Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
berkharisma.


__ADS_3

siang itu Yasmin dan teman teman nya pergi ke mall untuk menonton film horor terbaru, mereka semua penakut tapi film horor selalu jadi pilihan.


"Yas....kamu mau ikut kemana tadi?" ucap sela sambil memakan es krim nya.


"ikut pulang sama pak kahfi... hehehe!" malah Wulan yang menjawab pertanyaan Sela sambil terkekeh.


"lagian ngelamun Mulu.... mikirin yang lagi nerangin materi pelajaran kayaknya!"


ucap sela kemudian tertawa mengingat kejadian tadi di kelas.


*


"maaf pak..." ucap Yasmin menunduk,lalu terdengar beberapa ada yang menertawakan nya.


kahfi menggelengkan kepalanya,kemudian Kahfi melanjutkan pembahasan dan tak memperpanjang masalah itu.


"ngapain mikirin yang ada di depan mata?"


ucap Yasmin menjawab kemudian memperhatikan seseorang dari jauh.


"kenapa Yas...!?"


ucap sela melihat Yasmin sedang memperhatikan Hafiz bersama kanza yang sedang berbelanja pakaian ibu hamil.


"Yas ...jangan bilang kalau kamu cemburu!"


ucap Wulan.


"gak lah.. ngapain cemburu?!"


ucap Yasmin singkat kemudian melangkah menuju gedung bioskop.


Yasmin sudah tak peduli dengan hal itu.


dua jam berlalu mereka keluar dari gedung tersebut, wulan dan sela banyak tertawa mengingat kejadian tadi di dalam.


"iklan nya horor! pas masuk ke dalam malah drama Korea, itu gimana sih?"


ucap sela terkekeh.


Yasmin sendiri malah tidur melewati film itu sampai selesai.


"dia malah tidur?"


ucap wulan dan Yasmin terkekeh kecil mendengar hal itu.


"Yasmin.....!"


ucap seseorang membuat Yasmin langsung menoleh.


"papih Ibrahim...?"


ucap Yasmin dengan senyum tertahan, terlihat Ibrahim menghampiri nya.


"Yasmin kebetulan sekali kita di sini.. papih ingin ketemu kamu, kamu sedang jalan jalan?"


ucap Ibrahim meraih bahu Yasmin.


'syukurlah hal itu tak membuat gadis ini terpuruk setelah apa yang dilakukan oleh Hafiz..'


tutur Ibrahim dalam hati menilik Yasmin yang seperti nya sudah melupakan semua nya.


'itu yang terlihat dari luar..'


"ya, yasmin habis nonton sama teman teman Yasmin" tutur yasmin menoleh pada Rina yang keluar dari toilet.


"Yasmin....!


kebetulan kita ketemu disini.."


ucap Rina mendekati.


hh..


ucap Yasmin dalam hati sambil membuang nafas, walau bagaimanapun perempuan yang berada di hadapan nya ini pandai bersandiwara.


"Yasmin,papih mau bicara sebentar...kita bicara sambil makan yu...!"


ucap Ibrahim meminta waktu Yasmin sebentar.

__ADS_1


Yasmin hanya diam menanggapi, entah lah kenapa harus bertemu mereka disini?


tapi Yasmin bersyukur karena keadaan Ibrahim sudah kembali pulih seperti sedia kala, sebelum masalah itu ada.


"Yasmin... maaf kan kami,atas kejadian yang lalu!


papih benar-benar minta maaf atas kelakuan Hafiz dan juga istri saya!" ucap Ibrahim, terlihat Rina diam mendengar penuturan suami nya itu.


dia memang salah,juga serba salah.


Yasmin bungkam mendengar penuturan Ibrahim, sebenarnya tidak ingin membahas masalah itu lagi karena sakit jika mengingat kejadian itu lagi.


susah payah saat ini Yasmin berusaha melebur kejadian menyakitkan itu, meski iapun salah tapi yang tahu keadaan yang sesungguhnya hanya lah Yasmin sendiri.


bersembunyi dibalik tawa hambar nya.


hatiku tak berbentuk utuh..


"kamu jangan benci sama mami ya, mami harap kamu mau mengerti posisi mami Yas!"


ucap Rina menyentuh tangan Yasmin.


"papih juga menyesalkan kejadian itu, Maaf karena selama ini papih tidak memperhatikan kalian!"


ucap Ibrahim, ia sendiri ragu meminta Yasmin untuk rujuk dengan Hafiz. ibrahim yakin Yasmin tidak akan mau kembali pada Hafiz apa lagi ada kanza.


Yasmin diam menanggapi, karena saat ini semua nya sudah berakhir tak ada lagi kesempatan untuk kembali seperti dulu.


"apa kamu sudah bulat ingin berpisah dengan Hafiz? papih akan meminta Hafiz untuk menceraikan perempuan itu kalau kamu mau!"


ucap Ibrahim membuat Yasmin tertegun.


"jangan pih, Yasmin gak bisa rujuk sama bang Hafiz , Yasmin gak bisa kembali seperti dulu menjalani kehidupan rumah tangga dengan bang Hafiz karena bang Hafiz pisah sama Yasmin hanya meninggalkan Yasmin seorang,tapi kanza...kanza sedang hamil dan butuh bang Hafiz.Yasmin sudah ikhlas dan memaafkan semua nya,Yasmin juga minta maaf karena Yasmin tidak bisa jadi menantu yang baik untuk papih dan mami!"


ucap Yasmin, cinta nya sudah terkikis habis.tak terpikirkan untuk kembali pada Hafiz.


