Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
jinak.


__ADS_3

sore itu Kahfi melajukan mobilnya menuju rumah Rama untuk mengantar Ina dan suaminya.


Yasmin terdiam memikirkan uang yang di berikan oleh Hafiz,ia kembalikan atau ia gunakan untuk yang lain.


"mikirin apa de ..?"


ucap kahfi sambil fokus menyetir.


"gak bang....!"


ucap Yasmin tersenyum ia ragu untuk membicarakan masalah ini dengan Kahfi, khawatir kahfi berpikir jika Yasmin memikirkan Hafiz.


nanti ia bicarakan masalah itu bersama Marisa di rumah.


tak lama mereka sampai di rumah Rama.


Marisa tersenyum melihat mobil Kahfi memasuki halaman rumah.


"sayang.....!"


ucap Marisa menghampiri Yasmin yang baru turun dari mobil.


"Bu..ibu sehat?"


ucap Yasmin memeluk perempuan yang di rindukan nya itu.


"sehat, gimana? Udah ada tanda tanda Belum?"


ucap marisa menilik wajah putrinya itu yang tampak memerah.


kahfi menghampiri mereka berdua.


"ya belum lah bu, baru kemarin!


masa sih Yasmin langsung hamil, nanti di kira hamil duluan!"


ucap Yasmin mendekap tubuh kahfi.


"ya gak bang....?"


ucap Yasmin tersenyum dan di angguki oleh Kahfi.


"Yasmin ajak bi Ina sama suaminya bu!"


ucap Yasmin saat Ina dan suaminya menghampiri.


"kalian abis dari rumah itu?"


"ya Bu... udah laku terjual!"


tutur Yasmin.


"oh, ya udah masuk bi...!"


ucap Marisa, karena walau bagaimanapun Ina lah yang dulu selalu ada untuk Yasmin di saat Hafiz tak memperdulikan nya.


"bi... ajak bi Ina sama suaminya ke belakang, kasih tahu kamar mereka!" kata Marisa pada pembantu.


"ya Bu....!"


ucap bibi pembantu rumah tersebut.


"kapan laku nya?"


ucap Marisa mengajak Yasmin untuk duduk di sofa.


Rama sendiri belum pulang masih di kantor mengurus beberapa pekerjaan.


"tadi Bu, sekaligus transaksi jual beli..!"


ucap Yasmin bersandar pada kahfi.


"ada hafiz juga?"


tanya Marisa dan di angguki oleh Yasmin.


"laku berapa? kalian bagi dua atau gimana?"


ucap marisa bertanya karena Marisa tahu rumah itu atas nama Yasmin.


hadiah dari Hafiz untuk pernikahan mereka dulu.


"Dua M bu"


ucap Yasmin melihat nominal yang diberikan Hafiz ke rekening nya.


"bang Hafiz bagi dua, katanya harta Gono gini.. meski Yasmin dulu pernah bilang kalau uang nya untuk mami Rina saja,tapi bang Hafiz menolak dan bilang itu hak Yasmin!"


rumah itu cukup besar dengan semua perabotan baru yang memang terkesan mewah dan elegan Hafiz sengaja membeli kan nya untuk melengkapi Rumah itu.

__ADS_1


Marisa teringat ketika Yasmin dengan senang hati menceritakan tentang rumah yang ditempati nya bersama Hafiz, tapi siapa sangka justru dirumah itu kepedihan mengukir sejarah singkat di rumah besar itu.


"rencana nya selanjutnya gimana?"


ucap Marisa ingin tahu Yasmin menggunakan uang itu untuk apa?


awalnya Yasmin juga bingung, namun saat ia melewati sebuah masjid yang sedang di renovasi tak jauh dari kawasan perumahan itu, Yasmin berpikir untuk menyumbangkan sebagian uang tersebut.


"disumbangkan saja, di depan ada masjid yang sedang di renovasi, sebagian lagi mungkin ke pantai asuhan, atau panti jompo!"


ucap Yasmin kemudian menengadah menatap wajah kahfi yang tampak santai mendengar kan nya berbicara.


"gimana bang?"


ucap Yasmin meminta saran pada suami nya itu.


"ide yang bagus, kalau emang kamu tidak mau pakai uang itu!


Karena Abang Sendiri tidak masalah, karena memang itu hak kamu!


tenang saja, kamu tidak akan kehabisan uang!"


ucap kahfi menyentuh hidung Yasmin dengan telunjuk nya.


"ya, Yasmin tahu!"


ucap Yasmin tersenyum.


"ya sudah kalian mau nginep atau pulang?"


ucap Marisa hendak beranjak meninggalkan sepasang kekasih itu.


"nginep aja...."


ucap kahfi berbarengan dengan Yasmin.


