Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
tulus.


__ADS_3

'mungkin saat kamu membuka surat ini,aku sudah pergi jauh..


mungkin terkesan pecundang karena berhenti memperjuangkan cinta.


tapi aku pergi semata-mata karena tak ingin masalah terus menaungi kehidupan mu..


meski hal itu akan membunuhku perlahan..


aku bahagia karena mencintai perempuan sebaik dan seindah kamu Yas, meski aku tak bisa menggapai mu..


akan aku simpan kisah ini sebagai sejarah hidup yang tak akan pernah aku lupakan..


mengenalmu menjadi pengalaman terindah buat aku, meski hanya sebatas angan aku meraih mu.


aku berharap saat aku pergi aku melihat mu dalam keadaan bahagia, bukan seperti ini.


tapi aku selalu berdoa untuk kamu Yas..


aku tak punya senjata lain selain doa ...


aku Berharap akan ada pria yang mencintai mu dengan perilaku nya, bukan hanya dengan ucapannya.


yang melihat mu dengan hati nya,yang berusaha keras untuk membuat mu tersenyum bahagia.


aku mencintaimu dengan tulus Yas,aku berharap kamu bahagia..


aku pergi....


Lutfhi..'


Yasmin tergugu membaca surat dari Lutfhi, dadanya sesak namun inilah kenyataan yang memang harus diterima nya.


saat kita mendua kemungkinan yang akan terjadi di akhir cerita adalah kehilangan keduanya kalau pun ada yang bertahan itu karena ia mampu berbesar hati menerima kesalahan dari pemeran utama, namun keadaan tak akan sama.


luka dan air mata membekas dalam kisah tersebut tak banyak dari mereka yang memilih untuk pergi.


"Yas... kamu sabar ya!"


ucap Wulan dan sela yang memeluk Yasmin.


walau bagaimanapun Lutfhi pernah menjadi sandaran nya saat ia menangis karena Hafiz,


meskipun Yasmin lebih nyaman jika Lutfhi menjadi kakak nya!


Karena perasaan nya hanya sekedar simpati,


"udah Yas .. bangkit lupakan masa lalu,buka lembaran baru!" ucap sela mengusap punggung Yasmin.


"ya benar Yas .. mungkin ini yang terbaik untuk kalian!"


"ya kalian benar! aku beruntung punya sahabat seperti kalian!"


ucap Yasmin memeluk sahabatnya itu.


sudah seminggu Yasmin tidak masuk kelas,kanza sendiri tidak memperdulikan hal itu.


di kampus Masih ramai membicarakan tentang Yasmin dan Luthfi, bukan kanza.


mereka menyayangkan kepergian Lutfhi.


siang ini Kahfi benar benar tidak fokus,ia memberikan materi seadanya dan memberikan banyak tugas pada mahasiswa nya.


pikirkan nya masih saja tak jauh dari Yasmin, terbesit sebuah rindu yang membuat nya gelisah.


apa alasan nya jika ia menemui Yasmin, apa tanggapan Yasmin nanti jika tiba-tiba ia datang kerumahnya.


kahfi selalu bersikap seperti itu,kaku dan lidahnya terlalu kelu untuk mengungkapkan perasaan.


"sebel deh aku sama pak kahfi Yas!" ucap sela saat mereka sampai di rumah Yasmin.


"Kenapa?" ucap Yasmin entah kenapa ia justru penasaran dengan pria itu.


"lihat deh muka nya..!" ucap sela tertawa melihat wajah Yasmin yang terlihat mau tahu.


"Kenapa?"


ucap Yasmin meraba wajah nya sendiri.


"ada yang merindu kayaknya ya guys...!" ucap Wulan terkekeh.

__ADS_1


"kaya gini lan..!"


ucap sela mengambil buku kemudian melipat nya.


"aku merindu....ku yakin kau tahu... tanpa batas waktu.......ku terpaku aku meminta.. Haha!"


sela bernyanyi kemudian tertawa..


"lupa lagi lirik nya!"


ucap sela melihat Yasmin yang menahan tawanya.


"oleng tahu dia, Masa ngasih tugas banyak banget! ngasih materi cuma gitu doang!"


ucap Wulan di angguki oleh sela.


"tahu nya lagi galau....!"


ucap wulan lagi.


"kalian udah makan belum seh?"


ucap Yasmin tersenyum kecil.


"belum! emang kenapa yas!"


"pantesan ...oleng juga! gak jelas banget yang kalian maksud tuh apa? siapa yang lagi merindu, siapa juga yang galau!"


saat itu juga ponsel Yasmin berdering terlihat Kahfi melakukan panggilan telepon.


