
Hafiz termenung sendiri dengan tatapan kosong, entah kenapa kehampaan melingkupi ruang hati nya. baru sebentar saja Yasmin menghilang dari genggaman nya sudah membuat nya merasa kan sesak, betapa egoisnya cinta ini.
teringat saat pertama kali mereka bertemu, Rama menggandeng tangan Yasmin memasuki gedung tempat dimana acara berlangsung.
malam itu Rama tak sengaja mengajak Yasmin karena saat itu Helen tak bisa menemani nya.
"malu ....! Yasmin gak biasa yah...!"
ucap Yasmin gugup karena di perhatikan oleh orang yang berada di tempat itu termasuk Hafiz.
Yasmin tampil cantik dengan gamis brokat berwarna merah maroon senada dengan kemeja yang di pakai oleh Rama, pasmina berwarna pink menyembunyikan rambutnya yang panjang.
"saya kira bukan anak nya... cantik sekali!"
ucap salah seorang teman Rama.
"ya dia memang cantik mirip dengan ibunya..?"
ucap Rama tersenyum.
"yah ....ibu cantik tapi kenapa ayah masih saja tertarik pada mami Helen...?!"
ucap Yasmin lirih saat mereka berdua.
Rama terkekeh mendengar pertanyaan putri nya yang semakin pintar dan beranjak remaja.
"kenapa?"
ucap Yasmin lagi karena Yasmin sendiri tidak tahu penyebab kedua orang tua nya berpisah.
yang Yasmin tahu keduanya memutuskan untuk tak sejalan,dan tak lama Rama membawa Helen ke rumah nya.
"suatu saat ayah akan memberi tahu mu!"
ucap Rama menyentil hidung Yasmin.
Yasmin beranjak dari kursi untuk mengambil air minum, saat itu juga Hafiz berada di tempat itu.
Yasmin terhenyak saat tiba tiba high heels nya patah dan menimpa tubuh Hafiz.
Hafiz menahan tubuh Yasmin yang hendak jatuh, kedua pandangan nya bertemu dan saat itulah cinta hadir menghiasi ruang kalbu nya.
"maaf...pak!"
ucap Yasmin menunduk merasakan nyeri pada kaki nya, ia memang sering sekali cedera pada kaki.
"Yasmin....!"
ucap Rama mendekat, di situ lah Hafiz tahu siapa nama perempuan cantik yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"ayah....!" ucap Yasmin berpegang pada tubuh Rama.
"kamu gak apa-apa sayang?" ucap Rama bertanya melihat Yasmin dan Hafiz yang saling pandang,
tak dapat Yasmin pungkiri ia pun mengagumi sosok Hafiz yang tampan, perawakan tinggi putih dan memberikan kesan hangat.
"gak apa-apa..!"
ucap Yasmin senyum kemudian membuka high heels nya dan mencopot kedua hak nya lalu tersenyum menatap wajah rama yang menggelengkan kepalanya.
"beres!" ucap Yasmin terkekeh kecil memegang kedua hak dari sepatunya itu.
"maaf ya...!"
__ADS_1
ucap Yasmin pada Hafiz..
"ya .....!"
"HM...pak Rama apa boleh saya berkenalan dengan putri Anda!?"
ucap Hafiz lagi tersenyum Hangat menatap yasmin yang tersipu.
"boleh......!" ucap Rama singkat kemudian keduanya berkenalan.
Yasmin merasa bosan dengan acara tersebut yang tak kunjung selesai.
"ayah Yasmin mau pulang!"
ucap Yasmin karena Jenuh,pantas Helen menolak untuk ikut..
"sebentar sayang.....!"
"Yasmin mau pulang yah....bosen!"
ucap Yasmin merengek dan terdengar oleh Hafiz.
"sebentar lagi sayang...!"
ucap Rama memohon.
"Yas .. kamu mau pulang?" tanya Hafiz mendekat.
Yasmin menjawab dengan anggukan kecil.
"ya udah bareng saya saja, saya juga mau pulang! itu juga kalau pak Rama tidak keberatan !"
Rama terdiam, ia tahu Hafiz menyukai putri nya itu. Hafiz tampan dia juga mapan, Hafiz juga religi..
"boleh.. tolong ya! soalnya saya masih harus membahas masalah tanah yang berada di area pergudangan!"
"kamu kelas berapa Yas?"
ucap Hafiz membuka obrolan saat keduanya berada dalam mobil.
"kelas tiga...!"
ucap Yasmin singkat karena ia Masih merasa sungkan.
