfi bingung karena di antara keduanya tidak ada hubungan apa apa, bibir nya kelu tak mampu untuk menjelaskan apa yang di rasakan nya.


apa tidak terlalu cepat jika Kahfi mengungkapkan semua nya saat ini, awalnya kahfi ingin memberikan waktu untuk Yasmin.


kahfi khawatir Yasmin menolak nya.


"Yasmin....!"


ucap Hafiz dan Rina menghampiri kedua nya yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Yasmin kamu yang bikin kanza seperti ini?"ucap Rina membuat Yasmin langsung berdiri begitu juga Kahfi.


"mi ... Kenapa mami ngomong seperti itu?"


ucap Hafiz langsung menarik tangan Rina.

__ADS_1


"ya karena mami tahu Yasmin gak suka sama kanza?!"


ucap Rina menuduh Yasmin..


"alasan apa yang membuat saya harus menyukai kanza, perempuan yang sudah merusak rumah tangga saya..


dan sekarang anda menuduh saya mencelakakan kanza!"


ucap Yasmin menahan sesak di dadanya karena teganya Rina menuduh nya seperti itu.


awalnya kahfi ingin membela Yasmin, namun kahfi ingin tahu jawaban Yasmin.


dan Kahfi cukup diam menanggapi hal itu, terkecuali jika Rina tetap pada tuduhan nya.


Yasmin tak segan menolong orang yang sudah menghancurkan kebahagiaan nya, untuk orang lain mungkin akan berpikir ulang untuk melakukan hal itu, tapi tidak dengan Yasmin.


kahfi dapat melihat betapa panik dan cemasnya Yasmin pada kanza.


kanza yang sudah membuat nya merasakan sakitnya di khianati,di duakan dan dicampakkan.


namun Yasmin tetap dengan hati malaikat nya,mau menolong kanza.


membuat Kahfi semakin yakin dengan pilihan nya tanpa tahu jika Yasmin akan pergi.


"mi ...mami jangan nuduh Yasmin seperti itu, justru Yasmin yang bawa kanza ke rumah sakit!"


ucap Hafiz membela perempuan yang masih sangat di sayangi nya itu.


memandangi wajah Yasmin yang sembab.


tak lama dokter keluar dari ruangan.


"suami pasien?"


ucap dokter memanggil Hafiz.


"pasien harus segera di operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi nya,maaf sekali karena calon bayi anda sudah meninggal di dalam perut karena pendarahan tersebut...!"


"astagfirullah....!"


ucap Rina memeluk Hafiz..


Yasmin sendiri mematung mendengar penuturan dokter, begitu juga dengan Kahfi yang tak menyangka akan hal itu.


padahal jalanan tadi cukup lenggang hingga dengan cepat mereka Sampai di rumah Sakit.


"maafkan mami Yas ...!"


ucap Rina menghampiri Yasmin yang mematung sendiri.


sadar akan kesalahannya yang telah berulang kali menyakiti mantan menantu nya itu.


Yasmin memundurkan tubuhnya sedikit menjauhi rina, hati nya nyeri dengan tuduhan Rina terhadap nya, meski Rina meminta maaf tapi hal itu akan membekas di ingatan nya.


orang yang dulu begitu menyayangi, menyanjung. berubah menjadi orang yang paling menyakitkan untuk nya.


Yasmin juga tidak menyangka hal itu terjadi pada calon bayi mereka.


Yasmin iba melihat Hafiz yang terisak, namun ia tak ingin memberikan harapan dengan mencoba mendekati Hafiz.


"Yasmin turut berdukacita bang!"


ucap Yasmin pada Hafiz yang memangku kepalanya.


menyesal karena ia sempat mengabaikan telpon dari Kanza, mungkin sejak tadi kanza merasakan perutnya sakit.


"terima kasih kamu mau menolong kanza, padahal........"


"sudah bang... jangan di ungkit lagi!


fokus saja pada kanza berikan dia kekuatan,


Yasmin pulang!" ucap Yasmin kemudian di ikuti oleh Kahfi dibelakang.

__ADS_1


"Yas........"


ucap kahfi menyamakan langkah kaki nya.


"kenapa....?"


ucap Yasmin dengan pandangan ke depan,


entahlah... kejadian ini membuat nya sedikit sok.


"Yas .... perempuan yang tadi itu teman ku!"


ucap kahfi menahan langkah Yasmin, mencoba menjelaskan kesalah pahaman di antara mereka berdua, namun Yasmin cukup sadar bahwa siapa dirinya.


"apa hak Yasmin tahu soal itu! Yasmin bukan siapa siapa pak kahfi kan!


jadi pak kahfi tak perlu merasa tidak enak hati"


ucap Yasmin membuat Kahfi tertegun.


"Yas ......!"


ucap kahfi menahan kembali langkah yasmin.


menatap wajah Yasmin yang sembab, bibirnya kelu tak dapat mengatakan apa yang dirasakannya,


dulu juga seperti itu,ia tak pernah punya nyali untuk mengungkapkan perasaan nya.


"ayo aku antar kamu pulang"


ucap kahfi mengalihkan pandangan nya,


kesal dengan dirinya sendiri karena tak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya pada Yasmin.


"Yasmin pulang sama Wulan aja pak"


ucap Yasmin menghindar,


perasaan nya campur aduk,, Yasmin memilih untuk menghindar namun cepat kahfi menarik tangan nya dan menuntut nya menuju parkiran.


'ya Tuhan biarlah seperti ini sebentar saja,


karena esok aku akan pergi... '


ucap Yasmin sendiri tak sanggup menatap wajah Kahfi.


kejadian tadi begitu tiba tiba membuat nya menjadi tertuduh meski Rina cepat tersadar dan meminta maaf,tapi kenapa Rina tega menuduh nya seperti itu.


Yasmin menghapus air matanya,masuk ke dalam mobil kemudian memejamkan mata nya yang perih akibat air mata.


"Kamu sabar ya Yas!"


ucap kahfi membuka percakapan.


"udah biasa... Yasmin yang tersakiti justru Yasmin yang jadi tersangka!"


ucap Yasmin mengingat semua nya, saat itu juga Kahfi menuduh nya menggoda Hafiz padahal Hafiz yang tergoda oleh kanza.


Kenapa yang terjadi seakan akan dialah tokoh antagonis dalam kisah tersebut.


sabar ya Yasmin......


pernah cinta namun di khianati...


pernah sayang namun tercampakan..


bersambung


terima kasih yang udah mampir baca novel author yang masih berantakan ini....


dukungan para reader begitu berarti...


terima kasih 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2