
kahfi tertegun saat Yasmin meminta nya untuk membawa kanza ke rumah sakit,, bukan yang pertama kali Yasmin bahkan pernah melakukan hal yang sama dulu saat kanza pendarahan.
dibantu beberapa orang akhirnya mobil Kanza bisa terbuka, mereka juga membantu Rayan memindahkan Kanza kebelakang.
entah apa yang terjadi pada perempuan itu, menelungkup di stir mobil dengan keadaan lemah.
awalnya kahfi tak ingin Yasmin tahu soal itu, tapi Yasmin malahan mengikuti langkah kahfi mencari tahu siapa pemilik mobil Tersebut.
Resa menemani Rayan membawa kanza ke rumah sakit, kahfi membawa mobil Rayan bersama Yasmin.
"yang, kamu gak segan bantu kanza!"
kahfi melirik ke arah perempuan yang kini terlihat cemas.
"atas dasar kemanusiaan aja bang, masa sih kita biarkan kanza begitu aja. dia kan teman Abang juga!"
"ya tapi dia itu udah nyakitin kamu sayang!"
ucap kahfi sambil mengelus kepala Yasmin.
"ya Yasmin gak lupa!"
"lalu.....?"
"gak tahu Yasmin gak tega aja bang, hidup nya ironis..kanza bahkan udah gak punya orang tua!"
"gak tega? tapi dia tega sama kamu?!"
"ya Yasmin masih ingat, tapi Yasmin gak bisa mengabaikan kanza.
Yasmin gak pernah menyesali keberadaan nya dulu yang menjadi madu sekaligus dosen Yasmin di kampus.
dengan kejadian itu kanza seakan memberi tahu Yasmin seperti apa bang Hafiz.
pria yang gak bertanggung jawab, egois dan gak setia..!"
ucap Yasmin menggigit bibirnya sendiri.
"Yasmin ambil hikmahnya aja bang, saat ini apa yang Yasmin dapatkan Lebih dari apa yang hilang!"
ucap Yasmin tersenyum menatap kahfi.
tak lama mereka sampai di rumah sakit,,
Yasmin dan kahfi mengurus semua pendaftaran dan biaya pemeriksaan untuk kanza.
"pakai uang dari bang Hafiz aja!"
ucap Yasmin menahan tangan kahfi membuka dompetnya.
"ya udah...!"
ucap kahfi tersenyum mengusap kepala Yasmin.
"gimana kak..."
ucap Yasmin mendekati Rayan dan Resa.
"dokter bilang kanza kena Aids, udah parah!"
Yasmin dan kahfi terdiam mendengar penuturan Rayan tentang kronologi penyakit yang di derita oleh Kanza.
"kasihan banget!
bang coba Abang hubungi keluarga nya!"ucap Yasmin membuat mereka terdiam.
kenapa Yasmin sebaik itu?
"ya udah,kamu disini sama resa, nanti Abang hubungi keluarga nya!
Abang beli minum dulu ya!"
"ya bang?!"
setelah itu Kahfi pergi ke kantin di temani oleh Rayan, Yasmin dan resa menunggu di depan pintu.
__ADS_1
"mba kok bisa bersikap seperti itu sama kanza?
dia kan jahat sama Mba?
apa mba gak ngerasa benci atau dendam gitu?"
ucap resa ingin tahu apa yang ada di pikiran Yasmin, kenapa Yasmin masih saja mau membantu kanza yang sudah banyak menyakiti nya.
"benci pernah, kecewa pasti .. sedih, sakit jangan di tanya lagi.
aku bahkan pernah berpikir untuk membalas perbuatan mereka..
tapi ibu bilang, aku gak mesti mengotori hati ku dengan dendam dan kebencian yang akan merusak hati dan jiwa..
ikhlas itu bukan perkara mudah, aku pernah sekarat karena rasa sakit itu, tapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang Rama dan Marisa yang tak pernah Lelah memberikan aku kekuatan untuk bangkit dari rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh bahkan jiwaku..
ibu meyakinkan aku bahwa tak ada satupun yang lepas dari pandangan Nya, Allah itu maha melihat,maha Adil..
jadi biarkan Dia yang mengukir hukuman bagi mereka yang bersalah.."
ucap Yasmin membuat Resa menitikkan air mata.
haru mendengar penuturan Yasmin yang baginya bukan hal mudah.
kahfi sendiri tertegun mendengar penuturan Yasmin yang begitu memilukan, hebat nya Yasmin menyimpan semua itu sendiri.