Ibrahim terdiam mendengar penuturan Yasmin yang memilukan hati nya, Ibrahim merasa malu karena Kelakuan Hafiz.


"maafkan kami ya Yasmin...!". ucap Ibrahim lagi.


"ya, Yasmin sudah memaafkan semua nya!"


ucap Yasmin tak ingin membahas masalah itu lagi.


"semoga masih ada kesempatan kedua untuk ku .."


tutur Hafiz berharap.


**


Setelah itu Yasmin pulang mengendarai motor nya bersama sela, sedangkan wulan sendiri.


tiba tiba di jalan motornya berhenti begitu saja,


"Yas... kenapa?"


ucap sela panik karena mereka berhenti di tengah jalan yang sedang ramai pengendara.


cepat Yasmin menepikan motor di bantu oleh sela.


"bensin nya Abis Yasmin?"


ucap sela bertanya pada Yasmin


"ya seperti nya begitu..tadi aku pikir cukup sampai pom yang di depan itu sel" ucap Yasmin nyengir melihat raut wajah sela yang gemas padanya.


"pom yang di depan lumayan jauh Yasmin!"


ucap sela menggelengkan kepalanya.


Yasmin terdiam teringat kejadian bersama Lutfhi, waktu itu dia juga lupa mengisi bensin.


Yasmin terkekeh sendiri mengingat masa itu.


"udah mulai gila kayaknya ini anak!"


ucap sela sambil mendorong motor Yasmin bergantian.


"ketawa ketawa sendiri..!"

__ADS_1


"emang mau punya teman nya Gila beneran?"


ucap Yasmin menepuk pundak sela, berjalan di belakang sela menikmati senja dengan suara bising kendaraan yang berlalu lalang, terkadang ada yang menciuti mereka berdua.


Yasmin hanya tertawa seakan tak ada beban pikiran yang menghimpit nya.


mencoba melupakan percakapan nya dengan Ibrahim dan Rina,,mantan mertua.


sampai di lampu merah keduanya ikut berhenti, Yasmin mendekat pada salah satu Mobil kemudian mengaca membetulkan kerudung nya.


Kahfi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat melihat perempuan yang sedang mengaca di mobil nya..


"dasar anak itu!" cepat Kahfi membuka kaca mobil tersebut dan membuat Yasmin langsung menganga memundurkan langkahnya.


"mentang mentang cantik ya..gak sungkan sungkan ngaca depan kaca mobil orang"


ucap kahfi tersenyum membuat Yasmin membeku seketika.


kahfi menepikan mobilnya dan mengahampiri Yasmin dengan wajah yang memerah menahan malu, Yasmin juga bingung karena keinginan itu muncul begitu saja membuat nya malu sendiri.


Yasmin terpana melihat kahfi berpenampilan rapi menggunakan jas berwarna hitam rapi membuat nya terlihat gagah dan semakin berkharisma, tampak seperti seorang direktur muda,namun cepat Yasmin memalingkan wajahnya tersadar karena telah mengagumi pria yang tengah melangkah mendekat, Yasmin terpaku mengingat kembali ucapan Marisa.


**


"jangan menilai seseorang dari luar nya, Hafiz saja yang kamu ketahui keseharian nya, seluk beluk keluarga nya... hasil nya seperti apa?


apa lagi ini yang belum lama kamu kenal,ibu Ingat kan kamu untuk tidak mudah membuka hati.... belajar lah dari kegagalan!" ucap Marisa


memutar di benak nya.


**


"kenapa motor nya? mogok"


tanya kahfi menghampiri Yasmin dan sela.


rasanya ingin sekali berlari,setelah kejadian tadi di kampus dan sekarang ia mengulang hal memalukan lagi.


"habis bensinnya pak...!"


ucap Yasmin lirih memalingkan wajahnya,


"memang tidak di isi...?"


tanya Kahfi menilik motor Yasmin.


"Yasmin tuh lupa isi bensin!"


ucap sela menjawab karena Yasmin diam.


"bukan nya lupa, aku kira akan cukup sampai di pom.."


ucap Yasmin masih dengan posisi tak nyaman karena Kahfi terus memperhatikan nya.


"kamu yakin dengan perkiraan kamu?"


tanya Kahfi senyum, entah kenapa akhir akhir ini Kahfi senang sekali tersenyum.


"perkiraan Yasmin salah...."


ucap Yasmin memalingkan wajahnya.


kemudian kahfi menyuruh Supirnya untuk membelikan bensin, tak ada percakapan di antara mereka karena kahfi Sibuk dengan ponselnya,


"ya, sebentar saya lagi jalan..pending saja 10 menit" ucap kahfi di telpon Entah dengan siapa.


tak lama supir datang membawa bensin eceran untuk motor Yasmin kemudian mengisikan nya.


"terima kasih pak kahfi...!" ucap Yasmin tak berani menatap wajah Kahfi.


"lain kali jangan memperkirakan sesuatu yang tidak kamu yakini...!"


ucap kahfi kembali senyum kemudian melirik jam tangannya.


"saya duluan Yasmin...!"


ucap kahfi memakai kaca mata hitam kemudian naik ke mobil.


Yasmin dan sela mematung menatap punggung mobil yang menjauh.

__ADS_1


bersambung.


terima kasih yang udah mampir, untuk para reader terima kasih sekali yang sudah komentar ,hal itu membangun semangat author.. maaf kalau author gak bales komentar nya... bukan karena menyepelekan.. author hargai sekali,terima kasih......😍😍😍


__ADS_2