
Hafiz membeku ketika melihat Alisa datang tidak sendiri, melainkan bersama seorang pria yang entah siapa, namun memegang erat tangan Alisa.
"maaf pak Hafiz, nyonya!
saya tidak bisa menerima keinginan pak Hafiz untuk meminang saya untuk Nabila.
karena saya tidak bisa menolak keinginan ibu saya yang sudah menjodohkan saya dengan pria pilihan mereka..!"
Rina dan Hafiz terdiam.
"ini Angga, dia calon suami saya!
maaf saya juga tidak bisa bekerja lagi di rumah ini untuk mengurus Nabila.
saya mohon maaf untuk semua nya pak Hafiz!"
ucap Alisa, menyesal karena sudah memupus harapan Hafiz.
jauh dalam lubuk hati nya, ia begitu mengasihi lelaki itu, ia juga terlanjur menyanyi Nabila.
kenyataan pahit yang harus ia terima kembali, Rina hendak marah pada Alisa namun Hafiz melarang nya.
mungkin dengan ini tuhan menginginkan dirinya untuk sendiri dulu, ia juga tidak ingin menyakiti Alisa karena memang Kenyataannya ia masih menyimpan Yasmin dalam hati nya.
"kita pindah ke Turki saja fiz, papih mu jiga sudah membicarakan soal ini kemarin kan!"
"ya, mi Hafiz terserah mami.. Hafiz ikut saja!"
ucap Hafiz pasrah karena harapan nya bersama Alisa juga sudah pupus, hafiz sendiri sadar ia memang tak layak untuk dicintai.
Sore itu Alisa sampai di rumah dan melihat rumah nya cukup Ramai, Alisa masuk ke dalam rumah dan melihat seseorang yang sudah lama tak di jumpai nya.
"Alisa .. kebetulan sekali kamu datang,ini Angga datang untuk melamar kamu!"
ucap sang ibu membuat Alisa tertegun, tak menyangka pria yang sudah lima belas tahun tidak pernah ia ketahui kabar nya, kini datang untuk melamar nya.
Angga merupakan kekasih nya saat masa kecil, bisa dibilang cinta monyet.
Angga pindah ke Kalimantan karena sang ayah yang dipindah tugaskan.
mana mungkin Alisa menolak seseorang yang sudah lama ia tunggu tunggu kedatangan nya.
Alisa berbohong pada Hafiz jika dirinya dijodohkan, itu karena Alisa tidak tega jika mengatakan bahwa Angga adalah cinta yang selama ini ia tunggu kehadiran nya,
walau bagaimanapun kenyataan pahit itu harus Hafiz terima.
Hafiz termenung sendiri di dalam pesawat, siang itu juga ia pergi bersama Nabila dan Rina.
saat ini ia sedang berupaya lari dari kenyataan pahit.
"indah cinta yang kurasakan kini tiada lagi ku dapatkan sejuk nya jiwaku.
baik nya ku pergi melupakan dirimu yang begitu aku cinta..Sejauh mungkin..."
ucap Hafiz dalam hati.
***
Yasmin terdiam saat Alisa mengahampiri nya.
"Bu Yasmin, boleh saya ngobrol sebentar"
ucap Alisa bersama Pria itu.
Yasmin menoleh pada Sinta juga Kahfi untuk meminta saran.
kahfi menganggukan kepalanya.
"boleh alisa silahkan duduk"
ucap Yasmin merapatkan duduknya mendekati kahfi.
"siapa dia alisa? pacar kamu?"
ucap Yasmin bersandar pada Kahfi.
"ya Bu.....ini calon suami saya!"
"lalu bagaimana hubungan kamu dengan Hafiz?"
"saya membatalkan rencana pertunangan saya dengan pak Hafiz karena orang yang saya tunggu bertahun-tahun sudah datang..saya ...!"
ucap Alisa tertahan menatap wajah kahfi yang dingin.
"maaf pak kahfi.....!"
"ya tidak apa-apa Alisa...!"
ucap kahfi tersenyum tipis.
"awalnya saya ragu untuk melangkah bersama hafiz tapi saat saya melihat Nabila , saya meyakinkan hati saya untuk menerima Hafiz, tapi tak menyangka jika dia datang membuat saya mengurungkan niat saya sebelumnya..
bukan karena itu saya juga ragu karena saya tahu bagaimana Hafiz yang masih mencintai Bu Yasmin...!"
__ADS_1
"maaf pak.....!"
ucap Alisa lagi...
"saya takut kalah, anggap saja saya menyerah sebelum saya bertanding karena melihat lawan saya bukan perempuan biasa!
saya memilih orang yang mencintai saya sejak lama ketimbang memilih pria yang jelas masih mencintai mantan istri nya...!
maaf bu!"
"kamu tidak salah, kamu benar Alisa, jangan mengorbankan kebahagiaan kamu untuk orang lain, bergegas lah menggapai kebahagiaan mu sendiri karena kebahagiaan itu datang tergantung bagaimana cara kamu Meraih nya,
jangan bodoh karena cinta Alisa, lebih baik dicintai dari pada kamu mencintai tapi kamu menanggung luka...!"
ucap kahfi menyatukan keningnya dengan Yasmin.
perempuan itu tampak pucat mendengar penuturan kahfi yang mengingatkan nya pada luka lama yang memilukan.
Alisa beranjak pamit bersama calon suami nya, Kahfi bisa membayangkan bagaimana perasaan Hafiz yang harapan nya harus pupus begitu saja sebelum ia memulai nya.
begitu yang dirasakan oleh Yasmin, hancur sebelum ia memulai nya.