"sayang.....!"
ucap kahfi duduk di samping Yasmin.
"apa bang... semua kejadian pasti ada hikmahnya, yang mengantar Yasmin pada Pria baik ini...!"
ucap Yasmin terkekeh kecil bersandar pada kahfi.
"keluarga pasien..."
ucap dokter membuka pintu,
"pasien sudah sadar, silahkan boleh masuk kalau ingin melihat!"
ucap Yasmin meraih tangan kahfi.
"Yasmin, Kahfi...!"
ucap kanza dengan nafas terengah melihat Yasmin dan kahfi yang masuk ke dalam ruangan.
untuk kedua kalinya Yasmin menolong nya.
"terima kasih kalian sudah menolong saya lagi!"
ucap kanza lirih menangis.
"ya sebentar lagi om sama Tante kamu datang za!"
ucap kahfi di samping Yasmin yang terpaku melihat Kondisi kanza.
"terima kasih Yasmin, maaf kan aku untuk semua kesalahanku dulu!
mungkin perjalanan ku tinggal menunggu detik..
aku boleh minta tolong sama kalian?"
ucap kanza semakin tak terdengar.
"apa za?!"
ucap kahfi ia pun iba jika melihat kondisi kanza.
"aku mau ketemu anak ku sebelum aku pulang,aku mohon bawa Nabila sebentar saja kesini!"
ucap kanza Terisak.
Yasmin dan Kahfi saling menatap mendengar permintaan Kanza namun cepat Yasmin mengangguk.
"ya udah kamu tunggu ya!"
__ADS_1
kanza mengangguk pelan, Yasmin dan kahfi melangkah keluar dari ruangan.
*
"beneran kalian mau kerumah Hafiz?"
ucap Rayan saat mendengar kahfi menjelaskan keinginan kanza.
"ya gue Sama Yasmin,Lo tunggu disini sampai keluarga nya datang.. setelah mereka datang kalian boleh pulang!"
"ya udah kalian hati hati ya!"
ucap Rayan dan di angguki oleh Yasmin dan kahfi.
Yasmin berjalan beriringan bersama kahfi menuju rumah Hafiz, pintu rumah tampak terbuka terlihat Hafiz dan Nabila menyembul keluar bersama baby sitter Nabila di ikuti oleh Rina dibelakang.
"Yasmin...!"
ucap Rina saat melihat Yasmin sampai di depan rumah.
"assalamualaikum mi, Yasmin kesini mau kasih tau, kalau kanza masuk rumah sakit dan dia mau ketemu Nabila!"
ucap Yasmin tanpa basa-basi.
"kenapa kamu ngurusin kanza, atau kalian gak punya kesibukan lain?
aku gak akan pernah membawa Nabila bertemu dengan kanza!"
ucap Hafiz membuat Yasmin tersengal menahan kekecewaan atas sikap Hafiz yang begitu arogan.
"bang..."
ucap Yasmin terhenti karena Kahfi menahan tangan nya, namun Yasmin menepisnya pelan.
"bang kamu dari dulu emang egois, kenapa Abang gak berpikir kalau kanza seperti itu karena kesalahan Abang yang gak mampu mendidik Ma'mun nya, Abang itu imam.
kalau imam salah otomatis Ma'mun juga salah.
kenapa Abang bersikap seperti itu pada perempuan yang Abang bela mati matian di depan Yasmin,kanza itu sedang sekarat.
dia gak butuh Abang,dia cuma butuh Nabila!
kenapa Abang setega itu?
ternyata Bukan cuma Yasmin yang Abang bikin sakit, tapi kanza juga!
semua karena kesalahan Abang,apa Abang gak pernah sadar, semua karena Abang, akibat dari kelalaian Abang!"
ucap Yasmin gemetar menahan laju air mata nya, berpegang pada tangan kahfi.
Hafiz terdiam mendengar penuturan Yasmin yang langsung mencabik hati nya, membuat matanya panas tak tertahankan.
ia memang salah.
why love?
"sayang...!"
ucap kahfi memeluk Yasmin di hadapan Hafiz, kemudian meraih tubuh Yasmin untuk pergi menjauhi mereka yang mematung mencerna ucapan Yasmin.
"kita pulang!"
ucap kahfi menghapus air mata Yasmin.
bersambung..
biar sadar ya bang Hafiz.
hehe..
biasa ya author tunggu komentar and like and vote nya.
terima kasih yang udah mampir.
😄😍😍😍😍👍✌️
__ADS_1