
Mona tersenyum melihat keadaan Nabila yang mulai membaik, hati nya terenyuh mengingat putri kecilnya yang kini jauh dari pandangan.
teringat beberapa waktu yang lalu, ia hanya bisa bertemu dengan ratu tanpa bisa membawanya pergi bersama, karena putusan hakim Hak asuh ratu jatuh pada tangan mantan suami nya.
Lutfhi pria yang sudah ia sia siakan keberadaan nya..
"aku berusaha melupakan Yasmin demi rumah tangga kita, tapi lihat bagaimana Kelakuan gila kamu!"
ucap lutfhi terngiang di telinga nya.
pria yang aku perjuangkan agar menikahi ku, justru aku sia kan dengan percuma.
hanya karena kesenangan semata.
kini Lutfhi sudah menemukan kebahagiaan dari perempuan lain, sahabat Yasmin.
menyesal?
tak guna..........!
aku hanya ingin belajar melupakan Lutfhi dan memulai hidup ku yang baru.
Mona terbang ke Turki setelah putusan hakim atas hak asuh anak, karena memang keluarga nya berada di Turki.
siang itu ia mengganti kan dokter yang memeriksa keadaan Nabila.
"loh bukannya kamu Mona?"
ucap Hafiz saat ia masuk ke dalam ruang perawatan melihat Mona yang sedang memeriksa keadaan Nabila.
"ya anda betul!"
ucap Mona tersenyum, penampilan nya sudah berbeda kini ia sudah memakai hijab, meninggalkan rok mini yang dulu selalu melekat pada pahanya yang indah.
berulang kali Lutfhi mengingat kan untuk merubah tampilan nya, namun ia tak pernah menggubris nya,dan di saat ia berubah justru Lutfhi sudah berpaling ke lain hati.
beberapa hari ini hafiz dan Mona dekat,sering ngobrol karena kedua nya sama sama merasakan hal yang sama, tersiksa karena sebuah penyesalan.
keadaan Nabila membaik karena kehadiran Mona..
ada harapan dihari kedua nya, mungkin jika bersama orang yang pernah sama sama menyiakan kehadiran orang yang dicintai kedua bisa sama sama belajar mempertahankan sesuatu yang berarti.
***
weekend ini rumah Sinta terlihat sibuk, karena persiapan Untuk akikah Kinara.
keluarga besar Kahfi pun bergantian datang ingin melihat cucu mereka,apa lagi dari keluarga ALM pradipta.
saat kelahiran Mayang dan Rico pun sama, dua keluarga yang tetap menjaga silaturahmi dengan baik.
Yasmin duduk di samping kahfi, sebentar saja ia tak kebagian memegang putri nya itu.
ada Mayang dan Hani yang Terus menggendong Kinara,pintarnya mayang yang sudah bisa menggendong bayi sekecil itu.
"mi...bikin Ade bayi lagi dong,biar dirumah gak sepi"
ucap Mayang mengelus pipi Kinara.
"kan udah ada Riko ,may "
"ucap Hani kemudian mencium pipi Kinara"
"dia udah gede, udah gak lucu!
sibuk main game Sama main bola!"
ucap Mayang pada Riko yang tak menoleh sedikit pun , fokus pada ponsel nya.
"ya nanti,kamu bilang sama Papih ya"
__ADS_1
ucap hani tersenyum menatap wajah suaminya itu.
"janji ya mi!"
"ya... insa Allah!"
ucap Hani terkekeh.
Yasmin dan kahfi tersenyum menanggapi obrolan ibu dan anak itu.
teringat dirinya yang dulu meminta adik padahal Marisa,ah ibu nya itu belum datang.
Marisa masih dirumah menuggu Rama yang masih sibuk dengan pekerjaan nya di kantor.
padahal ini weekend namun ada beberapa yang harus ia urus, apa lagi kemarin Helen datang meminta hak waris harta Gono gini setelah sekian lama menghilang.
Rama pun sudah membicarakan soal itu dengan Marisa, Marisa meminta Rama memberikan apa yang menjadi hak Helen seperti yang dilakukan dulu Hafiz pada Yasmin.
"Yas, kayak nya mau susu nih!"
ucap Hani memberikan Kinara pada Yasmin.
"ya kak!"
ucap Yasmin kemudian meraih putri kecilnya itu dan beranjak dari duduknya melangkah menuju kamar di ikuti oleh kahfi.
tidak mungkin kan menyusui di hadapan banyak orang seperti itu!
kahfi memperhatikan Yasmin yang sedang menyusui Kinara.