"kompak...!"


ucap Marisa tersenyum kemudian pergi.


malam itu setelah makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga, seperti biasa Rama mengajak Kahfi untuk bermain PS.


"bang.....!"


ucap Yasmin duduk di dekat kahfi bersandar pada tubuh kahfi yang sedang fokus mengejar bola.


"apa? bentar ya sayang, masih Sore!"


"eh.....!"


ucap kahfi menarik tangan Yasmin.


"ya, masih Sore Yasmin!"


ucap Rama tanpa menoleh.


"apa sih Abang sama ayah!"


ucap Yasmin membuat keduanya terkekeh.


"yes....gol!"


ucap kahfi berteriak mengagetkan Yasmin.


"Abang.....ih!"


ucap Yasmin langsung manyun.


"kalah dah....!"


ucap Rama bersandar pada sofa.


"ayo kita ke kamar yang?"


ucap kahfi meraih tangan Yasmin.


"gak,kan tadi bilang nya masih sore!"


ucap Yasmin tersenyum mengejek membalas penuturan kahfi tadi.


"oh gitu.......!"


ucap kahfi Hendak meraih tubuh Yasmin namun ponsel Yasmin berdering.


"ya halo....!" ucap Yasmin menerima telepon dari wulan.


"Abang.... diem dulu?!"


ucap Yasmin,karena Kahfi meraih tubuh Yasmin untuk duduk di pangkuan nya, sementara Rama pergi ke kamar menyusul Marisa.

__ADS_1


"Yasmin, aku ganggu ya ..!"ucap Wulan di sebrang telpon.


"gak kok lan... kesini dong ajak sela, aku punya oleh oleh buat kalian dari Rusia.aku bawa kerumah ibu, sekarang aku nginep di rumah ibu!"


ucap Yasmin, kangen dengan kedua sahabat nya yang sama sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


"oh gitu...aku juga tadi nya mau ketemu kamu,aku sama sela kesitu ya...!


bumil mau di bawain apa?"


ucap wulan membuat Yasmin menoleh kearah arah Kahfi, yang sejak tadi tidak mau diam terus menciumi pipi kiri nya.


"bumil nya itu ibu aku, atau siapa?"


"ya itu kamu udah hamil belum?"


ucap wulan terkekeh.


"ya belum lah orang baru kemarin, aneh kan kalau langsung buncit perut nya!"


ucap Yasmin tersenyum sambil menghentikan tingkah Kahfi yang membuat nya geli tapi nagih.


hehe.


"ya udah kita kesitu sekarang,aku sama kak Luthfi ya..!"


"oke..!"


ucap Yasmin Singkat Kemudian menatap kahfi yang tersenyum senang memeluk nya.


"Abang tahu gak sih? ini tuh diluar!


jangan main ***** ***** gitu?"


ucap Yasmin tersenyum.


"ya udah makanya pindah ke dalam!"


ucap kahfi menaikan alisnya.


"kan tadi bilang nya masih sore!


Wulan mau ke sini sama sela dan pasangan nya!"


ucap Yasmin kemudian beranjak untuk mengambil kerudung nya.


"oh ya ini malam Minggu?"


ucap kahfi kembali menyala kan PS.


"Main PS lagi?"


ucap Yasmin kembali dengan kerudung instan berwarna moccha.


"ya abis kamu di ajakin main gak mau, bilang nya masih sore!"


Yasmin langsung terkekeh mendengar penuturan kahfi yang terkesan manja.


tak lama wulan dan sela datang bersama Hasan juga Lutfhi.


"hai....ayo masuk!"


ucap Yasmin saat melihat sela menyembul masuk ke ruangan.


"ini gue ngintip dulu, takut nya pengantin baru lagi....!"


"apaan sih kamu sel? suka usil!"


ucap Yasmin terkekeh.


kemudian mereka bergabung dengan Kahfi yang sedang asik bermain PS.


Lutfhi dan Hasan duduk di dekat kahfi, ada rasa canggung dan sungkan karena walau bagaimanapun Kahfi dulu dosen mereka.


"santai aja kak lutfhi,kak hasan.


dia udah jinak kok!"


ucap Yasmin tersenyum kemudian bersandar pada Kahfi yang langsung menghentikan permainan nya seorang diri itu.


Yasmin terkekeh melihat wajah kahfi yang mendelik tersenyum pada istri nya itu.


bersambung.


hai.... Terima kasih yang sudah berkomentar di novel author yang masih berantakan ini, maaf ya kalau gak author balas satu persatu.


😍😍😍


kembali tinggal kan jejak and like nya,

__ADS_1


dukungan para reader begitu berarti 😍😍😍


__ADS_2