
"kahfi nolak aku fiz"
ucap Alexa ..
saat ini mereka berdua berada di sebuah restoran sedang menikmati sarapan bersama,
hari ini Alexa memutuskan untuk kembali ke Singapure.
"mungkin karena sekarang aku janda"
ucap Alexa mengingat kejadian semalam.
***
"Alexa....."
ucap kahfi saat sampai di rumah dan melihat Alexa berada di rumah, menunggu nya pulang.
Alexa tersenyum manis, rambut nya yang panjang tergerai indah... dengan dress berwarna hijau selutut tak memperlihatkan jika perempuan itu seorang ibu satu anak.
Alexa masih cantik seperti dulu, tapi saat ini Kahfi bukan kahfi yang dulu.
"fi... besok aku akan kembali ke Singapure"
ucap Alexa masih penasaran pada pria tampan yang duduk di hadapan nya.
"oh .... gitu! ya udah.... kamu hati hati ya!"
ucap kahfi ia benar benar tidak bisa kembali pada masa lalu, saat ini Kahfi hanya ingin mengejar seseorang yang akan menjadi masa depan nya.
"kamu benar benar gak mau Nerima Aku?"
ucap Alexa masih berharap Kahfi berubah pikiran.
"apa karena sekarang aku janda?"tanya Alexa yang tetap kekeuh mengharapkan Kahfi mau menerima nya.
"bukan, perempuan yang saat ini aku cintai juga seorang janda....tapi maaf Alexa dia sudah menggantikan posisi kamu di hatiku!
jadi sekali lagi aku minta maaf Alexa aku gak bisa menerima kamu!"
ucap kahfi memberikan pengertian.
status tidak menjadi masalah untuk nya, hanya sekarang ini Kahfi hanya menginginkan Yasmin.
**
Hafiz tersenyum getir mendengar penuturan Alexa, karena saat ini perempuan yang Kahfi ingin kan juga seorang janda. mantan istri nya Sendiri... namun Hafiz tidak memberi tahu soal itu pada Alexa.
Hafiz tak ingin Alexa tahu permasalahan nya dengan Kahfi dan itu karena perempuan.
Sama hal nya yang terjadi dulu, sampai saat ini perempuan itu masih mengharapkan Kahfi.
Kanza mengehentikan mobil nya melihat Hafiz bersama seorang perempuan, entah siapa?
bercanda dan tertawa bersama, pantas pagi pagi sekali Hafiz sudah pergi meninggalkan rumah, jadi ini penyebab nya.
"sakit..... seperti ini kah yang Yasmin rasakan!"
__ADS_1
ucap kanza sendiri namun cepat ia menepis pemikiran itu, ia tak perduli dengan Yasmin.
mengingkari bahwa saat ini dialah yang kalah sejak semalam Hafiz tak menghiraukan nya.
Hafiz meminta nya untuk menghapus semua postingan nya.
siang ini Rama meminta Yasmin untuk membawakan beberapa berkas pekerjaan yang tertinggal di rumah, Sebelum berangkat ke kampus Yasmin mampir ke kantor Rama.
Yasmin membeku di tempat, saat melihat Kahfi menggendong seorang anak perempuan yang berumuran empat tahun dan berjalan dengan seorang perempuan cantik berambut panjang.
kahfi juga kaget saat melihat Yasmin menatap nya sendu, namun cepat Yasmin berjalan dengan cepat memasuki gedung perusahaan.
saat itu Alexa datang untuk berpamitan pada kahfi karena Alena sang putri Keukeh ingin bertemu dengan Kahfi dulu sebelum kembali ke Singapure.
Alexa sendiri tidak tahu jika perempuan yang memakai kemeja berwarna pink dengan rok panjang plisket berwarna Navy adalah perempuan yang sudah menggantikan posisi nya di hati kahfi.
"kenapa fi....?" ucap Alexa mengamati Kahfi yang menatap perempuan yang berlari memasuki gedung perusahaan..
"nanti lah aku jelaskan pada Yasmin!"
ucap kahfi sendiri khawatir Yasmin salah paham.
"gak apa-apa...ayo kita berangkat sekarang, takut nya ketinggalan pesawat!"
ucap kahfi masuk ke dalam mobil.
seperti janjinya Kahfi mengantar Alexa sampai bandara.
tiba-tiba langkah Yasmin terhenti,sejuta tanya telah menahan nya...ada sedikit rasa sesak yang menghantam dadanya, namun Yasmin coba menepisnya..
