
siang itu mereka mendatangi pondok pesantren yang dulu sering Rama datangi setelah ia berpisah dengan Helen, mencari ketenangan dan meminta pencerahan pada ustadz yang pemilik pesantren itu yang kini menjadi guru agama nya.
pada ustadz Zaki, Rama menceritakan semua permasalahan hidup nya, termasuk apa yang menimpa putri nya.
ustadz Zaki banyak memberikan nya nasihat dan pencerahan tentang kehidupan.
sejak saat itu Rama berusaha memperbaiki diri dengan bimbingan dari ustadz Zaki.
ustadz Zaki menyambut baik kedatangan Rama beserta keluarga.
Yasmin tak menyangka sang ayah bisa memiliki teman seperti ustadz yang kini Tersenyum menyambut kedatangan mereka.
"assalamualaikum.....!"
"walaikumsalam....."
ucap keduanya kemudian berpelukan, cukup lama keduanya tidak bertemu.
kemudian Rama memperkenalkan keluarga nya pada ustadz Zaki.
"ini istri saya, Marisa sedang hamil..sama seperti putri saya Yasmin, Yasmin juga sedang hamil!
ini suami dan mertua Yasmin"
ucap Rama menunjuk satu persatu.
"Alhamdulillah... istri dan anak nya sedang hamil, barokallah.. semoga di beri kelancaran ya sampai proses melahirkan nanti"
"amin.....!"
ucap mereka serentak.
"Yasmin mau menyumbang sebagian hartanya untuk ponpes ini...pak ustadz"
ucap Rama menjelaskan tentang kedatangan nya.
"Alhamdulillah.... jazakallah khairon katsiran"
ucap ustadz Zaki tersenyum menyambut niat baik Yasmin.
Yasmin tersenyum kemudian memberikan sebuah amplop berwarna coklat berisi uang yang akan disumbangkan nya.
"Alhamdulillah...ini banyak sekali nak, pak Rama!"
"ya semoga bermanfaat..."
ucap Yasmin tersenyum menggenggam tangan kahfi.
"terima kasih sekali nak..uang ini pasti bermanfaat untuk mereka yang sedang menimba ilmu agama... semoga Allah mengganti nya dengan Rizki yang berkali kali lipat"
"amin......."
Yasmin tersenyum melihat sekeliling pondok pesantren tersebut, santri perempuan dan laki laki terpisah tempat, cukup banyak.
Yasmin berdoa dalam hati nya, semoga hafiz bisa Berubah seperti Rama dan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Kanza...
uang yang tersisa sudah Yasmin berikan pada pondok pesantren itu, Yasmin juga memberikan sebagian uang itu untuk keperluan pernikahan Wulan dan sela..
kedua sahabatnya begitu senang saat Yasmin membagi Rizki nya pada mereka.
sore itu mereka kembali ke kota, Rama membelok kan mobil nya pada sebuah rumah makan yang tak jauh dari tempat itu, Yasmin tertidur pulas bersandar pada kahfi, rasa mual yang dirasakan nya membuat kepala nya sedikit pusing.
Sinta menyarankan untuk tidur sejenak agar rasa pusing nya berkurang.
"sayang...kita istirahat dulu, ayah ajak Kita mampir ke rumah makan.."
Yasmin terbangun dan melihat rumah makan sederhana yang berada di pinggiran kota.
kahfi mengajak Yasmin untuk turun dan ikut singgah di rumah makan tersebut,
terlihat ketiga orang itu sedang memilih menu makanan yang tertera pada dinding rumah Makan tersebut.
"yah .. disini ada rujak gak ya?
Yasmin mau mangga di pohon itu tapi yang udah Mateng, kalau bisa Abang yang manjat.."
__ADS_1
ucap Yasmin membuat Kahfi langsung menoleh dan menatap Yasmin yang tersenyum melihat nya.
kemudian Rama berbicara pada pemilik rumah makan Tersebut dan di perbolehkan untuk memetik salah satu buah mangga yang banyak bergelantung.
"astaga.... beneran Abang yang harus ngambil buah nya ..... Abang ngeri itu Pohon nya tinggi!"
"ya bang, Harus yang mateng!"
ucap Yasmin terkekeh melihat kahfi yang melihat ke atas pohon.
"ayo masa gak bisa, jangan cuma bisa nya manjatin Yasmin...!"
mereka yang berada di tempat itu terkekeh kecil mendengar penuturan Rama.
"ya beda dong yah.....!"
ucap kahfi kemudian mencubit pipi Yasmin gemas.
"saya temenin naik pak, nanti saya pilih kan buahnya...!"
ucap salah satu pegawai rumah makan itu membuat wajah kahfi cerah seketika..
"tuh kan Alhamdulillah...di permudah..!"
ucap kahfi kemudian menaikan lengan kemeja nya sampai siku dan mulai memanjat pohon mangga tersebut.
"nih....... Abang borong, kalau perlu Abang beli pohon nya biar di tebang!"
tutur Kahfi memberikan beberapa mangga yang masak di pohon.
"kenapa di tebang....?"
ucap Yasmin sambil mengambil mangga dari tangan kahfi yang baru turun dari pohon tersebut.
"karena Abang cuma mau manjatin kamu Doang?" bisik Kahfi di telinga Yasmin, Yasmin langsung terkekeh geli mendengar ucapan kahfi yang membuat nya meremang.
***
tak terasa waktu berjalan cepat, saat ini Yasmin tengah bersiap untuk pergi ke pesta pernikahan Wulan dan Luthfi.
tubuh nya sedikit berisi meski Yasmin sering memuntahkan makanan nya, namun tak membuat tubuh nya kecil, justru semakin berisi di bagian depan dan belakang.
membuat Kahfi semakin gemas pada istri nya itu...
"ayo sayang...!"
ucap kahfi mencium pipi Yasmin.
"ya sebentar bang...!"
"ini tampil cantik buat siapa sih?"
"ya buat abang lah.....!"
ucap Yasmin berbalik Kemudian memeluk kahfi, mencium wangi tubuh kahfi yang membuat nya betah bersandar pada dada bidang milik suaminya itu.
**
sebenarnya malas menemani mami nya Datang ke acara pernikahan Lutfhi dan wulan, hubungan keduanya tak pernah membaik setelah insiden perkelahian itu, namun tidak dengan Yesa dan Rina yang tetap menjalani persahabatan mereka.
pandangan nya terhenti saat melihat Yasmin dan kahfi memasuki ballroom hotel tersebut, di ikuti oleh sinta,Rama juga Marisa..
perut buncit nya semakin terlihat, kedua wanita yang dulu telah ia kecewa kan Sama-sama tengah mengandung.
andai bisa seperti Rama yang mampu rujuk dengan Marisa, meski mereka sama tapi Rama lebih baik dari nya.
Hafiz memperhatikan Yasmin yang berjalan bersama kahfi menghampiri wulan dan Lutfhi.
"Alhamdulillah ... bumil datang" ucap Wulan langsung memeluk sahabatnya itu.
terlihat sela melambaikan tangan nya, sela berada di panggung ikut serta bernyanyi dengan penyanyi yang membawa acara tersebut.
"ampun itu anak...."
ucap Yasmin terkekeh melihat sela.
__ADS_1
"selamat ya .. maaf gak ikut hadir di acara akad nya, kalau pagi suka mual gitu...."
"gak apa-apa......yas"
ucap Wulan memegang erat tangan Yasmin, bahagia yang dulu Yasmin rasakan bersama kahfi Kini ia rasakan juga.
"samawa ya...aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, cepat nyusul ya...."
ucap Yasmin menoleh pada Lutfhi, pria yang dulu juga selalu berdoa untuk kebahagiaan nya..
"terima kasih Yas ..pak kahfi"
ucap lutfhi dan Wulan.
"Yas... sini!"
ucap sela menarik tangan Yasmin untuk naik ke panggung.
"sel... ngapain?"
ucap Yasmin terkekeh menatap Kahfi..
kemudian sela kembali dan mengajak kahfi untuk naik juga.
"joget Yas.....pak kahfi...!"
ucap sela tertawa kecil melihat wajah Yasmin yang memerah memegang tangan kahfi sambil terkekeh, begitu juga dengan Kahfi..
namun kahfi mengambil mik kemudian membisikkan sesuatu pada pemegang keyboard Yamaha tersebut.
kahfi Tersenyum menggenggam tangan Yasmin,
***
ku pilih hatimu....tak ada ku ragu..
mencintaimu.. adalah hal yang terindah..
dalam hidup ku...oh sayang..kau detak jantungku hatiku..
setiap nafas ku hembuskan nama mu..
sumpah sampai mati hati ingin memilihmu..
dalam hidup ku oh sayang...
kau segalanya untuk ku...
jangan lah Jangan....kau sakiti cinta ini sampai nanti.... di saat raga ku tidak bernyawa lagi dan menutup mata untuk yang terakhir...
jangan lah Jangan... kau sakiti cinta ini..
sampai nanti disaat nafasku sudah tidak berhembus lagi...
karena sungguh cinta ini cinta sampai mati....
(ku pilih hatimu**Ussy feat Andhika Pratama)
Yasmin tersenyum bahagia tak menyangka Kahfi bisa dengan lancar menyanyikan lagu itu untuk nya, haru membuat mata nya berkaca kaca.. Kahfi tersenyum kemudian memeluk istrinya itu.
semua bertepuk tangan melihat kebahagiaan mereka, namun hanya satu orang yang justru menangis melihat hal itu...
bersambung...
terima kasih yang udah mampir..
author tunggu ya like and komentar nya..
hampir patah semangat karena mendengar seseorang yang mengatakan jangan terlalu banyak bermimpi..
apa yang salah dengan impian, bermimpi itu gratis,,, biarkan tangan Tuhan yang menjawab mimpi setiap hambanya..
menulis menjadi hal yang menyenangkan untuk author sendiri, dengan menulis bisa membuat author melupakan segala hal yang membuat sesak, saat bahagia juga author mau nya menulis menuangkan segala apa yang ada dalam benak...
Kenapa jadi curhat...🤭🤭😍😍
__ADS_1
terima kasih para reader... semoga sehat selalu.. maaf ya kalau dalam penulisan masih acak acakan...🤭🤭🤭👍😍