Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
panik.


__ADS_3

Yasmin terdiam saat merasakan Perutnya yang sedikit sakit hingga rasa mules yang sebentar hilang kemudian datang lagi.


"sayang ,ayo kita jalan jalan lagi"


aktivitas yang akhir-akhir ini sering mereka lakukan semenjak usia kandungan Yasmin menginjak sembilan bulan.


"ya ayo bang!"


ucap Yasmin meraih tangan sang suami.


Yasmin menggigit bibir nya jika rasa itu kembali datang, Kahfi memperhatikan wajah Yasmin seperti menahan sesuatu.


"sayang kamu kenapa?"


Yasmin menoleh menatap wajah Kahfi.


"bang ...perut Yasmin sakit, seperti keram gitu!"


"astaga... kenapa kamu gak bilang? dari tadi Yang?"


ucap kahfi kemudian meraih tangan Yasmin untuk duduk di kursi taman.


"sebentar Abang telpon yang dirumah, biar jemput kita ya!"


"kita jalan aja bang, Yasmin kuat kok, kalau pun mau lahiran pasti suruh jalan jalan dulu bang!"


"gak sayang, Abang gak mau ambil resiko!"


ucap kahfi kemudian menghubungi Mami nya.


"kenapa sih kalau sakit diam aja?!"


"bukan sakit,tapi seperti apa ya!


keram gitu bang, tadi subuh emang ngerasa mules tapi sebentar sebentar!"


"dari subuh? kamu gak bilang sama Abang?


Bandel ya!"


ucap kahfi gemas kemudian merengkuh tubuh istrinya itu.


"mau bilang cuma emang rasa mules nya tuh sebentar sebentar bang?!


"ya, apapun yang kamu rasakan, jangan pendam sendiri! kamu bilang sama Abang!"


"ya maaf ....!"


tak lama mobil berhenti tepat di hadapan mereka, Sinta bergegas keluar dari mobil itu.


kahfi meminta supir untuk menjemput mereka dan mengatakan tentang apa yang dirasakan oleh Yasmin.


"Yasmin......!"


"mi......!"


"kamu mau melahirkan?"


"gak tahu mi.... Yasmin juga gak tahu gimana rasanya..cuma dari tadi tuh mules!"


"gimana mi....?"


tanya kahfi.


"Ya udah kita kerumah sakit sekarang aja"


ucap Sinta kemudian meraih tubuh menantu nya itu.


"emang kalau mau lahiran seperti itu ya mi?"


ucap kahfi bertanya pada Sinta yang sudah berpengalaman.


"ya fi, mules gitu!


ya Seperti Yasmin rasakan!


mami lahiran kak Hani sama kamu Alhamdulillah normal semua tidak ada masalah, semua lancar dan dimudahkan!


semoga Yasmin juga seperti Mami ya!"


"amin.....!"


ucap keduanya berbarengan.


kahfi menyandarkan tubuhnya pada Kahfi, rasanya semakin sering terasa dan membuat nya ngilu sendiri.


Yasmin menggigit bibir merasakan sesuatu yang baru pertama kali dirasakan nya,, memegang tangan kahfi erat.


"sayang... sakit'?"


tanya kahfi memperhatikan Yasmin berkali kali mengambil nafas.


"pak cepat !"


"kahfi Jangan panik seperti itu tapi coba tenang, wanita yang mau melahirkan memang seperti itu!"

__ADS_1


"ya tapi Afi gak tega mi!"


"gak apa-apa bang, Yasmin baik baik saja!"


ucap Yasmin membuat Kahfi tertegun sejenak.


"baik gimana? Abang tahu kamu lagi kesakitan!


kenapa sih bandel bikin Abang gemes!"


Yasmin membuang nafas mendengar penuturan Kahfi yang panik sendiri.


'astaga kenapa macet sih?


ucap kahfi menghela nafas panjang.


bergegas ia menelpon dokter kandungan yang sudah biasa memeriksa Yasmin.


"ya saya sudah dirumah sakit, saya tunggu pak kahfi!"


ucap dokter tersebut ditelpon.


"astagfirullah.....!"


ucap Yasmin gemetar menahan rasa mules yang semakin sering terasa.


"pak bisa gak sih cari jalan lain!"


ucap kahfi tak sabar karena jalanan yang cukup ramai pengendara.


"bang....!"


ucap Yasmin tersengal memegang erat tangan Kahfi.


"astaga... mi!"


"sabar dong fi.... Jangan panik begitu!"


ucap Sinta kemudian menghubungi Marisa untuk memberi tahu jika Yasmin hendak melahirkan.


tak lama mereka sampai di rumah sakit, dokter Sri sudah menunggu Yasmin di depan.


bergegas Kahfi membawa Yasmin keluar dan menaruhnya di ranjang rumah Sakit, bergegas dokter membawa nya.


"bang!"


ucap Yasmin tak melepaskan tangan kahfi.


"Ya, sayang...abang akan temani kamu!"


dokter langsung memeriksa keadaan Yasmin.


"udah pembukaan empat ya, Kita tunggu sebentar lagi!


sabar ya ibu Yasmin!


miring ya tidur nya, biar cepat proses pembukaan nya!"


ucap dokter kemudian meninggalkan kahfi dan Yasmin kemudian masuk Sinta.


"gimana fi....?"


"udah pembukaan empat katanya mi!"


"oh cepat kalau gitu!"


kahfi tertegun menatap istrinya yang berulang kali tetap diam menahan rasa mules yang terus mendesak nya.


"sayang kamu belum makan!" ucap Kahfi terdengar oleh Sinta.


"oh ya udah mami belikan kamu makanan ya!"


"loh emang sempat mi...!?"


tanya kahfi yang belum paham proses nya.


"ya sempat lah orang masih lama lah, nanti gak ada tenaga kalau gak sarapan...!"


ucap Sinta kemudian pergi ke luar.


"sayang...apa kita gak ngambil jalan Caesar saja, Abang gak tega lihat kamu!"


"gak apa-apa bang, kita berjuang bersama ya!"


ucap Yasmin menggelengkan kepalanya menahan rasa nikmat yang membuat nya mengeluarkan air mata.


"Abang harus gimana dong!"


ucap kahfi panik kemudian duduk di tepi ranjang dan mengusap punggung Yasmin.


tak lama Marisa dan rama masuk ke dalam ruangan.


"sayang!"


ucap marisa menghampiri Yasmin.

__ADS_1


"Bu.......!"


ucap Yasmin memegang tangan Marisa.


"kamu tenang ya!


fi kamu juga, proses melahirkan memang seperti ini!"


"ya mi, tapi afi gak tega Lihat nya mi!"


ucap kahfi dengan mata yang memerah.


"sabar kalian harus sabar karena sebentar lagi kalian akan bertemu dengan buah cinta kalian!"


ucap Marisa memegang tangan Yasmin.


"kamu kuat kan Yasmin fi , harus tenang!"


ucap Rama sambil menggendong bayi kecil mereka, tak lama Sinta datang membawa makanan untuk Yasmin.


"Yas...ini makan dulu!"


"beli apa?"


"ayam geprek..... mau?"


ucap Sinta terkekeh melihat wajah kahfi yang memucat melihat istrinya kesakitan seperti itu.


"mi...Afi serius!"


"ya ....mami juga!


Kamu suapin bubur nya nih!"


"ya makan dulu! biar ada tenaga nanti yas!"


ucap marisa Duduk di sofa kemudian meraih bayinya dari tangan Rama, baby sitter Wildan menunggu di luar.


"ayo sayang.. Makan dulu!"


"gak mau bang, mana bisa makan kalau dalam keadaan seperti ini!"


ucap Yasmin menahan air matanya.


"harus makan yas, kamu kan belum makan apa apa sejak pagi, nanti gak ada tenaga untuk mengejan"


"ya benar Yasmin!"


ucap Marisa menimpali ucapan Sinta.


"ya sayang ..ayo makan dulu!"


ucap kahfi menyuapi Yasmin bubur ayam tersebut.


"udah bang!"


ucap Yasmin setelah menerima beberapa sendok, rasa mules nya semakin bertambah dengan durasi yang semakin cepat!


" ya ampun de... astaga gimana mi!"


ucap kahfi kembali panik, hal apapun selalu Kahfi sikapi dengan tenang, tapi untuk kali ini ia benar benar tidak bisa tenang...!


"tenang.....! berdoa fi bukan seperti itu"


ucap Sinta mengusap punggung putranya itu.


kahfi mencium kening istrinya.


"baca surah Asy-syarh.. supaya Allah memudahkan segala urusan kita!"


ucap kahfi menitikkan air mata, tak tega melihat Yasmin seperti itu.


Yasmin menurut kemudian membacakan surah itu berulang ulang.


"astagfirullah...!"


ucap Yasmin membuat Kahfi terperanjat merasakan sesuatu yang pecah kemudian merasakan sesuatu yang hangat dibawah nya.


bergegas kahfi pergi keluar memanggil dokter.


bersambung .....


adakah suami yang seperti Kahfi, panik pas istri nya mau melahirkan?😍😍🤭🤭


ada ya pasti!


perempuan Apa laki laki ya?!


hehehe.......


oke terima kasih.


tinggal kan jejak ..


komentar and Like nya..🤭🤭😍

__ADS_1


__ADS_2