
Yasmin melepaskan tangan kahfi saat melihat Hafiz dan kanza sedang memperhatikan mereka berdua...
"lihat baru berapa hari lepas dari kamu, Yasmin udah langsung di gandeng sama cowok lain. kahfi lagi!" ucap kanza dengan senyum mengejek.
hati Hafiz terasa memanas melihat hal itu, Kahfi tahu Hafiz cemburu, namun Kahfi malah tersenyum dan kembali menarik tangan Yasmin.
tangan Hafiz mengepal menahan emosi nya, namun ia berusaha untuk menguasai diri. apalagi ini di kampus.
Yasmin menatap wajah Kahfi yang tampak tenang saat berjalan melewati Hafiz dan kanza, menuntun tangan Yasmin menuju halaman parkir.
Kahfi terkekeh saat sampai di depan mobil membuat alis Yasmin terpaut.
"pak kahfi kenapa?"
ucap Yasmin heran melihat pria yang berada di hadapan nya itu.
Kahfi tersenyum menatap Yasmin yang mengernyitkan alisnya.
Kahfi tidak akan mengatakan jika saat ini ia tengah bersaing meraih Yasmin.. Kahfi puas melihat wajah Hafiz yang memerah menahan amarahnya.
"Yasmin apa kamu mau pulang juga?"
ucap kahfi bertanya pada gadis itu, Kahfi tahu Yasmin tak membawa kendaraan.
"Yasmin......hm!"
Yasmin celingukan mencari keberadaan dua sahabat nya itu.
padahal Wulan dan sela sengaja bersembunyi agar Yasmin dan Kahfi bisa berduaan.
"cari siapa?"
tanya Kahfi.
"Wulan dan sela...!"
Namun Yasmin terdiam mengingat kembali kejadian tadi saat berada di depan ruangan Kahfi.
"pak Terima kasih untuk.....!"
ucap Yasmin terhenti sejenak saat Kahfi menatap nya berbeda.
membuat jantung Yasmin berdetak kencang.
"untuk apa?"
tanya kahfi, netra nya menatap wajah cantik Yasmin.
"untuk yang tadi..pak Kahfi sudah membela saya!"
ucap Yasmin menunduk karena Kahfi sejak tadi terus menatap nya.
"oh... terima kasih aja?"
"lalu?" ucap Yasmin menengadah melihat Kahfi yang tengah tersenyum.
"ya, kamu traktir saya dong!"
Yasmin mengigit bibirnya mendengar penuturan kahfi, sedikit tak percaya dengan apa yang di ucapkan pria yang berada di hadapan nya itu.
"traktir makan?"
tanya Yasmin sedikit bingung, Yasmin pun mencoba memalingkan wajahnya saat Kahfi Terus saja menatap nya.
"Yasmin kamu lihat apa?"
ucap kahfi karena sejak tadi Yasmin memalingkan wajah.
"gak........ya udah kita mau makan dimana? saya traktir makan siang gimana pak?!"
ucap Yasmin masih mencari keberadaan dua sahabat nya itu,
"kemana sih mereka?"
tanya Yasmin sendiri dalam hati.
"ya udah, masuk Yasmin!"
ucap kahfi membuka pintu mobil.
Yasmin membeku sendiri, Entah Kenapa rasa nya begitu gerah, keringat mengucur di pelipisnya, membuat kerudung nya sedikit basah.
__ADS_1
"perasaan AC nya nyala deh ....!"
ucap kahfi memeriksa tombol AC.
Yasmin bungkam, bukan hal pertama kedua nya berada dalam satu mobil,tapi untuk kali ini entah kenapa rasanya begitu berbeda.
jantung nya berdetak kencang, meronta tak karuan.rasanya gugup bukan main.
"harus nya tadi menolak untuk pergi bersama..."
ucap Yasmin sendiri bergumam dalam hati.
"kamu baik baik saja Yasmin....!?"
ucap kahfi menoleh sekilas, tetap fokus menyetir padahal Kahfi pun merasa Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
"ya, Yasmin baik baik saja pak...mau makan dimana?"
ucap Yasmin bertanya mencoba mencairkan kebekuan dalam mobil tersebut.
"aku yang tentukan tempat nya?"
ucap kahfi melirik Yasmin yang sudah mulai terbiasa dengan posisi nya.
"ya, pak kahfi aja yang tentukan tempat nya!"
kahfi mengangguk kemudian membelokkan kendaraan roda empat nya pada salah satu restoran yang menjadi langganan nya bersama mami Sinta,di restoran itu tersedia berbagai macam makanan enak dan menggugah selera.
Yasmin turun dari mobil dan mengamati tempat tersebut.
Yasmin dan Hafiz pernah datang ke tempat ini, namun sudah lama sekali. kalau tidak salah saat mereka pertama kali makan bersama.
Yasmin diam mengingat semua itu,rasa pahit kembali tercecap, walau bagaimanapun semua berawal baik meski berakhir buruk seperti sekarang ini.
mencintai mu seperti menggenggam serpihan kaca, membuat ku terluka dan merana,,
luka yang tercurah perlahan mengikis rasa cinta itu....
"bisa tidak kalau kita pindah tempat pak kahfi?"
ucap Yasmin bersandar pada mobil.
"Kenapa? di sini makanan nya enak enak!"
'apa Yasmin pernah datang ke tempat ini bersama Hafiz..'
"Yasmin......!"
ucap seseorang,dan Yasmin langsung menoleh.