"tuh kan .....! yang di omongin langsung telpon!"


ucap sela.


"angkat cepat Yas..!"


ucap wulan.


"halo.. assalamualaikum...pak kahfi!"


ucap Yasmin dengan jantung yang berdetak kencang.


"halo Yasmin....!"


"walaikumsalam... Yasmin nanti kamu tanyakan pada teman teman kamu soal tugas dari saya!


saya minta untuk pertemuan selanjutnya kamu hadir Karena kamu sudah banyak tertinggal!"


ucap kahfi.


Yasmin terdiam mendengar ucapan Kahfi.


"Hanya itu?"


ucap Yasmin.


"ya emang kamu mau nya apa?"


ucap kahfi tersenyum sendiri.


"gimana keadaan kamu!"


ucap kahfi.


Yasmin langsung tersenyum senang mendengar pertanyaan itu, tapi ia pun kembali diam.


Kenapa jadi geer begini.


"Yasmin... kamu tidur?!"


"gak pak...ya saya baik baik saja!"


"syukurlah kalau begitu...!"


"ya terima kasih pak..ada lagi?"


ucap Yasmin menuggu, entah kenapa ia mengharapkan percakapan yang lain.


"tidak ada Yasmin, saya tunggu tugas kamu ya!

__ADS_1


assalamualaikum...!"


ucap kahfi menutup telponnya.


"hahaha...!" Wulan dan sela tertawa.


Yasmin memberangut melihat tingkah teman nya yang meledek nya.


"sana gih makan biar gak oleng!"


ucap Yasmin pada kedua sahabatnya itu.


"Yas...kita senang Lo lihat kamu kaya tadi!"


"senang apaan!"


"Yasmin...kita senang karena kamu bisa melupakan masalah kamu sama Hafiz, obat patah hati itu ya menemukan cinta yang baru, jangan takut untuk membuka lembaran baru! justru yang menakutkan itu jika kita terus terpaku pada masa lalu!"


"semua berproses..gak mau berpendapat apa apa dulu takut nya kecewa.. kalau nyangkal juga takut di bilang munafik!"


ucap Yasmin cuek, entah lah ia sendiri tidak tahu, menilik dari kejadian masa lalu. ia tak ingin gagal seperti dulu.


"pak kahfi tuh suka sama kamu Yas! emang kamu gak merasa?!"


ucap sela.


"gak lah..apa gak terkesan geer gitu!"


"gak lah,waktu kak Lutfhi Juga gitu dia mah!


tahu tahu orang melongo pas dapet surat undangan.!"


ucap wulan mengungkit Kisah lama.


Yasmin terdiam mengingat kembali Lutfhi,


semoga kak Lutfhi dapat perempuan yang mencintai nya dengan tulus.


kahfi tersenyum setidaknya kerinduan nya sedikit terobati dengan mendengar suara perempuan itu,


tak lama ponselnya berdering terlihat Hafiz menghubungi nya.


keduanya duduk berhadapan sambil menikmati segelas kopi, Hafiz mengajak Kahfi untuk bicara.


"kamu sama Yasmin dekat?"


ucap Hafiz membuka obrolan.


kahfi tahu Hafiz pasti menanyakan hal itu.


"Kenapa kamu gak cerita sama aku kalau Yasmin itu istri kamu fiz?"


ucap kahfi bertanya.


"masalah nya terlalu rumit dan sulit untuk dijelaskan.... kenapa kamu gak Jawab pertanyaan aku fi?"


ucap Hafiz menilik wajah kahfi.


"kamu suka sama Yasmin!"


ucap Hafiz lagi bertanya, namun kahfi diam tak menjawab.


"Yasmin itu keras kepala, tak mudah membujuk nya, tapi kemarin dengan mudahnya ia menuruti kamu fi .... jujur aku cemburu!"


ucap Hafiz menatap wajah kahfi.


"kenapa kamu tega menyakiti nya fiz...!"


"kamu gak tahu apa apa fi...!"


"yang aku tahu Yasmin terluka....."


"aku gak sengaja....apa kamu menginginkan Yasmin fi?"


Hafiz tahu Kahfi menyimpan rasa pada perempuan yang dicintai nya.


Kahfi membisu mendengar pertanyaan Hafiz.


kenapa seolah olah Hafiz tidak rela jika Yasmin bersama orang lain, padahal sudah ada kanza yang sedang mengandung anak nya.

__ADS_1


"kalau ya kenapa fiz? bukan nya kamu udah ada kanza!"


bersambung....


__ADS_2