"sayang, kamu baik baik saja?!"
ucap kahfi mendekap tubuh istrinya itu,
"tentu saja bang ... Yasmin selalu baik baik saja selama bersama Abang...!"
ucap Yasmin membuang nafas,
Yasmin salut pada Alisa yang tegas dalam mengambil keputusan, tidak seperti dirinya dulu yang menjadi bodoh karena cinta.
bertahan padahal tak mampu...
mereka sudah kembali kerumah, rencana nya besok Setelah pulang dari kontrol, mereka akan mendekorasi kamar untuk calon bayi mereka.
**
keesokan harinya...
saat ini Yasmin dan kahfi Sedang berada di dalam ruang pemeriksaan, jantung Yasmin berdetak kencang saat dokter memulai melakukan USG,kemudian dokter mengarah kan alat tersebut pada Perutnya.
"tuh kan ada perubahan, Alhamdulillah ibu Yasmin sudah berputar ke bawah!
sudah masuk panggul malahan."
ucap dokter membuat Yasmin tersenyum.
"apapun nanti proses persalinan nya,semoga di mudahkan ya!"
ucap dokter kemudian menutup kembali pakaian Yasmin.
"Alhamdulillah"
ucap Yasmin tenang karena ia tidak perlu mengkhawatirkan Apapun lagi.
"langsung pulang?"
ucap kahfi berjalan sambil merangkul pundak istri nya itu.
"ya bang langsung pulang aja!"
ucap Yasmin tersenyum senang.
sesampainya di rumah Yasmin langsung menceritakan hasil pemeriksaan nya pada Sinta, Sinta pun ikut senang mendengar nya.
"ya udah... kalian makan dulu, udah jam nya makan siang!"
ucap Sinta kemudian meminta pembantu menyiapkan semua nya, setelah selesai makan keduanya melaksanakan shalat Dzuhur bersama.
seperti Biasa sore itu Yasmin menemani Kahfi di pinggir kolam, memperhatikan suaminya itu asyik berenang.
"bang .....!"
"HM...apa sayang..!"
"udah sore, mau renang sampai jam berapa?"
ucap Yasmin melihat Jam menunjukkan pukul lima.
"apa sayang!"
ucap kahfi naik ke atas,
"udah sore!"
"oh .. sebentar lagi!"
ucap kahfi kembali menceburkan diri nya ke kolam hingga membuat Yasmin terkesiap karena air menciprat pada wajah nya.
"Abang.....!"
ucap Yasmin geram membuat Kahfi terkekeh.
__ADS_1
"sini....!"
ucap kahfi mendekati Yasmin di tepi kolam.
"apa?"
ucap Yasmin dengan nada jutek.
"sini sayang sebentar!"
ucap kahfi membuat Yasmin menurut..
Yasmin berjongkok di hadapan Kahfi.
cepat kahfi menarik tangan istrinya itu untuk turun kolam.
"Abang.......!"
ucap Yasmin terkesiap saat kahfi tiba tiba menarik tubuh nya masuk ke dalam kolam.
kahfi terkekeh kemudian memeluk Yasmin dari belakang.
"Abang Yasmin tuh udah mandi!"
"gak apa-apa... Nanti mandi lagi bareng Abang!"
Yasmin senyum mengingat kejadian dulu entah kenapa dulu Kahfi begitu jutek pada nya.
"Abang dulu kenapa sih jutek sama Yasmin?"
"yang mana?"
"yang waktu Yasmin ngambil ponsel itu!"
"oh......itu..!"
ucap kahfi terkekeh.
"Abang bersikap seperti itu supaya gak suka sama kamu!"
"maksud nya?"
"ya kamu tuh aneh bisa ngangenin...!"
"kamu itu bukan tipe Abang tapi entah kenapa justru dengan mudahnya menawan hati Abang!"
"emang tipe Abang kaya gimana?"
"cantik, baik... pemalu,gak banyak sekandal, bukan yang suka naik gunung, bukan yang cengeng... bukan yang berani datang kerumah cuma untuk ngambil handphone nya yang jatuh di mobil Abang!"
ucap kahfi membuat Yasmin terkekeh.
"aneh nya malah yang seperti itu yang bikin Abang gak bisa tidur!"
ucap Kahfi terkekeh.
keduanya tertawa bersama mengingat kejadian saat itu,tak percaya Tapi itu lah kenyataan justru kini keduanya sama sama terikat dan tak bisa jauh.
cinta mu layaknya senja yang menerima apapun keadaan langit, entah itu cerah,mendung, gelap Berawan.
"terima kasih karena mencintai ku apa adanya..!"
ucap Yasmin dalam hati menatap wajah Kahfi.
bersambung...
author itu gk tega mau jodohkan hafiz sama Alisa, 😂😂😂
karena cukup Yasmin ya yang sakit hati.
meski ada yang bilang, ah itu mah si Yasmin nya aja... kenapa bisa cinta sama lelaki seperti itu?
emang cinta itu gak mengenal tempat ya😂😂
masa sih?
tapi jangan salah, hal itu banyak terjadi loh!
hehehe..
tapi author Udah siapkan nanti ya perempuan untuk Hafiz..
kira kira siapa ya?
yang pasti seseorang yang sama seperti dirinya, kehilangan seseorang yang berharga.
terima kasih yang sudah mampir, udah jalan Sama author sampai episode ini,
maaf ya kalau author gak bales satu satu.
silahkan kembali tinggal kan jejak nya.
terima kasih..😍😍😍😍
__ADS_1