Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
Ali bin Abi Thalib.


__ADS_3

pagi ini semua sudah berkumpul untuk mengikuti acara syukuran akikah untuk Kinara, Yasmin tampil cantik dengan gamis cantik berwarna putih senada dengan kemeja Koko Kahfi,Kinara pun tampak menggemaskan karena Yasmin memakai kan kerudung pada putri cantik nya itu.


Beberapa tamu pun bergantian datang, dari kolega bisnis Kahfi bahkan ada beberapa mahasiswa yang datang untuk mengucapkan selamat pada dosen yang dulu pernah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada mereka..


"cantik banget sih!"


ucap Wulan yang baru saja datang bersama lutfhi juga sela di ikuti oleh Hasan.


"Kenapa baru datang?"


ucap Yasmin pada kedua sahabatnya itu.


"ya Yas..kan pengajian nya juga baru mau di mulai!"


"sini aku gendong!"


ucap sela Meraih Kinara.


"ibu mana?"


tanya Wulan mencari keberadaan Marisa.


"ada,di kamar!


Wildan nya tidur lan!"


"oh gitu....!"


ucap Wulan yang melihat Kahfi sedang ngobrol bersama kolega bisnis nya yang baru saja datang di temani Rama.


"meriah bener!


udah kayak pesta pernikahan aja!"


ucap sela terkekeh.


"ya teman nya bang Afi tuh banyak banget, dari semalam udah ada yang datang dengan berbagai macam kado!"


"oh gitu, pantaslah orang baik pasti banyak rezeki nya!"


ucap sela tersenyum melihat Kahfi yang berjalan menghampiri nya.


"kalian baru datang!"


ucap kahfi meraih pinggang istri nya itu, beberapa waktu lalu ia sibuk dengan tamu yang terus datang memberikan selamat, bahkan ada kolega bisnis Kahfi yang mengatakan ingin berbesan kelak nanti,meminta Kinara untuk anak nya yang kini berumur empat tahun.


"ya, maaf pak kahfi kami kira acara nya tak sebesar ini!"


ucap sela masih memangku Kinara.


"hebat loh dia,masa Segede gini udah ada yang mau!"


ucap Yasmin terkekeh..


"mau gimana??"


ucap Wulan tak mengerti.


Yasmin pun menceritakan tentang keinginan teman Kahfi itu.


"ya nih, baru Segede gini udah jadi rebutan aja!"ucap Wulan membuat mereka terkekeh.


tak lama kemudian acara pun dimulai, dari acara pengajian, pembacaan sholawat hingga potong rambut semua berjalan lancar.


Yasmin tersenyum menatap Kahfi yang kini memangku putri mereka, mencium buah hati nya lama.


sebagian memang sudah pulang namun tidak dengan kedua sahabat Yasmin yang masih berada di tempat itu.


mereka makan bersama, ngobrol dan tertawa bersama.


"ada kabar gembira nih!"


ucap wulan di sela makan nya.


"apaan lan?"


ucap Yasmin di samping Kahfi.


"aku positif hamil Yas!"


ucap wulan tersenyum sambil memegang erat tangan Lutfhi.


"Alhamdulillah.....!


selamat ya lan, aku ikut senang!"


"ya Yas, terima kasih!"


satu persatu meraih kebahagiaan nya masing-masing, Yasmin ikut bahagia mendengar kabar baik itu.


***


dua tahun berlalu,


Kinara tumbuh menjadi anak balita yang menggemaskan, cantik, pintar berbicara membuat Yasmin dan kahfi bahagia di hari hari nya, dengan candaan dan gerak aktif nya yang semakin pintar.

__ADS_1


"Kiki sayang, mau ikut bunda?"


"kemana?"ucap Kinara sambil memainkan mainan kereta berjalan milik Wildan yang ia bawa kemari sore dari rumah Oma nya.


entah kenapa gadis kecil itu lebih menyukai mainan anak laki-laki ketimbang boneka yang berjubel di kamar nya.


"camping sama ayah!"


ucap Yasmin tersenyum menoleh sekilas ke arah kahfi yang sedang menatap laptop nya.


"serius?"


ucap kahfi kemudian menutup laptopnya nya.


"ya, ayolah kita udah bicarakan ini sama ibu, ayah juga.


bahkan wulan dan sela juga mau ikut!"


"ikut kemana?"


ucap Sinta sambil memangku Kinara.


"mi, ikut gak kita mau pergi camping.


camping keluarga, Yasmin juga udah chat kak hani, mereka juga bilang mau ikut!"


"ya kalau gitu mami juga mau ikut!"


"bukan masalah nya tuh, ini bunda nya kinara Udah telat loh mi...!"


"telat datang bulan?"


ucap sinta tersenyum.


"ya , tapi belum periksa!"


"telat berapa hari?"


"satu Bulan mi...!"


ucap Yasmin dengan wajah memerah.


"loh kok santai aja, kamu gak merasakan apapun gitu yas!?"


"gak mi, Yasmin biasa aja!"


ucap Yasmin tersenyum.


pasalnya ia memang tidak mengikuti program KB seperti keinginan kahfi Waktu itu.


**


"gak usah ikut program KB de...!"


ucap kahfi memeluk istrinya dari belakang.


"emang kenapa?


kasihan Kinara masih kecil?!"


ucap Yasmin menoleh pada kahfi yang langsung mencium bibir nya sekilas.


"ya supaya aktivitas bercinta kita gak mubajir, dan membuahkan hasil"


ucap kahfi tersenyum.


"ya ,tahu tapi kinara masih kecil kalau harus punya adik"


"ya justru dia akan Senang kalau punya adik, jadi kan dia punya teman main sayang"


Yasmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, benar kah seperti itu?


namun setelah dua tahun berjalan barulah Yasmin merasakan kembali hal seperti dulu, tapi tidak dengan rasa mual dan muntah saat kehamilan Kinara.


justru ia tidak merasakan apapun.


**


"Abang sih Berharap nya punya bayi kembar, lucu seperti nya"


"Abang mau sekaligus dua gitu?"


ucap Yasmin, kini keduanya tengah berjalan beriringan menuju ruang pemeriksaan dokter.


seperti saran Sinta untuk memeriksakan dulu kondisi Yasmin jika memang sedang hamil.


"ya sayang....!


Kamu gak mau?"


"gak juga! bolehlah.... kalau tuhan ngasih"


ucap Yasmin tersenyum kemudian masuk ke dalam ruangan bersama kahfi.


kahfi tersenyum saat dia dokter mengatakan jika saat ini Yasmin tengah mengandung dua janin sekaligus, seperti halnya tuhan langsung mengabulkan doa nya.

__ADS_1


"tiga bulan, Alhamdulillah kehamilan yang kedua ini bakal punya bayi kembar!"


ucap sri dokter kandungan yang dulu menangani Yasmin saat hamil pertama.


"Alhamdulillah ..!"


ucap kahfi Langsung memeluk istrinya itu.


Yasmin keluar dari rumah sakit itu, berbarengan dengan Mona yang sedang bersama Hafiz.


"Yasmin....!"


ucap Hafiz membuat Yasmin dan kahfi menoleh.


"hafiz...!"


ucap kahfi.


"gimana kabar kamu fiz?"


ucap kahfi pada Hafiz yang berdampingan dengan Mona mantan istri Lutfhi.


"baik , kalian sedang apa?"


"oh ini, aku dan Yasmin habis memeriksa kandungan, Alhamdulillah kami kembali dikaruniai anugerah oleh tuhan!"


ucap kahfi merangkul pundak Yasmin.


"oh selamat ya untuk kalian!"


"ya Terima kasih Hafiz!


kami duluan!"


ucap kahfi menepuk pundak hafiz.


Yasmin sendiri hanya tersenyum sekilas, ia bahkan sudah lupa tentang kisah pahit nya dulu bersama pria itu, karena kahfi yang selalu mengukir cerita indah di hari hari nya bersama Kinara.


satu tahun mereka berdua menjalin kedekatan hingga memutuskan untuk bersama, namun satu tahun menikah keduanya belum juga dikaruniai anak, hanya Nabila yang menjadi pelengkap kebahagiaan mereka berdua.


dari Yasmin Hafiz belajar untuk tidak menyia-nyiakan orang yang kita cintai, kehilangan kanza pun menyadarkan nya tentang semua kesalahannya.


berusaha memberikan yang terbaik untuk seseorang yang juga pernah mengalami hal yang sama, keduanya sama sama belajar menghargai apa yang kita miliki.


setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah dan menempuh jalur yang baik, setelah ia sempat berbelok ke arah yang salah.


Yasmin tersenyum karena kahfi menepati janji untuk pergi camping, semua keluarga ikut termasuk paman dan bibi yang Yasmin ajak ikut.


semua bahagia mendengar kabar tentang kehamilan Yasmin yang bakal memiliki bayi kembar.


seperti keinginan kahfi Waktu itu, kahfi mengajak semua keluarga nya ke tempat dimana pertama kali nya ia merasa kan jatuh cinta pada Yasmin, perempuan yang kini menjadi istri nya.


kini kedua nya tengah menikmati sinar matahari pagi yang hangat namun tetap sejuk.


tersenyum mengingat kejadian dulu yang membuat kedua nya kini tak bisa jauh.


"terima kasih bang!"


"untuk......!"


"untuk semua cinta kasih yang Abang berikan untuk keluarga kecil kita!"


"ya sayang..... Abang juga terima kasih karena kamu sudah menjadi istri,dan ibu yang baik untuk kinara.......!


jangan lagi ada air mata yang membasahi pelupuk mata mu, terkecuali airmata kebahagiaan..


i love you so much Yasmin bidadari surga ku!"


ucap kahfi menggendong Kinara yang menghampiri mereka, memeluk kedua nya erat.


"Yakinlah ada sesuatu yang menanti mu, setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani, yang akan membuat mu terpana hingga kau lupa betapa pedih nya rasa sakit...."


-ALI BIN Abi Thalib...


Tamat.


terima kasih untuk semua reader yang udah kasih support sampai part terakhir ini..


yang udah kasih like and gak bosen komentar,


terima kasih sekali...


mantap 😍😍😍


mampir ya ke novel author yang baru..


mungkin saja suka.





terima kasih 😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2