Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
the best.


__ADS_3

kahfi tersenyum memeluk perempuan cantik itu dari belakang, menciumi pipinya bahagia saat Yasmin menampakkan dua garis merah pertanda bahwa ada kehidupan dalam rahim nya.


"Alhamdulillah, Abang bahagia!


terima kasih sayang!"


ucap kahfi masih memeluk perempuan itu.


**


jantung nya berdetak kencang saat melihat hanya satu garis merah namun tak berapa lama senyum mengembang di wajah nya saat garis merah itu menjadi dua.


"gimana yang?"


Yasmin terdiam membuat Kahfi penasaran..


"gak......!"


"gak apa?"


ucap kahfi mendekati Yasmin yang menyibukkan hasil testpack tersebut di belakang punggung nya.


"gak salah....!"


ucap Yasmin memperlihatkan dua garis merah yang membuat Kahfi terpukau, tersenyum senang dengan mata yang berkaca-kaca.


**


"Abang kok nangis..?"


ucap Yasmin yang masih dalam dekapan suami nya itu,


"Abang bahagia.... Terima kasih sayang!"


"ya .. Yasmin juga bahagia, Terima kasih Bang!"


ucap Yasmin menghapus air mata yang menetes pada pipi suaminya itu.


"kita jaga bersama ya .... harus nurut gak boleh bandel bumil!


siang ini kita periksa ke dokter kandungan ya!"


"ya bang!"


ucap Yasmin tersenyum.


setelah itu kedua nya keluar dari kamar menghampiri mereka yang sedang sarapan pagi di bawah.


ada Marisa dan juga Rama yang bermalam di rumah kahfi.


Sinta dan Marisa berbarengan menghampiri Yasmin dan kahfi, membuat Yasmin menautkan kedua alisnya.


"gimana?"


ucap keduanya kompak, membuat semua yang berada di tempat itu tertawa kecil.


Yasmin terkekeh mendekap Kahfi,


"gimana? kasih tahu gak ya Bang!"


Yasmin menyembunyikan wajahnya pada dada kahfi.


"jangan bikin penasaran dong!"


ucap Rama dengan wajah penasaran nya.


"gak yah......!"


ucap Yasmin pura menunduk padahal tersenyum dalam hati.


"gak salah lagi pasti positif!


ya kan!"


"ih kok ayah tahu .. ngintip ya!"

__ADS_1


ucap Yasmin terkekeh.


"jadi beneran positif...!"


"Alhamdulillah........!"


ucap mereka serentak saat Yasmin mengangguk kan kepalanya.


"selamat ya sayang....!"


ucap marisa memeluk putri sulung nya itu, bukan hanya calon anak tapi di tahun ini ia juga akan mendapatkan cucu pertama.


"sekarang Masih tahun baru kali fi, mungkin dokter nya juga masih libur.. besok aja periksa nya!"


ucap Hani saat kahfi mengungkapkan keinginannya untuk memeriksa kandungan nya hari itu juga.


"ya bang, besok aja!"


ucap Yasmin Yang tak pernah bosan bersandar pada kahfi.


"ya udah....!"


di pernikahan nya dulu ia tak pernah memimpikan hal ini, saat Marisa berharap ia hamil justru ia di Landa kesedihan karena sang suami yang tak pernah menyentuh nya..


tapi kini sebulan berlalu setelah akad kedua yang dijalani nya dengan pria yang berbeda, Tuhan langsung memberikan nya sebuah anugerah terindah.


"terima kasih ya Allah....!"


ungkap Yasmin dalam hati memeluk suaminya itu.


**


setelah kepulangan Marisa dan Rama Yasmin kembali ke kamar, Wulan dan sela mengajak nya untuk nonton, namun Yasmin menolak ajakan teman nya itu.


rasanya lebih nikmat berada di ranjang, merebahkan tubuhnya karena kepalanya yang sedikit pusing.


Yasmin memberitahu kan kabar gembira tersebut pada kedua sahabatnya itu.


"beneran pak kahfi berhasil bikin lo hamil?"


ucap sela dan Wulan yang terkekeh di balik ponselnya.


"hebat ya.. langsung gol!


pak kahfi emang the best"


ucapan sela membuat Yasmin dan kahfi terkekeh.


emang dasar sela paling pinter bikin orang kepanasan.


Tak ingin mendengar tapi terdengar oleh Hafiz karena sela sengaja memperbesar volume suara nya hingga terdengar oleh Hafiz yang jaraknya cukup jauh dari mereka.