"siapakah perempuan dan anak kecil yang kahfi gendong....apa itu pacar Kahfi?"
"lalu apa urusannya dengan ku... kenapa harus memikirkan seseorang yang tak semestinya.."
ucap Yasmin lagi..
Yasmin berjalan menghampiri Rama yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
"yah ..m.. Yasmin mau tanya, pak Kahfi sebenernya sudah menikah atau belum?"
Rama tersenyum mendengar penuturan Yasmin, semua pebisnis tahu pria itu masih singgel, seperti nya Yasmin salah paham.
"emang kenapa kalau Kahfi sudah menikah? kamu suka sama Kahfi?"
ucap Rama tersenyum membuat Yasmin membeku seketika.
"gak...dia kan dosen Yasmin,masa sih Yasmin suka sama dia....!"
ucap Yasmin tanpa menatap wajah Rama yang tersenyum melihat tingkah Yasmin.
"Yasmin memutuskan untuk ikut ke Rusia dengan ayah, meski tanpa ibu..tapi ibu udah kasih izin!"
ucap Yasmin lagi, seperti nya lebih baik pergi untuk melupakan semua nya.
"ya sudah besok kita berangkat..biar Surya yang urus semua berkas kamu di kampus!"
ucap Rama tersenyum memikirkan sesuatu...
__ADS_1
"seharusnya aku gak menanyakan soal kahfi Sama ayah.." gumam Yasmin sendiri dalam hati.
meski malas Yasmin memaksakan kaki nya melangkah menuju kampus, rasanya ingin pulang saja.
"Yasmin......"
ucap Wulan dan sela mengahampiri.
"Yas kenapa tuh muka bete gitu...?" ucap Wulan.
Yasmin membuang nafas Kemudian menceritakan semuanya pada kedua sahabatnya itu
"mungkin itu cuma teman nya Yas ...kamu dengar sendiri kan waktu kita kerumah nya pak kahfi, mami nya itu malahan nyangka kamu tuh calon menantu nya..jadi menurut aku cewek itu bisa teman, pacar juga mungkin!
udah lah jangan mikirin sesuatu yang kita gak tahu Jawaban nya terkecuali kalau kamu tanyakan langsung"
"ya gak mungkin nanyain soal privasi dia..malu!"
"sebenarnya gimana sih perasaan kamu sama pak Kahfi yas??"
ucap sela dan Wulan menilik wajah Yasmin yang tampak Bingung.
"jangan tertipu dengan penampilan luar laki laki, mereka itu paling pandai membuat perempuan terkesan..."
ucap marisa dulu kembali terngiang saat Yasmin menceritakan pertemuannya dengan Hafiz.
-apa semua laki laki sama?
'tak ingin lagi rasanya ku bercinta setelah ku rasa perih.. kegagalan ini membuat ku tak berdaya.....'
"gak tahu...yang pasti saat ini aku cuma mau mikirin masa depan aku...!"
ucap Yasmin tanpa menoleh pada kedua sahabatnya itu.
"ya udah Yas...kita masuk kelas aja , sebentar lagi pelajaran di mulai.."
ucap wulan merangkul bahu Yasmin.
Yasmin memperhatikan kanza perempuan yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya yang kini hancur....entah Apa Yang terjadi dengan perempuan itu, wajah nya sembab dan sedikit pucat namun tetap fokus memberi materi pelajaran.
berkali kali juga Yasmin memperhatikan kanza yang seperti meringis menahan rasa sakit dengan menggigit bibirnya sendiri.
kanza merasakan perutnya nyeri, berulang kali menelpon Hafiz namun Hafiz tak menjawab telepon nya.
hati nya perih karena Hafiz mengabaikan nya, apapun alasannya kanza ingin Hafiz mengutamakan nya, membuat nya banyak pikiran dan stres.
"Yasmin...ada apaan tuh ramai!"
ucap wulan menarik tangan Yasmin di ikuti oleh sela.
"astagfirullah.....!" ucap Yasmin melihat kanza yang pendarahan meringis Duduk di tangga.
"cepat bantu bawa kerumah sakit!" ucap Yasmin tanpa berpikir panjang.
Yasmin menarik tangan kanza pelan kemudian memapah nya berjalan..
kanza malah menangis menatap wajah Yasmin.
__ADS_1
bersambung....
ayolah... Yasmin itu kok mau ya tolongin kanza yang udah nyakitin dia???ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜€