
kahfi menurunkan Yasmin saat mereka sampai di tenda, cukup berat karena Yasmin tertidur.
"maaf pak..." ucap Yasmin dengan menundukkan wajahnya, Jujur ia malu kenapa bisa tertidur.
"jadi tadi kamu tadi ngantuk...!" ucap kahfi berjongkok di hadapan Yasmin yang terduduk di rumput yang hijau.
"kamu tahu hal itu bisa membahayakan keselamatan kamu?"
ucap kahfi mengusap pipi Yasmin yang berdarah.
jantung keduanya berdetak kencang, Yasmin mematung merasakan debaran jantung nya yang tak biasa menatap wajah Kahfi yang begitu dekat dengan nya.
"Wulan....?"
ucap kahfi berdiri memanggil wulan yang baru sampai.
"kamu ambil p3k! obati teman kamu, nanti kasih Paracetamol juga takut nya demam karena badan kamu pasti sakit sakit akibat berguling tadi!"
ucap kahfi kemudian menoleh ke arah Yasmin sekilas kemudian pergi, rasanya tak Aman jika ia terus menerus berdekatan dengan Yasmin, ia cukup normal merasakan hangatnya tubuh Yasmin.
"terima kasih pak Kahfi!"
ucap Yasmin menghentikan langkah Kahfi.
kahfi hanya menoleh Kemudian berlalu pergi.
Lutfhi berlari cepat menuju tenda saat mendengar Yasmin jatuh dan hampir masuk jurang.
"Yasmin....!"
ucap Lutfhi menghampiri Yasmin yang sedang di obati oleh wulan.
"katanya kamu jatuh, kamu tidak apa-apa?"
ucap Luthfi terengah tergambar raut kekhawatiran nya.
"Yasmin tidak apa-apa kak..!"
ucap Yasmin dingin..ia harus segera berbicara dengan Luthfi.
saat Lutfhi hendak menyentuh nya Yasmin cepat menghindar, membuat Luthfi terpaku.
"kak nanti Yasmin mau bicara empat mata!"
ucap Yasmin menatap wajah Lutfhi.
bukan tak ingin menerima perhatian dan kebaikan Lutfhi,tapi hatinya sakit karena ucapan yesa yang memandang nya rendah.
mereka tak tahu apa yang Yasmin rasakan, apa yang terjadi dengan kehidupan nya hingga ia merasa haus kasih sayang karena Hafiz tak memberikan nya sepenuh hati, tapi terlepas dari semua itu Yasmin masih tahu batas dan menjaga Apa yang menjadi milik Hafiz.
"Yas..... sebenarnya ada apa?"
ucap Wulan dan sela yang menilik sikap Yasmin pada Lutfhi.
Yasmin menghela nafas kemudian menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya tentang percakapan nya dengan yesa.
"kok tega banget sih bundanya Lutfhi ngomong seperti itu sama kamu yas?"
ucap sela memeluk sahabatnya itu.
"jadi karena itu?"
ucap Wulan termenung.
Yasmin menggeleng kan kepalanya menahan air matanya.
"aku tak mau dihantam lagi rasa sakit, cukup Hafiz yang menggores hati aku... kak Lutfhi gak salah, tapi keluarga nya mencemooh aku!"
__ADS_1
ucap Yasmin menahan perih.
"sabar Yas.... kita selalu ada buat kamu?"
ucap Wulan dan sela yang masih memeluk Yasmin.
sore itu mereka berkumpul hanya kelompok Kahfi yang tidak mendapatkan apa apa karena mereka tidak sampai puncak mengingat kejadian Yasmin membuat Kahfi mengurungkan rencana mereka untuk kembali mendaki.
"malam ini kita masih menginap ya...besok siang kita baru pulang!"
ucap kahfi menatap Yasmin dari jauh.
"untuk kegiatan besok kita santai ya... malam ini juga rencananya mau bakar bakar jagung kan,tolong sampah nya di perhatikan.kita harus menjaga kebersihan lingkungan..."
ucap kahfi kemudian menyudahi.
Yasmin terdiam merasakan tubuhnya yang terasa remuk, mungkin Akibat terjatuh tadi siang.
"Yas... kenapa?"
ucap Wulan sambil memakan pop mie nya.
"badan rasanya remuk lan...!"
ucap Yasmin meringis,ia pun kembali ke tenda.
malam itu Yasmin tidak bisa tidur karena badan nya terasa remuk,mana ia tidur di tikar.