"syukurin biar makin merana?"


ucap sela dan di tertawa kan oleh Hasan, wulan dan juga Lutfhi.


"dulu mana ada kabar bahagia seperti ini, kalian tahu kan sebulan setelah menikah bukan nya hamil, malah dikasih madu pahit!"


ucap sela mengingat kejadian masa lalu yang membuat sahabat nya itu terluka.


keduanya menjadi saksi betapa Yasmin menderita karena Hafiz yang menduakan cinta nya, tapi kini kebahagiaan berpihak pada sahabat nya itu.


di tangan kahfi, Yasmin meraup kebahagiaan yang takkan ada habisnya, karena mereka tahu Kahfi bukan pria seperti Hafiz.


"mau makan apa?"


ucap kahfi mengelus rambut panjang perempuan cantik itu.


"apa ya bang, Yasmin juga bingung!"


"mami sama kak Hani bikin nasi liwet?mau gak?"


"mau bang?"


"ya udah ayo turun ke bawah?!"

__ADS_1


ucap kahfi membangun kan istri nya itu.


Yasmin terhentak saat turun dari tangga entah kenapa lantai terasa licin atau memang tubuh nya yang terasa lemas.


"sayang...!"


ucap kahfi memegangi tubuh Yasmin yang hampir terjatuh,untuk kedua kalinya Kahfi mampu menjaga perempuan itu dari celaka.


"Yasmin.....!"


ucap Sinta dan Hani mengahampiri mereka berdua.


"kamu gak apa-apa?"


"gak mi ,kak Hani!"


"hati hati dong?!"


"ya maafin Yasmin bang....!"


Yasmin terdiam menatap wajah kahfi yang terlihat begitu cemas.


"mami sarankan untuk pindah ke kamar yang dibawa aja fi...?!"


ucap Sinta mengajak Yasmin duduk di kursi makan.


"ya kakak juga setuju sama mami, kakak juga dulu langsung pindah ke kamar bawah pas hamil Mayang .... terlalu beresiko!"


"ya udah.... gimana yang?"


Yasmin tersenyum dan mengangguk, entah kenapa ingatan nya kembali memutar saat dimana ia jatuh dari tangga, Hafiz tak mampu menahan tubuh nya yang kecil hingga terhuyung kemudian terguling ke bawah,tapi Kahfi dengan cekatan meraih tubuh Yasmin agar tak terjatuh.


dulu aku jatuh bangun sendiri, tapi kini ada Kahfi yang selalu menjaga nya.


Sinta menyuruh pembantunya untuk membereskan kamar di bawah yang akan di tempati oleh Yasmin dan kahfi.


kahfi tersenyum melihat Yasmin makan dengan lahap nasi liwet dan ikan gurame panggang yang rasanya manis pedas.


"sekarang udah mau makan ikan?"


"mau mi....!"


ucap Yasmin tersenyum pada kahfi mengingat kejadian di Rusia saat mereka honeymoon.


namun rasa mual kembali ia rasakan dan ingin sekali rasanya memuntahkan apa yang tadi telah masuk ke dalam perutnya.


kahfi Melihat wajah Yasmin yang berubah pucat,dan terlihat Yasmin menarik nafas kemudian menggigit bibirnya.


"sayang....!"


Yasmin menahan Kahfi dengan tangan nya, kemudian beranjak dari duduknya dan pergi ke wastafel.


oek...


kahfi terdiam melihat Yasmin yang memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perut nya.


"diem aja...!"


ucap sinta membuat Kahfi terperanjat lalu mendekati Yasmin.


Sinta mengahampiri Yasmin kemudian memijat tengkuknya Pelan,


"tanggung jawab dong...!"


ucap sinta terkekeh melihat wajah kahfi yang pucat melihat Yasmin yang tak berhenti muntah.


"ya tanggung jawab mi....!"


ucap kahfi mengusap punggung Yasmin.


"maaf ya sayang......!"


ucap kahfi membuat Yasmin terpaku.


"ibu hamil memang seperti itu, tapi mami beruntung punya kamu fi, kamu gak pernah bandel dan bikin ulah... semoga anak kalian nanti Soleh, semua akan terlewati dengan nikmat... kalian percaya deh Sama mami, kebahagiaan terbesar bagi tiap perempuan yang bisa merasakan kehidupan dalam rahim nya..."

__ADS_1


Yasmin tersenyum mendengar penuturan dari Sinta, yang membuat nya haru dan semangat untuk menikmati proses nya.


bersambung..


__ADS_2