
siang ini Yasmin akan mengantar sela dan wulan pulang kerumahnya, karena kemarin mereka menginap di rumah Yasmin.
"mau kemana ini gadis-gadis cantik?" ucap rama saat melihat Yasmin dan kedua temannya hendak keluar, sebelum Yasmin sudah meminta izin untuk pergi mengantar kedua temannya pulang.
"Yasmin mau Anter sela sama wulan pulang yah....!"
"oh gitu......oh ya sela sama wulan nanti malam datang ya! kalian harus hadir di acara pertunangan Yasmin dan teman ayah!"
ucap Rama membuat ketiga perempuan itu tertegun.
" ya om.... nanti pasti kita datang!"
ucap sela dan wulan kemudian mencium tangan Rama Setelah itu mereka pamit pulang.
"Yas kenapa kok diam aja!" ucap wulan sambil fokus menyetir , Yasmin yang meminta nya untuk mengemudi kan mobil nya.
"gak ...cuma kepikiran sama acara nanti malam aja, siapa ya orang yang nanti malam mau datang kerumah..!"
ucap Yasmin menyadarkan kepalanya pada kursi.
jujur saja ia tak menginginkan hal itu, kenapa harus ada perjodohan segala.
"yas... mampir dulu ya sebentar ke rumah makan Padang yang di depan!" ucap Wulan kemudian masuk ke halaman rumah makan Padang tersebut.
"aku juga mau lan..!"
ucap sela yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya.
Yasmin Ikut turun dari mobil, berjalan mengikuti langkah kedua temannya itu.
namun dari dalam tempat makan tersebut ada seorang anak perempuan berumur satu tahunan berlari keluar dan menabrak Yasmin.
"astaga....!"
ucap Yasmin tersenyum menangkap tubuh perempuan kecil itu.
"hati hati de.......!"
ucap Yasmin senyum namun senyum nya tertahan saat ia melihat sosok yang dikenal nya.
'Hafiz.....'
"Nabila......!" ucap Hafiz ia pun tertegun melihat Yasmin.
"papah....!" ucap Nabila dengan jelas memanggil Hafiz.
'jadi anak kecil ini putri nya Hafiz dan kanza'
kini keduanya duduk di kursi yang memanjang di halaman rumah makan Padang tersebut.
"boleh Abang bicara sebentar Yas.."
"mau bicara soal apa lagi bang!"
"soal rumah kamu.....!"
Yasmin membuang nafas. ternyata masalah nya belum benar benar tuntas.
"gimana kabar kamu yas? Abang dengar kamu udah kerja di perusahaan ayah kamu!"
ucap Hafiz memulai percakapan.
Wulan dan sela mengajak Nabila bermain, mereka awalnya melarang Yasmin untuk berbicara dengan Hafiz namun Yasmin menyakinkan teman nya, kalau semua tidak akan pernah berubah.
__ADS_1
"ya Yasmin udah kerja di kantor ayah... gimana kabar Abang? itu anak kalian?"
ucap Yasmin tanpa menoleh pada Hafiz, Yasmin pun menjaga jarak dengan Hafiz.
"ya.... Abang tidak pernah baik baik saja setelah hari itu...!"
ucap Hafiz mengingat kanza yang kini sudah pergi meninggalkan nya bersama pria lain yang mungkin lebih baik dari nya.
kanza mencoba memperbaiki semuanya, meski Hafiz selalu bersikap dingin, belum lagi sikap Ibrahim yang sampai saat ini tak bisa menerima kehadiran nya. dan menyalahkan semua permasalahan yang ada pada nya.
ditambah ia juga dikeluarkan oleh pihak kampus karena permasalahan tersebut,
awalnya pihak kampus tidak percaya namun Setelah mendengar keterangan dari Kahfi, pihak kampus langsung mengeluarkan nya dari kampus secara tidak terhormat.
hidup nya tak menentu karena Sikap Hafiz, namun ia terus bertahan hingga Hafiz berubah lebih baik pada nya.
Hafiz berusaha untuk melupakan Yasmin, mencoba untuk mencintai kanza, namun disaat Hafiz mulai mencintai Kanza, justru kanza berubah...dan yang paling menyakitkan adalah kanza pergi meninggalkan nya dan juga Nabila Putri nya.
meski kenyataan nya sekarang kanza juga sendiri, karena ia juga di Campakkan oleh pria yang sudah membuat nya meninggalkan Hafiz.
dan Hafiz menolak nya saat kanza ingin kembali bersama.
Wulan juga dulu pernah memberi tahu Yasmin soal kanza yang dikeluarkan dari kampus namun Yasmin tak memperdulikan hal itu, ia fokus pada hidup nya yang baru.