Yesa memperhatikan Yasmin dan juga Kahfi,Yesa tahu dari Rina kalau kejadian kemarin itu membuat Yasmin dan Hafiz bercerai. awalnya Rina kaget saat mendengar Hafiz memukuli Lutfhi karena main di belakang dengan Yasmin.
keduanya sama sama tak menyangka akan hal itu, meski Yesa Sudah tahu dari awal.namun keduanya tak mempermasalahkan soal itu lagi dan Rina meminta maaf pada Yesa karena Hafiz sudah membuat Lutfhi babak belur.
"kamu belum lama pisah sama Hafiz, sekarang udah jalan sama cowok lain. padahal kamu masih dalam masa Iddah.."
ucap yesa sambil menggelengkan kepalanya.
"ternyata saya tidak salah sudah melarang Lutfhi sama kamu!"
ucap yesa, seketika Yasmin membeku mendengar penuturan yesa yang begitu menyakitkan, namun ia tetap tenang.
kalau saja mereka tahu, sebenarnya Yasmin tak perlu masa Iddah karena keadaan dirinya yang masih utuh tak tersentuh oleh Hafiz.namun Yasmin bungkam membiarkan Yesa pada penilaian nya sendiri.
"ternyata bukan cuma Hafiz yang salah, kamu juga tidak ada bedanya!!"
"cukup....!"
ucap kahfi membuat Yesa langsung diam.
Yasmin menahan tangan kahfi saat Kahfi hendak mendekati Yesa.
"jangan pak! sudah biarkan saja...Yasmin terima apapun yang bunda Yesa bilang!"
ucap Yasmin memalingkan wajahnya dari Yesa.
mungkin benar seharusnya ia menjaga jarak dengan lelaki lain Sebelum masa Iddah nya berakhir, karena walau bagaimanapun mereka tidak tahu apapun tentang dirinya.
meski terkesan selalu salah?"
"jangan seenaknya kalau bicara!"
__ADS_1
ucap kahfi terhenti karena Yasmin langsung menarik tangan nya.
tak ingin meladeni ucapan bunda Yesa.
"sedang apa bunda disini? apa ada kak Lutfhi di dalam? tapi bukankah mereka di Amrik?"
ucap Yasmin dalam hati.
Yasmin menarik nafas kemudian membuangnya, mencari kekuatan agar ia tak menangis.
pantas bunda yesa membenci nya, Yasmin sadar dia memang bukan perempuan baik baik.
"Yasmin,kenapa sih kamu diam aja di caci maki sama ibu ibu itu?"
ucap Kahfi saat mereka berada di dalam mobil.
Yasmin membisu mendengar pertanyaan Kahfi,
apa yang di ucapkan bunda yesa benar! makanya dia diam.
tak mungkin juga ia mengatakan yang sebenarnya.
"biarkan saja,Yasmin tidak mau meladeni bunda nya kak Lutfhi!"
ucap Yasmin menghapus air matanya.
mengingat status nya yang membuat nya tak lagi indah, justru menuai kritik dimana mana.
janda......!
Namun Yasmin tak peduli dengan omongan orang tentang nya, yang benar akan ia jadikan sebagai nasihat dan yang salah akan Yasmin anggap angin lalu.
hidup bukan untuk mencari simpati orang, yang menyukai mu tidak akan peduli seperti apa dirimu,dan yang membenci tak akan pernah mau mendengarkan penjelasan apapun tentang mu.
kahfi menghentikan mobilnya di sebuah kedai mie ayam pinggir jalan.
Yasmin masih diam dengan air mata menggenang di pelupuk matanya, rasanya susah sekali untuk tidak menangis, kenapa cengeng sekali?
"Yas... jangan dengarkan mereka yang menghina kamu, jangan membuat kamu menjadi lemah dan terpuruk!"
ucap kahfi bingung, tak mungkin ia memeluk Yasmin! hal itu akan membuat nya merasa seperti wanita gampangan.
"bunda Yesa benar, meski dia gak tahu apa apa tapi ucapan nya selalu benar dan menyadarkan Yasmin untuk berpikir ulang untuk melakukan sesuatu!"
ucap Yasmin menunduk kan kepalanya.
"ya udah jangan nangis lagi?"
ucap kahfi mencoba menenangkan Yasmin.
"kita mau pulang?"
tanya Kahfi karena rasanya tak enak jika makan dalam keadaan seperti ini.
"Yasmin mau kerumah ibu!"
ucap Yasmin menghapus air matanya.
"Yasmin naik taksi aja!"
ucap Yasmin beranjak namun cepat kahfi menahan tangan Yasmin yang hendak membuka pintu.
"kenapa?" ucap Yasmin menoleh.
"aku antar kamu Yasmin?"
ucap kahfi kemudian menyalakan mesin mobil nya.
Tidak ada percakapan di antara keduanya, karena Yasmin tertidur dan Kahfi membiarkan perempuan itu melepaskan kepenatan nya,
hari ini dua orang yang mencibir dan memaki nya.
berharap waktu cepat berputar agar Yasmin cepat menyelesaikan masa Iddah nya, dan berharap Yasmin mau menerima nya. tapi apa Yasmin mau dengan nya yang seperti ini!?
tutur Kahfi dalam hati...
bersambung.
terima kasih untuk semua yang udah komentar 😍😍😍👍👍..
like nya juga... sehat selalu buat para reader 👍👍😍
__ADS_1
sebagian ada yang author Riview ulang.😍