
kanza tertegun melihat foto foto Yasmin bersama Kahfi, pria yang menjadi sahabat mantan suami nya.
bisa terbayangkan hancur nya Hafiz karena hal itu,dan betapa beruntungnya nya Kahfi mendapatkan Yasmin yang masih utuh.
'sedangkan aku.. menyedihkan'
ucap kanza sendiri menertawakan dirinya sendiri, bahkan yang menyakitkan adalah Hafiz melarang nya bertemu dengan Nabila, hidup nya sebatang kara seharusnya ia bertahan dengan Hafiz.
tak ada yang tahu jika pria yang di jumpai belum lama ini hanya seorang playboy yang sering berganti ganti pasangan.
dan yang lebih menakutkan saat ini adalah belum lama ini kanza mendengar jika mantan kekasih nya itu meninggal karena terkena virus HIV.
kanza menangis karena takut jika ia pun terkena virus tersebut apa lagi mereka berhubungan tanpa pengaman.
kanza berjalan menuju rumah Hafiz, ia ingin sekali bertemu dengan Nabila, kalau pun nantinya ia juga harus mati setidaknya ia pernah bertemu lagi dengan Nabila.
"assalamualaikum....!"
ucap kanza mengetuk pintu namun tak ada yang menjawab, hatinya pilu sungguh ia dilanda kehancuran.
****
Yasmin berdiri di depan kaca memperhatikan dirinya di cermin, kejadian tadi pagi sungguh membuat nya malu sendiri.
kahfi masuk ke dalam kamar hotel dan memperhatikan istrinya yang tengah bercermin namun senyum senyum sendiri.
Yasmin tampil cantik dengan tunik rajut selutut berwarna merah maroon yang Kahfi bawakan untuk nya.
pria itu tahu Yasmin paling menyukai nya,tunik kesayangan nya dulu robek akibat ulah Seseorang.
Yasmin terkesiap karena kahfi datang dan langsung memeluk Yasmin dari belakang.
"Abang"
ucap Yasmin memegang tangan kahfi yang melingkar di pinggang nya.
"kenapa sih senyum senyum sendiri?"
ucap kahfi membalikkan tubuh Yasmin.
Yasmin malah terkekeh kecil kemudian menutup wajahnya,siang ini mereka berencana untuk pulang.dan Kahfi akan membawa Yasmin kerumah nya.
kahfi duduk di tepi ranjang kemudian meraih tangan Yasmin yang menutupi wajahnya. kemudian mendudukkan Yasmin di pangkuan nya.
"ini kenapa seh?"
ucap kahfi gemas dengan perempuan yang kini menyembunyikan wajahnya di Curuk leher Kahfi.
*****
pagi itu setelah Hani pamit pulang, Kahfi kembali ke dalam menghampiri Yasmin yang kembali ke ranjang, ngantuk dan lelah..
"Abang.......!"
ucap Yasmin saat Kahfi membalikkan tubuhnya dan mengungkung nya lagi.
"Yasmin ngantuk banget!"
__ADS_1
ucap Yasmin menutup wajahnya.
Hani sendiri tidak menemui Yasmin, Hani tahu Yasmin pasti sedang istirahat..biasalah kalau pengantin baru betah di ranjang.
hehehe....
"kak Hani titip salam sama kamu!"
ucap kahfi masih berada di atas Yasmin.
"Abang kenapa bilang Yasmin masih tidur seh, padahal tadi Yasmin mau keluar!"
"biar cepat aja! abis ada tuh Bocah rese,bisa lama urusan nya..!"
ucap kahfi membuat Yasmin terkekeh mengingat Riko yang memang sedikit usil.
kahfi menilik istrinya yang tengah tertawa, cepat ia mendekat membuat Yasmin terpaku.
rasa itu seperti nagih dan membuat Kahfi tak bisa menahan diri untuk tidak mencumbu istri nya itu.
pagi itu keduanya kembali bercinta dengan durasi Cukup lama karena semalam Kahfi tak tega melihat Yasmin meringis kesakitan meski pun pada akhirnya semua berakhir indah meskipun dengan durasi singkat.
***
"makan yu... udah datang tuh pesanan nya, tadi katanya laper"
ucap kahfi mengusap punggung Yasmin, rambut panjang Masih basah tergerai.
Yasmin menatap wajah tampan suaminya, kehidupan nya berubah drastis setelah menjadi nyonya Kahfi, Waktu yang terlewat seakan Begitu cepat Kini ia berada di atas pangkuan pria dingin yang dulu sering ia umpat.