Yasmin keluar dari tenda karena ingin ke toilet.
ia tidak tega membangunkan Wulan dan sela yang tertidur pulas.. Yasmin memberanikan diri untuk pergi sendiri.
awalnya tidak ada yang aneh, namun saat keluar dari toilet Yasmin merasakan bulu kuduk nya berdiri dan mendengar suara seperti dulu saat ia bersama Lutfhi tersesat di hutan.
Yasmin bergegas pergi namun kakinya masih terasa sakit dan tak bisa berlari, Yasmin semakin takut dan berjalan cepat Sambil melihat ke arah suara tersebut.
"astagfirullah........!"
ucap Yasmin menutup matanya.
"Yasmin....kamu!"
ucap kahfi melihat Yasmin yang terjengkang.
"pak kahfi.....! Yasmin kira hantu"
ucap Yasmin membuka mata nya dan menutup mulutnya.
"dari mana sih kamu, senang banget sih bikin sensasi!"
ucap kahfi merasa gemas dengan tingkah gadis cantik yang berada di hadapan nya itu.
untuk sekian lama nya Kahfi merasakan jantungnya berdebar kencang seperti rasa yang dulu pernah ia rasakan pada seseorang yang telah pergi meninggalkan nya.Namun cepat Kahfi menepis nya karena Yasmin jauh dari tipe perempuan yang disukai nya.
"tadi habis dari toilet?"
ucap Yasmin sedikit menunduk kan wajah nya.
entah kenapa justru Kahfi menyukai sikap Yasmin yang seperti itu.
"sendiri....?"
tanya Kahfi menengok ke kanan dan kiri.
"ya.....!" ucap Yasmin menjawab dengan singkat.
"kemana teman teman kamu?"
__ADS_1
ucap kahfi kembali bertanya..
"tidur.....!"
kahfi membuang nafas dan kembali bertanya.
"kamu berani Yasmin?"
Yasmin menatap wajah Kahfi yang terlihat heran padanya.
"berani campur takut...!"
ucap Yasmin kemudian senyum.
"kembali ke tenda... karena yang lain nya juga sudah tidur!"
ucap kahfi kemudian membalikkan tubuhnya dan pergi.
"Ah......!"
ucap Yasmin membuat Kahfi menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"ya ampun Yasmin apa lagi sih...?"
ucap kahfi membuang nafas.
"sakit banget...kaki Yasmin terkilir karena lubang itu...!"
ucap Yasmin meringis berjalan dengan mengangkat sebelah kakinya.
"coba lihat...! duduk...!"
ucap kahfi karena tidak tega melihat Yasmin yang kesakitan.
kahfi berjongkok di hadapan Yasmin, menghela nafas berat karena jantung nya kembali berdetak kencang.
kahfi menyentuh kaki Yasmin yang begitu dingin dan terasa lembut.
"astagfirullah.... sakit!"
ucap Yasmin sedikit berteriak kemudian menutup mulutnya saat Kahfi mengangkat kakinya sedikit membetulkan posisi urat yang terkilir.
"Yas .. kenapa?" ucap Luthfi di ikuti wulan dan sela mengahampiri mereka berdua.
"sakit kaki aku terkilir!"
ucap Yasmin meringis dan Kahfi sendiri langsung berdiri melihat teman teman Yasmin datang, untunglah Kahfi membawa Yasmin ke tempat yang terang hingga tak ada kecurigaan terhadap nya.
"kompres pakai air dingin,nanti oleskan salep pereda nyeri,lain kali kamu hati hati dan satu lagi kalau kamu mau ke toilet usaha kan berdua dengan teman kamu.. jangan sendiri!"
ucap kahfi kemudian pergi dengan sisa jantungnya yang masih berdegup kencang.
"Yas ... kenapa gak bangunin sih kalau mau ke toilet!"
ucap sela kemudian merangkul bahu Yasmin membantu nya berdiri untuk melangkah menuju tenda.
"kak Lutfhi.... Yasmin gak apa-apa! kak Luthfi kembali ke tenda aja?!"
ucap Yasmin berbalik badan melihat Lutfhi yang mematung sendiri menatap nya.
Luthfi merasakan air matanya mengenang, Yasmin terang terangan sedang menjauhi nya.
entah kenapa Luthfi juga tidak tahu...
rencana mereka untuk berbicara berdua belum terlaksana... mungkin esok pagi, Luthfi akan menanyakan hal itu.
bersambung.
__ADS_1