"HM .. jadi milik Kinara deh sekarang!"
ucap kahfi melengos merebahkan tubuhnya di samping Yasmin.
"apa sih!"
ucap Yasmin terkekeh geli mendengar penuturan kahfi.
ucap kahfi duduk di samping Yasmin.
"apa?hm?"
ucap Yasmin tersenyum kemudian mencium pipi suaminya itu.
"ya ampun!
malah mancing!"
ucap kahfi kembali menghempaskan tubuhnya di ranjang.
"ya harus gimana dong, jangan merajuk seperti itu pak kahfi....!"
ucap Yasmin terkekeh lagi.
tak lama Kinara tertidur pulas setelah puas menyusu.
Yasmin menaruh bayi cantik itu di tempat tidur nya, kinara memang memiliki kamar sendiri yang sudah di dekor Waktu itu namun Yasmin memindahkan bok bayi tersebut ke kamar nya karena lelah jika harus bolak-balik kamar saat Kinara terbangun minta di susui.
Yasmin merebahkan tubuhnya di samping kahfi yang sudah terlelap, Wajah nya bersih dan bercahaya!
mungkin karena air wudhu yang tak pernah ditinggalkan nya.
suami Soleh yang tuhan berikan untuk nya.
"semoga seterusnya Kamu seperti ini bang, menyayangi ku yang jauh dari kata sempurna!"
ucap Yasmin tersenyum kemudian ikut terlelap.
semalam keduanya bergadang menemani Kinara yang terbangun hingga pagi menjelang.
__ADS_1
**
Yasmin dan Kahfi keluar dari kamar membawa Kinara dan menjadi pusat perhatian kala itu. membuat keduanya sedikit heran dengan pandangan menyelidik dari mereka,
"kalian baru keluar sih? ibu datang dari tadi Loh!"
ucap Marisa yang langsung mengambil Kinara dari tangan Yasmin.
Yasmin dan kahfi terdiam kemudian tersenyum,
apa mungkin mereka berpikir yang tidak tidak.
"fi.....!"
ucap sinta menarik tangan putra nya itu.
"Yasmin itu masih masa nifas!"
kahfi melongok mendengar ucapan sang Mami.
"ya gak lah mi...Afi juga tahu!"
ucap kahfi membuat Sinta terkekeh.
"abis lama banget di dalam!"
"tidur mi, ngantuk banget soal nya semalam Kinara tuh bangun terus!"
"oh.. !" ucap Sinta kemudian melengos pergi sambil terkekeh sendiri.
sebenarnya Sinta tahu Kahfi tak mungkin seperti itu,ajaran agama yang ia ajarkan cukup membuat putra nya tahu mana yang salah dan benar.
"kenapa bang?"
ucap Yasmin saat kahfi menghampiri nya.
"gak....!"
ucap kahfi tersenyum melihat Marisa yang sedang memangku Kinara.
"Bu... ayah kemana?"
"ada urusan sayang, nanti juga kesini!
Acara pengajian nya besok pagi kan!"
ucap Marisa tak ingin Yasmin tahu masalah Helen karena khawatir Yasmin kepikiran.
"oh gitu.....!"
ucap Yasmin mengambil Alih Wildan dari tangan baby sitter nya.
kahfi menatap kedua perempuan yang berada usia namun memiliki kisah yang sama, Hanya Marisa berbeda dengan Yasmin yang kembali pada pria yang dulu membuat nya terluka, itu karena Rama yang memang benar benar berubah menjadi lebih baik dari kesalahannya dulu, tapi tidak dengan perempuan yang memakai kerudung instan berwarna merah maroon itu,karena kahfi sudah menawan perempuan cantik itu dengan cinta nya, jadi Hafiz tak akan pernah memiliki kesempatan seperti Rama.
kedua bayi itu tertidur, Marisa membawa Kinara untuk meletakkan nya di Bok sementara Yasmin merebahkan Wildan di ranjang nya.
"biar Yasmin yang tunggu!"
ucap Yasmin tak lama Kahfi masuk ke dalam kamar.
memang pria yang satu ini tak pernah jauh dari istri nya, karena setelah acara akikah besok, ia Akan kembali ke kantor setelah beberapa hari ini absen dan mengerjakan pekerjaan nya dirumah.
"bang, tadi mami bilang apa?"
ucap Yasmin memperhatikan Kahfi yang baru masuk.
"gak,mami tuh nyangka Abang sama kamu habis bercinta!"
ucap kahfi membuat Yasmin melongok sejenak kemudian terkekeh.
__ADS_1
bersambung.