"maafkan Abang yas!
.....Abang sudah berpisah dengan Kanza, mungkin ini balasan dari Tuhan karena Abang sudah menyakiti kalian...!
Abang sadar banyak salah, Abang cuma mau membicarakan soal rumah...
rumah kamu, rumah yang Abang beli untuk hadiah pernikahan kita dulu..
rumah itu kosong, ada bi ina dan suaminya yang mengurus rumah itu!"
ucap Yasmin tak mengerti dengan penuturan Hafiz.
"perusahaan Abang bermasalah, dan sekarang di ambil alih om dan Tante Abang.
jujur Abang gak sanggup lagi bayar mereka lagi,
mereka Keukeh ingin menuggu kamu pulang meskipun Abang gak full bayar mereka.."
ucap Hafiz membuat Yasmin tertegun.
"Mungkin semua terjadi karena kesalahan Yang Udah Abang lakukan, entahlah kalau tak ada Nabila yang menjadi sumber kekuatan Abang Mungkin Abang gak akan sanggup bertahan.."
'karena untuk kembali sama kamu itu juga hal yang gak mungkin, karena aku cukup tahu diri.. sekarang yang tersisa hanya sebuah penyesalan...'
ucap hafiz di dalam hati nya..
"bang... siapa yang sakit, wulan sering lihat Abang bolak balik rumah sakit!"
ucap Yasmin karena ayah Wulan salah satu dokter dirumah sakit tersebut.
jadi beberapa kali wulan Melihat Hafiz dirumah sakit.
"oh itu.. mami sakit sudah beberapa bulan ini mami terkena kanker payudara... sudah operasi seh... beliau juga pernah menanyakan kamu yas!
tolong maafkan mami Yas...!"
ucap Hafiz mengingat masa lalu dimana Rina juga menyakiti hati Yasmin dengan menuduh nya mencelakakan kanza.
"oh..... gitu. Yasmin prihatin bang, Yasmin juga udah maafin mami!
__ADS_1
untuk masalah rumah Abang Jual saja, karena Yasmin gak mungkin tinggal dirumah itu lagi"
'karena rumah itu menyimpan sejarah kepahitan'
"Abang jual rumah itu dan uang nya Abang pakai untuk biaya pengobatan mami.... Yasmin ikhlas gak apa-apa bang ... Yasmin juga udah maafin semua nya"
ucap Yasmin iba melihat kondisi pria yang saat ini menjadi mantan suami nya.
"dan soal bi Ina nanti Yasmin temui mereka bang!"
"terima kasih Yas..... sebenarnya Abang malu sama kamu, tapi Abang janji akan kembali kan uang itu Nanti setelah Abang berhasil memulihkan kondisi perusahaan papih"
"gak apa-apa bang jangan pikirkan itu Yasmin ikhlas kasih itu semua untuk Abang dan juga mami, jadikan semua sebagai pelajaran hidup agar kedepannya kita bisa jauh lebih baik lagi... Yasmin juga minta maaf karena Yasmin juga banyak salah sama Abang!"
Hafiz terdiam menatap berlian yang sudah ia sia sia kan, pedih memang tapi ia bisa Apa karena nasi sudah menjadi bubur..
tak bisa mengulang waktu yang sudah lewat.
"papah....bila mau pulang!"
ucap Nabila menghampiri mereka berdua di ikuti oleh sela dan wulan.
"ya ayo kita pulang!"
ucap Hafiz senyum memeluk putri nya itu.
Yasmin terharu dan kasihan melihat Nabila, sekecil itu dia harus merasakan terpisah dari ibunya..
mungkin hidup nya jauh lebih beruntung karena Rama dan Marisa berpisah saat ia sudah besar, setidaknya Yasmin masih memiliki orang tua yang utuh saat usia nya masih balita.
"Terimakasih Yasmin atas semua kebaikan kamu!
andai bisa mengulang waktu Abang gak akan pernah menyia-nyiakan kamu!
karena sampai kapan pun kamu akan tetap menjadi yang terindah dan terbaik.."
ucap Hafiz kemudian beranjak dari duduknya menggendong putri nya kemudian melangkah pergi.
bersambung.
terima kasih yang udah like and mampir ke novel author yang masih acak acakan dan berantakan ini..
karena author juga masih belajar..
yang suka silahkan tinggalkan jejak..
yang gak suka mangga mundur cantik..
😍😍😍
kalau ada yang bilang..
"pantesan sepi pembaca ternyata tulisan...bla bla...🤭🤭
gk apa-apa terima kasih sudah komentar..
author sadar ya karena memang masih banyak kekurangan..✌️✌️
terima kasih para reader
semoga sehat selalu.😍😍😍
terima kasih..
__ADS_1