"kenapa sayang...? lagi?"
wajah nya merah dengan bibir yang tersungging senyuman.
"ayo kita makan! setelah itu kita pulang!
akan lebih seru kalau dirumah!"
ucap kahfi membuat Yasmin kembali terkekeh.
"ya Tuhan inikah jawaban atas doa doa yang selalu aku panjatkan dulu.. terimakasih untuk rasa bahagia ini!"
ucap Yasmin melangkah bersama kahfi menuju basman hotel.
setelah selesai makan Kahfi dan Yasmin langsung merapikan barang barang nya meski tersendat karena kahfi yang tak henti terus menggoda istrinya itu, mencium dan memeluk perempuan itu berulang.
apa yang sudah Hafiz buang justru begitu berarti dan membahagiakan untuk Kahfi.
sosok perempuan yang dulu ia katakan bandel kini menjadi sosok candu untuk nya.
kalau Hafiz tahu seperti nya ia akan menangis darah,membuang berlian hanya untuk pepesan kosong.
"kita naik motor ya..!" ucap kahfi menarik tangan Yasmin mendekat pada sebuah motor sport berwarna merah.
"punya siapa?"
ucap Yasmin celingukan karena setahu nya motor sport Kahfi berwarna hijau.
__ADS_1
"dari kolega bisnis... katanya hadiah pernikahan untuk kita!"
ucap kahfi bersandar pada motor tersebut lalu memegang kedua tangan Yasmin.
Dulu ia paling tidak suka naik motor seperti ini, tapi mungkin lain jika bersama kahfi.
"barang barang kita udah di bawa sama supir..kita pakai motor ini ya!"ucap kahfi senyum kemudian menarik tubuh Yasmin mengikis jarak di antara mereka berdua.
jantung Yasmin berdetak kencang saat Kahfi menatap nya penuh kasih, tatapan yang membuat nya terbuai.
"bang...kita pulang sekarang, ini di basman!
Yasmin takut kalau nanti....!"
ucap Yasmin terhenti saat Kahfi mengecup nya singkat.
Yasmin membeku sejenak lalu kahfi membetulkan pasmina Yasmin dan memakai kan helm di kepalanya.
"kita lanjut dirumah....!"
"Abang ih....!"
ucap Yasmin Merona, kenapa selalu saja mengarah ke arah itu.
Yasmin memeluk kahfi dari belakang, seperti ini nyaman jika bersama kekasih halal tapi jika bersama teman seperti Lutfhi misalnya.yasmin akan berpikir ulang untuk melakukan nya meski pun tak ia pungkiri bahwa Yasmin pernah hanyut pada buai semu saat bersama Lutfhi.
motor berhenti di lampu merah, Yasmin terpaku saat ia menoleh ke arah kiri dan melihat Hafiz sedang menatap nya di dalam mobil.
tersenyum melihat Yasmin yang tengah memeluk kahfi.
kahfi Sendiri tidak menyadari ha itu ,ia fokus menatap jalan.
pernah terjadi dulu namun dulu Hafiz tak menyadari Yasmin bersama kahfi, berbeda dengan sekarang saat ia sadar justru Kahfi membawa Yasmin pergi menjauh memegang tangan nya erat, memberikan kehangatan yang dulu pernah Yasmin harapkan dari nya namun ia abaikan.
ternyata bukan hanya uang yang Yasmin butuhkan,tapi nafkah batin yang justru ia abaikan.
berujung pada kehancuran, perpisahan Hingga menyisakan penyesalan yang tak bertepi.
Hafiz menghapus air matanya,dan mencoba untuk ikhlas.. mungkin rasa sakit yang ia torehkan dulu tak terangkai seperti apa yang saat ini ia rasakan.
**
tak lama mereka sampai di depan rumah Kahfi, terlihat pintu langsung terbuka menampakkan Sinta yang langsung menyambut kedatangan nya.
"assalamualaikum...mi " ucap Yasmin menghampiri Sinta dan langsung mencium tangan nya di ikuti kahfi dari belakang.
"walaikumsalam...... menantu mami"
ucap Sinta membawa Yasmin masuk ke dalam rumah.
bersambung.......
terima kasih tak henti author ucapkan ya untuk para reader... semoga sehat sehat ya...
adakah di sini yang seperti Yasmin ketemu mantan pas Kita lagi sama yayang..
Hafiz emang senyum tapi senyum nya membawa luka 🤣🤣🤣😍
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak komentar and like'nya..
😘😘