"sebentar lagi keluar ya....!"
ucap Hafiz melirik sekilas pada Yasmin.
"ya pak....!"
ucap Yasmin merasa sedikit bingung entah harus memanggil dengan sebutan apa pada Hafiz.
"Jangan panggil bapak dong Yas,panggil Abang!"
ucap Hafiz senyum kecil menoleh pada Yasmin dengan wajah memerah nya.
ini pertama kali nya Yasmin berinteraksi dengan lawan jenis, dan untuk pertama kalinya juga Yasmin merasa Jantungnya tak karuan.
Rama selalu mewanti-wanti Yasmin untuk fokus pada sekolah nya, bukan tidak boleh berdekatan dengan lawan jenis hanya Rama membatasi nya untuk tidak terlalu bermain dengan teman lelaki.
"maaf bang!"
ucap Yasmin menoleh pada jendela kaca mobil dengan senyum yang mengembang.
__ADS_1
tak lama mereka sampai di depan rumah Rama yang besar dan mewah.
"terima kasih bang udah anter Yasmin!"
ucap Yasmin pada Hafiz.
"ya.. boleh gak Abang minta nomor ponsel kamu?"
Yasmin tertegun mendengar permintaan Hafiz.
" untuk.......!"
ucap Yasmin bertanya.
"jujur ya kalau Abang mau kenal kamu lebih dekat Yas!"
ucap Hafiz membuat Yasmin terpaku.
Yasmin masuk ke dalam rumah dengan senyum yang mengembang di wajah nya, antara takut dan senang Karena Hafiz mengharapkan kedekatan mereka berdua, dengan senang hati Yasmin memberikan nomor ponselnya.
keduanya semakin dekat karena Hafiz sering menelepon dan menchat nya, jika Weekend Hafiz selalu mengajak Yasmin keluar rumah.entah itu nonton film horor atau makan di luar.
Rama sendiri tidak melarang Yasmin,asal keduanya tahu batasan.. hingga Hafiz meminta Yasmin langsung pada Rama, Yasmin pernah Menolak karena tak menyangka Hafiz secepat itu melamar nya.
Rama berulang kali memikirkan hal itu, Ibrahim sendiri menerima baik kehadiran Yasmin. selain cantik Yasmin juga anak yang baik, terlihat ketulusan di matanya.
Ibrahim pun membujuk Rama agar menerima lamaran putranya dengan janji akan membangun kerjasama perusahaan nya.
Helen yang mendengar hal itu membujuk Yasmin untuk mau menerima Hafiz.
maklum lah dia gila bisnis...
akhirnya Yasmin memantapkan hatinya untuk menerima Hafiz sebagai teman hidupnya.
Hafiz meremas rambut nya mengingat semua kejadian di masa lalu bersama Yasmin, hatinya remuk redam.
kenapa kejadian seperti ini menimpa nya, salah nya juga tak mampu menolak pesona kanza.
"kamu sabar ya fiz, ikhlaskan semua nya dan beralih lah fokus pada perempuan yang mengandung anak mu!"
ucap Rina mengerti apa yang Hafiz rasakan.
Hafiz mengangguk sambil terisak menatap tangan yang sudah melukai Yasmin,dulu ia begitu tidak sabar ingin menyentuh mesra Yasmin dengan tangan nya,tapi justru yang terjadi adalah Ia membuat Yasmin nya terluka.
rasa sesal menyeruak memenuhi rongga hatinya,andai ia bisa memutar waktu! Hafiz akan memakai pikiran nya untuk bertindak.bukan dengan amarah yang membabi buta hingga membuat Yasmin menderita.
sekarang apa yang ia dapatkan, berandai andai itu menyakitkan.
"ambil wudhu dan mintalah ampun kepada sang pencipta! agar hati kamu tenang, jadikan semua ini cambuk untuk kamu memperbaiki diri!"
ucap Rina memeluk putranya itu,
kehadiran Yasmin membawa pengaruh besar dalam hidupnya, namun Yasmin bersikeras untuk pergi...dan Hafiz tak bisa menahan nya Lagi.
bukan kehilangan yang aku takutkan,yang aku takutkan adalah hari hari yang harus aku lalui tanpa kehadiran mu yang semakin menjauh titipkan perih....
Hafiz..
bersambung...
terima kasih yang udah komentar.. author gak bisa balas cuma author berterima kasih karena udah bikin author semangat..
sampai senyum senyum sendiri baca komentar nya, mudah mudahan author gak sampai kaya orang gila ya.
__ADS_1
🤭🤭😘😍😍..
😍😍😘😘